Sebanyak 20 item atau buku ditemukan

Analisis Bahan Pangan

Pendekatan Praktek Vitamin Bahan Tambahan Makanan Turunan Babi untuk Autontikasi Halal

Analisis Obat Dalam Sediaan Farmasi

Buku Analisis Obat dalam Sediaan Farmasi ini sebenarnya adalah buku berseri dengan topik besar analisis senyawa obat baik dalam bahan bulk, sediaan farmasi, maupun dalam cairan biomedik. Buku pertama kami beri judul Analisis Farmasi yang kami susun bersama-sama dengan Prof. Dr. Sudjadi, M.S., Apt. (guru besar kimia farmasi, Fakultas Farmasi UGM) dan diterbitkan oleh Pustaka Pelajar, Yogyakarta. Buku Analisis Farmasi (terdiri atas 15 bab) membahas berbagai metode untuk analisis obat golongan analgesik-antipiretik, antiinflamasi, sulfonamid, berbagai kelompok antibiotika, alkaloid, barbiturat, analisis golongan benzodiazepin, analisis steroid, serta analisis derivat babi untuk kehalalan produk farmasi. Buku seri kedua yang berjudul Analisis Obat diterbitkan oleh Gadjah Mada University Press, Yogyakarta. Dalam buku ini dibahas analisis obat batuk, analisis obat antidiabetes, analisis obat antihiperlipidemia, analisis obat tuberkulosis, analisis obat antikanker, analisis obat antimalaria, dan analisis obat antivirus yang disusun dalam 7 bab yang berbeda.

Buku Analisis Obat dalam Sediaan Farmasi ini sebenarnya adalah buku berseri dengan topik besar analisis senyawa obat baik dalam bahan bulk, sediaan farmasi, maupun dalam cairan biomedik.

Spektroskopi Molekuler Untuk Analisis Farmasi

Sebelum permulaan abad keduapuluh, hampir semua analisis kuantitatif menggunakan teknik volumetri dan gravimetri. Volumetri adalah analisis kimia yang melibatkan penggunaan sejumlah volume larutan standar dengan konsentrasi tertentu. Teknik volumetri sering juga disebut dengan titrimetri karena dalam pengerjaannya melakukan titrasi. Sementara itu, gravimetri adalah analisis dengan mendasarkan pada berat tetap analit dalam suatu matriks sampel. Dengan kedua teknik ini, analis memperoleh hasil akurasi yang tinggi, akan tetapi, analisis dengan kedua metode ini dibatasi dengan suatu kenyataan bahwa kedua teknik ini tidak dapat menganalisis analit dalam jumlah yang sangat kecil. Karena alasan inilah, maka suatu metode analisis yang dikembangkan diarahkan untuk mampu menganalisis analit dalam jumlah sekelumit (trace elements). Salah satu metode yang dikembangkan adalah metode spektroskopi. Teknik spektroskopi merupakan suatu metode analisis yang melibatkan interaksi antara analit dengan radiasi elektromagnetik, yang untuk selanjutnya disingkat dengan REM. Selama abad keduapuluh, spektroskopi telah berkembang dengan melibatkan berbagai macam radiasi elektromagnetik (spektroskopi foton) seperti sinar –X, gelombang mikro, gelombang radio, dan juga partikel-partikel energetik seperti elektron-elektron dan ion-ion. Karena spektroskopi merupakan interaksi antara radiasi elektromagnetik (REM) dengan sampel, maka akan diuraikan terlebih dahulu tentang REM. [UGM Press, UGM, Gadjah Mada University Press]

Sebelum permulaan abad keduapuluh, hampir semua analisis kuantitatif menggunakan teknik volumetri dan gravimetri.