Manajemen Pelayanan Kesehatan
- Judul : Manajemen Pelayanan Kesehatan
- Pengarang : Susatyo Herlambang,
- Penerbit : Gosyen Publishing
- Bahasa : id
- Tahun : 2016
- Halaman : 188
-
Ketersediaan :
Dalam dunia akademik kita bergelut dengan istilah strategi, model, pendekatan, metode dan teknik pembelajaran. Namun dikarenakan kurang akrab dengan istilah-istilah tersebut, sering sekali kemudian kita terjebak dengan pengucapan yang keliru. Mengabaikan kebakuan istilah-istilah tersebut mengakibatkan kerancuan atau gagal paham sehingga jangan heran kemudian muncul lulusan perguruan tinggi ketika ditanya perbedaan dari beberapa istilah di atas akan menjawab sekenanya saja. Sebagai contoh cooperative learning. Tidak jarang ada yang menduga cooperative learning adalah strategi pembelajaran, padahal cooperative learning adalah model dan atau pendekatan dalam sebuah pembelajaran. Contoh lain, inkuiri. Sebagian kita juga menyangka inkuiri adalah model pembelajaran, padahal lebih tepatnya inkuiri itu disebut metode pembelajaran. Pada kesempatan yang lain pula ada seorang guru menyampaikan atau menuliskan dalam silabus pembelajaran beberapa metode pembelajaran akan tetapi yang ia tulis bukan metode melainkan teknik pembelajaran. Adapun teknik pembelajaran yang sering diduga sebagai metode seperti Teknik Penugasan, Teknik Diskusi, Teknik Tanya Jawab, Teknik Ceramah dan lain sebagainya. Dalam buku Metode Pembelajaran Pendidikan Agama Islam ini, penulis tidak akan meluas kan pembahasan sampai kepada strategi, pendekatan, dan teknik pembelajaran. Untuk edisi lengkap akan penulis sampaikan pada buku terbitan selanjutnya. Oleh karena itu, sesuai dengan judul buku ini Metode Pembelajaran Pendidikan Agama Islam, maka pembaca akan disuguhi penjelasan secara gamblang tentang model dan metode pembelajaran sebab dua istilah ini seringkali dipertukarkan. Dan pembaca akan mendapati bagaimana aplikasi dari metode pembelajaran tersebut yang tentunya telah penulis sesuaikan dengan konteks Kurikulum 2013.
Dalam dunia akademik kita bergelut dengan istilah strategi, model, pendekatan, metode dan teknik pembelajaran.
Buku Ajar berjudul “Penanganan Gawat Darurat bagi Perawat Gigi” disusun sebagai panduan belajar mengajar bagi mahasiswa Keperawatan Gigi atau Terapis Gigi dan Mulut. Buku Ajar ini merupakan panduan pembelajaran yang dapat memperkaya pengetahuan mahasiswa dalam melakukan penanganan kegawatdaruratan. Seorang tenaga kesehatan diwajibkan memiliki kemampuan kognitif dan motorik dalam menangani kasus-kasus kegawatdaruratan. Demikian pula halnya dengan perawat gigi / terapis gigi mulut, dituntut untuk memiliki kemampuan penanganan kasus-kasus gawat darurat terutama yang terjadi di Klinik Gigi. Buku ajar ini disusun untuk memfasilitasi mahasiswa dalam memahami konsep, masalah, prosedur dan pelayanan kegawatdaruratan baik di Klinik, Puskesmas maupun Rumah Sakit.
Buku Ajar berjudul “Penanganan Gawat Darurat bagi Perawat Gigi” disusun sebagai panduan belajar mengajar bagi mahasiswa Keperawatan Gigi atau Terapis Gigi dan Mulut.
“Tujuh belas cerpen karya cerpen asal Pariaman, Sumatera Barat ini layak untuk dinikmati dan dimiliki. Hal yang luar biasa ketika Tiara memilih perempuan sebagai tema. Cerpen-cerpennya bercerita dengan renyah dan memiliki daya tarik serta keunikan pada point of view pengarangnya. Tiara Sari mampu merebut dengan baik realitas sosial dirinya, lingkungannya, masyarakatnya, lalu ia jadikan itu realitas sastra yang menggoda. Bagi penikmat cerpen, buku ini layak dikonsumsi bahkan dikaji. Bravo!’ Dr. Sulaiman Juned, S.Sn., M. Sn. Penyair, esais, kolumnis, dtamawan dan sutradara teater, dosen Seni Teater ISI Padangpanjang, dan pendiri/penasihat Komunitas Seni Kuflet Kota Padangpanjang, Sumatera Barat. * Perempuan seperti baling baling kipas. Jangan emnghitungnya saat ia tengah berputar cepat. Buku ini berisi perihal yang tak tercatat dari perempuan, yang sering luput sehingga ia dianggap rumit. Cerpen cerpen di dalamnya bukan hanya bercerita tentang keunikan, tapi juga tentang bagaimana perempuan merawat kenangan.
Tiara Sari mampu merebut dengan baik realitas sosial dirinya, lingkungannya, masyarakatnya, lalu ia jadikan itu realitas sastra yang menggoda. Bagi penikmat cerpen, buku ini layak dikonsumsi bahkan dikaji.