Abstrak
Talasemia beta mayor merupakan penyakit anemia hemolitik akibat produksi rantai globin beta terganggu sehingga terjadi penurunan produksi hemoglobin yang menyebabkan penderita memerlukan transfusi sel darah merah secara reguler dengan konsekuensi terjadi kelebihan kadar serum feritin. Penderita perlu patuh dalam mengonsumsi iron chelator agar kadar serum feritin tetap pada nilai yang disarankan. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan kepatuhan konsumsi iron chelator dengan kadar feritin pada pasien talasemia beta mayor anak di Instalasi Thalasemia Terpadu RSUD Banyumas. Penelitian ini menggunakan metode analisis observasional dengan pendekatan cross-secsional. Sebanyak 90 pasien anak dengan talasemia beta mayor yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan kepatuhan konsumsi iron chelator dengan kadar feritin (p = 0,000; OR = 10,323). Kesimpulan yang didapatkan adalah pasien yang patuh terhadap konsumsi iron chelator berpeluang 10,323 kali memiliki kadar feritin yang rendah daripada pasien yang tidak patuh terhadap konsumsi iron chelator