ANALISIS PENGGUNAAN OBAT OFF-LABEL PADA PASIEN OBSTETRI GINEKOLOGI DI RSU DUTA MULYA MAJENANG TAHUN 2024
Obat off-label merupakan obat yang digunakan di luar indikasi, dosis, populasi pasien, atau rute pemberian yang disetujui oleh badan pengawas obat seperti Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) atau Food and Drug Administration (FDA). Penggunaan obat off-label dalam praktik klinis obstetri dan ginekologi sering terjadi karena keterbatasan alternatif terapi yang telah mendapatkan izin resmi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pasien serta penggunaan obat off-label pada pasien obstetri dan ginekologi di Rumah Sakit Umum Duta Mulya Majenang tahun 2024. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif dengan pendekatan retrospektif melalui data rekam medis pasien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis penggunaan obat off-label indikasi didominasi oleh penggunaan misoprostol tablet (66%), deksametason injeksi (17%), terbutalin sulfat (10%), serta nifedipine (7%). Serta penggunaan obat off-label rute pemberian yaitu misoprostol (1%). Penggunaan nifedipin sebagai tokolitik secara off-label tidak menunjukan adanya kejadian efek samping yang tercatat seperti mual, muntah, ataupun sakit kepala serta pengggunaan deksametason injeksi sebagai pematang paru janin pada ibu hamil tidak menunjukan adanya kejadian efek samping yang dilaporkan seperti peningkatan tekanan darah. Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penggunaan off-label drug pada pasien obstetri ginekologi di RSU Duta Mulya Majenang tetap mempertimbangkan manfaat klinis dari masingmasing obat saat digunakan.