Sebanyak 51 item atau buku ditemukan

Perawat Misi

Komitmen hidup dalam pelayanan

P. A. Siboro dan L. N. Sitorus menikah pada tahun 1963 di Bandung, Jawa Barat. Setelah menikah, mereka terdaftar sebagai Certified Missionary Nurse, General Conference of Seventh-day Adventists, dan bekerja sebagai Missionary Nurse di pedalaman Kalimantan Barat pada tahun 1963-1969, lalu di klinik sendiri di Inderapura, Sumatera Utara, pada tahun 1969-1972. P. A. Siboro kemudian berkarir di PT Caltex Pacific Indonesia di Riau dari tahun 1973, sebagai Senior Nurse, Nurse Prescriber, Hospital Administrator, Chief Nursing Officer dan terakhir sebagai Chief Nursing Expertise. Sejak 1995, P. A. Siboro dan L. N. Sitorus tetap aktif di bidang kesehatan sebagai penggiat pelayanan kesehatan masyarakat, dengan mengadakan ceramah-ceramah kesehatan serta pengobatan cuma-cuma ke berbagai daerah. Pada kesempatan ulang tahun ke-50 pernikahan pada tahun 2013 kami menerbitkan biografi sederhana dari P. A. Siboro dan L. N. Sitorus, dengan harapan agar kiranya bisa mendorong motivasi bagi bukan hanya anak cucunya namun juga orang-orang lain terutama generasi berikut yang ingin membaktikan hidupnya bagi pekerjaan pelayanan masyarakat.

P. A. Siboro dan L. N. Sitorus menikah pada tahun 1963 di Bandung, Jawa Barat.

Elektrokardiologi, EKG-6 Plus 2022, Buku Ajar untuk Perawat

Dispersi Mikrovoltase (DM), Variabilitas Detak Jantung (HRV), Mikroalternasi Glb. T (mTWA)

2022 EKG-6 Plus untuk NERS/PERAWAT Alat ini memang memiliki kemampuan elektrokardioraf 6-Lead yang diperoleh dari 4-sadapan yaitu 2-tangan dan 2-kaki tanpa 6-sadapan dada. Grafik elektrokardiogram 6-lead tersebut adalah I, II, III, avR, avL, dan avF. Pada EKG-12 lead memiliki 6-sadapan dada dan 4-sadapan tangan-kaki menghasilkan grafik elektrokardiogram 12-lead. Grafik elektrokardiogram 12-lead tersebut adalah I, II, III, avR, avL, avF ditambah V1, V2, V3, V4, V5, dan V6. Sinopsis EKG-6 Plus (+) diartikan memiliki kemampuan 3-kemampuan lainnya ialah DM, HRV, mTWA. Kemampuan DM/Dispersi Mikrovoltase/Dispersion Mapping adalah kemampuan menyimpulkan getaran mikro jantung yang dikumpulkan dari EKG 6-lead menjadikan dalam satu ‘potret jantung.’ “Zona merah pada potret jantung/Dispersion Mapping harus diwaspadai kardiolog,” demikian pendapat pribadi Dr.dr. Ismoyo Sunu, SpJP, Presiden PERKI 2016-2019. Mengapa demikian? karena alat ini amat sensitif, tetapi kurang spesifik, artinya pasien akan dikirim ke kardiolog untuk mendapatkan diagnosa yang tepat ketika mendapatkan zona merah pada potret jantungnya. Begitu juga ketika menemukan pijakan zona merah pada HRV/Heart Rate Variabiliti/ Variasi Detak Jantungnya serta zona merah pada jendela aritmia mTWA/Mikroalternasi Gelombang-T nya. Dapat dikatakan bahwa hasil pemeriksaan EKG-6 Plus adalah pradiagnosis/pranosologis. Buku ini semacam buku ajar elektrokardiologi dan bukan elektrokardiogram karena menempatkan EKG-6 Plus sebagai alat untuk kepentingan preventif. Preventif meliputi preventif primer dan sekunder, bahkan primordial dan tertier sekiranya istilah itu memungkinkan dalam arti target populasinya teridentifikasi lebih dulu. Wawasan akademik tentu saja sudah disampaikan untuk mendukung pendapat preventif. Masih tersedia wacana skrining dan ketajaman monitoring. Seri buku ini disiapkan untuk teknisi kardiovaskular (2021; 113 hal.), untuk ners/perawat (2022; 123 hal.), dan untuk dokter (2023; 143 hal.). Ibarat sekuel sebuah film, buku ‘ajar’ untuk dokter tersebut dipublikasikan sebagai buku cetak justru pertama kali sebagai prequel (perkenalan) karena sudah terasa kebutuhannya di lapangan. Selamat membaca, semoga Tuhan Yang Maha Kuasa melalui Utusan-Nya yang abadi menganugerahkan tuntunan, pencerahan dan kekuatan-Nya kepada kita semua, amin.

2022 EKG-6 Plus untuk NERS/PERAWAT Alat ini memang memiliki kemampuan elektrokardioraf 6-Lead yang diperoleh dari 4-sadapan yaitu 2-tangan dan 2-kaki tanpa 6-sadapan dada.