Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

2 hasil
Subjek: Ceftriaxone
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Cost Effectiveness Analysis (CEA) Terapi Antibiotik Pada Pengobatan Pneumonia Di RSUD Majenang Tahun 2024

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas biaya terapi antibiotik pada pengobatan pasien pneumonia rawat inap di RSUD Majenang tahun 2024. Menggunakan rancangan analitik komparatif dengan pendekatan retrospektif melalui total sampling terhadap 20 pasien yang memenuhi kriteria inklusi. Data dikumpulkan dari rekam medis dan analisis biaya medis langsung serta efektivitas berdasarkan lama rawat inap. Hasil penelitian menunjukan penggunaan antibiotik ceftriaxone inj memiliki rata rata total biaya medis langsung Rp6.297.436 dengan efektivitas terapi 71,4% dan nilai ACER Rp88.199, sedangkan levofloxacin infus memiliki rata-rata biaya Rp6.057.450 dengan efektivitas 66,7% dan nilai ACER Rp90.953. Analisis lanjutan menunjukan ICER Rp49.997, berdasarkan penarikan garis pada Cost Effectiveness Plane Ceftriaxone Inj berada pada kuadran I, yang mengindikasikan bahwa meskipun biayanya lebih tinggi, tambahan biaya tersebut sepadan dengan peningkatan efektivitas klinis serta durasi rawat inap yang lebih singkat, sehingga ceftriaxone inj lebih cost-effective dibandingkan levofloxacin infus.

7 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

cost effectiveness analysis (CEA) terapi antibiotik pada pengobatan penyakit pneumonia di RSUD majenang tahun 2024

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Latar Belakang: Pneumonia merupakan infeksi saluran pernapasan akut yang memiliki angka kejadian tinggi di RSUD Majenang. Penggunaan terapi antibiotik yang tepat dan efisien sangat penting dalam mengoptimalkan luaran klinis pasien serta mengendalikan biaya pelayanan kesehatan, khususnya pada pasien peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN/BPJS). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas biaya dari penggunaan antibiotik ceftriaxone injeksi dan levofloxacin infus pada pasien pneumonia rawat inap di RSUD Majenang tahun 2024. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik komparatif dengan rancangan studi observasional secara retrospektif. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik total sampling terhadap rekam medis dan data keuangan pasien rawat inap yang memenuhi kriteria inklusi, dengan total 35 sampel pasien (20 pasien ceftriaxone injeksi dan 15 pasien levofloxacin infus). Parameter yang dianalisis meliputi total biaya medis langsung, efektivitas klinis berdasarkan lama rawat inap (Length of Stay/LOS), serta kalkulasi Average Cost-Effectiveness Ratio (ACER) dan Incremental Cost-Effectiveness Ratio (ICER). Hasil: Karakteristik pasien didominasi oleh laki-laki (57,14%) dan kelompok usia lanjut (54,29%). Rata-rata lama rawat inap (Length of Stay) kelompok ceftriaxone injeksi adalah 3,55 hari dengan rata-rata total biaya medis langsung sebesar Rp6.029.490,-. Pada kelompok levofloxacin infus, rata-rata lama rawat inap adalah 4,00 hari dengan rata-rata total biaya medis langsung sebesar Rp6.388.413,-. Hasil perhitungan ACER untuk ceftriaxone injeksi dan levofloxacin infus masing-masing sebesar Rp1.698.448,-/hari dan Rp1.597.103,-/hari. Nilai ICER yang diperoleh adalah sebesar Rp797.607,-. Berdasarkan pemetaan Cost-Effectiveness Plane (CEP), ceftriaxone berada pada Kuadran II (Dominan). Kesimpulan: Penggunaan antibiotik ceftriaxone injeksi lebih cost-effective dibandingkan levofloxacin infus pada pengobatan pasien pneumonia rawat inap di RSUD Majenang tahun 2024 karena menghasilkan total biaya medis langsung yang lebih rendah dan lama perawatan yang lebih singkat.

6 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail