Abstrak
Ketombe adalah penyakit yang disebabkan karena adanya mikroorganisme pada kulit kepala Salah satu penyebab ketombe adalah jamur yang disebut Malassezia restricata dan Malassezia Globbosa atau Malassezia furfur ini merupakan jamur dengan nama Pityrrosporum Ovale yang merupakan ragi dan dapat menyebabkan infeksi pada bagian kulit kepala dan sering menyebabkan rasa gatal pada kulit. Daun gambir (Uncaria gambir (W.Hunter) Roxb.) memiliki senyawa polifenol yaitu katekin yang berperan sebagai senyawa atimikroba dan antioksidan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui apakah daun gambir dapat diformulasikan sebagai shampo dan untuk mengetahui apakah sediaan shampo ekstrak daun gambir pada konsentrasi FO (0%); FI (1%); FII (2%); FIII (2,5%) memiliki aktivitas antijamur terhadap jamur Malassezia furfur. Penelitian ini adalah penelitian eksperimental menggunakan metode paper disc / Cakram dengan variasi konsentrasi ekstrak ethanol daun gambir (F0/; FI; FII; FIII). Data yang diperoleh Data yang diperoleh dianalisis menggunakan metode One way ANOVA dengan taraf signifikan (α = 0,05) dilanjutkan dengan uji post hoc tukey HSD. Hasil pengujian aktivitas antifungi ekstrak ethanol daun gambir menunjukan adanya aktifitas antifungi terhadap Malassezia furfur. Hasil zona hambat ada konsentrasi F0=0%; FI =1%; FII=2%; FIII=2,5% secara berturut-turut adalah 12,2 mm, 13,9 mm, 14,6 mm, dan 17,6 mm. ekstrak daun gambir yang memiliki zona hambat paling efektif adalah pada FIII konsentrasi 2,5% dengan kategori daya hambat kuat. Kata kunci : Antijamur, Daun Gambir, Ekstrak, Formulasi, Malassezia furfur