ASA DIYANATUR NATALIE
2026 · Thesis · Open Access
ABSTRAK Dermatitis merupakan peradangan pada kulit (epidermis dan dermis) sebagai respons terhadap berbagai faktor internal yang menyebabkan perubahan klinis berupa lesi kulit polimorfik seperti kemerahan, pembengkakan, papula, vesikel, sisik, penebalan kulit, serta rasa gatal. Pengetahuan bukan hanya sekadar informasi yang dimiliki seseorang, tetapi juga menjadi dasar dalam pengambilan keputusan dan pembentukan sikap. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dengan sikap pasien terhadap pencegahan dan penanganan penyakit dermatitis. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional yang melibatkan pasien dermatitis sesuai kriteria inklusi di Puskesmas Serayu Larangan Kecamatan Mrebet Kabupaten Purbalingga. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner pilihan ganda untuk mengukur tingkat pengetahuan dan skala Likert untuk mengukur sikap. Analisis data menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan baik sebanyak 47 responden (61,0%) dan sikap positif sebanyak 66 responden (85,7%). Berdasarkan hasil analisis statistik diperoleh adanya hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dengan sikap pasien terhadap pencegahan dan penanganan penyakit dermatitis sig. 2-tailed 0,05 (0,000) dengan koefisien korelasi sebesar 0,525 yang menunjukkan kekuatan hubungan cukup kuat dan arah positif.
NIA WULANDARI
2026 · Thesis · Open Access
-
SRI WAHYUNINGSIH
2026 · Thesis · Open Access
Etnobotani merupakan cabang ilmu yang mempelajari hubungan antara manusia dan tumbuhan, khususnya pemanfaatan sumber daya tanaman dalam kehidupan masyarakat. Tanaman berkhasiat obat adalah tumbuhan yang digunakan sebagai bahan pengobatan, baik yang dibudidayakan maupun yang tumbuh liar, berdasarkan pengetahuan yang diwariskan secara turun-temurun. Bagian tanaman yang dimanfaatkan meliputi akar, batang, biji, buah, bunga, daun, kulit batang, rimpang, umbi, serabut, serta seluruh bagian tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis, khasiat, dan cara pengolahan tanaman berkhasiat obat yang digunakan dalam pengobatan tradisional oleh masyarakat Desa Serayu Larangan, Kecamatan Mrebet, Kabupaten Purbalingga. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 75 jenis tanaman berkhasiat obat yang dimanfaatkan masyarakat. Jahe merupakan tanaman yang paling banyak digunakan dengan persentase 26%. Jenis penyakit yang umum diobati meliputi batuk, asam lambung, diare, pegal-pegal, hipertensi, kolesterol, asam urat, gangguan buang air kecil, dan sakit perut, dengan persentase tertinggi yaitu pegal-pegal dengan prsentase 20%. Cara pengolahan dilakukan dengan berbagai metode seperti direbus, digeprek, diseduh, diparut, ditumbuk, dimakan langsung, diblender, dikeringkan, diperas, dioles, dan digunakan langsung. Metode yang paling sering digunakan adalah direbus dengan prsentase 58%.
ASTI RIYASTI
2026 · Thesis · Open Access
INNA NAFISAH HUSNA
2026 · Thesis · Open Access
SURIPNO
2026 · Thesis · Open Access
IQLIMA OVI AMELIA
2026 · Thesis · Open Access
TINGKAT KEPUASAN PASIEN TERHADAP PELAYANAN KEFARMASIAN DI APOTEK DESTA FARMA BELIK TAHUN 2025 IQLIMA OVI AMELIA ABSTRAK Apotek merupakan layanan medis yang banyak dikunjungi sebagai fasilitas pelayanan kesehatan, tidak hanya berfungsi sebagai tempat untuk memperoleh obat, tetapi juga sebagai tempat informasi dan edukasi kesehatan terkait penggunaan obat yang tepat, aman, dan efektif. Tujuan penelitian untuk mengetahui tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian di Apotek Desta Farma Belik berdasarkan 5 dimensi yaitu kehandalan (reliability), ketanggapan (responsiveness), jaminan (assurance), empati (emphaty) dan bukti langsung (tangible). Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah accidental sampling. Hasil penelitian menunjukkan karakteristik responden berjenis kelamin perempuan sebanyak 67,0% dengan kategori umur 31-50 tahun sebanyak 72,0%. Riwayat pendidikan SMA 41,0%, pekerjaan wiraswasta 34,0%. Hasil tingkat kepuasan berdasarkan 5 dimensi yaitu kehandalan 92,4%, ketanggapan 92,4%, jaminan 98,8%, empati 90,8%, bukti langsung 90,0%, dengan rata-rata sebesar 92,48% dikaterogikan sangat puas. Dapat disimpulkan bahwa tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian di Apotek Desta Farma Belik sebesar 92,48% yang dikategorikan sangat puas.
ELSI SALWA ALHUMAIROH
2026 · Thesis · Open Access
.
NABILLA SEPTIANA PUTRI
2026 · Thesis · Open Access
SINDY KARTIKA SARI
2026 · Thesis · Open Access
Penyakit jantung hipertensi atau Hypertensive Heart Desease (HHD) memerlukan terapi farmakologis kompelks yang berisiko menimbulkan Drug Related Problems (DRPs). Penelitian ini bertujuan mengetahui karakteristik DRPs berdasarkan klasifikasi American Society of Hospital Pharmacist (ASHP), mengetahui keberadaan DRPs pada penggunaan obat antihipertensi pasien rawat jalan, dan mengetahui kasus DRPs yang dominan terjadi di RSU Ananda tahun 2025. Metode penelitian ini bersifat deskriptif deskriptif non-eksperimental dengan pengambilan data secara retrospektif melalui 82 rekam medis pada bulan Januari-Oktober 2025 menggunakan metode simple random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik DRPs pada kategori indikasi yang tidak diobati, pemilihan obat yang tidak tepat, dosis subterapeutik, gagal menerima dosis, overdosis, reaksi obat yang merugikan, dan obat tanpa indikasi tidak ditemukan (0%). Keberadaan DRPs teridentifikasi sebanyak 50 kasus dari total sampel. Kasus DRPs yang banyak terjadi adalah interaksi obat sebanyak 50 kasus (60,98%), dengan temuan paling sering pada kombinasi golongan CCB dan beta-bloker. Berdasarkan hasil tersebut, dapat simpulkan bahwa pengawasan klinis ketat terhadap interaksi obat sangat diperlukan untuk menjaga keselamatan pasien
AMALIA AGUSTINA
2026 · Thesis · Open Access
Media sosial menjadi sumber informasi utama remaja dan berpengaruh terhadap keputusan kesehatan, termasuk penggunaan obat pelangsing tradisional. Informasi yang tidak selalu terverifikasi dapat membentuk pengetahuan dan perilaku konsumsi yang kurang tepat. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh media sosial terhadap pengetahuan dan perilaku konsumsi obat pelangsing tradisional pada remaja di Desa Petarangan. Pengambilan data menggunakan kuisioner dengan metode penelitian purposive sampling dalam penentuan responden. Jenis penelitian menggunakan desain deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Dari 32 responden menunjukan hasil tingkat pengetahuan baik (56,3%) dan perilaku konsumsi tinggi (56,3%) terhadap obat pelangsing tradisional. Pada paparan media sosial tinggi memiliki pengetahuan baik (76,5%) dan perilaku konsumsi tinggi (70,6%). Uji Chi-Square menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara media sosial dengan pengetahuan (p = 0,018) dan perilaku konsumsi (p = 0,032) obat pelangsing tradisional. Kesimpulannya media sosial berpengaruh signifikan terhadap pengetahuan dan perilaku konsumsi obat pelangsing tradisional, sehingga diperlukan edukasi kesehatan dan literasi digital pada remaja.
DIAN PARAMITA
2026 · Thesis · Open Access
Paparan sinar ultraviolet (UV) berlebihan dapat menyebabkan gangguan pada kulit sehingga diperlukan upaya perlindungan yang optimal seperti tabir surya. Buah tomat mengandung likopen sebagai antioksidan, sedangkan daun kersen mengandung flavonoid dan senyawa fenolik yang berpotensi memberikan perlindungan terhadap radiasi UV. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah kombinasi ekstrak buah tomat dan daun kersen dapat di formulasikan sebagai sediaan lotion tabir surya dan mengetahui apakah sediaan lotion kombinasi ekstrak buah tomat dan daun kersen memiliki nilai SPF yang tinggi. Penelitian ini dilaksanakan di laboratorium teknologi farmasi STIKes Ibnu Sina Ajibarang. Jenis penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan variasi formulasi kombinasi ekstrak etanol buah tomat dan daun kersen F0 (0:0);F1 (1:0,8);F2 (5:0,5);F3 (9:0,2). Parameter yang diamati meliputi uji sifat fisik lotion;uji iritasi dan uji nilai SPF. Penentuan nilai SPF dilakukan secara in vitro menggunakan spektrofoto metri UV-Vis. Analisis data menggunakan SPSS 25 uji t berpasangan;uji t tidak berpasangan; dan uji mann-whitney. Hasil penelitian menunjukkan kombinasi ekstrak buah tomat dan daun kersen dapat di formulasikan sebagai sediaan lotion tabir surya yang memenuhi persyaratan mutu fisik dan aman digunakan. Nilai SPF yang diperoleh jika diurutkan dari yang tertinggi ialah (F3 19,61;F2 11,29;F1 10,78;F0 2,78) dengan nilai SPF tertinggi kategori proteksi ultra diperoleh oleh F3.
IKA PUTRI
2026 · Thesis · Open Access
Attention Deficit Hyperactivity Disorder merupakan salah satu gangguan neurodevelopmental yang disebabkan oleh ketidakseimbangan sistem dopaminergik dan noradrenergik di otak yang biasanya muncul di masa kanak-kanak dan dapat berlanjut hingga usia dewasa, pengobatan gangguan ini biasanya menggunakan obat-obatan sintestis seperti atomoxetine dengan efek samping mual, sakit perut, kelelahan, pusing, dan insomnia, sehingga diperlukan terapi konvensional yang berasal dari tanaman. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan menemukan senyawa turunan triterpenoid daun pegagan (Centella asiatica (L.) Urban) dalam melindungi dan menghambat NET dan profil ADME-T. Metode penelitian yang digunakan adalah in silico moleculer docking menggunakan software PyRx 0.8, Biovia 2025, ChemDraw Pro 16.0, Toxtree v3.1.0, dan website PDB, PubChem, PreADMET 2.0. Hasil penelitian menunjukan bahwa senyawa yang paling berprotensi berupa centellasaponin C dan centellasaponin D dengan nilai energi ikatan yaitu -10,7 serta nilai Ki sebesar 0,0101 µM, sedangkan senyawa yang paling berpotensi berdasarkan kemiripan residu asam amino adalah senyawa madasiatic acid berupa Ala477. Analisis ADME-T dari senyawa turunan triterpenoid daun pegagan menunjukan senyawa terabsorbsi melalui gastrointestinal, terdistribusi melalui blood brain barrier, menghambat metabolisme enzim CYP2C9 dan CYP3A4 dan dapat diekskresikan melalui kulit. Beberapa senyawa bersifat toksik, tidak bersifat karsinogenik, dan tidak bersifat mutagenik.
CICI CAHYANI
2026 · Thesis · Open Access
Luka sayat merupakan salah satu jenis luka terbuka yang berisiko mengalami infeksi sehingga memerlukan penanganan yang tepat untuk mempercepat proses penyembuhan. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan minyak sacha inchi (Plukenetia volubilis L.) sebagai sediaan krim serta mengevaluasi aktivitas penyembuhan luka sayat pada kelinci (Oryctolagus cuniculus). Penelitian dilakukan secara eksperimental dengan membuat beberapa formulasi krim minyak sacha inchi (%b/v) yaitu F0=0, F1=1,5, F2=2, dan F3=2,5, sediaan diuji sifat fisiknya meliputi uji organoleptik, homogenitas, tipe krim, pH, viskositas, daya sebar, daya lekat, serta uji stabilitas dengan metode cycling test. Uji penyembuhan luka sayat dilakukan dengan melihat panjang luka dan persentase penyembuhan antara kelompok kontrol negatif dan kelompok perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sediaan krim minyak sacha inchi memenuhi persyaratan mutu fisik dan kurang stabil selama penyimpanan, serta mampu mempercepat proses penyembuhan luka sayat, dimana F2 memberikan persentase penyembuhan tertinggi dibandingkan formulasi lainnya.
PUTRI ALGI NURAISYAH
2026 · Thesis · Open Access
Peningkatan prevalensi diabetes melitus memicu pencarian alternatif pengobatan berbahan alam yang minim efek samping dibandingkan obat sintetik. Salah satu tanaman yang berpotensi secara empiris adalah daun bayam duri (Amaranthus spinosus L.). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas antidiabetes infusa daun bayam duri terhadap mencit jantan yang diinduksi hiperglikemia melalui pemberian dexamethasone. Metode penelitian ini menggunakan desain eksperimental dengan 25 ekor mencit jantan yang dibagi menjadi 5 kelompok: kontrol negatif (aquadest), kontrol positif (glibenklamid), serta tiga kelompok perlakuan infusa daun bayam duri konsentrasi 15%, 25%, dan 35%. Kondisi hiperglikemia dicapai melalui induksi dexamethasone dan glukosa. Kadar glukosa darah diukur secara berkala pada hari ke-0, ke-7, dan ke-14. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh konsentrasi infusa mampu menurunkan kadar glukosa darah secara signifikan dibandingkan kontrol negatif. Efek penurunan glukosa darah meningkat seiring dengan bertambahnya konsentrasi. Konsentrasi 35% (F4) ditemukan sebagai dosis paling optimal karena mampu menurunkan kadar glukosa hingga 31,5% (rerata akhir 101,0 mg/dL). Kesimpulannya, infusa daun bayam duri memiliki aktivitas antidiabetes yang signifikan pada model resistensi insulin
WIWIT MUKTI WIBOWO
2026 · Thesis · Open Access
Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) adalah gangguan neurodevelopmental akibat ketidakseimbangan sistem dopaminergik dan noradrenergik di otak yang muncul sejak masa kanak-kanak dan dapat berlanjut hingga dewasa. Penanganan umumnya menggunakan obat sintetis seperti atomoxetine, namun berisiko menimbulkan efek samping, sehingga diperlukan alternatif terapi berbasis herbal. Daun pegagan (Centella asiatica (L.) Urb) memiliki sifat neuroprotektif dan antioksidan yang berpotensi memodulasi aktivitas sistem saraf pusat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah infusa daun pegagan dapat mempengaruhi aktivitas mencit model ADHD serta menentukan konsentrasi infusa yang paling optimal dalam memodulasi aktivitas tersebut. Metode penelitian ini menggunakan desain eksperimental in vivo dengan mencit yang diinduksi sukrosa 15% sebagai model ADHD. Hewan uji dibagi menjadi kelompok kontrol positif, kontrol negatif, serta kelompok perlakuan infusa daun pegagan dengan konsentrasi 10%, 50%, dan 90%. Aktivitas lokomotor mencit diamati menggunakan OFT pada zona putih, zona flip, dan zona tengah pada hari ke-0, 7, 14, dan 28. Data dianalisis menggunakan uji Paired Sample t-test, uji Wilcoxon, uji One-Way ANOVA, dan uji lanjut Post Hoc Tukey. Hasil penelitian menunjukkan bahwa infusa daun pegagan berpengaruh terhadap aktivitas mencit model ADHD, dan konsentrasi yang paling optimal yaitu pada 50% Kata kunci: ADHD, infusa, pegagan, Centella asiatica, OFT.
INDAH FAJAR PALUPI
2026 · Thesis · Open Access
AJI SAPUTRA
2026 · Thesis · Open Access
HASNA RIZKI SAFIRA
2026 · Thesis · Open Access
Necrosis pulpa merupakan kondisi kematian jaringan pulpa akibat infeksi bakteri atau trauma yang menjadi salah satu kasus terbanyak di layanan kesehatan gigi. Penggunaan antibiotik yang tidak rasional pada kondisi ini berisiko menimbulkan resistensi antimikroba. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi rasionalitas penggunaan antibiotik pada pasien necrosis pulpa di Klinik dr. Shalam Purbalingga tahun 2025. Metode yang digunakan adalah deskriptif non-eksperimental dengan pendekatan retrospektif melalui kajian rekam medis terhadap 100 pasien. Rasionalitas dievaluasi berdasarkan lima parameter WHO, yaitu tepat pasien, tepat indikasi, tepat obat, tepat dosis, dan tepat cara pemberian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien didominasi perempuan (64%) dan kelompok usia dewasa 26–45 tahun (38%). Antibiotik yang paling banyak diresepkan adalah amoksisilin (88%), diikuti cefixime (8%), clindamycin (3%), dan metronidazole (1%). Evaluasi terhadap kelima parameter rasionalitas seluruhnya mencapai 100%, meliputi tepat pasien, tepat indikasi, tepat dosis, tepat obat, dan tepat cara pemberian. Disimpulkan bahwa penggunaan antibiotik pada pasien necrosis pulpa di Klinik dr. Shalam Purbalingga tahun 2025 telah memenuhi standar rasionalitas sesuai kriteria WHO, Formularium Nasional, dan pedoman ADA, serta mencerminkan penerapan prinsip antibiotic stewardship yang baik.
JELANG AKBAR
2026 · Thesis · Open Access