Sebanyak 2322 item atau buku ditemukan

Perawat Misi

Komitmen hidup dalam pelayanan

P. A. Siboro dan L. N. Sitorus menikah pada tahun 1963 di Bandung, Jawa Barat. Setelah menikah, mereka terdaftar sebagai Certified Missionary Nurse, General Conference of Seventh-day Adventists, dan bekerja sebagai Missionary Nurse di pedalaman Kalimantan Barat pada tahun 1963-1969, lalu di klinik sendiri di Inderapura, Sumatera Utara, pada tahun 1969-1972. P. A. Siboro kemudian berkarir di PT Caltex Pacific Indonesia di Riau dari tahun 1973, sebagai Senior Nurse, Nurse Prescriber, Hospital Administrator, Chief Nursing Officer dan terakhir sebagai Chief Nursing Expertise. Sejak 1995, P. A. Siboro dan L. N. Sitorus tetap aktif di bidang kesehatan sebagai penggiat pelayanan kesehatan masyarakat, dengan mengadakan ceramah-ceramah kesehatan serta pengobatan cuma-cuma ke berbagai daerah. Pada kesempatan ulang tahun ke-50 pernikahan pada tahun 2013 kami menerbitkan biografi sederhana dari P. A. Siboro dan L. N. Sitorus, dengan harapan agar kiranya bisa mendorong motivasi bagi bukan hanya anak cucunya namun juga orang-orang lain terutama generasi berikut yang ingin membaktikan hidupnya bagi pekerjaan pelayanan masyarakat.

P. A. Siboro dan L. N. Sitorus menikah pada tahun 1963 di Bandung, Jawa Barat.

Elektrokardiologi, EKG-6 Plus 2022, Buku Ajar untuk Perawat

Dispersi Mikrovoltase (DM), Variabilitas Detak Jantung (HRV), Mikroalternasi Glb. T (mTWA)

2022 EKG-6 Plus untuk NERS/PERAWAT Alat ini memang memiliki kemampuan elektrokardioraf 6-Lead yang diperoleh dari 4-sadapan yaitu 2-tangan dan 2-kaki tanpa 6-sadapan dada. Grafik elektrokardiogram 6-lead tersebut adalah I, II, III, avR, avL, dan avF. Pada EKG-12 lead memiliki 6-sadapan dada dan 4-sadapan tangan-kaki menghasilkan grafik elektrokardiogram 12-lead. Grafik elektrokardiogram 12-lead tersebut adalah I, II, III, avR, avL, avF ditambah V1, V2, V3, V4, V5, dan V6. Sinopsis EKG-6 Plus (+) diartikan memiliki kemampuan 3-kemampuan lainnya ialah DM, HRV, mTWA. Kemampuan DM/Dispersi Mikrovoltase/Dispersion Mapping adalah kemampuan menyimpulkan getaran mikro jantung yang dikumpulkan dari EKG 6-lead menjadikan dalam satu ‘potret jantung.’ “Zona merah pada potret jantung/Dispersion Mapping harus diwaspadai kardiolog,” demikian pendapat pribadi Dr.dr. Ismoyo Sunu, SpJP, Presiden PERKI 2016-2019. Mengapa demikian? karena alat ini amat sensitif, tetapi kurang spesifik, artinya pasien akan dikirim ke kardiolog untuk mendapatkan diagnosa yang tepat ketika mendapatkan zona merah pada potret jantungnya. Begitu juga ketika menemukan pijakan zona merah pada HRV/Heart Rate Variabiliti/ Variasi Detak Jantungnya serta zona merah pada jendela aritmia mTWA/Mikroalternasi Gelombang-T nya. Dapat dikatakan bahwa hasil pemeriksaan EKG-6 Plus adalah pradiagnosis/pranosologis. Buku ini semacam buku ajar elektrokardiologi dan bukan elektrokardiogram karena menempatkan EKG-6 Plus sebagai alat untuk kepentingan preventif. Preventif meliputi preventif primer dan sekunder, bahkan primordial dan tertier sekiranya istilah itu memungkinkan dalam arti target populasinya teridentifikasi lebih dulu. Wawasan akademik tentu saja sudah disampaikan untuk mendukung pendapat preventif. Masih tersedia wacana skrining dan ketajaman monitoring. Seri buku ini disiapkan untuk teknisi kardiovaskular (2021; 113 hal.), untuk ners/perawat (2022; 123 hal.), dan untuk dokter (2023; 143 hal.). Ibarat sekuel sebuah film, buku ‘ajar’ untuk dokter tersebut dipublikasikan sebagai buku cetak justru pertama kali sebagai prequel (perkenalan) karena sudah terasa kebutuhannya di lapangan. Selamat membaca, semoga Tuhan Yang Maha Kuasa melalui Utusan-Nya yang abadi menganugerahkan tuntunan, pencerahan dan kekuatan-Nya kepada kita semua, amin.

2022 EKG-6 Plus untuk NERS/PERAWAT Alat ini memang memiliki kemampuan elektrokardioraf 6-Lead yang diperoleh dari 4-sadapan yaitu 2-tangan dan 2-kaki tanpa 6-sadapan dada.

Caring dan Comfort Perawat Dalam Kegawatdaruratan

Kemajuan dalam pelayanan asuhan keperawatan di era modern dalam melaksanakan tindakan keperawatan terutama dalam lingkup gawatdarurat Perawat harus melaksanakan tindakan keperawatan kegawatdaruratan secara efektif dan efisien dengan tetap memperhatikan perilaku caring dan kenyamanan pasien. Buku keperawatan ini diharapkan dapat menjadi sumber referensi bagi perawat pendidik, klinik, dan mahasiswa keperawatan. Buku Caring dan Comfort Perawat dalam kegawatdaruratan ini berisi tentang Konsep Gawat Darurat, Konsep Keperawatan, Keperawatan Kegawatdaruratan, Perilaku Caring Perawat, Perilaku Comfort Perawat dan Perilaku Caring dan Comfort di Ruang Unit Gawat Darurat.

Buku Caring dan Comfort Perawat dalam kegawatdaruratan ini berisi tentang Konsep Gawat Darurat, Konsep Keperawatan, Keperawatan Kegawatdaruratan, Perilaku Caring Perawat, Perilaku Comfort Perawat dan Perilaku Caring dan Comfort di Ruang ...

PENGEMBANGAN KEPRIBADIAN DAN PROFESIONALISME BIDAN

Buku buku yang pernah diterbitkan : “Buku Ajar Ilmu Kesehatan Masyarakat Untuk Mahasiswa Bidan”, “Promosi Kesehatan untuk mahasiswa Kebidanan”, Praktek Kebidanan Komunitas dengan Pendekatan PKMD”, “ Sosial Budaya Dasar untuk Mahasiswa Kebidanan”, “Ilmu Kesehatan Masyarakat”,”Untaian Penyuluhan KIA: Kesehatan Ibu dan Anak”, “ Himpunan Penyuluhan Kesehatan Masyarakat”, “Organisasi dan Manajemen Pelayanan Kesehatan dalam Kebidanan”, “ Manajemen Mutu Pelayanan Kesehatan untuk Bidan”, Epidemiologi dalam Kebidanan”, dan Buku Kebidanan Komunitas”. Kembali dipersembahkan untuk mahasiswa bidan buku dengan judul “PENGEMBANGAN KEPRIBADIAN DAN PROFESIONALISME BIDAN” berisi tentang : Pengembangan kepribadian, Pengenalan diri (self concept), Keunggulan diri, Kepribadian Sukses, Kecerdasan emosional (soft skill) dalam pengembangan kepribadian, Profesionalisme bidan, Bidan berkarakter, Motivasi berprestasi (achievement motivation), Kerjasama, Membangun etika kerja dan etos kerja, Kualitas Kepemimpinan (Leaderships qualities), Manajemen Waktu, Manajemen konflik, Manajemen stress dan Bidan Profesional dan berkarakter.

Kembali dipersembahkan untuk mahasiswa bidan buku dengan judul “PENGEMBANGAN KEPRIBADIAN DAN PROFESIONALISME BIDAN” berisi tentang : Pengembangan kepribadian, Pengenalan diri (self concept), Keunggulan diri, Kepribadian Sukses, ...

KONSEP DASAR PEMBERIAN OBAT UNTUK BIDAN

Buku ini membahas tentang perinsip dasar pemberian obat bagi mahasiswa Program Studi D3 Kebidanan. Buku ini terdiri dari 4 bab yaitu bab pertama membahas tentang konsep dasar pemberian obat dengan sub bahasan bentuk-bentuk sediaan obat oral, obat parenteral, obat topical dan perinsip pemberian obat. Pada bab 2 dibahas tentang cara penghitungan dosis obat baik dosis obat oral padat, oral cair, obat parenteral cair maupun obat parenteral bubuk. Dibahas pula bagaimana cara menghitung tetesan infus mikrodrip, tetesan infus makrodrip, menghitung dosis obat dengan infus drip dan menghitung dosis obat dengan syringe pump. Bab 3 membahas persiapan obat injeksi meliputi obat injeksi cair dari vial, obat injeksi bubuk dari vial dan obat injeksi dari ampul. Bab 4 membahas cara-cara pemberian obat yang terdiri dari memberikan obat melalui injeksi IM, injeksi SC, injeksi IC dan injeksi IV. Mahasiswa juga belajar bagaimana cara memberikan obat melalui mata, hidung, telinga, vagina dan rectum. Setiap bab berisi tujuan pembelajaran yang merupakan kompetensi yang harus dimiliki oleh setiap mahasiswa setalah menyelesaikan pembahasan dalam bab tersebut, uraian materi, rangkuman dan latihan

Buku ini membahas tentang perinsip dasar pemberian obat bagi mahasiswa Program Studi D3 Kebidanan.