2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
Dewasa ini masalah kesehatan yang terjadi sangat komplek dan beragam, untuk menemukan solusi dari masalah kesehatan yang ada diperlukan penelitian kesehatan. Penelitian kesehatan dilaksanakan dalam rangka menangani serta pemecahan permasalahan yang kerap ditemukan dalam dunia kesehatan. Penelitian kesehatan memiliki dua tujuan penting yaitu yang pertama menanggulangi atau menangani masalah kesehatan atau sakit dan penyakit. Kedua untuk menjaga, mempertahankan atau meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Buku ini membahas tentang: Bab 1 Pengantar Penelitian Kesehatan Bab 2 Masalah Penelitian Kesehatan Bab 3 Tinjauan Pustaka, Kerangka Berpikir, Kerangka Konsep, dan Hipotesis Penelitian Bab 4 Penelitian Deskriptif dan Cross-sectional Bab 5 Penelitian Case Control dan Kohort Bab 6 Penelitian Eksperimen Bab 7 Pendekatan Penelitian Kualitatif Bab 8 Populasi dan Sampel Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif Bab 9 Kode Etik Dalam Penelitian Kesehatan Bab 10 Variabel dan Hubungan antar Variabel Bab 11 Instrumen Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif Bab 12 Teknik Pengumpulan Data Kualitatif dan Kuantitatif Bab 13 Analisis Data Kuantitatif dan Kualitatif Bab 14 Validitas dan Reliabilitas Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif Bab 15 Penyusunan Proposal Kuantitatif dan Kualitatif Buku metodologi penelitian kesehatan ini disusun bertujuan untuk membantu tenaga kesehatan dalam merencanakan dan melakukan suatu penelitian.
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
Buku ini sangat pas untuk di gunakan para peneliti dan mahasiswa untuk melakukan penelitian baik untuk penelitian kwalitatif maupun kwantitatif dengan pendekatan statistik
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
" Korupsi adalah penyalahgunaan kekuasaan dan kepercayaan untuk kepentingan publik atau perilaku tidak mematuhi prinsip mempertahankan jarak (keeping distance) " - Jeremy Pope - . Banyak pihak berasumsi bahwa korupsi telah menjadi bagian dari budaya sejak lama. Karena ada kesan perilaku korupsi melakukan tindakan tercelanya karena tuntutan dari masyarakat sekitarnya. Penulis buku ini berpendapat upaya memberantas korupsi dapat dilakukan dengan pendekatan budaya, dengan menanamkan budaya anti korupsi di lingkungan organisasi. Tesis ini didasari pengalaman penulis melakukan upaya tersebut, disertai dengan seperangkat instrumen assesmen dan evaluasi yang telah diuji coba di organisasi pemerintah daerah. Dengan instrumen tersebut, pembaca akan mudah mengaplikasikannya di organisasi masing-masing.
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
Ajaran agama Islam tidak cukup hanya menjadi pemahaman. Lebih dari itu, agama harus menjadi modal pengamalan dalam kehidupan sosial. Sejatinya, agama hadir untuk menjawab segala persoalan hidup yang dihadapi umat manusia dari zaman dulu, sekarang, dan yang akan datang. Tanpa agama, manusia tidak akan merasakan makna indahnya kehidupan dunia karena dunia dan segala isinya bukan ukuran kemuliaan dan derajat manusia. Hanya dengan iman dan ketakwaan yang menjadi ruh beragama maka manusia akan mendapatkan derajat dan kemuliaan di sisi Allah dan seluruh makhluk-Nya. Dengan seni hidup menjadi indah, dengan ilmu hidup menjadi mudah, dan dengan agama hidup menjadi terarah. Dibutuhkan sumber-sumber yang akurat dalam memahami agama Islam secara menyeluruh dan mendalam. Berbagai sumber yang dapat dijadikan rujukan ialah Al-Quran, Al-Hadits, Ijma, serta Qias dari para ulama. Al-Quran menjadi pedoman utama yang berisi tentang berbagai hal, mulai dari masalah ibadah, amaliyah (perbuatan) manusia, hari akhir, kisah-kisah umat terdahulu, muamalah/sosial, sejarah, serta ilmu pengetahuan. Seluruh persoalaan yang dihadapi oleh manusia telah ada jawabannya pada ayat-ayat yang Allah turunkan. Buku ini berisi literasi beragama Islam yang dipadukan dengan ayat-ayat Al-Quran untuk menambah wawasan yang komprehensif serta akurat. Kita akan lebih mudah memahami nilai ajaran agama Islam yang terkandung dalam Al-Quran secara utuh serta mampu mewujudkan agama Islam sebagai agama Rahmatan Lil ‘Alamiin.
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
Maksud dari penerbitan buku ini adalah untuk membantu mahasiswa farmasi serta mahasiswa lain yang salah satu mata kulihanya adalah Biokimia. Di samping itu, buku ini juga dapat digunakan untuk mengkapi kepustkaan di bidang Ilmu farmasi yang terkait dengan biokimia. Buku ini disusun dengan pendekatan praktek yang dilengkapi dengan dasar analisisnya serta reaksi kimia yang terlibat. Pembaca diharapkan dapat memahami berbagai teori dan prinsip analisis karbohidrat, protein, lemak, enzim dan koenzim, vitamin dan mineral. Dalam penyusunan buku ini, tidak lupa penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Prodi S1 Farmasi STIKes Bakti Tunas Husada, atas dukungannya selama menyipakan buku Biokimia Farmasi ini.
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
Buku ini terdiri dari empat belas bab. Bab pertama membahas tentang rumah sakit, bab dua tentang pelayanan di rumah sakit, bab tiga tentang kewajiban dan hak rumah sakit dan pasien, bab empat tentang organisasi rumah sakit, dan bab lima tentang klasifikasi rumah sakit. Selanjutnya bab enam membahas tentang pelayanan farmasi rumah sakit, bab tujuh tentang perbekalan sediaan farmasi di rumah sakit, bab delapan tentang anggaran rumah sakit, bab Sembilan tentang instalasi farmasi rumah sakit, dan bab sepuluh tentang efisiensi biaya. Kemudian untuk bab sebelas membahas tentang formularium rumah sakit, bab dua belas tentang central steril supply department/CSSD, bab tiga belas tentang pengelolaan limbah rumah sakit, serta bab empat belas tentang penggunaan obat rasional. Setiap orang yang sakit menginginkan pelayanan prima, sehingga dapat mengobati, merawat dan menyembuhkan penyakitnya. Pelayanan kesehatan bertujuan untuk mengatasi penyakit pasien sehingga dibutuhkan sarana dan prasana yang cukup dan memadai, kadangkala sarana dan prasana di pusat pelayanan kesehatan tingkat pertama kurang memadai, sehingga tidak sedikit pasien yang di rujuk ke rumah sakit yang sarana dan prasananya memadai. Rumah sakit merupakan pusat pelayanan kesehatan yang melayani rujukan dari berbagai pelayanan kesehatan tingkat pertama baik puskesmas maupun klinik. Kualitas pelayanan kefarmasian di rumah sakit mempengaruhi tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan yang diberikan oleh tenaga kefarmasian dalam pelayanan obat kepada pasien. Kualitas pelayanan merupakan faktor yang sangat penting yang akan mempegaruhi dalam akreditasi suatu instansi kesehatan seperti rumah sakit. Pelayanan kesehatan yang bermutu merupakan pelayanan kesehatan yang mampu memberikan kepuasan kepada pasien atau setiap pemakai jasa pelayanan kesehatan tersebut. Sarana kesehatan yang memberikan pelayanan kesehatan salah satunya yaitu rumah sakit, rumah sakit sebagai penyedia jasa pelayanan agar meningkatkan kualitas pelayanan yang lebih baik, tidak hanya pelayanan yang bersifat penyembuhan penyakit saja, melainkan mencakup pelayanan yang bersifat pencegahan untuk meningkatkan kualitas hidup serta memberikan kepuasan bagi pasien selaku pengguna jasa kesehatan
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
Secara filosofis, tujuan dari farmasi klinis adalah agar efek terapi bisa tercapai secara maksimal, meminimalkan resiko yang tidak diinginkan, meminimalkan biaya pengobatan, serta menghormati pilihan pasien terhadap pemilihan terapi yang akan mereka lakukan. Saat ini disiplin ilmu farmasi klinis semakin dibutuhkan dengan adanya paradigma baru tentang layanan kefarmasian yang berorientasi pada pasien. Tenaga farmasi yang bekerja di rumah sakit dan komunitas seperti apotek, puskesmas, klinik, balai pengobatan. Tempat dimanapun terjadi peresepan ataupun penggunaan obat harus memiliki kompetensi yang dapat mendukung pelayanan farmasi klinis yang berkualitas.
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
Buku Manajemen Farmasi ini merupakan buku ketiga yang diterbitkan oleh Penulis lewat Airlangga University Press. Sebelumnya Penulis telah menerbitkan Buku Dasar-dasar Akuntansi untuk Apotek dan Manajemen Apoteker untuk Pengelola Apotek, Farmasi Rumah Sakit, Pedagang Besar Farmasi dan Industri Farmasi. Dengan diterbitkannya buku Manajemen Farmasi ini diharapkan dapat dipakai sebagai alat bantu pengambilan keputusan bagi para pengambil keputusan (decision maker) yaitu para pemilik, manajer ataupun Apoteker yang menjadi pengelola organisasi usaha bidang kefarmasian. Sebagai panduan, buku ini dapat juga dan layak dipakai oleh pengajar dan mahasiswa dalam mata kuliah Manajemen Farmasi untuk program S-1 atau tingkat profesi apoteker dari Perguruan Tinggi Negeri maupun Swasta yang menyelenggarakan program pendidikan tinggi farmasi di negeri ini. Pada edisi keempat terdapat beberapa tambahan dan perubahan. Terbitnya buku ini, dimaksud sebagai bahan referensi terutama bagi mahasiswa tingkat S1 dan profesi/apoteker yang akan dan sedang melakukan kuliah di tingkat S1 dan menjalankan praktek kerja profesi (pkp) di apotek maupun pihak lain yang membacanya. Kami juga berusaha memperbaiki salah cetak dari judul buku dan dari bab-bab terbitan edisi sebelumnya. Semoga buku ini dapat lebih bermanfaat bagi para pembaca atau para profesional yang berhubungan dengan bidang kesehatan/kefarmasian dan yang memakai buku manajemen farmasi ini sebagai tambahan pustaka. Kami tetap menanti saran dan kritik demi perbaikan hasil publikasi buku ini.
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
Peningkatan kinerja tenaga kesehatan merupakan salah satu upaya peningkatan layanan kesehatan. Dalam layanan keperawatan juga di harapkan seorang perawat dalam melakukan praktik keperawatan harus sesuai dengan standar profesi yang sudah ditetapkan profesi keperawatan. Perawat merupakan profesi yang cukup mengambil andil besar dalam kegiatan operasional rumah sakit. Kualitas perawat yang meningkat diharapkan dapat bekerja secara produktif dan profesional sehingga dapat mencapai kinerja sesuai standar yang ditetapkan rumah sakit. Hal yang menjadi penunjang keberhasilan perawat salah satunya adalah kemampuan kerja. Untuk mencapai kinerja yang memuaskan maka diperlukan kemampuan profesional dan pencapaiannya harus melalui beberapa tahap. Kemampuan kerja yang memadai dapat meningkatkan kinerja perawat sehingga mendukung pelaksanaan tugas secara efektif dan efisisen. Untuk menyiapkan sumber daya manusia khususnya perawat yang berkualitas sesuai dengan tuntutan dunia keperawatan maka buku ini bertujuan dalam membahas standar kompetensi kerja perawat agar terwujud hubungan timbal balik yang positif dalam pelaksanaan praktik keperawatan. Buku ini membahas: Keperawatan sebagai profesi, Standart praktik keperawatan di Indonesia maupun di luar negeri, Interprofessional Collaboration Dan Education.
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
Caring adalah dasar dari keperawatan, dengan fokus utama adalah hubungan antara perawat dan pasien. Caring merupakan sifat dasar manusia untuk membantu, memperhatikan, mengurus, dan menyediakan bantuan, serta memberi dukungan kepada orang lain (klien). Caring harus ditanamkan kepada seorang perawat karena caring sangat dibutuhkan dalam melakukan asuhan keperawatan. Dengan begitu klien akan merasa dirinya diperhatikan, diberikan kenyaman,juga keamanan. Sehingga dapat membantu mempercepat kesembuhannya. Ada banyak teori yang dikemukakan mengenai Caring itu sendiri. Salah Satunya adalah teori Caring menurut Jean Watson. Menurut Jean Watson sikap caring merupakan suatu hubungan transaksi antara penerima dan pemberi asuhan. Jean Watson dikenal dengan teorinya yaitu “Theory of caring”. Beliau juga memaparkan sepuluh faktor caratif yang sampai saat ini diterapkan disetiap proses asuhan keperawatan. Teori Watson ini mengedepankan perilaku perawat yang holistic dan altuistik, yaitu mengedepankan perilaku perawat dalam meningkatkan kesembuhan pasien. Sementara Caring menurut swanson adalah pemberian asuhan keperawatan yang memiliki nilai berharga dimata klien dan memiliki komitmen dan tanggung jawab. Teori caring oleh Swanson ini juga menjelaskan bahwa seorang perawat harus bisa mengerti atas kejadian lampau yang berarti dalam kehidupan seseorang, hadir secara emosional, meberikan pelayanan kepada orang lain seperti diri sendiri, menjadi jembatan untuk membantu orang lain dalam menjalani transisi kehidupan, serta mendekatkan diri untuk menaruh kepercayaan seseorang. Buku ini bertujuan untuk menjelaskan “Aplikasi Caring Perawat Sebagai Penunjang Kesembuhan Klien”.
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
Caring merupakan nilai yang yang sangat melekat dalam keprofesional diri seorang perawat kegawatdaruratan, dimana dinamika keperawatan gawat darurat berkembang sangat pesat seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di dunia kesehatan dan keperawatan pada khususnya. Secara keseluruhan buku ini membahas: Bab 1 Caring Behavior Perawat di Area Kegawatdaruratan Bab 2 Caring Perawat Terhadap Klien Dengan Kondisi Kritis di Area Kegawatdaruratan Bab 3 Caring Code di Instalasi Gawat Darurat Bab 4 Caring Perawat di Area Triage Bab 5 Caring Perawat Pada Klien Lansia di Area Kegawatdaruratan Bab 6 Caring Perawat Pada Klien Anak di Area Kegawatdaruratan Bab 7 Caring Perawat Pada Klien Dengan Gangguan Mental Di Area Kegawatdaruratan Bab 8 Caring Scale di Kegawatdaruratan Bab 9 Kepuasan Pasien di Instalasi Gawat Darurat Bab 10 Komunikasi Terapeutik Perawat Gawat Darurat Bab 11 Patient Safety di Ruang Gawat Darurat Bab 12 Prinsip Patient Centered Care (PCC) Dalam Kasus Kegawatdaruratan Bab 13 Response Time Perawat Gawat Darurat Bab 14 Beban Kerja dan Stres Kerja Perawat di Area Kegawatdaruratan
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
Profession of midwives in Indonesia; volume commemorating the 45th anniversary of the Indonesian Midwives Association.
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
Buku ini membahas tentang perinsip dasar pemberian obat bagi mahasiswa Program Studi D3 Kebidanan. Buku ini terdiri dari 4 bab yaitu bab pertama membahas tentang konsep dasar pemberian obat dengan sub bahasan bentuk-bentuk sediaan obat oral, obat parenteral, obat topical dan perinsip pemberian obat. Pada bab 2 dibahas tentang cara penghitungan dosis obat baik dosis obat oral padat, oral cair, obat parenteral cair maupun obat parenteral bubuk. Dibahas pula bagaimana cara menghitung tetesan infus mikrodrip, tetesan infus makrodrip, menghitung dosis obat dengan infus drip dan menghitung dosis obat dengan syringe pump. Bab 3 membahas persiapan obat injeksi meliputi obat injeksi cair dari vial, obat injeksi bubuk dari vial dan obat injeksi dari ampul. Bab 4 membahas cara-cara pemberian obat yang terdiri dari memberikan obat melalui injeksi IM, injeksi SC, injeksi IC dan injeksi IV. Mahasiswa juga belajar bagaimana cara memberikan obat melalui mata, hidung, telinga, vagina dan rectum. Setiap bab berisi tujuan pembelajaran yang merupakan kompetensi yang harus dimiliki oleh setiap mahasiswa setalah menyelesaikan pembahasan dalam bab tersebut, uraian materi, rangkuman dan latihan
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
2022 EKG-6 Plus untuk NERS/PERAWAT Alat ini memang memiliki kemampuan elektrokardioraf 6-Lead yang diperoleh dari 4-sadapan yaitu 2-tangan dan 2-kaki tanpa 6-sadapan dada. Grafik elektrokardiogram 6-lead tersebut adalah I, II, III, avR, avL, dan avF. Pada EKG-12 lead memiliki 6-sadapan dada dan 4-sadapan tangan-kaki menghasilkan grafik elektrokardiogram 12-lead. Grafik elektrokardiogram 12-lead tersebut adalah I, II, III, avR, avL, avF ditambah V1, V2, V3, V4, V5, dan V6. Sinopsis EKG-6 Plus (+) diartikan memiliki kemampuan 3-kemampuan lainnya ialah DM, HRV, mTWA. Kemampuan DM/Dispersi Mikrovoltase/Dispersion Mapping adalah kemampuan menyimpulkan getaran mikro jantung yang dikumpulkan dari EKG 6-lead menjadikan dalam satu ‘potret jantung.’ “Zona merah pada potret jantung/Dispersion Mapping harus diwaspadai kardiolog,” demikian pendapat pribadi Dr.dr. Ismoyo Sunu, SpJP, Presiden PERKI 2016-2019. Mengapa demikian? karena alat ini amat sensitif, tetapi kurang spesifik, artinya pasien akan dikirim ke kardiolog untuk mendapatkan diagnosa yang tepat ketika mendapatkan zona merah pada potret jantungnya. Begitu juga ketika menemukan pijakan zona merah pada HRV/Heart Rate Variabiliti/ Variasi Detak Jantungnya serta zona merah pada jendela aritmia mTWA/Mikroalternasi Gelombang-T nya. Dapat dikatakan bahwa hasil pemeriksaan EKG-6 Plus adalah pradiagnosis/pranosologis. Buku ini semacam buku ajar elektrokardiologi dan bukan elektrokardiogram karena menempatkan EKG-6 Plus sebagai alat untuk kepentingan preventif. Preventif meliputi preventif primer dan sekunder, bahkan primordial dan tertier sekiranya istilah itu memungkinkan dalam arti target populasinya teridentifikasi lebih dulu. Wawasan akademik tentu saja sudah disampaikan untuk mendukung pendapat preventif. Masih tersedia wacana skrining dan ketajaman monitoring. Seri buku ini disiapkan untuk teknisi kardiovaskular (2021; 113 hal.), untuk ners/perawat (2022; 123 hal.), dan untuk dokter (2023; 143 hal.). Ibarat sekuel sebuah film, buku ‘ajar’ untuk dokter tersebut dipublikasikan sebagai buku cetak justru pertama kali sebagai prequel (perkenalan) karena sudah terasa kebutuhannya di lapangan. Selamat membaca, semoga Tuhan Yang Maha Kuasa melalui Utusan-Nya yang abadi menganugerahkan tuntunan, pencerahan dan kekuatan-Nya kepada kita semua, amin.