Formulasi dan uji fisik sediaan lip cream ekstrak etanol daun Inai (Lawsonia inermis Linn) sebagai pewarna alami
Formulasi dan uji fisik sediaan lip cream ekstrak etanol daun Inai (Lawsonia inermis Linn) sebagai pewarna alami
COLLECTION
Koleksi otomatis dari Skripsi/Tugas Akhir
Formulasi dan uji fisik sediaan lip cream ekstrak etanol daun Inai (Lawsonia inermis Linn) sebagai pewarna alami
Evaluasi Tingkat Kepuasan Pasien Terhadap Pelayanan Kefarmasian Di Instalasi Farmasi Rawat Jalan Rumah Sakit Islam Purwokerto
-
Evaluasi Rasionalitas Penggunaan Antibiotik pada Pasien Gigi di Klinik Utama PMI Kabupaten Banyumas
FORMULASI SEDIAAN ACNE PATCH EKSTRAK ETANOL DAUN KERSEN (Muntingia calabura L.) Terhadap Propionibacterium acnes UJIANA ASYFA SABRY ABSTRAK Acne vulgaris atau jerawat adalah suatu kondisi pada kulit yang mempengaruhi kelenjar sebacuous di dasar folikel rambut, salah satu penyebabnya adalah Propionibacterium acnes. Pengobatan pada jerawat dapat dilakukan dengan menghambat pertumbuhan bakteri propionibacterium acnes dengan menggunakan antibiotik. Daun kersen mengandung senyawa antibakteri yaitu seperti flavanoid, tanin dan saponin. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui formulasi acne patch ekstrak etanol daun kersen (Muntingia calabura L.) mempunyai aktivitas antibakteri terhadap Propionibacterium acnes. Penelitian ini dilakukan di laboratorium STIKes Ibnu Sina Ajibarang pada bulan Maret sampai Juni 2024. Jenis penelitia ini adalah eksperimental dengan menggunakan metode difusi sumuran dengan perbedaan konsentrasi ekstrak. Konsentrasi ekstrak yang digunakan adalah pada F1 = 3% ; F2 = 6% ; F3= 9% dengan perbandingan kontrol negatif = F0 dan kontrol Positif = Oxy antibacterium. Evaluasi fisik sediaan acne patch ekstrak etanol daun kersen meliputi uji organoleptik, uji keseragaman bobot, uji daya serap kelembapan, uji ketebalan dan uji pH. Hasil penelitian ini menunjukkan pada evaluasi fisik sediaan acne patch ekstrak etanol daun kersen menujukkan ketidaksesuaian pada uji ketahanan patch yaitu dengan hasil F0 7 lipatan, F1, F2, dan F3 dengan jumlah lipatan 10. Dimana hal tersebut faktor yang mempengaruhi ketahanan elastisitas sediaan acne patch adalah dari bahan formulasi yang digunakan terlalu sedikit yaitu pada propilenglikol yang berfungsi sebagai plasticizer. Selanjutnya pada pengujian aktivitas antibakteri formulasi acne patch ekstrak etanol daun kersen (F1 ; F2 ; dan F3) Menunjukkan adanya zona hambat kuat terhadap bakteri Propionibacterium acnes dengan rata-rata zona hambat terbesar yaitu F3 = 12,8 mm.
-
-
Optimasi Campuran Manitol-Sukrosa Tablet Hisap Perasan Temu Ireng, Temulawak, Kencur dan Jahe Secara Granulasi Basah Dengan Metode SLD
Efek Pemberian Infusa Kombinasi Temu Ireng (Curcuma aeruginosa), Temulawak (Curcuma xanthorhiza), Kencur (Kaempferia galanga. L .) Dan Jahe (Zingiber Officinale) Terhadap Berat Mencit Galur Swiss-Webster (Mus musculus)
-
Formulasi dan Uji Sediaan Lip cream Ekstrak Etanol Temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) Sebagai Pewarna Alami
-
-
Identifikasi Drugs Related Problems (DRPs) pada Pasien Skizofrenia dengan Penyakit Penyerta di Instalasi Rawat Inap Rimah Sakit Umum Daerah Banyumas Periode Tahun 2022
Kajian Peresepan Obat Pada Pasien Rawat Jalan Poli Penyakit Dalam di Rumah Sakit Ananda Purwokerto Periode Januari-Desember 2023. Kajian aspek administrasi, farmasetis dan klinis menggunakan accidental sampling
Studi Etnobotani Tanaman Berkhasiat Obat Untuk Pengobatan Tradisional di Desa Pekuncen Kecamatan Jatilawang Kabupaten Banyumas
Formulasi Serum Nanopartikel Ekstrak Etanol Kulit Buah kakao (Theobroma cacao L.) Sebagai Antioksidan
Anemia merupakan suatu kondisi dimana saat tubuh mengalami penurunan kadar hemoglobin, jumlah eritrosit, dan kadar hematokrit. Rimpang temu ireng, temulawak, kencur dan jahe, mempunyai kandungan senyawa yang memiliki aktivitas antioksidan dan antiinflamasi yang dapat mencegah dan memperbaiki kerusakan dari terjadinya stress oksidatif didalam tubuh yang menyebabkan anemia. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Farmakologi STIKes Ibnu Sina Ajibarang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dan frekuensi optimal pemberian infusa kombinasi temu ireng, temulawak, kencur, dan jahe terhadap kadar hemoglobin, jumlah eritrosit, dan kadar hematokrit pada tikus putih galur wistar anemia. Metode penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan pre-post test control design. Sebanyak 28 ekor tikus putih betina dibagi menjadi empat kelompok perlakuan secara acak. Kelompok P0 (aquadest), kelompok P1 (frekuensi 1 kali sehari), kelompok P2 (frekuensi 2 kali sehari), kelompok P3 (frekuensi 3 kali sehari). Semua kelompok diaklimatisasi terlebih dahulu selama 7 hari, kemudian diinduksi NaNO2 3mg/200gBB selama 15 hari dan diberikan infusa kombinasi selama 7 hari dengan frekuensi pemberian yang berbeda. Pengambilan darah dilakukan sebanyak tiga kali pada waktu yang berbeda, yaitu setelah aklimatisasi 7 hari, setelah diinduksi NaNO2, dan setelah 7 hari pemberian infusa. Kadar hemoglobin, jumlah eritrosit, dan kadar hematokrit diukur menggunakan alat hemalotogy analyzer. Analsis data dilakukan menggunakan uji One Way ANOVA dan dilanjutkan dengan uji Post-hoc LSD. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan (p=0,000) terhadap pemberian infusa kombinasi yang dapat meningkatkan kadar hemoglobin, jumlah eritrosit, dan kadar hematokrit tikus putih anemia. Sedangkan frekuensi optimal pemberian infusa kombinasi yang dapat meningkatkan kadar hemoglobin, jumlah eritrosit, dan kadar hematokrit tikus putih anemia yaitu pada kelompok P3 dengan frekuensi pemberian 3 kali sehari, yang menunjukkan perbedaan nilai signifikansi dengan kelompok lainnya (p0,05).
Infeksi Saluran Kemih merupakan akibat berkembang biaknya mikroorganisme didalam saluran kemih, yang dalam keadaan normal air kemih tidak mengandung bakteri, virus. Obat yang digunakan untuk mengatasi infeksi adalah antibiotik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui rasionalitas penggunaan antibiotik pada pasien isk di rawat inap RSI Banjarnegara berdasarkan tepat diagnosa, tepat pasien, tepat obat dan tepat dosis. Penelitian yang dilakukan yaitu dengan metode deskriptif data diambil secara retrospektif.Populasi nya seluruh pasien yg didiagnosa infeksi saluran kemih Periode Januari - Juni 2023. Sampel yang dilakukan adalah seluruh pasien isk yg disesuaikan dengan kriteria inklusi dan eksklusi.
FORMULASI SEDIAAN LIP CREAM DARI EKSTRAK KULIT BAWANG MERAH (Allium cepa L.) SEBAGAI ANTIOKSIDAN