Sebanyak 752 item atau buku ditemukan

Manajemen Farmasi Manajemen Pengelolaan sediaan Farmasi, Alat Kesehatan dan Medis Habis Pakai (BMHP)

Buku “Manajemen Farmasi” ini terdiri dari 16 BAB dan disusun dengan tujuan memberikan gambaran dan informasi kepada pembaca terkait salah satu pelayanan kefarmasian yang dilakukan di Fasilitas Layanan Kesehatan (Rumah Sakit, Apotek dan Puskesmas), yaitu Manajemen Pengelolaan Sediaan Farmasi, Alat Kesehatan dan Bahan Medis Habis Pakai (BMHP). Manajemen Pengelolaan yang dimaksud meliputi kegiatan pemilihan, perencanaan, pengadaan, penerimaan, penyimpanan, pengendalian, penarikan, pemusnahan dan administrasi persediaan farmasi, alat kesehatan dan bahan medis habis pakai. Selain itu, buku ini juga memaparkan beberapa contoh alat kesehatan termasuk bahan medis habis pakai (BMHP), bagaimana menghitung harga obat, serta manajemen pengelolaan sediaan vaksin (cold chain management). Adapun buku ini dibuat berdasarkan dari regulasi terkait pekerjaan kefarmasian yang berlaku saat ini, beberapa literatur lainnya serta dari pengalaman penulis sebagai praktisi di bidang kefarmasian. Dengan dibuatnya buku ini, penulis berharap dapat memberikan informasi dan manfaat bagi pembaca terkait manajemen pengelolaam sediaan farmasi, alat kesehatan dan bahan medis habis pakai.

Buku “Manajemen Farmasi” ini terdiri dari 16 BAB dan disusun dengan tujuan memberikan gambaran dan informasi kepada pembaca terkait salah satu pelayanan kefarmasian yang dilakukan di Fasilitas Layanan Kesehatan (Rumah Sakit, Apotek dan ...

Farmasi Rumah Sakit

Buku ini terdiri dari empat belas bab. Bab pertama membahas tentang rumah sakit, bab dua tentang pelayanan di rumah sakit, bab tiga tentang kewajiban dan hak rumah sakit dan pasien, bab empat tentang organisasi rumah sakit, dan bab lima tentang klasifikasi rumah sakit. Selanjutnya bab enam membahas tentang pelayanan farmasi rumah sakit, bab tujuh tentang perbekalan sediaan farmasi di rumah sakit, bab delapan tentang anggaran rumah sakit, bab Sembilan tentang instalasi farmasi rumah sakit, dan bab sepuluh tentang efisiensi biaya. Kemudian untuk bab sebelas membahas tentang formularium rumah sakit, bab dua belas tentang central steril supply department/CSSD, bab tiga belas tentang pengelolaan limbah rumah sakit, serta bab empat belas tentang penggunaan obat rasional. Setiap orang yang sakit menginginkan pelayanan prima, sehingga dapat mengobati, merawat dan menyembuhkan penyakitnya. Pelayanan kesehatan bertujuan untuk mengatasi penyakit pasien sehingga dibutuhkan sarana dan prasana yang cukup dan memadai, kadangkala sarana dan prasana di pusat pelayanan kesehatan tingkat pertama kurang memadai, sehingga tidak sedikit pasien yang di rujuk ke rumah sakit yang sarana dan prasananya memadai. Rumah sakit merupakan pusat pelayanan kesehatan yang melayani rujukan dari berbagai pelayanan kesehatan tingkat pertama baik puskesmas maupun klinik. Kualitas pelayanan kefarmasian di rumah sakit mempengaruhi tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan yang diberikan oleh tenaga kefarmasian dalam pelayanan obat kepada pasien. Kualitas pelayanan merupakan faktor yang sangat penting yang akan mempegaruhi dalam akreditasi suatu instansi kesehatan seperti rumah sakit. Pelayanan kesehatan yang bermutu merupakan pelayanan kesehatan yang mampu memberikan kepuasan kepada pasien atau setiap pemakai jasa pelayanan kesehatan tersebut. Sarana kesehatan yang memberikan pelayanan kesehatan salah satunya yaitu rumah sakit, rumah sakit sebagai penyedia jasa pelayanan agar meningkatkan kualitas pelayanan yang lebih baik, tidak hanya pelayanan yang bersifat penyembuhan penyakit saja, melainkan mencakup pelayanan yang bersifat pencegahan untuk meningkatkan kualitas hidup serta memberikan kepuasan bagi pasien selaku pengguna jasa kesehatan

Sarana kesehatan yang memberikan pelayanan kesehatan salah satunya yaitu rumah sakit, rumah sakit sebagai penyedia jasa pelayanan agar meningkatkan kualitas pelayanan yang lebih baik, tidak hanya pelayanan yang bersifat penyembuhan penyakit ...

Buku Ajar Farmasi Komputasi

Buku ini membahas materi perkuliahan desain obat rasional, mulai dari pengenalan konsep desain obat berbantukan komputer, visualisasi dan menghitung sifat-sifat molekul, studi hubungan kuantitatif-struktur aktivitas, pemodelan farmakofor, simulasi penambatan molekul, simulasi dinamika molekul dan prediksi afinitas ligan menggunakan metode Molecular Mechanics PoissonBoltzmann Surface Area (MM-PBSA), dan pemodelan homologi. Buku ini menjelaskan hampir semua metode in silico dalam desain obat rasional. Selain itu, buku ini didesain mudah digunakan oleh mahasiswa karena disertai contoh kasus dan soal latihan untuk menunjang pembelajaran mahasiswa secara mandiri. Contoh aplikasi metode yang dijelaskan merupakan hasil penelitian penulis dan tim sehingga mahasiswa dapat langsung konsultasi jika ada hambatan memahami uraian yang disampaikan. Di sisi lain, buku ini juga dapat digunakan oleh peneliti karena menyisipkan hal-hal penting yang perlu diketahui oleh peneliti terkait metode-metode yang dibahas.

Buku ini membahas materi perkuliahan desain obat rasional, mulai dari pengenalan konsep desain obat berbantukan komputer, visualisasi dan menghitung sifat-sifat molekul, studi hubungan kuantitatif-struktur aktivitas, pemodelan farmakofor, ...

PENGANTAR FARMASI SOSIAL

Buku ini membahas mengenai pelaksanaan farmasi komunitas dalam memberikan pelayanan kefarmasian kepada masyarakat yang semakin berbasis patient oriented. Selain itu juga buku ini menjelaskan mengenai peran apoteker dalam melakukan praktek keprofesian. Semoga buku ini dapat menuntun pembaca untuk lebih memahami praktek kefarmasian di komunitas.

Buku ini membahas mengenai pelaksanaan farmasi komunitas dalam memberikan pelayanan kefarmasian kepada masyarakat yang semakin berbasis patient oriented.

Farmasi Klinik

Secara filosofis, tujuan dari farmasi klinis adalah agar efek terapi bisa tercapai secara maksimal, meminimalkan resiko yang tidak diinginkan, meminimalkan biaya pengobatan, serta menghormati pilihan pasien terhadap pemilihan terapi yang akan mereka lakukan. Saat ini disiplin ilmu farmasi klinis semakin dibutuhkan dengan adanya paradigma baru tentang layanan kefarmasian yang berorientasi pada pasien. Tenaga farmasi yang bekerja di rumah sakit dan komunitas seperti apotek, puskesmas, klinik, balai pengobatan. Tempat dimanapun terjadi peresepan ataupun penggunaan obat harus memiliki kompetensi yang dapat mendukung pelayanan farmasi klinis yang berkualitas.

Buku Farmasi Klinik ini diterbitkan oleh penerbit deepublish dan tersedia juga versi cetaknya.

Teknologi Sediaan Farmasi

Sediaan farmasi, tanpa memandang komposisi atau cara penggunaannya obat harus bermutu, obat yang berkualitas adalah obat yang memenuhi persyaratan Quality (kualitas), effication (kemanjuran), safety (keamanan), stability, reliability, dan acceptable. Hasil dari pembuat kebijakan dan industry farmasi FDA, lembaga mitra Uni Eropa dan Jepang membuat organisasi tripartit 1999, organisasi tersebut dinamakan International Conference On Harmonisation Of Technical Requirement For Registration Of Pharmaceutical For Human Use (ICH), menyatukan persyaratan kebijakan dengan tujuan jangka panjang mendirikan satu perangkat standar registrasi obat yang seragam.

Buku Teknologi Sediaan Farmasi ini diterbitkan oleh penerbit deepublish dan tersedia juga versi cetaknya.

Kokristalisasi

Modifikasi Padatan Farmasi Sebagai Strategi Perbaikan Sifat Fisikokimia Obat

Kualitas dari suatu obat dapat dipengaruhi sifat fisikokimia dari bahan aktif farmasi (BAF) atau active pharmaceutical ingredient (API) yang digunakan. Selain itu, efek suatu obat secara langsung dipengaruhi oleh sifat kelarutan obat. Obat yang memiliki sifat kelarutan yang baik akan memiliki profil absorbsi dan bioavailabilitas yang baik. Sifat fisikokimia seperti kelarutan menjadi faktor yang sangat penting karena sebagian besar obat yang dijual di dunia dihantarkan secara oral. Para peneliti di bidang farmasi telah mengembangkan berbagai pendekatan untuk meningkatkan kelarutan obat sebagai upaya peningkatan bioavailabilitas nya. Reduksi ukuran partikel, dispersi padat, kompleksasi, pembentukan garam, nanopartikel, penambahan ko-solven, suspensi emulsi nano dan pembentukan kokristal adalah beberapa metode yang digunakan dalam peningkatan kelarutan pada obat obatan dengan kelarutan yang buruk dalam air. Diantara semua metode tersebut, kokristal menjadi alternatif yang menjanjikan saat ini, karena metode ini tidak memengaruhi sifat farmakologis dari obat tetapi dapat meningkatkan bioavailabilitas obat dan juga beberapa karakteristik fisikokimianya. Buku ini disusun sebagai tindak lanjut atas latar belakang tersebut. Kokristal sebagai upaya peningkatan sifat fisikokimia obat dibahas secara menyeluruh dalam buku ini. Dimulai dari definisi kokristal dan koformer, prinsip utama, kelebihan, mekanisme dan juga desain pembuatan kokristal. Kemudian dilanjutkan dengan pembahasan mengenai aspek aspek fisikokimia dan biofarmasetika yang dapat dipengaruhi oleh kokristalisasi. Metode pembentukan kokristal, karakterisasi kokristal, dan juga keberadaan kokristal dalam regulasi yang berlaku juga dibahas dalam buku ini, kemudian diakhiri dengan pembahasan mengenai beberapa contoh kokristal yang sudah beredar dipasaran, dan juga beberapa contoh kokristal yang masih dalam proses pengajuan paten. Kokristalisasi: Modifikasi Padatan Farmasi Sebagai Strategi Perbaikan Sifat Fisikokimia Obat ini diterbitkan oleh Penerbit Deepublish dan tersedia juga dalam versi cetak*

Kokristalisasi: Modifikasi Padatan Farmasi Sebagai Strategi Perbaikan Sifat Fisikokimia Obat ini diterbitkan oleh Penerbit Deepublish dan tersedia juga dalam versi cetak*

BUKU AJAR BIOKIMIA FARMASI

Maksud dari penerbitan buku ini adalah untuk membantu mahasiswa farmasi serta mahasiswa lain yang salah satu mata kulihanya adalah Biokimia. Di samping itu, buku ini juga dapat digunakan untuk mengkapi kepustkaan di bidang Ilmu farmasi yang terkait dengan biokimia. Buku ini disusun dengan pendekatan praktek yang dilengkapi dengan dasar analisisnya serta reaksi kimia yang terlibat. Pembaca diharapkan dapat memahami berbagai teori dan prinsip analisis karbohidrat, protein, lemak, enzim dan koenzim, vitamin dan mineral. Dalam penyusunan buku ini, tidak lupa penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Prodi S1 Farmasi STIKes Bakti Tunas Husada, atas dukungannya selama menyipakan buku Biokimia Farmasi ini.

Maksud dari penerbitan buku ini adalah untuk membantu mahasiswa farmasi serta mahasiswa lain yang salah satu mata kulihanya adalah Biokimia.

Manajemen Logistik Farmasi

Buku Ajar: Pedoman Praktis S1 Administrasi Rumah Sakit

Manajemen Logistik Farmasi merupakan bagian yang krusial dalam jalannya sebuah Rumah Sakit. Pembahasan di dalam buku ini dibuat sedemikian cara agar lengkap namun tetap praktis dan mudah untuk dipahami. Pedoman ini mengacu kepada kurikulum yang diperlukan dalam mengajar di jenjang tinggi bidang Administrasi Rumah Sakit dan dibuat berdasarkan referensi standard, Peraturan Pemerintah, Peraturan Kementrian Kesehatan, juga referensi offline maupun online, serta pegalaman pribadi selama di rumah sakit.

Manajemen Logistik Farmasi merupakan bagian yang krusial dalam jalannya sebuah Rumah Sakit.