Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

2 hasil
Subjek: Jerawat
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

FORMULASI KRIM ANTIBAKTERI EKSTRAK ETIL ASETAT KULIT PISANG TANDUK MENTAH (Musa acuminata x Musa balbisiana) TERHADAP BAKTERI Propionibacterium acnes

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

FORMULASI KRIM ANTIBAKTERI EKSTRAK ETIL ASETAT KULIT PISANG TANDUK MENTAH (Musa acuminata x Musa balbisiana) TERHADAP BAKTERI Propionibacterium acnes TRI YANI NOVIDA AZIZ ABSTRAK Jerawat merupakan penyakit kulit yang melibatkan peradangan, salah satu penyebabnya adalah Propionibacterium acnes. Pengobatan jerawat dapat dilakukan dengan menurunkan jumlah koloni Propionibacterium acnes dengan menggunakan antibiotik. Kulit pisang tanduk mentah mengandung senyawa yang bersifat antibakteri seperti flavonoid, alkaloid, saponin, fenol dan tanin. Tujuan dari penelitian ini yaitu apakah ekstrak etil asetat kulit pisang tanduk mentah (Musa acuminata x Musa balbisiana) dapat diformulasikan kedalam sediaan krim serta mengetahui pengaruh krim antibakteri ekstrak etil asetat kulit pisang tanduk mentah (Musa acuminata x Musa balbisiana) terhadap bakteri Propionibacterium acnes. Determinasi buah pisang tanduk dilakukan di Laboratorium Biologi Farmasi, Fakultas Farmasi, Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto dan penelitian dilakukan di laboratorium STIKes Ibnu Sina Ajibarang pada bulan Febuari sampai Mei 2024. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimental menggunakan metode difusi sumuran, dilanjutkan dengan analisis data menggunakan uji One Way ANOVA dengan program SPSS 25. Konsentrasi ekstrak yang digunakan yaitu F1 = 25%; F2= 27,5%, dan F3 30% dengan pembanding kontrol negatif = F0 dan kontrol positif krim klindamisin. Evaluasi fisik sediaan krim ekstrak etil asetat kulit pisang tanduk terdiri dari uji homogenitas, uji organoleptik, uji daya lekat, uji pH, uji stabilitas (centrifugal test), uji tipe krim dan uji daya sebar. Hasil dari penelitian ini menunjukkan pada evaluasi fisik sediaan krim ekstrak etil asetat kulit pisang tanduk menunjukkan adanya daya sebar krim yang tidak memenuhi persyaratan dimana semakin banyak ekstrak yang ditambahakan membuat krim semakin kental, sehingga daya sebar krim menurun. Selanjutnya pada pengujian aktivitas antibakteri sediaan krim ekstrak etil asetat kulit pisang tanduk mentah pada formulasi (F1, F2, dan F3) memiliki zona hambat pada kategori sedang terhadap bakteri Propionibacterium acnes dengan rata-rata zona hambat terbesar yaitu pada F3 = 8,56 mm.

6 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Formulasi dan uji stabilitas fisik krim dari ekstrak etanol batang rumput gajah (pennisetum purpureum) terhadap bakteri staphylococcus aureus

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kulit berminyak merupakan salah satu penyebab kulit berjerawat. Banyaknya kelenjar sebum yang dihasilkan dapat menyumbat pori-pori kulit. Penyumbatan terjadi disebabkan oleh salah satu bakteri penyebab jerawat yaitu staphylococcus aureus sehingga terjadi peradangan. Rumput gajah (Pennisetum purpureum) merupakan tanaman afrika tropika yang sudah menyebar keseluruh penjuru dunia. Rumput gajah dapat tumbuh dari dekat pantai hingga ketinggian 2000m dari permukaan laut. Tumbuh baik dari suhu 25-45°C. Rumput gajah mengandung senyawa flavonoid, alkaloid, saponin dan tanin yang dipercaya sebagai antimikroba. Pada penelitian ini dibuat sediaan krim, sediaan krim dipilih karena memiliki kelebihan seperti mudah penggunaannya, tidak lengket dan mudah dibilas dengan air.

8 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail