Lewati ke konten utama
Beranda / Koleksi

COLLECTION

Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Koleksi otomatis dari Skripsi/Tugas Akhir

261 item publik

Publikasi

Halaman 7 dari 14

Evaluasi Penyimpanan Obat di Apotek Waluyo Purwokerto Kabupaten Banyumas

Siti Latifah
2025 · Thesis · Open Access

Penyimpanan merupakan salah satu faktor utama dalam pemeliharaan mutu obat dengan penyimpanan yang tepat dan sesuai standar, jika hal tersebut tidak dilakukan dapat menyebabkan mutu obat tidak terjamin selama penyimpanan obat di apotek. Penelitian ini bertujuan untuk bagaimana kesesuaian sistem perbekalan pada penyimpanan obat di Apotek Waluyo Purwokerto dengan Permenkes RI Nomor 73 Tahun 2016 tentang Standra Pelayanan Kefarmasian di Apotek. Metode penelitian menggunakan observasional yang bersifat deskriptif dan evaluasi menggunakan lembar tabel cheklist. Penyimpanan obat di Apotek Waluyo Purwokerto disimpan berdasarkan bentuk sediaan, kelas terapi, stabilitas dan secara alfabetis dengan sistem pengeluaran menggunakan sistem FEFO. Berdasarkan hasil penelitian ini, terdapat kesesuaian dalam sistem penyimpanan obat di Apotek Waluyo Purwokerto dengan Standar Pelayanan Kerfarmasian di Apotek sesuai dengan Permenkes Nomor 73 Tahun 2016. Sistem penyimpanan Obat di Apotek Waluyo sudah sesuai dengan SOP di Apotek dan Srandar Pelayanan Kefarmasian di Apotek.

Aktivitas antibakteri ekstrak etanol 70% dan 96% daun buncis (phselous vulgaris L.) terhadap staphylococcus aureus

FERAMIATI
2025 · Thesis · Open Access

Infeksi dapat disebabkan oleh berbagai mikroorganisme seperti virus, bakteri, dan parasit. Persentase infeksi nosokomial di Indonesia yang disebabkan oleh Staphylococcus aureus sebesar 21,7%. Penemuan senyawa antibiotik baru dari bahan alam seperti daun buncis (Phaseolus vulgaris L.) menjadi salah satu alternatif pengobatan yang dapat digunakan sebagai terapi tambahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ekstrak etanol 70% dan 96% daun buncis (Phaseolus vulgaris L.) memiliki aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus dan memiliki perbedaan yang signifikan. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Farmakognosi dan Mikrobiologi Stikes Ibnu Sina Ajibarang. Jenis penelitian ini adalah deskriptif eksperimental, menggunakan metode sumuran untuk uji aktivitas antibakteri dengan perbedaan pelarut (F0=kontrol negatif (DMSO 10%); F1=ekstrak etanol 70%; F2=ekstrak etanol 96%, dan F3=kontrol positif). Analis data menggunakan uji One Way ANOVA, uji non parametrik Kruskal wallis dan Maan Whitney. Hasil pengujian aktivitas antibakteri ekstrak etanol 70% dan 96% daun buncis menunjukkan zona hambat secara berturut-turut adalah 6.59 mm dan 7.07 mm dengan kategori sedang terhadap Staphylococcus aureus. Hasil analisis menunjukkan ekstrak etanol 70% dan 96% tidak memiliki perbedaan yang signifikan terhadap aktivitas antibakteri dengan nilai signifikan 0.827 (p>0.05). Ekstrak etanol 70% dan 96% daun buncis memiliki aktivitas antibakteri namun tidak memiliki perbedaan yang signifikan.

Uji Cemaran Mikroba Pada Jamu Tradisional di Kecamatan Karanglewas Menggunakan Metode ALT

HANIFAH MUALIYAH
2025 · Thesis · Open Access

Jamu tradisional merupakan salah satu jenis obat tradisional turun temurun yang terbuat dari bahan-bahan alam seperti rempah-rempah, daun, bunga, dan akar tanaman. Jamu banyak diminati masyarakat sebagai pilihan pengobatan alternatif. Namun karena cara pembuatan jamu tidak melalui proses sterilisasi modern, jamu bisa terkontaminasi oleh mikroba. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tingkat cemaran mikroba pada jamu tradisional yang dijual di Pasar Karanglewas menggunakan metode Angka Lempeng Total (ALT). Sampel yang diambil adalah lima jamu kunyit asam, masing-masing diambil dari lima penjual berbeda dengan Teknik pengambilan total sampling. Pengambilan sampel dilakukan pada pukul 05. 00 WIB. Hasil uji ALT menunjukkan bahwa semua sampel memenuhi standar kotoran mikroba sesuai ketentuan BPOM RI Nomor 32 Tahun 2019, yaitu tidak melebihi batas maksimal cemaran mikroba sebesar 5 × 10⁷ koloni/gram. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa jamu kunyit asam yang dijual di Pasar Karanglewas dalam kondisi layak konsumsi dari aspek mutu mikrobiologis.

EVALUASI RASIONALITAS PENGOBATAN POLI GIGI DI PUSKESMAS PURWOKERTO UTARA 2 TAHUN 2024

NADA FADILAH ZAHRA P
2025 · Thesis · Open Access

Pengobatan pada pasien poli gigi di Puskesmas Purwokerto Utara 2 Tahun 2024 sangat penting untuk memastikan penggunaan obat analgesik dan antibiotik yang sesuai dengan prinsip 5T, yaitu tepat diagnosa, tepat pasien, tepat obat, tepat dosis, dan tepat lama pemberian sesuai dengan pedoman Kemenkes RI Tahun 2019. Infeksi dan nyeri pada gigi merupakan kondisi yang sering terjadi dan memerlukan pengobatan yang rasional untuk meningkatkan efektivitas terapi, mencegah resistensi antibiotik, dan meminimalkan efek samping yang merugikan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi profil penggunaan obat analgesik dan antibiotik serta kesesuaiannya dengan ketentuan 5T pada pasien poli gigi di Puskesmas Purwokerto Utara 2 tahun 2024. Penelitian ini merupakan studi observasional deskriptif dengan pendekatan retrospektif yang melibatkan 94 pasien. Data diperoleh dari rekam medis pasien dan dianalisis berdasarkan parameter tepat diagnosa, tepat pasien, tepat obat, tepat dosis, dan tepat lama pemberian. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan antibiotik dan analgesik sudah tepat pada aspek diagnosa, pasien, obat, dan dosis dengan persentase 100%. Namun, lama pemberian antibiotik kurang tepat pada 80,85% pasien karena durasi terapi lebih singkat dari anjuran literatur, sedangkan lama pemberian analgesik sesuai dengan pedoman 100%. Penelitian ini menegaskan pentingnya pengawasan durasi terapi antibiotik untuk mencegah risiko resistensi dan kegagalan terapi. Kesimpulannya, penggunaan obat analgesik dan antibiotik pada pasien poli gigi di Puskesmas Purwokerto Utara 2 Tahun 2024 sudah berjalan dengan rasional pada aspek diagnosis, pasien, obat, dan dosis, tetapi perlu peningkatan dalam pemantauan lama pemberian antibiotik agar sesuai dengan standar yang berlaku demi mengoptimalkan hasil terapi dan mencegah efek samping serta resistensi antibiotik. Kata kunci: Rasionalitas, antibiotik, analgesik, poli gigi, Puskesmas

EVALUASI RASIONALITAS PENGGUNAAN OBAT ANTIHIPERTENSI PADA PASIEN HIPERTENSI DENGAN KOMPLIKASI GAGAL GINJAL KRONIK DI RAWAT INAP RSI BANJARNEGARA TAHUN 2024

SAVITRI ANGGUN LESTARI
2025 · Thesis · Open Access

Hipertensi menurut Joint National Committee on Detection, Evaluation and Treatment of High Blood Pressure, JNC VIII, adalah suatu kondisi dimana tekanan darah lebih dari atau sama dengan 140/90 mmHg. Hipertensi juga memiliki kaitan erat dengan kesehatan ginjal. Hipertensi merupakan faktor pemicu utama terjadi gagal ginjal. Sebaliknya, saat fungsi ginjal mengalami gangguan maka tekanan darah pun akan meningkat dan dapat menimbulkan hipertensi. Hubungan yang kuat antara penyakit ginjal dengan tekanan darah tinggi atau hipertensi, masing-masing dapat menyebabkan atau memperburuk kondisi satu dengan yang lainya, sehingga tujuan dari penggunaan antihipertensi adalah untuk mengontrol tekanan darah sehingga perkembangan penyakit gagal ginjal bisa diperlambat dan mencegah timbulnya penyakit komplikasi baru. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penggunaan antihipertensi dan kesesuaian penggunaan antihipertensi dengan Panduan Praktik Klinis RSI Banjarnegara Tahun 2024. Penelitian ini merupakan penelitian observasional deskriptif dengan pengambilan data masa lampau tahun 2024.Sampel dalam penelitian ini sebanyak 30 pasien yang sesuai dengan kriteria inklusi. Data penggunaan antihipertensi dan data kunjungan rawat inap diperoleh dari Instalasi Rekam Medik. Semua data tersebut kemudian dianalisis dengan membandingkan penggunaan antihipertensi pada pasien rawat inap dengan Panduan Praktik Klinis FORMULARIUM RSI Banjarnegara dan guidline PERNEFRI, KDIGO, sebagai referensi. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan antihipetensi pada pasien hipertensi dengan komplikasi gagal ginjal kronik berdasarkan metode 5 T adalah tepat diagnosis 100%, tepat pasien 100%,tepat obat 100%, tepat dosis 100%, tepat interval waktu pemberian 100%.

ANALISIS PENGGUNAAN OBAT OFF-LABEL PADA PASIEN OBSTETRI GINEKOLOGI DI RSU DUTA MULYA MAJENANG TAHUN 2024

ELIS WAHYUNINGSIH
2025 · Thesis · Open Access

Obat off-label merupakan obat yang digunakan di luar indikasi, dosis, populasi pasien, atau rute pemberian yang disetujui oleh badan pengawas obat seperti Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) atau Food and Drug Administration (FDA). Penggunaan obat off-label dalam praktik klinis obstetri dan ginekologi sering terjadi karena keterbatasan alternatif terapi yang telah mendapatkan izin resmi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pasien serta penggunaan obat off-label pada pasien obstetri dan ginekologi di Rumah Sakit Umum Duta Mulya Majenang tahun 2024. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif dengan pendekatan retrospektif melalui data rekam medis pasien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis penggunaan obat off-label indikasi didominasi oleh penggunaan misoprostol tablet (66%), deksametason injeksi (17%), terbutalin sulfat (10%), serta nifedipine (7%). Serta penggunaan obat off-label rute pemberian yaitu misoprostol (1%). Penggunaan nifedipin sebagai tokolitik secara off-label tidak menunjukan adanya kejadian efek samping yang tercatat seperti mual, muntah, ataupun sakit kepala serta pengggunaan deksametason injeksi sebagai pematang paru janin pada ibu hamil tidak menunjukan adanya kejadian efek samping yang dilaporkan seperti peningkatan tekanan darah. Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penggunaan off-label drug pada pasien obstetri ginekologi di RSU Duta Mulya Majenang tetap mempertimbangkan manfaat klinis dari masingmasing obat saat digunakan.

EVALUASI RASIONALITAS PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PASIEN INFEKSI SALURAN PERNAFASAN AKUT (ISPA) DI PUSKESMAS PURWOKERTO UTARA II TAHUN 2024

LULU MUKAROMAH
2025 · Thesis · Open Access

Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) adalah infeksi akut yang menyerang organ saluran pernafasan bagian atas dan saluran pernafasan bagian bawah. Berdasarkan Data Dinas Kesehatan Jawa Tengah, kasus ISPA mengalami peningkatan yang konsisten yaitu dari 53,3% menjadi 67,7%. Di Indonesia, sebanyak 60% penderita penderita infeksi saluran pernafasan akut (ISPA) mengkonsumsi antibiotik dengan tidak tepat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui profil penggunaan antibiotik dan Mengetahui rasionalitas penggunaan antibiotik yang digunakan pasien ISPA ditinjau dari aspek tepat diagnosis, tepat pasien, tepat obat, tepat dosis, dan tepat lama pemberian sesuai dengan Kemenkes Tahun 2019. Jenis penelitian yang dilakukan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian observasional deskriptif. Pengambilan data dilakukan secara retrospektif dengan mengumpulkan data berupa rekam medis pasien ISPA yang di berikan terapi antibiotik. Berdasarkan hasil penelitian sebanyak 97 pasien ISPA di Puskesmas Purwokerto Utara II tahun 2024 yaitu paling banyak antibiotik yang digunakan pada golongan penicillin dengan jenis amoxicillin sebanyak 53 pasien (54,64%). Rasionalitas penggunaan antibiotik menurut Kemenkes 2019 mendapatkan hasil tepat pasien 100%, tepat diagnosa 100%, tepat obat 69,07%, tepat dosis 83, 51%, dan tepat lama pemberian sebesar 7, 22%. Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu masih terdapat ketidakrasionalan dalam penggunaan antibiotik dalam tepat obat sebesar 30,93%, tidak tepat dosis sebesar 7,22% dan tidak tepat lama pemberian sebesar 92,78%.

HUBUNGAN TINGKAT KESEGARAN IKAN DAN KADAR PROTEIN PADA IKAN BANDENG (CHANOS CHANOS) DI PASAR KOBONG KOTA SEMARANG

WAHYU SATRIA
2025 · Thesis · Open Access

Ikan bandeng (Chanos chanos) merupakan salah satu komoditas perikanan penting yang digemari masyarakat karena rasanya enak, harga stabil, dan kandungan protein yang tinggi (20–24%). Namun, tingginya protein juga menjadikan ikan mudah rusak akibat pertumbuhan mikroba sehingga kesegarannya cepat menurun. Kesegaran ikan dapat dinilai secara kimiawi menggunakan parameter Total Volatile Base-Nitrogen (TVB-N), yang berkaitan erat dengan degradasi protein. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara kadar TVB-N dengan kadar protein pada ikan bandeng yang dijual di Pasar Kobong Semarang. Penelitian menggunakan desain deskriptif dengan analisis univariat dan bivariat (regresi linear). Sampel ikan diperoleh melalui teknik purposive sampling berdasarkan kriteria tertentu yaitu panjang ± 30 cm dengan berat ± 200gram supaya didapatkan daging yang lebih banyak. Hasil penelitian menunjukkan nilai signifikansi 0,02, yang menandakan adanya hubungan yang signifikan antara kadar TVB-N dengan kadar protein. Semakin segar ikan (TVB-N rendah), maka semakin tinggi kadar protein yang terkandung. Dengan demikian, tingkat kesegaran ikan bandeng berpengaruh terhadap kualitas kandungan proteinnya, sehingga penting bagi konsumen untuk memilih ikan dalam kondisi segar guna memperoleh nilai gizi optimal.

HUBUNGAN TINGKAT KEPATUHAN PENGGUNAAN OBAT ANTIHIPERTENSI DENGAN KUALITAS HIDUP PASIEN PROLANIS DI PUSKESMAS JATILAWANG TAHUN 2025

BELA SAFITRI MEILIA
2025 · Thesis · Open Access

Hipertensi merupakan faktor risiko utama kejadian kardiovaskular dan kematian pada lansia. Komplikasi yang diakibatkan oleh hipertensi dapat merujuk pada penyakit serius seperti penyakit jantung, stroke, atau kerusakan organ lainnya jika tidak dikendalikan dengan baik. Kepatuhan memegang peranan penting dalam pengobatan serta dalam mempengaruhi keberhasilan suatu terapi dan kualitas hidup pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kepatuhan minum obat terhadap kualitas hidup pasien hipertensi baik dengan komorbiditas atau tidak yang diukur dengan metode penelitian (cross sectional) yang melibatkan pasien hipertensi sesuai kriteria inklusi di Puskesmas Jatilawang. Kuisioner yang digunakan adalah MMAS-8 (kepatuhan) dan EQ-5D-5L (kualitas hidup). Analisis data pada penelitian ini menggunakan spearman correlation. Jumlah responden tertinggi dengan tingkat kepatuhan sedang sebanyak 59 pasien (60,2%) dan kualitas hidup rata-rata 0,83±0,14 dengan nilai rata-rata 79,6±14,9. Dari hasil Analisa statistik didapatkan adanya hubungan yang signifikan antara kepatuhan minum obat dan kualitas hidup pasien hipertensi dengan nilai p-value0,05 EQ-5D5L (0,002) dan EQ-VAS (0,00) dengan koefisien relasi (0,310) dan (0,403) menggambarkan kekuatan hubungan yang cukup

PERBANDINGAN CEMARAN BAKTERI PADA VARIASI METODE PENGAWETAN PRODUK PERIKANAN DI BPMHP SEMARANG

ILAL NURJANAH
2025 · Thesis · Open Access

Produk perikanan merupakan sumber pangan bergizi tinggi, namun mudah rusak akibat kontaminasi mikroorganisme. Cemaran bakteri seperti Escherichia coli dan Salmonella sp. dapat menurunkan mutu serta menimbulkan risiko kesehatan, sehingga diperlukan pengujian mikrobiologi untuk menjamin keamanan pangan. Penelitian ini bertujuan membandingkan tingkat cemaran E. coli dan Salmonella sp. pada produk perikanan dengan metode pengawetan berbeda (beku,segar, kering, dan kaleng) di BPMHP Semarang, serta mengetahui perbedaan tingkat cemaran yang dihasilkan. Penelitian dilakukan secara eksperimen dengan uji Angka Lempeng Total (ALT) serta deteksi E. coli dan Salmonella sp. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan cemaran mikrobiologi pada tiap metode pengawetan. Rajungan kaleng menunjukkan mutu terbaik dengan ALT 10 kol/g serta negatif E. coli dan Salmonella sp. Udang kering juga masih memenuhi standar karena ALT rendah (100 kol/g) dan negatif E. coli. Udang segar memiliki ALT tertinggi (17.000 kol/g), sedangkan gurita beku mengandung E. coli 9, 2 APM/g meski ALT masih di bawah batas SNI. Kesimpulannya, metode pengawetan berpengaruh terhadap mutu mikrobiologi produk perikanan. Pengawetan kaleng dan kering lebih efektif menjaga keamanan pangan dibandingkan metode segar dan beku.

GAMBARAN WAKTU TUNGGU PELAYANAN RESEP RAWAT JALAN DI KLINIK PRATAMA BINA HUSADA 1 CILACAP TAHUN 2025

Diny Rizky Ashary
2025 · Thesis · Open Access

Waktu pelayanan adalah salah satu faktor penilaian efektifitas organisasi yang meliputi ketepatan waktu dan kecepatan waktu. Suatu pelayanan farmasi dianggap baik jika waktu yang dibutuhkan dari penyerahan resep oleh pasien hingga pasien menerima obat dan informasi tentang obat tersebut diukur dengan waktu dan kegiatan kefarmasian dilakukan sesuai prosedur tetap yang telah ditetapkan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran Waktu Tunggu Pelayanan Resep Di Klinik Pratama Bina Husada berdasarkan Bukti Nyata Ketanggapan (Responsivesess), Jaminan (Assurance), Empati (Emphaty) dan Kehandalan (Realibility). Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. jumlah presentase resep non racikan sebesar 30% dari 15 resep dan presentase resep non racikan yang tidak sesuai sebesar 70% dari 35 resep. Sedangkan untuk semua resep racikan yang sesuai 28% dari 56 resep dan yang tidak sesuai 44% dari 22%. Metode pengambilan sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah purpossive sampling. Hasil penelitian ini menunjukan populasi penelitian sampel resep yang diambil pada bulan Januari-Juni Tahun 2025 sebanyak 19.059 dengan sampel yang dibutuhkan adalah 100 dari jumlah resep antara resep racikan dan non racikan.

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN SANTRI TERHADAP SWAMEDIKASI SCABIES (Sarcoptes scabiei) DI PONDOK PESANTREN SUNAN KALIJAGA KECAMATAN GANDRUNGMANGU KABUPATEN CILACAP PADA TAHUN 2025

ZAHRUL FIRDOS
2025 · Thesis · Open Access

Scabies merupakan penyakit kulit menular yang disebabkan oleh penularan tungau Sarcoptes scabiei dan sering terjadi dilingkungan pondok pesantren karena memang tinggal secara bersamaan dalam satu tempat dan memiliki karakteristik yang berbeda-beda sehingga resiko penularan mudah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pendidikan santri di Pondok Pesantren Sunan Kalijaga Kecamatan Gandrungmangu Kabupaten Cilacap mempengaruhi tingkat pengetahuan tentang swamedikasi dalam penanganan penyakit scabies dan mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan santri terhadap perilaku swamedikasi dalam penanganan scabies. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif dengan pendekatan cross-sectional, data dikumpulkan dari 83 santri dengan tingkat pendidikan SMA kelas 10, 11, dan 12. Analisis data menggunakan SPSS 26 dengan uji Chi-square. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa karakteristik pendidikan santri di Pondok Pesantren Sunan Kalijaga Kecamatan Gandrungmangu Kabupaten Cilacap berpengaruh terhadap tingkat pengetahuan santri mengenai swamedikasi dalam penanganan penyakit scabies, yang menunjukan bahwa tingkat pengetahuan tergolong baik dengan nilai rata-rata 73,33% dan swamedikasi yang tergolong baik dengan rata-rata 84,50% data diperkuat dengan hasil uji stastistik menunjukan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan santri dengan perilaku swamedikasi dalam penanganan scabies (p-value 0,000). Dengan demikian, peningkatan pengatahuan santri terhadap scabies sangat penting untuk mendorong perilaku swamedikasi yang tepat dan mencegah penyebaran penyakit scabies dilingkungan pesantren.

EVALUASI PENGGUNAAN OBAT PADA PASIEN SKIZOFRENIA PARANOID DI RAWAT INAP RSI BANJARNEGARA TAHUN 2024

HIKA DWI KARTINA TIORIZKI
2025 · Thesis · Open Access

Skizofrenia paranoid merupakan jenis skizofrenia yang paling umum terjadi, di mana beberapa gejala utamanya adalah delusi dan halusinasi terhadap ketakutan tertentu. Gejala skizofrenia dikelompokkan menjadi gejala positif dan gejala negatif. Terapi utama yang diberikan kepada pasien skizofrenia adalah antipsikotik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan obat pada pasien Skizofrenia Paranoid di Rawat Inap RSI Banjarnegara sudah sesuai dengan ketetapan 5T yaitu tepat diagnosis, tepat pasien, tepat obat, tepat dosis, dan tepat lama pemberian sesuai dengan Kemenkes Tahun 2019 terhadap 75 pasien yang telah memenuhi kriteria inklusi. Jenis penelitian ini menggunakan metode observasional deskriptif. Pengambilan data dilakukan secara retrospektif dengan mengumpulkan data berupa rekam medis pasien Skizofrenia Paranoid di Rawat Inap RSI Banjarnegara Periode Januari-Desember 2024. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini jenis kelamin laki-laki lebih banyak dari pada perempuan, dengan kelompok usia lebih banyak berada di kelompok usia 26-45 tahun yaitu 59% atau sebanyak 44 pasien, kelompok usia 46-65 yaitu 20% dengan jumlah 15 pasien. Profil penggunaan obat pada pasien Skizofrenia Paranoid adalah Risperidone 2 mg sebanyak 31 pasien (41,3%), dan kemudian di ikuti dengan penggunaan Clozapine 25 mg sebanyak 20 pasien (26,7%) dan obat kombinasi yang banyak digunakan adalah kombinasi Risperidone 2 mg dan Clozapine 25 mg sebanyak 7 pasien (9,3%). Evaluasi penggunaan obat pada pasien skizofrenia paranoid yaitu 100% tepat diagnosis, 100% tepat pasien, 98,7% tepat obat, 100% tepat dosis, dan 100% tepat lama pemberian.

ANALISIS BAHAN KIMIA OBAT (BKO) PARACETAMOL DAN ANTALGIN PADA JAMU PEGAL LINU YANG BEREDAR DI TOKO ONLINE DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI UV - VIS

ELIANI SETYA YULIA NINGSIH
2025 · Thesis · Open Access

Jamu masih menjadi pilihan utama masyarakat Indonesia dalam menjaga kesehatan. Namun demikian, tidak sedikit produsen jamu yang tidak bertanggung jawab dengan menambahkan Bahan Kimia Obat (BKO) seperti paracetamol dan antalgin ke dalam produk jamu pegal linu untuk memberikan efek yang lebih cepat dirasakan oleh konsumen. Padahal, penambahan BKO dalam jamu dilarang karena dapat membahayakan kesehatan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui ada atau tidaknya kandungan paracetamol dan antalgin pada jamu pegal linu yang dijual di platform toko online Shopee, serta untuk mengetahui kadar dari masing-masing BKO tersebut. Metode yang digunakan meliputi analisis kualitatif berupa uji reaksi warna dan Kromatografi Lapis Tipis (KLT), serta analisis kuantitatif menggunakan Spektrofotometri UV-Vis. Sampel jamu pegal linu yang digunakan yaitu jamu dengan penjualan terlaris di Shopee. Berdasarkan hasil uji reaksi warna dan KLT, dua dari tiga sampel menunjukkan positif mengandung paracetamol dan antalgin. Hasil analisis kuantitatif menunjukkan bahwa kadar paracetamol. Masing-masing sampel berturut-turut sebesar 0,29% ; 0,276% dan 0,665%. Sedangkan kadar antalgin berturut-turut sebesar 0,97% ; 0,56% dan 1,176%. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa masih terdapat sampel pegal linu yang mengandung BKO paracetamol dan antalgin.

PERBANDINGAN CEMARAN BAKTERI PADA VARIASI METODE PENGAWETAN PRODUK PERIKANAN DI BPMHP SEMARANG

ILAL NURJANAH
2025 · Thesis · Open Access

Produk perikanan merupakan sumber pangan bergizi tinggi, namun mudah rusak akibat kontaminasi mikroorganisme. Cemaran bakteri seperti Escherichia coli dan Salmonella sp. dapat menurunkan mutu serta menimbulkan risiko kesehatan, sehingga diperlukan pengujian mikrobiologi untuk menjamin keamanan pangan. Penelitian ini bertujuan membandingkan tingkat cemaran E. coli dan Salmonella sp. pada produk perikanan dengan metode pengawetan berbeda (beku,segar, kering, dan kaleng) di BPMHP Semarang, serta mengetahui perbedaan tingkat cemaran yang dihasilkan. Penelitian dilakukan secara eksperimen dengan uji Angka Lempeng Total (ALT) serta deteksi E. coli dan Salmonella sp. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan cemaran mikrobiologi pada tiap metode pengawetan. Rajungan kaleng menunjukkan mutu terbaik dengan ALT 10 kol/g serta negatif E. coli dan Salmonella sp. Udang kering juga masih memenuhi standar karena ALT rendah (100 kol/g) dan negatif E. coli. Udang segar memiliki ALT tertinggi (17.000 kol/g), sedangkan gurita beku mengandung E. coli 9, 2 APM/g meski ALT masih di bawah batas SNI. Kesimpulannya, metode pengawetan berpengaruh terhadap mutu mikrobiologi produk perikanan. Pengawetan kaleng dan kering lebih efektif menjaga keamanan pangan dibandingkan metode segar dan beku.

Uji Cemaran Mikroba Pada Jamu Tradisional di Pasar Karanglewas Menggunakan Metode ALT

HANIFAH MUALIYAH
2025 · Thesis · Open Access

Jamu tradisional merupakan salah satu jenis obat tradisional turun temurun yang terbuat dari bahan alam seperti rempah, daun, bunga, dan akar tanaman. Jamu banyak diminati masyarakat sebagai pilihan pengobatan alternatif. Namun pembuatan jamu masih menggunakan cara tradisional membuat sebagian masyarakat berasumsi bahwa jamu memiliki kualitas yang kurang baik sehingga memungkinkan terjadinya kontaminasi oleh mikroba. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui ada atau tidaknya cemaran mikroba pada jamu tradisional yang beredar di Pasar Karanglewas. Penelitian ini dilakukan di laboratorium mikrobiologi STIKes Ibnu Sina Ajibarang. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif menggunakan metode ALT. Penyajian data pada penelitian ini menggunakan Microsoft Excel. Hasil dari penelitian ini menunjukan cemaran mikroba pada semua sampel jamu (sampel A, B, C, D, dan E) yang beredar di Pasar Karanglewas dilihat dari nilai ALT memenuhi syarat sesuai ketentuan BPOM Nomor 32 Tahun 2019, yaitu tidak melebih batas maksimal cemaran mikroba sebesar 5 × 10⁷ koloni/ml. Untuk nilai ALT paling tinggi ada pada sampel D dengan nilai ALT 20,6× 104 koloni/ml.

uji kualitatif dan kuantitatif klorin (Cl2) pada tepung terigu yang dijual di pasar ajibarang

GUSTI PURBOSENO
2025 · Thesis · Open Access

Tepung terigu adalah tepung yang berasal dari biji gandum yang telah dicuci, dikupas se$kamnya, digiling, dan diputihkan hingga terbentuk tepung terigu yang berwarna putih dan halus. Salah satu bahan tambahan pangan yang sering digunakan untuk memutihkan yaitu klorin. Klorin merupakan salah satu Bahan Tambahan Makanan yang dilarang, dalam jangka panjang mengkonsumsi tepung te$rigu yang mengandung klorin akan mengakibatkan pe$nyakit kanker hati dan ginjal. Penelitian ini bertujuan untuk me$ngide$ntifikasi adanya kandungan klorin dalam tepung terigu yang di jual dipasar Ajibarang serta menghitung kadar yang mungkin terdapat di dalamnya. Penelitian ini menggunakan 8 sampel tepung terigu yang diambil melalui metode total sampling. Uji yang dilakukan meluputi uji kualitatif yaitu uji pengendapan, uji reaksi warna dan uji nyala api se$rta uji kuantitatif de$ngan me$tode$ titrasi arge$ntome$tri. Be$rdasarkan hasil uji kualitatif dan kuantitatif te$rdapat sampe$l positif mengandung klorin pada uji pengendapan dan titrasi argentometri yang ditandai dengan terbentuknya endapan berwarna putih. Pada sampel H tidak mengandung klorin dan kadar klorin tertinggi pada sampel A yaitu sebesar 0,0148%. Kata Kunci : Tepung Terigu, Klorin, Titrasi Argentome$tri, Uji Kualitatif