Asep Rudi Nurjaman
2021 · Book · Open Access
Ajaran agama Islam tidak cukup hanya menjadi pemahaman. Lebih dari itu, agama harus menjadi modal pengamalan dalam kehidupan sosial. Sejatinya, agama hadir untuk menjawab segala persoalan hidup yang dihadapi umat manusia dari zaman dulu, sekarang, dan yang akan datang. Tanpa agama, manusia tidak akan merasakan makna indahnya kehidupan dunia karena dunia dan segala isinya bukan ukuran kemuliaan dan derajat manusia. Hanya dengan iman dan ketakwaan yang menjadi ruh beragama maka manusia akan mendapatkan derajat dan kemuliaan di sisi Allah dan seluruh makhluk-Nya. Dengan seni hidup menjadi indah, dengan ilmu hidup menjadi mudah, dan dengan agama hidup menjadi terarah. Dibutuhkan sumber-sumber yang akurat dalam memahami agama Islam secara menyeluruh dan mendalam. Berbagai sumber yang dapat dijadikan rujukan ialah Al-Quran, Al-Hadits, Ijma, serta Qias dari para ulama. Al-Quran menjadi pedoman utama yang berisi tentang berbagai hal, mulai dari masalah ibadah, amaliyah (perbuatan) manusia, hari akhir, kisah-kisah umat terdahulu, muamalah/sosial, sejarah, serta ilmu pengetahuan. Seluruh persoalaan yang dihadapi oleh manusia telah ada jawabannya pada ayat-ayat yang Allah turunkan. Buku ini berisi literasi beragama Islam yang dipadukan dengan ayat-ayat Al-Quran untuk menambah wawasan yang komprehensif serta akurat. Kita akan lebih mudah memahami nilai ajaran agama Islam yang terkandung dalam Al-Quran secara utuh serta mampu mewujudkan agama Islam sebagai agama Rahmatan Lil ‘Alamiin.
Elfan Fanhas Fatwa Khomaeny
2021 · Book · Open Access
Era digital dan kemajuan teknologi informasi, telah memberikan keterbukaan dan kemudahan informasi bagi mahasiswa dalam mengakses informasi materi perkuliahan, tetapi ketidakmampuan untuk memfilter sumber yang dapat dipercaya, menjadikan buku ini sebagai salah satu rujukan yang dapat dipertanggungjawabkan isinya, serta telah disesuaikan dengan kurikulum dan capaian pembelajaran (learning outcome) sebagaimana dipersyaratakan dalam penyusunan kurikulum berdasarkan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI). Buku ini disusun untuk memenuhi referensi dalam mengkaji bahan kajian Pendidikan Agama Islam, yang meliputi : Ketuhanan, kemanusiaan, dan kehidupan, agama dan dinul Islam, serta tauhid dan keimanan.
Dr. Rahmat; M.Pd.I
2021 · Book · Open Access
Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) akhir-akhir ini semakin memprihatinkan dan dirasakan kurang dapat menarik semangat belajar peserta didik, kemudian keadaan ini diperparah dengan proses pembelajaran serta materi ajar yang terlalu mengedepankan paham eksklusif daripada paham dan praktik inklusif. Hal tersebut dibuktikan dengan semakin merosotnya sikap menerima dan menghargai perbedaan di kalangan masyarakat khususnya di kalangan peserta didik di sekolah. The learning of Islamic Education (PAI) is increasingly concerned and perceived less attraction of the spirit of student learning lately. Then the condition is worsened with the learning process and teaching materials which set out more exclusive than inclusive understanding and practices. This is evidenced by the decline of attitude of accepting and appreciating differences among the community especially among students in school. في هذه الأواخر، أصبحت التربية الإسلامية خطرا بشكل متزايد ويشعر بأنها أقل قدرة على جذب حماس الطلاب ، ثم يتفاقم هذا الموقف من خلال عملية التعلم والمواد التعليمية التي تقدم أفكارا حصرية بدلا من الفهم والممارسات الشاملة. يتضح هذا من خلال الموقف المتدهور المتمثل في قبول واحترام الاختلافات بين المجتمع ، وخاصة بين الطلاب في المدارس. Indonesia sebagai salah satu negara besar di kawasan Asia Tenggara memiliki keragaman budaya yang kompleks. Data secara antropologis menunjukkan bahwa Indonesia memiliki lebih dari 300 suku bangsa yang memiliki keragaman sosial dan budaya. Kelompok-kelompok budaya besar seperti Aceh, Batak, Minangkabau, Dayak, Jawa, Bugis-Makasar, Ambon, Papua dan lain-lain adalah contoh dari keragaman tersebut (Departemen Pendidikan Nasional, 2006). Maka, hadirnya buku pembelajaran Pendidikan agama Islam berwawasan Multikultural ini di sekolah/madrasah diharapkan mampu membentuk kesalehan pribadi dan sekaligus kesalehan sosial sehingga pendidikan agama Islam diharapkan mampu menciptakan ukhuwah Islamiyah, dalam arti luas Ukhuwah fi al-'ubudiyah, ukhuwah fi al-Insaniyah, ukhuwah fi al-Wathoniyah wa al nasab, wa ukhuwah fi din al Islam (Muhaimin, 2004). Buku wajib ini sangat berguna bagi mahasiswa khususnya mahasiswa di Perguruan Tinggi Islam agar dapat memahami, mengikuti, dan mengaplikasikan materi perkuliahan Agama Islam dengan baik, mampu membahas, meneliti dan mendiskusikannya, sehingga berimplikasi pada sikap penerimaan dan penghargaan terhadap keniscayaan multikultural.
Neni; Shabri Shaleh Anwar
2021 · Book · Open Access
Sekolah alam adalah sekolah impian yang menjadi kenyataan bagi mereka yang mengangankan dan menginginkan perubahan dalam dunia pendidikan secara menyeluruh yang pada akhirnya mengarah pada perbaikan mutu dan hasil akhir dari proses pendidikan itu sendiri. Pada sekolah alam, anak-anak dibebaskan bereksplorasi, bereksperimen dan berekspresi tanpa dibatasi sekat-sekat diniding dan berbagai aturan, yang mengekang rasa ingin tahu mereka, yang membatasi interaksi mereka dengan kehidupan yang sebenarnya, yang membuat mereka berjarak dan tak akrab dengan alam lingkungan mereka. Anak dibebaskan menjadi diri mereka, dan mengembangkan potensi dirinya untuk tumbuh menjadi manusia yang berkarakter, berakhlak mulia, berwawasan ilmu pengetahuan dan siap menjadi pemimpin di muka bumi (khalifatu fil ardh). Anak dibebaskan dari tekanan ‘mengejar’ nilai dan rangking, tapi didorong untuk menumbuhkan tradisi ilmiah. Prestasi tidak dilihat dalam perbandingan dengan anak lain, tapi dari upaya mereka memaksimalkan potensi diri dan menjadi lebih baik. Belajar menjadi sesuatu yang menyenangkan, tidak membebani. Belajar jadi kebutuhan, bukan keharusan. Sekolah tidak menjadi penjara yang membosankan. Di sekolah alam, guru dibebaskan berkreasi dalam mengajar. Kreatifitas guru tidak dibatasi oleh buku paket dan target nilai. Guru tak sekadar mengajar, tapi mendidik. Guru tak hanya menjadi panutan, tapi teman. Guru adalah fasilitator. Guru-guru yang beridealisme tinggi dan penuh dedikasi di sekolah ini membantu anak didik mengenali kelebihan dan kekurangannya dan menjadikan mereka tidak sekedar mandiri, tapi bias membedakan mana yang baik dan mana yang tidak baik untuk dikerjakan. Berdasarkan riset yang penulis lakukan, ada guru berpendapat bahwasanya semua anak itu adalah juara. Menurut penulis, berdasarkan teori the multiple of inteleg, dalam artian kemampuan yang berbeda, dalam fenomena penulis temukan di lapangan, satu orang guru sekolah alam mengajarkan seluruh bidang studi termasuk materi agama, hal ini akan menimbulkan kesenjangan desain. Apakah mampu seorang guru mengetahui potensi 20 orang siswa deangan 2 fasilitator, sedangkan dia bukan ahli di bidang agama. Oleh karena itu perlu ada kesimbangan yang terangkum dalam sebuah model. Buku ini menawarakan sebuah model yang teruji melalui sebuah penelitian yang panjang berkenaan dengan model pendidikan agama Islam berbasis Lingkungan
Dr. Mardani
2021 · Book · Open Access
Buku ini pada mulanya merupakan materi perkuliahan yang penulis sampaikan di beberapa Perguruan Tinggi Umum (PTU). Buku ini disusun dengan tujuan untuk membantu mahasiswa dalam mempelajari pendidikan Agama Islam. Mata kuliah Pendidikan Agama Islam merupakan mata kuliah wajib di seluruh program studi pada Perguruan Tinggi Umum (PTU) di Indonesia. Diharapkan buku ini dapat digunakan oleh para akademisi dan mahasiswa sebagai buku daras (pedoman/pegangan) dalam mata kuliah Pendidikan Agama Islam. *** Persembahan penerbit Kencana (PrenadaMedia)
Dr. Hj. Asfiati; S.Ag.; M.Pd.; Kencana
2021 · Book · Open Access
Revolusi industri 4.0 dengan segudang manfaat dan kecanggihannya menciptakan persaingan global yang semakin kompetitif. Individu dituntut agar semakin kreatif dan inovatif, serta menguasai berbagai keahlian. Karenanya guna menciptakan individu-individu yang berkualitas, pendidikan wajib berbenah diri. Salah satunya dengan merancang ulang (redesain) pembelajaran. Dalam revolusi industri 4.0, pembelajaran ditempatkan sebagai interaksi antara peserta didik dan pendidik yang saling berkolaborasi melengkapi satu sama lain. Pendidik membimbing, mengarahkan, dan membina potensi, bakat, dan minat peserta didik. Pendidik dituntut memiliki keahlian dan keterampilan di bidang teknologi, serta menguasai pengembangan pembelajaran berbasis digital. Pendidikan Agama Islam(PAI), khususnya, menjadi krusial menciptakan pembelajaran yang mampu mengakomodasi individu di era digital, tanpa mengurangi nilai-nilai keislaman dan kemanusiaan. Berlandaskan pemikiran tersebut, peran guru PAI di sekolah menjadi sorotan utama dalam buku ini. Penulis menelusuri secara mendalam peranan guru PAI dalam meredesain pembelajaran Pendidikan Agama Islam guna menghadapi revolusi industri 4.0 di Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri. Redesain pembelajaran dilakukan melalui teknik, taktik, pendekatan, metode, media dan materi pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Buku ini merupakan sebuah respon dalam menyambut era industri digital 4.0, dengan harapan pendidikan, khususnya Pendidikan Agama Islam, terus berbenah diri demi meningkatkan kualitas hidup peserta didik yang beriman, kompeten, dan berakhlak mulia. Semoga bermanfaat! Buku persembahan penerbit PrenadaMediaGroup
Anas Saidi
2021 · Book · Open Access
Anti corruption movement in Islamic religious schools in Indonesia; case study in Garut Regency, Jawa Barat Province.
;
2021 · Book · Open Access
Rahmat; M.Pd.I
2021 · Book · Open Access
Evaluasi Pendidikan perspektif Islam merupakan suatu proses dan tindakan yang terencana berbasis Islam untuk mengumpulkan informasi tentang kemajuan, pertumbuhan dan perkembangan (peserta didik) terhadap tujuan (pendidikan), sehingga dapat disusun penilaiannya yang dapat dijadikan dasar untuk membuat keputusan. Prinsip-prinsip evaluasi pendidikan perspektif Islam meliputi mengacu pada tujuan, dilaksanakan secara obyektif, bersifat komprehensif atau menyeluruh dan dilaksanakan secara terus menerus atau kontinu (istiqomah). Secara umum tujuan dan fungsi evaluasi pendidikan perspektif Islam untuk: menguji, mengetahui, mengklasifikasi, mengukur, perbaikan, memberikan tabsyir (berita gembira) dan ‘iqab/nadir (siksa/kabar buruk). Dalam al-Qur’an istilah evaluasi tidak dijumpai persamaan kata yang pasti, tetapi ada kata-kata tertentu yang mengarah kepada arti evaluasi, seeperti al-balā’, al- ḥisāb, al-ḥukm, dan al-qaḍā. Prinsip-prinsip evaluasi dalam al-Qur’an mengacu pada tujuan, kontinuitas, totalitas, dan objektifi tas. Artinya, evaluasi harus dilakukan secara sistematis, berkesinambungan, dan terencana. Evaluasi merupakan salah satu bagian penting dalam sebuah sistem pendidikan Islam. Sebab, ia dijadikan sebagai instumen untuk menilai serta mengukur keberhasilan proses pendidikan tersebut. Kesuksesan suatu pendidikan dapat dilihat dari model evaluasi hasil belajar yang telah ditentukan sesuai standar kurikulum yang berlaku. Dengan demikian, ketepatan memilih model evaluasi hasil belajar mempengaruhi peningkatan mutu pendidikan itu sendiri.
M. Zainuddin
2021 · Book · Open Access
Penulis : Muhamad Zainuddin Penerbit : Airlangga University Press ISBN : 978-602-7924-61-1 Tahun terbit : 2014 Bahasa : Indonesia Sampul : Soft cover Ukuran : 15,8 x 23 cm Jumlah Halaman : xii, 139 hlm Metodologi Penelitian adalah kajian tentang metode bagaimana melakukan penelitian untuk mendapatkan pengetahuan ilmiah yang baru sesuai dengan kaidah-kaidah yang digunakan oleh masyarakat ilmiah. Secara garis besar ada dua macam pendekatan penelitian, yaitu: pendekatan kuantitatif dan pendekatan kualitatif. Substansi dalam buku ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan penekanan pada konsep dasar deduktif-kuantitatif melalui pergerakan cara berpikir logico-hipothetico-empirico. Berdasarkan pendekatan tersebut, maka sistematika buku ini dimulai dari Bab I yang menjelaskan secara umum tentang: Pengertian Penelitian dan Peranan Penelitian dalam Pengembangan Ilmu dan Teknologi. Bab II menjelaskan tentang: Langkah-Langkah Pokok dan Pendekatan dalam Penelitian. Bab III tentang: Permasalahan Penelitian sebagai langkah awal sebuah penelitian. Bab selanjutnya merupakan pokok bahasan yang menjadi ciri utama pendekatan kuantitatif, yaitu: Bab IV tentang: Studi Kepustakaan, Kerangka Teoretis dan Hipotesis, Bab V tentang: Variabel dan Definisi Operasional. Bab VI tentang: RancanganPenelitian, Bab VII tentang: Konsep Dasar Rancangan Eksperimental, Bab VIII tentang: Klasifikasi dan Jenis Rancangan Eksperimental, Bab IX tentang: Rancangan Penelitian Observasional, Bab X tentang: Rancangan Penelitian Survei, Bab XI tentang: Metode Sampling dan Jumlah Sampel, dan Bab XII tentang: Peranan Statistik Dalam Penelitian.
None
2021 · Book · Open Access
Combating corrupt practices in Indonesia from Christian perspectives; collection of Sunday sermons.
Drs. H. Masan AF; M.Pd
2021 · Book · Open Access
Bismillahirrahmanirrahim Buku pelajaran Akidah Ahklak untuk Madrasah Tsanawiyah (MTs) Kelas IX ini disusun tetap berdasarkan Kurikulum Madrasah yang dikeluarkan Menteri Agama RI Tahun 2013, yang dalam pelaksanaannya berpedoman kepada Keputusan Menteri Agama RI No. 165 Tahun 2014, dan Surat Edaran Dirjen Pendis Kemenag RI Tahun 2015, terdiri atas 9 Bab. Setiap bab mengandung: uraian materi pelajaran, rangkuman, mutiara hikmah, evaluasi dan tugas dari bab yang bersangkutan.
Dr. Rahmat; M.Pd.I
2021 · Book · Open Access
Pendidikan Agama Islam Analisis Kebijakan Pendidikan Agama Islam Indonesia Era 4.0 ini merupakan buku yang dihadirkan guna menjawab tantangan pendidikan agama Islam yang secara sadar sedang menghadapi masa revolusi industri 4.0 sehingga dalam menyikapi hal tersebut penulis mencoba menelaah secara sistematis terkait kebijakan pendidikan agama Islam di Indonesia dengan demikian dapat dianalisa kelemahan dan kekuatannya serta dapat menghasilkan corak dan solusi terhadap pendidikan agama Islam era 4.0 tersebut. Penghimpunan buku ini bertujuan untuk memfasilitasi mahasiswa yang sedang studi mata kuliah Kebijakan Pendidikan. Selebihnya buku ini juga bertujuan untuk membantu memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada mahasiswa sebagai calon guru serta bahan bacaan para dosen yang mengampu mata kuliah tersebut. Harapan penulis semoga buku ini dapat menjadi blueprint bagi para guru, dosen dan mahasiswa sebagai calon-calon guru masa depan yang membawa tugas mulia yakni mengajar, mendidik, dan di dalamnya termasuk penilaian serta pengabdian.
M. Syukri Azwar Lubis
2021 · Book · Open Access
Permasalahan tentang manusia telah menjadi bahan kajian bagi para pemikir Islam. Demikian pula dalam Alquran, banyak ayat yang membicarakan tentang manusia. Konsep manusia ini berdasarkan Alquran menunjukkan bahwa manusia terdiri atas dua unsur, yaitu unsur materi dan unsur nonmateri. Tubuh manusia berasal dari tanah di bumi dan ruh berasal dari substansi nonmateri di alam ghaib. Alquran juga menjelaskan bahwa masuknya ruh ke dalam tubuh manusia sewaktu masih berbentuk janin di dalam kandungan ketika berumur empat bulan. Setiap manusia yang lahir di dunia membawa fitrah, bakat, dan insting. Yang dibawa manusia ketika lahir adalah fitrah agama, yaitu unsur ketuhanan. Unsur ketuhanan ini di luar ciptaan akal budi manusia dan merupakan sifat kodrat manusia. Kejadian manusia sebagai makhluk ciptaan Allah telah dilengkapi dengan unsurunsur kemanusiaan, keadilan, kebajikan, dan sebagainya.
Muhammad Husni; Lc.; MA
2021 · Book · Open Access
Buku ini berisikan bahan-bahan mata kuliah Pendidikan Agama Islam untuk mahasiswa S1 Institut Seni Indonesia.
Dr. Ahmad Tohardi
2021 · Book · Open Access
Berangkat dari pengalaman mengajar di kelas pada saat kuliah Metodologi Penelitian khususnya, selalu saja kekurangan waktu untuk menjelaskan materi kuliah yang bersangkutan, sementara disisi lain masih banyak materi yang harus disampaikan kepada mahasiswa, sehingga akhirnya dosen harus memilih apakah memilih materi yang disampaikan sedikit tetapi mahasiswa memahami semua yang disampaikan, atau memilih menyampaikan semua materi, tetapi konsekuensinya mungkin banyak mahasiswa yang tidak faham. Untuk itu adanya Buku Ajar ini sedikit dapat membantu dosen dan mahasiswa untuk menemukan jalan tengah, artinya tidak semua materi harus disampaikan dikelas, bagian dari materi yang kira-kira bisa difahami oleh mahasiswa hanya dengan membaca sendiri, maka dapat hanya dengan membaca di Buku Ajar ini, dengan demikian semua materi yang sudah direncanakan oleh dosen di 14 kali pertemuan per semester tersebut dapat disampaikan semua dengan tuntas. Sebagai pengayaan tambahan maka di kelas, perlu dibuka “ruang” diskusi bagi mahasiswa yang belum faham setelah membaca Buku Ajar ini. Buku Ajar ini coba penulis tuliskan dengan menggunakan Bahasa “kampung” tujuannya adalah agar apa yang ditulis dalam buku ini mudah difahami oleh siapa saja. Disamping itu berbagai materi yang ditulis dalam Buku Ajar ini adalah kombinasi teori dan praktik, sehingga isi buku ini lebih mengarah kepada pragmatis, khususnya dalam konteks penelitian akademik (Skripsi,Tesis dan Disertasi). Akhir kata, karena keterbatasan pengetahuan dan wawasan serta pengalaman penulis, khususnya dalam bidang ilmu Metodologi Penelitian, maka buku ini tentu masih jauh dari sempurna seperti kata pepatah tiada gading yang tak retak, untuk itu segala kritik dan saran yang konstruktif dari para pembaca sangatlah penulis diharapkan guna penyempurnaan buku ini dimasa yang akan datang. Pontianak, Desember 2019 Penulis
Pror. Dr. H. M. Burhan Bungin; S.Sos.; M.si.
2021 · Book · Open Access
Buku ini disusun sebagai usaha menyajikan aspek penelitian kuantitatif sekaligus nilai pentingnya sebagai salah satu aliran utama dalam metodologi penelitian. *** Persembahan penerbit Kencana (PrenadaMedia)
Solimun; Armanu; Adji Achmad Rinaldo Fernandes
2021 · Book · Open Access
Anak judul buku ini adalah “Mengungkap Novelty dan Memenuhi Validitas Penelitian”, sengaja dipilih mengingat begitu sangat pentingnya kedua hal tersebut. Perancangan proposal penelitian untuk hibah kompetisi menyaratkan hal tersebut jika ingin mendapat pendanaan, baik yang berskala nasional dan lebih-lebih yang berskala internasional. Demikian halnya dengan proposal untuk disertasi, sedangkan untuk proposal tesis dan skripsi diharapkan mahasiswa mampu untuk mencapai hal tersebut. Di sisi lain, luaran hasil penelitian berupa manuskrip atau naskah yang akan diterbitkan pada jurnal internasional bereputasi atau jurnal nasional terakreditasi. Manuskrip yang berpeluang besar bisa terbit menjadi artikel di jurnal internasional bereputasi atau jurnal nasional terakreditasi sangat dituntut memiliki novelty yang tinggi dan ditulis dari hasil penelitian yang valid. Buku ini mengulas secara sederhana dan mudah dipahami tentang “Mengungkap Novelty dan Memenuhi Validitas Penelitian”. Sehingga dapat digunakan sebagai rujukan untuk kegiatan penelitian dan dapat digunakan sebagai pegangan untuk perkuliahan metodologi penelitian, pada jenjang program S1 dan lebih-lebih pada program S2 dan S3 di berbagai bidang keilmuan.
Mahfud; dkk
2021 · Book · Open Access
Buku ini memaparkan tentang keunikan kondisi suatu sekolah dengan keragaman etnik dan budaya, namun dibalut dengan toleransi yang tinggi terhadap seluruh anggota warga sekolah sehingga menghasilkan proses pendidikan yang nyaman dan lingkungan yang harmonis serta keberhasilan dalam pendidikan agama Islam yang diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Indonesia adalah salah satu negara yang multietnik terbesar di dunia, kebenaran dari pernyataan ini dapat dilihat dari sosio kultur maupun geografis yang begitu beragam dan luas. Dengan jumlah yang ada di wilayah NKRI sekitar kurang lebih 13.000 pulau besar dan kecil, dan jumlah penduduk lebih kurang 228 juta jiwa, terdiri dari 300 suku yang menggunakan hampir 200 bahasa yang berbeda. Selain itu juga menganut agama dan kepercayaan yang beragam seperti Islam, Katholik, Kristen protestan, hindu, budha, konghucu, serta berbagai macam kepercayaan. Berdasarkan permasalahan seperti di atas maka pendidikan multietnikisme menawarkan satu alternatif melalui penerapan strategi dan konsep pendidikan berbasis pemanfaatan keragaman yang ada di masyarakat. Khususnya yang ada pada siswa seperti: keragaman etnis, budaya, bahasa, agama, status sosial, gender, kemampuan umur dan ras. Walaupun pendidikan multietnik merupakan pendidikan relatif baru di dalam dunia pendidikan. Multietnik pada hakikatnya merupakan kodrat hidup manusia sendiri yang tidak mungkin dihindari oleh siapapun, apalagi ditolak. Penolakan terhadap adanya pluralitas etnik sama halnya dengan penolakan adanya eksistensi hidup manusia, dan penolakan terhadap eksistensi manusia sama halnya dengan penolakan terhadap mansusia. Oleh karena itu, pemahaman yang lengkap mengenai eksistensi manusia menjadi sangat penting, agar kehadiran ajaran Islam benar-benar menjadi rahmat dan memberikan makna bagi kesejahteraan hidup bersama.
;
2021 · Book · Open Access