Lewati ke konten utama
Beranda / Koleksi

COLLECTION

Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Koleksi otomatis dari Skripsi/Tugas Akhir

261 item publik

Publikasi

Halaman 8 dari 14

STUDI MOLECULAR DOCKING DAN ADME-T TURUNAN FLAVONOID SERTA ALKALOID DAUN PEPAYA (Carica papaya L.) TERHADAP RESEPTOR DPP-IV SEBAGAI ANTIDIABETIK

MAULIANA KHOERUN NISA
2025 · Thesis · Open Access

Diabetes merupakan penyakit degeneratif yang ditandai dengan hiperglikemia. Pengobatan DM tipe 2 biasanya menggunakan obat-obat sintesis yang memiliki efek samping. Obat penghambat enzim Dipeptidyl Peptidase IV (DPP-IV) belum banyak dikaji dan potensial dalam hipoglikemia. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji isolat senyawa turunan flavonoid dan alkaloid daun pepaya dalam menghambat enzim DPP-IV. Metode in silico melalui molecular docking menjadi metode yang paling relevan dalam upaya penemuan obat baru. Molecular docking dilakukan melalui beberapa tahap diantaranya pemodelan dan optimasi struktur senyawa, preparasi protein target dan ligan, validasi docking, proses docking, dan visualisasi interaksi serta analisis ADME-T. Hasil penelitian menunjukan bahwa semua senyawa turunan flavonoid daun pepaya yaitu epimedin, eupatolitin, methyl ophiopogonone b, bavachin, norcimifugin dengan nilai ΔG berturut-turut sebesar -129.14 kkal/mol; -104.82 kkal/mol; -98.5 kkal/mol; -98.92 kkal/mol; -95.71 kkal/mol dan 5 senyawa turunan alkaloid daun pepaya yaitu peimisine, 1- carbomethoxy-β-carboline, dicentrine, codonopsine, carpaine dengan nilai ΔG berturut-turut sebesar -102.88 kkal/mol; -86.67 kkal/mol; -85.84 kkal/mol; -85.7 kkal/mol; -85.1 kkal/mol, berpontensi sebagai antidiabetik. Analisis ADME-T dari senyawa turunan daun pepaya menunjukan bahwa, mayoritas senyawa terabsobsi melalui gastrointestinal, terdistribusi, dan metabolisme dengan bantuan enzim CYP450 serta beberapa senyawa bersifat toksik, tidak bersifat karsinogenik, dan tidak bersifat mutagenik. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa senyawa tersebut dapat menghambat enzim DPP-IV dan harus dilakukan perbaikan struktur agar senyawa tidak bersifat toksik, karsinogenik, dan mutagenik agar dapat dijadikan sebagai kandidat obat antidiabetik.

Formulasi Dan Uji Stabilitas Fisik Sediaan Lip Cream Ekstrak Etanol Kulit Melinjo (Gnetum gnemon L.) Sebagai Pewarna Alami

ALFRIDA IRMA SUSANTI
2025 · Thesis · Open Access

Lip cream merupakan sediaan semi padat yang banyak diminati karena dapat melembapkan dengan warna merata pada bibir. Pewarna alami yang dapat dijadikan sebagai lip cream adalah kulit melinjo. Tujuan penelitian untuk mengetahui apakah ekstrak etanol kulit melinjo (Gnetum gnemon L.) dapat diformulasikan menjadi sediaan lip cream sebagai pewarna alami dan mengetahui formulasi manakah yang paling baik untuk dijadikan sebagai sediaan lip cream. Penelitian dilakukan di Laboratorium Lingkungan Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman untuk uji determinasi dan Laboratorium Farmasetika STIKes Ibnu Sina Ajibarang untuk formulasi dan pengujian. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan (F0 = 0%; F1 = 5%; F2 = 10%; F3 = 15%) dan metode maserasi untuk pembuatan ekstrak. Dilakukan cycling test untuk uji stabilitas melalui parameter uji organoleptik, homogenitas, daya sebar, daya lekat, pH, daya oles, iritasi, dan kesukaan. Analisis data menggunakan SPSS 26 dengan uji One Way Anova, Dependent T Test, dan Independent T Test. Hasil penelitian menunjukkan semua formulasi ekstrak etanol kulit melinjo (Gnetum gnemon L.) dapat diformulasikan menjadi sediaan lip cream, dibuktikan dengan nilai uji One Way Anova 0.05, namun hasil tidak stabil dengan nilai Dependent T Test 0.05. Semua uji memenuhi standar dengan nilai Independen T test > 0.05. Formulasi sediaan lip cream yang paling baik F1 (5%), didasarkan uji kesukaan dengan persentase sangat suka 24% dan suka 68%.

IN SILICO MOLECULAR DOCKING SENYAWA ANTOSIANIN DARI BIJI JAMBLANG (Syzygium cumini L.) TERHADAP DPP-4 SEBAGAI ANTIDIABETES TIPE II

UPI ROHANAH
2025 · Thesis · Open Access

Diabetes Mellitus (DM) merupakan penyakit degeneratif yang ditandai dengan hiperglikemia. Pengobatan DM tipe II biasanya menggunakan obat- obat sintesis yang memiliki efek samping masalah pencernaan, risiko hipoglikemia, serta potensi dampak pada organ-organ vital seperti hati dan ginjal. Obat penghambat enzim Dipeptidyl Peptidase 4 (DPP-4) belum banyak dikaji dan potensial dalam hipoglikemia. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji senyawa turunan antosianin dari biji jamblang (Syzygium cumini L.) dalam menghambat enzim DPP-4. Metode in silico melalui molekular docking menjadi metode yang paling relevan dalam upaya penemuan obat baru. Molecular docking dilakukan melalui beberapa tahap diantaranya pemodelan dan optimasi struktur senyawa, preparasi protein target dan ligan, validasi docking, proses docking, dan visualisasi interaksi serta analisis ADMET. Hasil penelitian menunjukan bahwa semua senyawa antosianin biji jamblang (Syzygium cumini L.) berpotensi sebagai antidiabetes tipe II, yaitu cyanidin-3,5-O-diglucoside, delphinidin-3,5-O-diglucoside, delphinidin-3-O-glucoside, malvidin-3,5-O-diglucoside, petunidin-3,5-Odiglucoside, dan peonidin-3,5-O-diglucoside dengan nilai energi ikatan berturut-turut sebesar -165,79; -140,92: -170,17: -166,44: -153: -156,9: -81,5 kkal/mol. Analisis ADMET dari 6 senyawa antosianin biji jamblang (Syzygium cumini L.) terabsorbsi rendah melalui gastrointestinal, Semua senyawa bersifat non-substrat terhadap p-gp, non BBB, dan tidak bersifat inhibitor terhadap CYP1A2, CYP2C19, CYP2C9, CYP2D6, CYP3A4 dan mempunyai bioavailabilitas yang rendah ditunjukan dengan nilai bioavailabilitas dibawah 0,55. Semua senyawa mempunyai nilai Log Kp > -2,5. Sehingga dapat diartikan bahwa semua senyawa tersebut mempunyai permeabilitas yang baik semua senyawa dan berdasarkan prediksi toksisitas memiliki toksisitas yang tinggi (class III) akan tetapi tidak besifat karsinogenotoksik dan tidak bersifat nonkarsinogentoksik, serta senyawa tersebut aman apabila dibuat sediaan oral. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa senyawa delphinidin-3-O-glucoside paling berpotensi sebagai antidiabetes tipe II berdasarkan nilai energi ikatan, dan cyanidin-3,5-O-diglucoside berpotensi sebagai antidiabetes tipe II berdasarkan kemiripan residu asam amino.

FORMULASI KRIM EKSTRAK ETANOL DAUN BUNCIS (Phaseolus vulgaris L) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus

NURBITA ALMADIRA PUTRI
2025 · Thesis · Open Access

Krim merupakan sediaan semisolid berupa emulsi kental yang mengandung air tidak lebih dari 60% dan ditujukan untuk pemakaian luar. Sediaan krim memiliki keuntungan yaitu mudah menyebar rata, mudah dibersihkan atau dicuci, praktis dan cara kerjanya berlangsung pada jaringan setempat. Daun buncis mengandung senyawa flavonoid, tannin dan tripenoid yang dapat digunakan sebagai antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ekstrak etanol daun buncis dapat diformulasikan menjadi sediaan krim dan untuk mengetahui apakah terdapat aktivitas antibakteri pada sediaan krim ekstrak etanol daun buncis. Metode penelitian menggunakan metode eksperimental. Kemudian dilakukan uji organoleptik, pemeriksaan Ph, daya sebar, daya lekat, viskositas dan diuji aktivitas antibakteri dengan difusi sumuran. Penelitian ini didapatkan hasil bahwa ekstrak etanol daun buncis dapat diformulasikan menjadi sediaan krim dan memiliki aktivitas antibakteri dengan diameter F1 7,44mm±1,45mm, F2 9,26mm±2,12mm dan F3 7,61±0,05mm yang termasuk dalam kategori sedang.

TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP SISWI SMK KARTEK 2 JATILAWANG TERHADAP PENGGUNAAN KOSMETIK KRIM PEMUTIH WAJAH

RIZKA INTAN PRIANDARI
2025 · Thesis · Open Access

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan sikap siswi SMK Kartek 2 Jatilawang kelas X, XI, dan XII terkait penggunaan krim pemutih wajah. Pengambilan data menggunakan kuisioner dengan metode Accidental Sampling dalam penentuan reponden. Metode penelitian ini adalah Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif observasional dengan desain cross-sectional. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa tingkat pengetahuan siswi mengenai krim pemutih wajah berada pada kategori tinggi, dengan persentase antara 86% hingga 88%. Namun, sikap siswi dalam penggunaan krim pemutih wajah menunjukkan kategori kurang tepat, dengan persentase antara 65% hingga 67%. Hal ini mengindikasikan bahwa meskipun siswi memiliki pengetahuan yang baik terkait penggunaan krim pemutih wajah, sikap dan penerapan dalam penggunaannya sehari-hari masih kurang tepat. Sehingga banyak siswi yang mengalami masalah kulit, seperti jerawat dan beruntusan setelah menggunakan krim pemutih wajah yang tidak aman. Penelitian ini menyarankan perlunya peningkatan edukasi dan pemahaman lebih lanjut mengenai penggunaan produk perawatan kulit yang aman dan efektif.

EVALUASI PERENCANAAN DAN PENGADAAN OBAT MENGGUNAKAN METODE ABC-VEN DAN REORDER POINT (ROP) DI PUSKESMAS BELIK KABUPATEN PEMALANG TAHUN 2023

ANNAS ARFIANTO
2024 · Thesis · Open Access

Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) adalah tempat yang digunakan untuk menyelenggarakan upaya pelayanan kesehatan, baik promotif, preventif, kuratif maupun rehabilitatif oleh pemerintah, pemerintah daerah maupun masyarakat. Sistem perencanaan dan pengadaan obat adalah faktor penentu ketersediaan obat dan penentuan anggaran yang dibutuhkan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui proses perencanaan dan pengadaan obat menggunakan metode kombinasi ABC-VEN di Puskesmas Belik Kabupaten Pemalang. Jenis penelitian ini merupakan analisa deskriptif menggunakan rancangan studi kasus retrospektif dengan pengumpulan data bulan Januari-Desember tahun 2023 dan wawancara. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa setelah dianalisa dengan metode kombinasi ABC-VEN diperoleh kelompok obat AV sebanyak 1 item (0,29%) dengan biaya pemakaian Rp. 4.662.000, AE 45 item (12,86%) biaya pemakaian Rp. 271.578.813, AN 7 item (2,00%) biaya pemakaian Rp. 65.272.502, BV 7 item (2,00%) biaya pemakaian Rp. 7.825.526, BE 53 item (15,14%) biaya pemakaian Rp. 70.352.382, BN 11 item (3,14%) dengan pemakaian biaya Rp. 15.283.936, CV 19 item (5,43%) dengan biaya pemakaian Rp. 3.687.488, CE 194 item (55,43%) dengan biaya pemakaian Rp. 42.690.036 dan CN 13 item (3,71%) dengan biaya pemakaian Rp. 2.779.589. Obat pada kelompok AN, BN, CN (kelompok Tambahan) menjadi prioritas utama untuk dikurangi, AE, BE, CE (kelompok Utama) prioritas kedua dan AV, BV, CV (kelompok Prioritas) merupakan kelompok penting dan harus selalu tersedia.

Evaluasi Penggunaan Obat Pada Pasien Skizofrenia Paranoid Di Rawat Inap RSI Banjarnegara Tahun 2024

HIKA DWI KARTINA TIORIZKI
2024 · Thesis · Open Access

Skizofrenia paranoid merupakan jenis skizofrenia yang paling umum terjadi, di mana beberapa gejala utamanya adalah delusi dan halusinasi terhadap ketakutan tertentu. Terapi utama yang diberikan kepada pasien skizofrenia adalah antipsikotik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan obat pada pasien Skizofrenia Paranoid di Rawat Inap RSI Banjarnegara dengan ketetapan 5T yaitu tepat diagnosis, tepat pasien, tepat obat, tepat dosis, dan tepat lama pemberian terhadap 75 pasien. Jenis penelitian ini menggunakan metode observasional deskriptif. Pengambilan data dilakukan secara retrospektif dengan mengumpulkan data berupa rekam medis pasien Skizofrenia Paranoid di Rawat Inap RSI Banjarnegara Tahun 2024. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini, penggunaan obat pada pasien Skizofrenia Paranoid adalah Risperidone 2 mg sebanyak 31 pasien (41,3%), dan kemudian di ikuti dengan penggunaan Clozapine 25 mg sebanyak 20 pasien (26,7%) dan obat kombinasi yang banyak digunakan adalah kombinasi Risperidone 2 mg dan Clozapine 25 mg sebanyak 7 pasien (9,3%). Evaluasi penggunaan obat pada pasien skizofrenia paranoid yaitu 100% tepat diagnosis, 100% tepat pasien, 100% tepat obat, 100% tepat dosis, dan 100% tepat lama pemberian.

EVALUASI RASIONALITAS PENGGUNAAN OBAT ANTIHIPERTENSI PADA PASIEN HIPERTENSI DENGAN KOMPLIKASI GAGAL GINJAL KRONIK DI RAWAT INAP RSI BANJARNEGARA TAHUN 2024

SAVITRI ANGGUN LESTARI
2024 · Thesis · Open Access

Hipertensi menurut Joint National Committee on Detection, Evaluation and Treatment of High Blood Pressure, JNC VIII, adalah suatu kondisi dimana tekanan darah lebih dari atau sama dengan 140/90 mmHg. Hipertensi juga memiliki kaitan erat dengan kesehatan ginjal. Hipertensi merupakan faktor pemicu utama terjadi gagal ginjal. Sebaliknya, saat fungsi ginjal mengalami gangguan maka tekanan darah pun akan meningkat dan dapat menimbulkan hipertensi. Hubungan yang kuat antara penyakit ginjal dengan tekanan darah tinggi atau hipertensi, masing-masing dapat menyebabkan atau memperburuk kondisi satu dengan yang lainya, sehingga tujuan dari penggunaan antihipertensi adalah untuk mengontrol tekanan darah sehingga perkembangan penyakit gagal ginjal bisa diperlambat dan mencegah timbulnya penyakit komplikasi baru. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penggunaan antihipertensi dan kesesuaian penggunaan antihipertensi dengan Panduan Praktik Klinis RSI Banjarnegara Tahun 2024. Penelitian ini merupakan penelitian observasional deskriptif dengan pengambilan data masa lampau tahun 2024.Sampel dalam penelitian ini sebanyak 30 pasien yang sesuai dengan kriteria inklusi. Data penggunaan antihipertensi dan data kunjungan rawat inap diperoleh dari Instalasi Rekam Medik. Semua data tersebut kemudian dianalisis dengan membandingkan penggunaan antihipertensi pada pasien rawat inap dengan Panduan Praktik Klinis FORMULARIUM RSI Banjarnegara dan guidline PERNEFRI, KDIGO, sebagai referensi. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan antihipetensi pada pasien hipertensi dengan komplikasi gagal ginjal kronik berdasarkan metode 5 T adalah tepat diagnosis 100%, tepat pasien 100%,tepat obat 100%, tepat dosis 100%, tepat interval waktu pemberian 100%.

Tingkat Pengetahuan dan Sikap Siswi SMK Kartek 2 Jatilawang Terhadap Penggunaan Kosmetik Krim Pemutih Wajah

RIZKA INTAN PRIANDARI
2024 · Thesis · Open Access

Penggunaan kosmetik, khususnya krim pemutih wajah, di kalangan remaja semakin meningkat. Pada desember 2023 BPOM telah mencatat beberapa produk pemutih wajah yang dinyatakan mengandung bahan berbahaya, hal ini menimbulkan potensi risiko kesehatan pada kulit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan sikap siswi SMK Kartek 2 Jatilawang kelas X, XI, dan XII terkait penggunaan krim pemutih wajah. Pengambilan data menggunakan kuisioner dengan metode penelitian accidental sampling dalam penentuan responden. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif observasional dengan desain penelitian cross-sectional. Dari 94 responden menunjukkan hasil tingkat pengetahuan siswi mengenai krim pemutih wajah didapati kategori baik, dengan persentase total 87%. Namun, sikap siswi dalam penggunaan krim pemutih wajah menunjukkan kategori kurang tepat, dengan persentase total 66% dari 94 responden. Hal ini mengindikasikan bahwa meskipun siswi memiliki pengetahuan yang baik terkait penggunaan krim pemutih wajah, namun sikap dan penerapan dalam penggunaannya sehari-hari masih kurang tepat. Sehingga banyak siswi yang mengalami masalah kulit, seperti jerawat dan beruntusan setelah menggunakan krim pemutih wajah yang tidak aman. Penelitian ini menyarankan perlunya peningkatan edukasi dan pemahaman lebih lanjut mengenai penggunaan produk perawatan kulit yang aman dan efektif.

Formulasi Dan Uji Stabilitas Fisik Sediaan Lip Cream Ekstrak Etanol Kulit Melinjo (Gnetum gnemon L.) Sebagai Pewarna Alami

ALFRIDA IRMA SUSANTI
2024 · Thesis · Open Access

ABSTRAK Lip cream merupakan sediaan semi padat yang banyak diminati karena dapat melembapkan dengan warna merata. Pewarna alami yang dapat dijadikan sebagai lip cream adalah kulit melinjo. Tujuan penelitian untuk mengetahui apakah ekstrak etanol kulit melinjo (Gnetum gnemon L.) dapat diformulasikan menjadi sediaan lip cream sebagai pewarna alami dan mengetahui formulasi manakah yang paling baik untuk dijadikan sebagai sediaan lip cream. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental yang dilakukan di Universitas Jenderal Soedirman untuk uji determinasi dan Laboratorium Farmasetika STIKes Ibnu Sina Ajibarang untuk formulasi serta pengujian. Sediaan lip cream dibuat dengan variasi konsentrasi (FO-0%; F15%; F2=10%; F3-15%), dilakukan uji stabilitas cycling test melalui parameter uji organoleptik, homogenitas, daya sebar, daya lekat, pH, daya oles, iritasi, dan kesukaan. Analisis data menggunakan One Way Anova, Dependent T Test, dan Independent T Test. Hasil menunjukkan bahwa ekstrak etanol kulit melinjo dapat diformulasikan menjadi sediaan lip cream sebagai pewarna alami, stabil pada uji daya sebar dan daya lekat dengan nilai signifikansi (p>0.05) namun tidak stabil pada uji pH dengan nilai signifikansi (p<0.05). Semua formulasi memenuhi standar dengan nilai signifikansi (p>0.05). Formulasi sediaan lip cream yang paling baik F1 (5%), didasarkan pada uji kesukaan dengan persentase sangat suka 24% dan suka 68%.

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN SANTRI TERHADAP SWAMEDIKASI PENANGANAN SCABIES (Sarcoptes scabiei) DI PONDOK PESANTREN SUNAN KALIJAGA KECAMATAN GANDRUNGMANGU KABUPATEN CILACAP PADA TAHUN 2025

ZAHRUL FIRDOS
2024 · Thesis · Open Access

Scabies merupakan penyakit kulit menular yang disebabkan oleh penularan tungau Sarcoptes scabiei dan sering terjadi dilingkungan pondok pesantren karena memang tinggal secara bersamaan dalm satu tempat dan memiliki karakteristik yang berbeda-beda sehingga resiko penularan mudah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pendidikan santri di Pondok Pesantren Sunan Kalijaga Kecamatan Gandrungmangu Kabupaten Cilacap mempengaruhi tingkat pengetahuan tentang swamedikasi dalam penanganan penyakit scabies dan mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan santri terhadap perilaku swamedikasi dalam penanganan scabies Jenis penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif dengan pendekatan cross-sectional, data dikumpulkan dari 83 santri dengan tingkat pendidikan SMA kelas 10, 11, dan 12. Analisis data menggunakan SPSS 26 dengan uji Chi-square. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa karakteristik pendidikan santri di Pondok Pesantren Sunan Kalijaga Kecamatan Gandrungmangu Kabupaten Cilacap berpengaruh terhadap tingkat pengetahuan santri mengenai swamedikasi dalam penanganan penyakit scabies, yang menunjukan bahwa tingkat pengetahuan tergolong baik dengan nilai rata-rata 73,33% dan swamedikasi yang tergolong baik dengan rata-rata 84,50% data diperkuat dengan hasil uji stastistik menunjukan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan santri dengan perilaku swamedikasi dalam penanganan scabies (p-value = 0,000). Dengan demikian, peningkatan pengatahuan santri terhadap scabies sangat penting untuk mendorong perilaku swamedikasi yang tepat dan mencegah penyebaran penyakit scabies di lingkungan pesantren.

1. UJI STABILITAS FISIK SEDIAAN KRIME TABIR SURYA EKSTRAK ETANOL DAUN GAMAL (Gliricidia sepium (Jacq.)kunth)

AI ANDINI
2024 · Thesis · Open Access

Krim SPF merupakan salah satu sediaan setengah padat yang dimaksudkan untuk pemakaian luar yang pemakaiannya dengan cara dioleskan pada bagian kulit utuk melindungi kulit dari paparan sinar matahari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui stabilitas fisik sediaan krim tabir surya yang mengandung ekstrak etanol daun Gamal selama penyimpanan. Penelitian ini dilaksanakan di laboratorium STIKes Ibnu Sina Ajibarang. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimental laboratorium dengan variasi konsentrasi (F1=0gram; F2=0,05gram; F3=0,10gram; F4=0,15gram). Parameter yang diamati yaitu uji stabilitas sifat fisik krim. Pada uji organoleptik, uji homogenitas, uji pH, uji daya sebar dan uji daya lekat menunjukan hasil yang sesuai dengan persyaratan. Analisis data menggunakan SPSS 27 menggunakan uji normalitas, homogenitas, paired T-Test dan Independent T-Test. Hasil penelitian menunjukan bahwa setiap formulasi berbentuk semi padat dan homogen, F1 putih, F2 dan F3 tetap berwarna kuning menunjukan sediaan tetap stabil selama penyimpanan dan memenuhi persyaratan uji stabilitas Cycling test, namun F4 berubah warna setelah dilakukan uji stabilitas menjadi kuning pekat karna mengandung konsentrasi ekstrak yang paling tinggi sehingga perubahan warna sangat terlihat, dari hasil Uji pH, daya sebar, daya lekat tidak mengalami perubahan secara signifikan dan memenui persyaratan stabilitas fisik dengan uji Cycling test.