Abstrak
Diabetes merupakan penyakit degeneratif yang ditandai dengan hiperglikemia. Pengobatan DM tipe 2 biasanya menggunakan obat-obat sintesis yang memiliki efek samping. Obat penghambat enzim Dipeptidyl Peptidase IV (DPP-IV) belum banyak dikaji dan potensial dalam hipoglikemia. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji isolat senyawa turunan flavonoid dan alkaloid daun pepaya dalam menghambat enzim DPP-IV. Metode in silico melalui molecular docking menjadi metode yang paling relevan dalam upaya penemuan obat baru. Molecular docking dilakukan melalui beberapa tahap diantaranya pemodelan dan optimasi struktur senyawa, preparasi protein target dan ligan, validasi docking, proses docking, dan visualisasi interaksi serta analisis ADME-T. Hasil penelitian menunjukan bahwa semua senyawa turunan flavonoid daun pepaya yaitu epimedin, eupatolitin, methyl ophiopogonone b, bavachin, norcimifugin dengan nilai ΔG berturut-turut sebesar -129.14 kkal/mol; -104.82 kkal/mol; -98.5 kkal/mol; -98.92 kkal/mol; -95.71 kkal/mol dan 5 senyawa turunan alkaloid daun pepaya yaitu peimisine, 1- carbomethoxy-β-carboline, dicentrine, codonopsine, carpaine dengan nilai ΔG berturut-turut sebesar -102.88 kkal/mol; -86.67 kkal/mol; -85.84 kkal/mol; -85.7 kkal/mol; -85.1 kkal/mol, berpontensi sebagai antidiabetik. Analisis ADME-T dari senyawa turunan daun pepaya menunjukan bahwa, mayoritas senyawa terabsobsi melalui gastrointestinal, terdistribusi, dan metabolisme dengan bantuan enzim CYP450 serta beberapa senyawa bersifat toksik, tidak bersifat karsinogenik, dan tidak bersifat mutagenik. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa senyawa tersebut dapat menghambat enzim DPP-IV dan harus dilakukan perbaikan struktur agar senyawa tidak bersifat toksik, karsinogenik, dan mutagenik agar dapat dijadikan sebagai kandidat obat antidiabetik.