Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

2 hasil
Subjek: Staphylococcus aureus.
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

SKRINING FITOKIMIA DAN UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK BATANG BANGLE (Zingiber montanum) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Infeksi yang disebabkan oleh bakteri Staphylococcus aureus merupakan salah satu masalah kesehatan yang dapat menyebabkan berbagai jenis infeksi pada manusia. Penggunaan antibakteri secara terus-menerus dapat meningkatkan risiko terjadinya resistensi, sehingga diperlukan sumber antibakteri alami yang berpotensi digunakan sebagai alternatif. Bangle (Zingiber montanum (J.Koenig) Link ex A.Dietr.) merupakan salah satu tanaman yang secara empiris telah digunakan dalam pengobatan tradisional dan diketahui mengandung berbagai senyawa metabolit sekunder yang berpotensi memiliki aktivitas antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan metabolit sekunder serta aktivitas antibakteri ekstrak etanol 70% batang bangle (Zingiber montanum) terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium yang meliputi proses ekstraksi dengan metode maserasi menggunakan etanol 70%, skrining fitokimia, dan pengujian aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi sumuran. Konsentrasi ekstrak etanol batang bangle yang digunakan dalam pengujian antibakteri yaitu 40%, 50%, dan 60%, dengan aquadest sebagai kontrol negatif. Hasil skrining fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak etanol 70% batang bangle mengandung senyawa metabolit sekunder berupa senyawa saponin, tanin, flavonoid, dan alkaloid. Hasil pengujian aktivitas antibakteri menunjukkan bahwa ekstrak etanol 70% batang bangle pada konsentrasi 40%, 50%, dan 60% menunjukan adanya aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus, dengan hasil zona hambat masing-masing sebesar 17,79 mm, 26,82 mm, dan 23,52 mm. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol 70% batang bangle memiliki aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus pada konsentrasi yang diuji.

37 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Formulasi dan uji stabilitas fisik krim ekstrak etanol batang rumput gajah (Pennisetum purpureum schumach) terhadap bakteri staphylococcus aureus

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Jerawat merupakan penyakit kulit yang melibatkan peradangan, salah satu penyebabnya adalah Staphylococcus aureus. Pengobatan jerawat dapat dilakukan dengan menurunkan jumlah koloni Staphylococcus aureus menggunakan antibiotik. Batang rumput gajah mengandung senyawa yang bersifat antibakteri seperti flavonoid, tanin, saponin dan alkaloid. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sediaan krim ekstrak etanol batang rumput gajah (Pennisetum purpureum Schumach) mempunyai aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus. Penelitian ini dilakukan di laboratorium STIKes Ibnu Sina Ajibarang pada bulan Januari sampai Juli 2024. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimental menggunakan metode difusi sumuran dengan perbedaan konsentrasi. Konsentrasi ekstrak yang digunakan yaitu F1 = 6,25%; F2 = 11%; dan F3 = 16% dengan pembanding kontrol negatif = F0 dan kontrol positif = krim gentamisin. Evaluasi fisik sediaan krim ekstrak etanol batang rumput gajah terdiri dari uji organoleptik, uji homogenitas, uji pH, uji daya sebar, uji daya lekat, uji tipe krim, dan uji stabilitas (centrifugal test). Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa formulasi krim dengan tipe krim minyak dalam air yang dibuat telah memenuhi persyaratan uji fisik sediaan krim. Formulasi krim yang dihasilkan homogen, memiliki rentang pH 5 - 6, daya sebar 5,11 cm hingga 5,44 cm, dan daya lekat krim berkisar antara 3,85 detik hingga 4,78 detik. Selanjutnya pada pengujian aktivitas antibakteri sediaan krim ekstrak etanol batang rumput gajah pada F2 memiliki zona hambat sedang sebesar 8,78 mm, pada F1 dan F3 memiliki zona hambat kuat sebesar 10,30 mm dan 12,85 mm terhadap bakteri Staphylococcus aureus.

8 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail