MUJI SETIYAWATI
2026 · Thesis · Open Access
Penggunaan obat yang tidak tepat dapat menyebabkan kegagalan terapi, efek samping, hingga resistensi obat. Program DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang Obat dengan Benar) diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan sikap masyarakat terhadap penggunaan obat yang rasional, namun masyarakat Desa Sidabowa, Kecamatan Patikraja, Kabupaten Banyumas masih banyak yang belum memahami konsep ini, khususnya pada obat sediaan topikal. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara tingkat pengetahuan dan sikap masyarakat terhadap program DAGUSIBU obat sediaan topikal di wilayah tersebut. Penelitian menggunakan desain kuantitatif observasional cross-sectional dengan teknik accidental sampling pada warga Desa Sidabowa berusia 30–54 tahun yang menggunakan obat topikal. Jumlah sampel dihitung menggunakan rumus Slovin (kesalahan 10%) dari populasi 3.094 jiwa, menghasilkan 97 responden yang tersebar di 9 RW. Data dikumpulkan melalui kuesioner berskala Guttman (pengetahuan) dan Likert (sikap), kemudian dianalisis menggunakan uji korelasi pada SPSS. Hasil penelitian diharapkan menggambarkan tingkat pengetahuan dan sikap masyarakat serta hubungan bermakna antara keduanya, mengingat pengetahuan berperan penting dalam membentuk sikap terhadap penggunaan obat yang benar. Temuan ini diharapkan menjadi dasar bagi pemerintah daerah, tenaga kesehatan, dan pihak terkait dalam merancang program edukasi yang lebih efektif untuk meningkatkan kesadaran rasional penggunaan obat melalui DAGUSIBU.
EVA CIPTORINI
2026 · Thesis · Open Access
Pemenuhan kebutuhan zat gizi mikro penting selama masa kehamilan. Pemerintah kini mulai mentransisikan pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) menjadi suplemen Multiple Micronutrient Supplement (MMS) yang mengandung 15 jenis vitamin dan mineral esensial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan dengan kepatuhan konsumsi tablet MMS pada ibu hamil di Desa Cikembulan, Kecamatan Pekuncen, Banyumas. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 31 ibu hamil yang diambil menggunakan Teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner tingkat pengetahuan tablet MMS dan lembar kontrol kepatuhan konsumsi. Hasil analisis univariat menunjukkan mayoritas responden berada pada kategori usia reproduksi sehat (80,6%), berstatus tidak bekerja (93,5%), pendidikan SMA (54,8%), berstatus primipara (38,7%), dan kunjungan ANC yang ideal (80,6%). Tingkat pengetahuan didominasi kategori sedang (51,6%) dan tingkat kepatuhan konsumsi berada pada kategori patuh tinggi (71,0%). Hasil uji menggunakan Fisher’s Exact Test menunjukkan nilai p-value sebesar 0,002. Kesimpulannya, terdapat hubungan yang signifikan secara statistik antara tingkat pengetahuan dengan kepatuhan konsumsi tablet MMS pada ibu hamil di Desa Cikembulan, Kecamatan Pekuncen, Banyumas. Kata Kunci: Ibu Hamil, Kepatuhan Konsumsi, Pengetahuan, Tablet MMS
FINA PUJI LESTARI
2026 · Thesis · Open Access
FAIZ AULIA RAMADHAN
2026 · Thesis · Open Access
WILLY ROMADHON
2026 · Thesis · Open Access
FATIHATU ZAHRO
2026 · Thesis · Open Access
Krim pencerah wajah yang dijual secara daring berpotensi mengandung bahan berbahaya seperti hidrokuinon yang penggunaannya dibatasi dalam produk kosmetik. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kandungan dan menentukan kadar hidrokuinon pada krim pencerah merek X yang dijual di Shopee.penelitian dilakukan secara kualitatif menggunakan metode kromatografi Lapis Tipis (KLT) dan kuantitatif menggunakan Spektrofotometri UV-Vis terhadap 4 sampel yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Analisis KLT dilakukan menggunakan fase diam silika gel GF254 dan fase gerak metanol:kloroform (25:25), kemudian diamati pada sinar UV 254 nm. Penetapan kadar dilakukan menggunakan Spektrofotometri UV-Vis pada panjang gelombang 295 nm. Hasil penelitian menunjukkan sampel C dan sampel D mengandung hidrokuinon dengan nilai Rf sebesar 0,8 mendekati nilai Rf baku hidrokuinon 0,91, sedangkan sampel A dan B negatif. Rata-rata kadar hidrokuinon pada sampel C sebesar 14,3975% ± 1,110% dan sampel D sebesar 16,545% ± 0,643%. Hasil uji Independent Sampel t-test menunjukkan tidak terdapat perbedaan kadar hidrokuinon antar kedua sampel (p=0,172), tetapi kadar keduanya jauh melebihi batas BPOM RI sebesr 0,02%. Berdasarkan Peraturan BPOM Nomor 23 Tahun 2019, kedua sampel tidak memenuhi persyaratan keamanan kosmetik.
HASNA RIZKI SAFIRA
2026 · Thesis · Open Access
Necrosis pulpa merupakan kondisi kematian jaringan pulpa akibat infeksi bakteri atau trauma yang menjadi salah satu kasus terbanyak di layanan kesehatan gigi. Penggunaan antibiotik yang tidak rasional pada kondisi ini berisiko menimbulkan resistensi antimikroba. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi rasionalitas penggunaan antibiotik pada pasien necrosis pulpa di Klinik dr. Shalam Purbalingga tahun 2025. Metode yang digunakan adalah deskriptif non-eksperimental dengan pendekatan retrospektif melalui kajian rekam medis terhadap 100 pasien. Rasionalitas dievaluasi berdasarkan lima parameter WHO, yaitu tepat pasien, tepat indikasi, tepat obat, tepat dosis, dan tepat cara pemberian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien didominasi perempuan (64%) dan kelompok usia dewasa 26–45 tahun (38%). Antibiotik yang paling banyak diresepkan adalah amoksisilin (88%), diikuti cefixime (8%), clindamycin (3%), dan metronidazole (1%). Evaluasi terhadap kelima parameter rasionalitas seluruhnya mencapai 100%, meliputi tepat pasien, tepat indikasi, tepat dosis, tepat obat, dan tepat cara pemberian. Disimpulkan bahwa penggunaan antibiotik pada pasien necrosis pulpa di Klinik dr. Shalam Purbalingga tahun 2025 telah memenuhi standar rasionalitas sesuai kriteria WHO, Formularium Nasional, dan pedoman ADA, serta mencerminkan penerapan prinsip antibiotic stewardship yang baik
RETNO NUR AMALINA
2026 · Thesis · Open Access
Makanan merupakan kebutuhan penting manusia yang harus memenuhi aspek gizi serta keamanan pangan. Roti sebagai salah satu produk pangan yang banyak dikonsumsi, berpotensi mengalami penyalahgunaan bahan tambahan pangan, salah satunya boraks yang dilarang berdasarkan PERMENKES RI No. 033 Tahun 2012. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keberadaan dan kadar boraks pada roti yang dijual di Pasar Ajibarang. Metode yang digunakan meliputi uji kualitatif menggunakan kertas turmerik dan analisis kuantitatif menggunakan metode spektrofotometri UV–Vis. Sampel terdiri dari roti cokelat, roti pia kacang, dan roti pizza. Hasil uji kualitatif menunjukkan seluruh sampel negatif terhadap kandungan boraks yang ditandai dengan tidak adanya perubahan warna dari kuning menjadi merah kecoklatan. Hasil kuantitatif menunjukkan kadar sangat rendah pada masingmasing sampel yaitu roti cokelat sebesar 0,0066%, roti pizza sebesar 0,0732%, dan roti pia kacang sebesar 0,0408%, namun nilai tersebut tidak dapat dinyatakan sebagai kadar boraks yang sebenarnya karena keterbatasan metode dan kemungkinan interferensi matriks. Kesimpulan menunjukkan seluruh sampel tidak teridentifikasi mengandung boraks.
AKMALIYAH
2026 · Thesis · Open Access
AZZAHRA ELGIANTH PUTRI
2026 · Thesis · Open Access
Penelitian ini bertujuan untuk menentukan dan mengevaluasi kadar vitamin C pada berbagai merek minuman yang mengklaim mengandung vitamin C yang beredar di minimarket daerah Ajibarang Kulon menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan deskriptif-komparatif. Sampel dipilih menggunakan teknik purposive sampling sebanyak enam merek minuman yaitu Hemaviton C1000, You C1000, Oronamin C Drink, Adem Sari Vitamin C Herbal, Immunizer, dan Floridina. Analisis kualitatif dilakukan menggunakan pereaksi Benedict dan kromatografi lapis tipis (KLT), sedangkan analisis kuantitatif dilakukan menggunakan spektrofotometri UV-Vis dengan pereaksi amonium molibdat 5% pada panjang gelombang 570 nm. Hasil penelitian menunjukkan kadar vitamin C pada sampel A sebesar 0,062 mg/mL, sampel B sebesar 0,250 mg/mL, sampel C sebesar 9,625 mg/mL, sampel D sebesar 3,437 mg/mL, sampel E sebesar 9,250 mg/mL, dan sampel F sebesar 4,000 mg/mL. Hasil perbandingan dengan label menunjukkan adanya perbedaan kadar aktual dengan kadar yang dicantumkan pada kemasan produk. Metode spektrofotometri UV-Vis menunjukkan linearitas yang sangat baik dengan persamaan regresi y = 0,0126x + 0,0286 dan koefisien korelasi (R²) sebesar 0,9967.
DILA RAHMA
2026 · Thesis · Open Access
Jamu pelangsing merupakan salah satu produk obat tradisional yang banyak digunakan masyarakat untuk menurunkan berat badan. Peredaran jamu pelangsing dengan klaim berlebih di marketplace menimbulkan kekhawatiran terkait keamanan produk, terutama adanya penambahan Bahan Kimia Obat (BKO) seperti furosemid yang dilarang dalam obat tradisional. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi serta menentukan kadar furosemid pada jamu pelangsing yang dijual di marketplace. Penelitian ini merupakan deskriptif eksperimental yang dilakukan di laboratorium dengan metode analisis kualitatif menggunakan Kromatografi Lapis Tipis (KLT) dan analisis kuantitatif menggunakan spektrofotometri UV-Vis. Sampel diambil secara purposive sampling sebanyak tiga produk jamu pelangsing dari Shopee berdasarkan kriteria memiliki klaim berlebih dan tingkat penjualan tinggi. Fase gerak yang digunakan adalah etil asetat : metanol (6:4), identifikasi dilakukan berdasarkan nilai Rf dan pengamatan bercak di bawah sinar UV, sedangkan penetapan kadar dilakukan menggunakan kurva kalibrasi pada panjang gelombang maksimum 371 nm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari tiga sampel yang diuji, hanya sampel B yang positif mengandung furosemid dengan nilai Rf sebesar 0,73 dan kadar sebesar 0,759% ± 0,044%, sedangkan sampel C dan S dinyatakan negatif. Hal ini menunjukkan adanya ketidaksesuaian dengan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 007 Tahun 2012 tentang obat tradisional, sehingga produk tersebut melanggar ketentuan karena mengandung BKO dan berpotensi membahayakan kesehatan konsumen
ELMA ERTIAN RINALDI
2026 · Thesis · Open Access
Tingginya konsumsi gorengan menuntut perhatian ekstra terhadap kualitas bahan pangan, khususnya minyak goreng yang digunakan dalam proses penggorengan. Bilangan peroksida adalah angka yang menyatakan banyaknya senyawa peroksida/hidroperoksida yang sudah terbentuk di dalam minyak akibat oksidasi selama pemrosesan atau penyimpanan yang kemudian menjadi indikator awal kerusakan minyak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bilangan peroksida minyak goreng yang digunakan oleh pedagang makanan gorengan di wilayah Ajibarang Kulon. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif, dengan sampel diambil menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Bilangan peroksida ditentukan dengan titrasi iodometri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bilangan peroksida sampel minyak goreng dari tiga pedagang yang berbeda masing-masing adalah 10,61 mek O2/kg, 13,93 mek O2/kg, dan 27,20 mek O2/kg. Nilai-nilai ini melebihi batas maksimum yang ditetapkan dalam SNI 3741:2013, yaitu 10 mek O2/kg. Dapat disimpulkan bahwa minyak goreng yang digunakan oleh pedagang makanan gorengan di Ajibarang Kulon tidak sesuai dengan SNI 3741:2013. Dari uji t didapat t hitung sebesar 1,43, t tabel sebesar 4,30 dan p-value sebesar 0,14 yang menegaskan H0 gagal ditolak.
DIAN AKKA ALFIANI
2026 · Thesis · Open Access
Dispepsia merupakan gangguan saluran pencernaan yang sering ditemukan di fasilitas pelayanan kesehatan. Penggunaan obat yang tidak rasional dapat menyebabkan kegagalan terapi, efek samping, dan peningkatan biaya pengobatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi rasionalitas peresepan obat pada pasien dispepsia di Rumah Sakit Umum Ananda Purwokerto tahun 2025. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan retrospektif. Data diperoleh dari rekam medis dan resep pasien rawat jalan yang didiagnosis dispepsia periode Januari–Oktober 2025. Sampel penelitian sebanyak 89 rekam medis yang memenuhi kriteria inklusi. Evaluasi rasionalitas peresepan dilakukan berdasarkan parameter tepat diagnosis, tepat indikasi, tepat obat, tepat dosis, dan tepat lama pemberian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas pasien berjenis kelamin perempuan sebanyak 60 pasien (67%) dan kelompok usia terbanyak adalah >55 tahun sebanyak 34 pasien (38%). Obat yang paling banyak diresepkan adalah omeprazole dari golongan Proton Pump Inhibitor (PPI). Hasil evaluasi menunjukkan ketepatan diagnosis, indikasi, obat, dan dosis masing-masing sebesar 100%, sedangkan ketepatan lama pemberian sebesar 97,75%. Dapat disimpulkan bahwa peresepan obat pada pasien dispepsia di RSU Ananda Purwokerto tahun 2025 telah memenuhi kriteria penggunaan obat rasional.
JELANG AKBAR
2026 · Thesis · Open Access
Fierce competition among medical device distributors demands improved service quality to maintain partner satisfaction. A preliminary study revealed complaints from pharmacies regarding late deliveries and product out-of-stock. This study aims to evaluate PT. Maliawan Mulia Medicatama's service quality on pharmacy satisfaction in the Tegal region. This study was a quantitative descriptive study with a cross-sectional approach. Sampling used a total sampling technique involving 65 active partner pharmacies. Data were collected through a questionnaire based on the five dimensions of SERVQUAL (tangibles, reliability, responsiveness, assurance, and empathy). Overall, the level of pharmacy satisfaction was categorized as very satisfied with an average percentage of 83.96%. The highest satisfaction score was achieved by the responsiveness dimension at 85.8%, while the tangible evidence dimension achieved the lowest score at 82.4% due to recurring complaints regarding stock shortages. PT Maliawan Mulia Medicatama's service quality was rated highly satisfactory by partner pharmacies. However, the company is advised to improve its inventory management and timely delivery to minimize distribution bottlenecks.
PUTRI MELATI RAHAYU SETIANINGRUM
2026 · Thesis · Open Access
Pelayanan kefarmasian merupakan aspek penting dalam pelayanan kesehatan termasuk bagi pengguna jaminan kesehatan seperti peserta Program Rujuk Balik (PRB). Kepuasan pasien menjadi indikator utama untuk menilai keberhasilan kualitas pelayanan yang diberikan, sehingga evaluasi secara berkala perlu dilkukan untuk memastikan standar pelayanan tetap terjaga dan sesuai harapan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasan pasien PRB terhadap pelayanan kefarmasian di Apotek Dita Putra Bukateja tahun 2025. Jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian kuantitatif dengan metode cross sectional analisis.Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan accidental sampling dan besar sampel sebanyak 91 responden. Pengambilan data menggunakan kuisioner skala likert. Pengambilan ini dilakukan pada bulan Januari tahun 2026. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara keseluruhan tingkat kepuasan pasien berada dalam kategori sangat puas dengan nilai rata-rata 83,91%. Dimensi bukti langsung memperoleh nilai tertinggi sebesar 86,70%, diikuti dimensi empati 84,40%, dimensi kehandalan 83,96%, dimensi jaminan 83,08%, dan dimensi daya tanggap sebesar 81,43% sebagai nilai terendah namun masih dalam kategori sangat puas. Kesimpulan penelitian ini adalah pelayanan kefarmasian di Apotek Dita Putra Bukateja telah berjalan sangat baik, memenuhi harapan pasien, dan telah menerapkan standar pelayanan sesuai ketentuan yang berlaku, yaitu Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 73 Tahun 2016 tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Apotek.
NIHAYATUSSYIFA
2026 · Thesis · Open Access
Inflamasi merupakan respon biologis tubuh terhadap cedera atau infeksi yang sering menimbulkan rasa nyeri dan ketidaknyamanan, sehingga diperlukan alternatif terapi yang efektif dan praktis. Daun bandotan (Ageratum conyzoides L.) diketahui memiliki aktivitas antiinflamasi yang berasal dari kandungan senyawa metabolit sekunder, terutama flavonoid, namun pemanfaatannya masih terbatas dalam bentuk sediaan yang kurang praktis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi konsentrasi asam-basa terhadap karakteristik fisik tablet effervescent ekstrak daun bandotan serta menentukan konsentrasi optimum untuk menghasilkan tablet yang memenuhi persyaratan. Variasi konsentrasi yang digunakan yaitu 50% (Formula I), 55% (Formula II), dan 60% (Formula III). Metode penelitian meliputi pembuatan ekstrak, pengeringan menggunakan aerosil, granulasi basah, dan pencetakan tablet yang dilakukan pada tahun 2026. Evaluasi meliputi uji organoleptis, keseragaman bobot, kekerasan, kerapuhan, dan waktu larut. Analisis data dilakukan secara statistik menggunakan uji One-Way ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa granul memiliki sifat alir yang baik. Tablet yang dihasilkan memiliki bentuk seragam, keseragaman bobot dan kekerasan memenuhi syarat, sedangkan kerapuhan menunjukkan Formula III tidak memenuhi syarat (2,40%). Uji waktu larut menunjukkan seluruh formula tidak memenuhi standar (>5 menit), diduga akibat kelembapan yang memicu reaksi effervescent dini. Disimpulkan bahwa variasi konsentrasi berpengaruh terhadap karakteristik fisik tablet dan Formula II merupakan konsentrasi paling optimal, meskipun belum memenuhi persyaratan waktu larut sehingga masih diperlukan optimasi lebih lanjut
DESTI RAHMA NURJANAH
2026 · Thesis · Open Access
AULIA RAHMA
2026 · Thesis · Open Access
Etnobotani merupakan penelitian yang mempelajari hubungan antara manusia dengan tumbuhan, khususnya dalam pemanfaatan tumbuhan sebagai obat tradisional. Pengetahuan tersebut umumnya diperoleh secara turun-temurun dan masih dimanfaatkan oleh masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis tumbuhan obat yang digunakan oleh masyarakat di Desa Gondang, Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga, dan mengetahui manfaatnya untuk pengobatan tradisional serta cara pengolahannya untuk pengobatan tradisional. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengambilan data berupa observasi dan wawancara. Informan dipilih menggunakan teknik purposive sampling, yaitu masyarakat yang dianggap mengetahui dan memanfaatkan tumbuhan obat. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk tabel serta uraian. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan informasi mengenai pemanfaatan tumbuhan obat tradisional yang dimanfaatkan masyarakat.
NAFIDATUL FIKRIYAH
2026 · Thesis · Open Access
pengelolaan obat yang efektif dan efisien sangat penting untuk menjamin ketersediaan obat dan mencegah kerugian akibat obat kedaluwarsa atau stok berlebih. penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi , kabupaten efektivitas dan efisiensi sistem perencanaan serta pengadaan obat di puskesmas watukumpul, kab. kabupaten pemalang. metode penelitian ini menggunakan deksriptif kuantitatif dengan teknik purposive sampling. data primer diperoleh dari wawancara, sedangkan data sekunder meliputi data keuangan, kartu stok, dan faktur pengiriman obat tahun 2024. hasil penelitian menunjukan bahwa perencanaan obat di puskesmas watukumpul tergolong efektif dengan tingkat kesesuaian item obat pada fornas sebesar 75,97% dan tingkat penyimpangan perencanaan yang rendah 1,9%. pada aspek pengadaan, ketersediaan dana mencapai 86,72% dan alokasi dana sebesar 8,16%. selain itu, frekuensi pengadaan obat tercatat rendah (12x/tahun), tingkat kesalahan faktur sebesar 0%, dan akurasi pembayaran mencapai 100%. berdasarkan indikator ketersediaan dana 86,72%, pengelolaan obat di puskesmas watukumpul dinilai belum efisien karena belum mencapai standar maksimal 100% (Kemenkes RI,2019)
HANNY AULIA RAHMA
2026 · Thesis · Open Access