Ilmu Meracik Obat
- ISBN 10 : 9794204323
- Judul : Ilmu Meracik Obat
- Pengarang : Moh. Anief,
- Penerbit : UGM PRESS
- Bahasa : id
- Tahun : 2015
- Halaman : 231
-
Ketersediaan :
Sistem Kesehatan Nasional dewasa ini menetapkan bahwa upaya kesehatan dan pemberdayaan masyarakat pada hakikatnya merupakan fokus dari pembangunan kesehatan. Upaya kesehatan tersebut pada pokoknya terdiri atas upaya kesehatan masyarakat dan upaya kesehatan perorangan. Program Jaminan Kesehatan Nasional sangat mendukung penguatan upaya kesehatan perorangan termaksud. Penguatan upaya kesehatan masyarakat merupakan penguatan setiap kegiatan dan/atau serangkaian kegiatan untuk memelihara dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dalam bentuk peningkatan kesehatan dan pencegahan penyakit oleh pemerintah dan/atau masyarakat. Pemberdayaan masyarakat bidang kesehatan merupakan suatu proses pembangunan manusia atau masyarakat melalui pengembangan kemampuan masyarakat, perubahan perilaku, dan pengorganisasian masyarakat bidang kesehatan. Tantangan penguatan upaya kesehatan masyarakat, yaitu masih terbatasnya pemerataan pembangunan kesehatan, pelayanan kesehatan perorangan yang masih terbatas mutunya, upaya kesehatan masyarakat yang masih kurang berfungsi, kemampuan pengelolaan atau manajemen pembangunan kesehatan yang belum kuat, dan peran masyarakat dalam pembangunan kesehatan yang belum optimal. Tantangan pemberdayaan masyarakat, yaitu belum optimalnya penggerakan masyarakat, pengorganisasian masyarakat dalam pemberdayaan, advokasi, kemitraan, dan peningkatan sumber daya masih terbatas. Masalah penguatan upaya kesehatan masyarakat dan pemberdayaan masyarakat pada hakikatnya meliputi: 1) kurangnya penggunaan pendekatan proses penguatan yang lebih terarah, menyeluruh, dan saling terkait serta realistis, dan 2) terbatasnya sumber daya pendukung terutama sumber daya manusia, informasi, dan pembiayaan. Strategi penguatan upaya kesehatan masyarakat dan pemberdayaan masyarakat bidang kesehatan meliputi: 1. Strategi penguatan upaya kesehatan masyarakat: analisis, pengendalian, dan penilaian; pengembangan kebijakan; dan pelaksanaan dan dukungan. 2. Strategi pemberdayaan masyarakat: Pemberdayaan masyarakat bidang kesehatan dilakukan melalui kelompok masyarakat, organisasi masyarakat, dunia usaha dan pihak lain pada tingkat nasional, provinsi, dan kabupaten/ kota. Langkah-langkah pokok pelaksanaan strategi penguatan upaya kesehatan masyarakat dan pemberdayaan masyarakat, antara lain: Dalam peningkatan pembangunan kesehatan yang memberi pengutamaan pada penguatan kesehatan masyarakat memerlukan perubahan mindset atau paradigma bagi semua pihak terkait.Perlu ditetapkan dan dilaksanakan strategi penguatan upaya kesehatan masyarakat dan pemberdayaan masyarakat dalam bidang kesehatan yang bersifat menyeluruh.Penguatan tersebut perlu menggunakan pendekatan proses yang lebih terarah, menyeluruh, dan saling terkait serta realistis dan didukung sumber daya yang memadai.Alokasi pembiayaan kesehatan diutamakan untuk penguatan kegiatan upaya kesehatan masyarakat dan mendukung pemberdayaan masyarakat bidang kesehatan.Pengembangan dan pemberdayaan SDM Kesehatan perlu makin diperkuat di tingkat pusat dan daerah.Penguatan upaya kesehatan masyarakat dan pemberdayaan masyarakat hanya dapat dilaksanakan bila didukung oleh sistem informasi kesehatan yang tangguh, baik dalam penyelenggaraan maupun penggunaannya.Pembinaan dan pengawasan upaya kesehatan masyarakat dan pemberdayaan masyarakat perlu berpedoman terutama pada ketentuan-ketentuan yang telah ditetapkan dan dilaksanakan dengan saksama. Penguatan upaya kesehatan masyarakat dan pemberdayaan masyarakat bidang kesehatan diharapkan bersama dengan pelaksanaan Jaminan Kesehatan Nasional dapat mendukung percepatan pembangunan kesehatan sehingga dapat meningkatkan akselerasi, pemerataan, dan mutu pembangunan kesehatan. [UGM Press, UGM, Gadjah Mada University Press]
Sistem Kesehatan Nasional dewasa ini menetapkan bahwa upaya kesehatan dan pemberdayaan masyarakat pada hakikatnya merupakan fokus dari pembangunan kesehatan.
Buku Analisis Obat dalam Sediaan Farmasi ini sebenarnya adalah buku berseri dengan topik besar analisis senyawa obat baik dalam bahan bulk, sediaan farmasi, maupun dalam cairan biomedik. Buku pertama kami beri judul Analisis Farmasi yang kami susun bersama-sama dengan Prof. Dr. Sudjadi, M.S., Apt. (guru besar kimia farmasi, Fakultas Farmasi UGM) dan diterbitkan oleh Pustaka Pelajar, Yogyakarta. Buku Analisis Farmasi (terdiri atas 15 bab) membahas berbagai metode untuk analisis obat golongan analgesik-antipiretik, antiinflamasi, sulfonamid, berbagai kelompok antibiotika, alkaloid, barbiturat, analisis golongan benzodiazepin, analisis steroid, serta analisis derivat babi untuk kehalalan produk farmasi. Buku seri kedua yang berjudul Analisis Obat diterbitkan oleh Gadjah Mada University Press, Yogyakarta. Dalam buku ini dibahas analisis obat batuk, analisis obat antidiabetes, analisis obat antihiperlipidemia, analisis obat tuberkulosis, analisis obat antikanker, analisis obat antimalaria, dan analisis obat antivirus yang disusun dalam 7 bab yang berbeda.
Buku Analisis Obat dalam Sediaan Farmasi ini sebenarnya adalah buku berseri dengan topik besar analisis senyawa obat baik dalam bahan bulk, sediaan farmasi, maupun dalam cairan biomedik.
Sebelum permulaan abad keduapuluh, hampir semua analisis kuantitatif menggunakan teknik volumetri dan gravimetri. Volumetri adalah analisis kimia yang melibatkan penggunaan sejumlah volume larutan standar dengan konsentrasi tertentu. Teknik volumetri sering juga disebut dengan titrimetri karena dalam pengerjaannya melakukan titrasi. Sementara itu, gravimetri adalah analisis dengan mendasarkan pada berat tetap analit dalam suatu matriks sampel. Dengan kedua teknik ini, analis memperoleh hasil akurasi yang tinggi, akan tetapi, analisis dengan kedua metode ini dibatasi dengan suatu kenyataan bahwa kedua teknik ini tidak dapat menganalisis analit dalam jumlah yang sangat kecil. Karena alasan inilah, maka suatu metode analisis yang dikembangkan diarahkan untuk mampu menganalisis analit dalam jumlah sekelumit (trace elements). Salah satu metode yang dikembangkan adalah metode spektroskopi. Teknik spektroskopi merupakan suatu metode analisis yang melibatkan interaksi antara analit dengan radiasi elektromagnetik, yang untuk selanjutnya disingkat dengan REM. Selama abad keduapuluh, spektroskopi telah berkembang dengan melibatkan berbagai macam radiasi elektromagnetik (spektroskopi foton) seperti sinar –X, gelombang mikro, gelombang radio, dan juga partikel-partikel energetik seperti elektron-elektron dan ion-ion. Karena spektroskopi merupakan interaksi antara radiasi elektromagnetik (REM) dengan sampel, maka akan diuraikan terlebih dahulu tentang REM. [UGM Press, UGM, Gadjah Mada University Press]
Sebelum permulaan abad keduapuluh, hampir semua analisis kuantitatif menggunakan teknik volumetri dan gravimetri.