Buku yang berjudul, Dukun dan Bidan Dalam Perspektif Sosiologi, buku ini disajikan sebagai bahan bacaan ilmiah yang diperuntukkan bagi mahasiswa dan para staf pengajar, dalam rangka menambah wawasan pengetahuan terkait dukun dan bidan, khususnya mahasiswa kebidanan yang hampir dipastikan, tidak lagi termotivasi untuk membaca buku2 terkait dengan dukun, mengingat eranya tidak lagi menjumpai banyak dukun, kalaupun ada dukun pasti sudah tua sehingga untuk diajak bermitra atau berkolaborasi sudah sulit, terutama disebabkan faktor komunikasi. Buku ini mencoba memaparkan beberapa hasil penelitian, argument maupun pendapat orang lain yang terkait dengan dukun dan bidan, paling tidak menyadarkan kita bahwa, sejarah mencatat bahwa sebelum adanya profesi bidan, yang menolong persalinan adalah seorang dukun,atau biasa disebut, sanro, atau tabib, seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan, dukun secara perlahan- lahan kehilangan lahan pekerjaan dan tergantikan dengan seorang bidan, kalau kita bertanya kepada mereka yang saat ini telah berumr diatas 50 tahun , hampir dipastikan bahwa mereka yang menolong sewaktu dilahirkan adalah seorang dukun, terutama didaerah pedesaan, karena memang waktu itu masih sangat sedikit bidan, kalaupun ada hanyalah tinggal diperkotaan. Terlepas dari semua itu, kami menyadari baha buku ini masih sangat banyak kelemahan dan kekurangan, lantaran keterbatasan kemampuan yang kami miliki, oleh karena itu kami sangat mengharapkan masukan dan saran ilmiah supaya buku ini dapat disempurnakan kedepan jauh lebih baik.
Buku yang berjudul, Dukun dan Bidan Dalam Perspektif Sosiologi, buku ini disajikan sebagai bahan bacaan ilmiah yang diperuntukkan bagi mahasiswa dan para staf pengajar, dalam rangka menambah wawasan pengetahuan terkait dukun dan bidan, ...