ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Lip cream adalah suatu sediaan pewarna bibir yang memiliki tekstur semi padat dan memiliki kemampuan melembabkan bibir lebih lama karena mengandung minyak dalam jumlah tinggi untuk membantu mencegah bibir kering dan mudah pecah-pecah. Temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) merupakan salah satu tumbuhan obat keluarga Zingiberaceae yang mengandung zat kuning kurkuminoid sebagai pewarna alami. Tujuan penelitian ini adalah memformulasikan dan menguji sediaan lip cream ekstrak etanol temulawak. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental formulasi sediaan lip cream ekstrak etanol temulawak 0%, 4%, 5% dan 6%. Evaluasi sediaan meliputi uji organoleptis, homogenitas, pH, daya sebar dan uji kesukaan. Hasil dari penelitian ini adalah ekstrak etanol temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) dapat diformulasikan dalam sediaan lip cream dan dapat mempengaruhi perubahan warna pada sediaan. Hasil evaluasi menunjukan semua formula memenuhi syarat serta uji kesukaan menunjukan bahwa panelis lebih suka untuk formulasi F3 karena memiliki warna yang lebih gelap. Kata kunci: Lip cream, Temulawak, kurkuminoid, Pewarna alami
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tanda-tanda bahwa anak mengalami susah makan dan kemudian akan memicu terjadinya gizi buruk adalah sangat terbatasnya asupan nutrisi dan nafsu makan yang berkurang. Rimpang temu ireng,temulawak, kencur dan jahe memiliki kandungan minyak atsiri, kurkumin, xanthorizol, gingerol dan flavonoid pada tiap tanaman yang dapat meningkatkan berat badan serta nafsu makan. Penelitian dilakukan di Laboratorium Farmakologi STIKes Ibnu Sina Ajibarang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dan frekuensi optimal dalam pemberian infusa kombinasi terhadap berat badan dan konsumsi pakan mencit. Jenis penelitian ini adalah true experimental dengan metode Pre-Post test control design. Sebanyak 28 ekor mencit jantan terbagi menjadi empat kelompok. Kelompok P0 (aquadest), kelompok P1 (pemberian ½ x dosis), kelompok P2 (pemberian 1x dosis) dan kelompok P3 (pemberian 1 ½ x dosis). Seluruh kelompok perlakuan diaklimatisasi selama 7 hari, kemudian diberi perlakuan sesuai dosis yang telah ditentukan, lalu dilakukan pengamatan kenaikan berat badan dan konsumsi pakan selama 28 hari. Analisis data dilakukan menggunakan uji t-test berpasangan, uji One Way ANOVA, dilanjutkan dengan uji Post-hoc LSD. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh terhadap kenaikan berat badan yang signifikan pada kelompok P2 (p=0.000) dan konsumsi pakan pada seluruh kelompok pada minggu pertama, ketiga dan keempat. (p0,05).
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Formulasi dan Uji Sediaan Lip cream Ekstrak Etanol Temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) Sebagai Pewarna Alami