ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Jamu tradisional merupakan salah satu jenis obat tradisional turun temurun yang terbuat dari bahan-bahan alam seperti rempah-rempah, daun, bunga, dan akar tanaman. Jamu banyak diminati masyarakat sebagai pilihan pengobatan alternatif. Namun karena cara pembuatan jamu tidak melalui proses sterilisasi modern, jamu bisa terkontaminasi oleh mikroba. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tingkat cemaran mikroba pada jamu tradisional yang dijual di Pasar Karanglewas menggunakan metode Angka Lempeng Total (ALT). Sampel yang diambil adalah lima jamu kunyit asam, masing-masing diambil dari lima penjual berbeda dengan Teknik pengambilan total sampling. Pengambilan sampel dilakukan pada pukul 05. 00 WIB. Hasil uji ALT menunjukkan bahwa semua sampel memenuhi standar kotoran mikroba sesuai ketentuan BPOM RI Nomor 32 Tahun 2019, yaitu tidak melebihi batas maksimal cemaran mikroba sebesar 5 × 10⁷ koloni/gram. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa jamu kunyit asam yang dijual di Pasar Karanglewas dalam kondisi layak konsumsi dari aspek mutu mikrobiologis.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Jamu tradisional merupakan salah satu jenis obat tradisional turun temurun yang terbuat dari bahan alam seperti rempah, daun, bunga, dan akar tanaman. Jamu banyak diminati masyarakat sebagai pilihan pengobatan alternatif. Namun pembuatan jamu masih menggunakan cara tradisional membuat sebagian masyarakat berasumsi bahwa jamu memiliki kualitas yang kurang baik sehingga memungkinkan terjadinya kontaminasi oleh mikroba. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui ada atau tidaknya cemaran mikroba pada jamu tradisional yang beredar di Pasar Karanglewas. Penelitian ini dilakukan di laboratorium mikrobiologi STIKes Ibnu Sina Ajibarang. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif menggunakan metode ALT. Penyajian data pada penelitian ini menggunakan Microsoft Excel. Hasil dari penelitian ini menunjukan cemaran mikroba pada semua sampel jamu (sampel A, B, C, D, dan E) yang beredar di Pasar Karanglewas dilihat dari nilai ALT memenuhi syarat sesuai ketentuan BPOM Nomor 32 Tahun 2019, yaitu tidak melebih batas maksimal cemaran mikroba sebesar 5 × 10⁷ koloni/ml. Untuk nilai ALT paling tinggi ada pada sampel D dengan nilai ALT 20,6× 104 koloni/ml.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis cemaran bakteri Escherichia coli dan jumlah lempeng total pada produk ikan beku di Dinas Perikanan Kota Semarang. Sebanyak 3 sampel ikan beku yaitu ikan layur beku, tuna beku, indian mackerel beku, dikumpulkan dan dianalisis menggunakan metode MPN dan ALT. Hasil penelitian nanti akan menunjukkan tingkat cemaran Escherichia coli dan jumlah lempeng total yang bervariasi di produk ikan beku yang ada pada sampel. Penelitian ini menekankan pentingnya tindakan higienitas dan kontrol mutu yang ketat dalam produksi dan penanganan produk ikan beku guna memastikan keselamatan konsumen dan kesehatan masyarakat.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kontaminasi mikroba pada ikan berpotensi menyebabkan penurunan kualitas produk dan menimbulkan penyakit yang ditularkan melalui ikan. Kontaminasi mikroba dapat terjadi pada setiap tahap pengolahan ikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui total plate count dan coliform pada produk ikan olahan bandeng presto. Parameter yang diamati adalah jumlah koloni yang tumbuh sebagai total plate count dan coliform sebagai most probable number (MPN).
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Ebook ini merupakan rangkuman singkat tentang Ilmu Dasar Mengenai Jamu Tradisional yang bersumber pada Grop Telegram Herbal Indonesia dari Sinshe Mellynda Fibiani
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Fitoterapi pengobatan dan pencegahan penyakit menggunakan tanaman, bagian tanaman, dan sediaan yang terbuat dari tanaman (tanaman obat/herbal) merupakan bagian penting dalam pengobatan. Dalam menemukan suatu herbal yang berkhasiat sebagai obat, banyak langkah yang harus dilalui. Berawal dari uji kandungan metabolit sekunder, aktivitas herbal baik secara in vitro maupun in vivo, serta kajian toksisitas herbal tersebut. Dalam kajian fitoterapi juga perlu melihat komposisi bahan herbal untuk terapi. Selain itu, interaksi obat dan herbal perlu dikaji untuk mengurangi resiko kegagalan terapi. Buku ini menyajikan informasi mengenai sejarah perkembangan dan potensi rempah sebagai obat herbal, preparasi bahan tanaman obat dan ekstraksi, pemasaran dan pengembangan produk obat herbal, penggolongan tanaman obat berdasarkan kandungan kimia dan khasiatnya, jenis tanaman obat yang berkhasiat untuk hormonal, diabetes, obesitas, infeksi saluran kemih, antikanker, imunomodulator, antioksidan, antiinflamasi, tanaman toksik (halusinogenik, alergenik, teratogenik), mekanisme zat aktif dan interaksinya, rasioanlitas komposisi bahan herbal dan interaksi tanaman herbal dengan obat. Melalui 16 BAB yang disajikan buku Perkembangan Dan Manfaat Obat Herbal Sebagai Fitoterapi ini dapat menjadi gerbang utama dan referensi untuk mengawali siapapun yang akan mempelajari lebih lanjut terkait penggunaan bahan herbal untuk terapi.