Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

4 hasil
Subjek: mencit jantan
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

AKTIVITAS ANTIHIPERURISEMIA EKSTRAK ETANOL CABAI MERAH (Capsicum annuum L.) PADA MENCIT JANTAN (Mus musculus) SECARA IN VIVO

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Peningkatan prevalensi hiperurisemia mendorong pencarian alternatif pengobatan berbahan alam yang memiliki efek samping lebih rendah dibandingkan obat sintetik. Salah satu tanaman yang berpotensi sebagai agen antihiperurisemia adalah cabai merah (Capsicum annuum L.). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas athiperurisemia ekstrak etanol cabai merah terhadap penurunan kadar asam urat darah pada mencit jantan (Mus musculus) yang diinduksi kalium oksonat. Penelitian ini dilakukan di laboratorium universitas ibnu sina ajibarang menggunakan 20 ekor mencit jantan yang dibagi menjadi lima kelompok, yaitu kontrol negatif (Na CMC 0,5%), kontrol positif (allopurinol), serta tiga kelompok perlakuan ekstrak etanol cabai merah dosis 200 mg/kgBB, 400 mg/kgBB, dan 600 mg/kgBB. Hiperurisemia diinduksi menggunakan kalium oksonat. Pengukuran kadar asam urat dilakukan pada hari ke-0, hari ke-14, hari ke-21, dan hari ke-28. Kemudian dianalisi menggunakan One-Way ANOVA dengan SPSS versi 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh kelompok perlakuan ekstrak mampu menurunkan kadar asam urat dibandingkan kontrol negatif. Dosis 600 mg/kgBB memberikan persentase penurunan kadar asam urat tertinggi di antara kelompok ekstrak, yaitu sebesar 4,25 mg/dL pada hari ke 28. Meskipun uji ANOVA menunjukan tidak terdapat perbedaan bermakna antar kelompok perlakuan. Kesimpulanya,ekstrak etanol cabai merah (Capsicum annuum L.) memiliki potensi sebagai agen antihiperurisemia pada mencit jantan (Mus musculus).

65 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

AKTIVITAS ANTIHIPERURISEMIA EKSTRAK ETANOL CABAI MERAH (Capsicum annuum L.) PADA MENCIT JANTAN (Mus musculus) SECARA IN VIVO

2026•Koleksi Perpustakaan

Peningkatan prevalensi hiperurisemia mendorong pencarian alternatif pengobatan berbahan alam yang memiliki efek samping lebih rendah dibandingkan obat sintetik. Salah satu tanaman yang berpotensi sebagai agen antihiperurisemia adalah cabai merah (Capsicum annuum L.). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas athiperurisemia ekstrak etanol cabai merah terhadap penurunan kadar asam urat darah pada mencit jantan (Mus musculus) yang diinduksi kalium oksonat. Penelitian ini dilakukan di laboratorium universitas ibnu sina ajibarang menggunakan 20 ekor mencit jantan yang dibagi menjadi lima kelompok, yaitu kontrol negatif (Na CMC 0,5%), kontrol positif (allopurinol), serta tiga kelompok perlakuan ekstrak etanol cabai merah dosis 200 mg/kgBB, 400 mg/kgBB, dan 600 mg/kgBB. Hiperurisemia diinduksi menggunakan kalium oksonat. Pengukuran kadar asam urat dilakukan pada hari ke-0, hari ke-14, hari ke-21, dan hari ke-28. Kemudian dianalisi menggunakan One-Way ANOVA dengan SPSS versi 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh kelompok perlakuan ekstrak mampu menurunkan kadar asam urat dibandingkan kontrol negatif. Dosis 600 mg/kgBB memberikan persentase penurunan kadar asam urat tertinggi di antara kelompok ekstrak, yaitu sebesar 4,25 mg/dL pada hari ke 28. Meskipun uji ANOVA menunjukan tidak terdapat perbedaan bermakna antar kelompok perlakuan. Kesimpulanya,ekstrak etanol cabai merah (Capsicum annuum L.) memiliki potensi sebagai agen antihiperurisemia pada mencit jantan (Mus musculus).

64 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

UJI AKTIVITAS ANTIKOLESTEROL EKSTRAK ETANOL DAUN PAKIS SAYUR (Diplazium esculentum (Retz.) Swartz) PADA MENCIT JANTAN (Mus musculus) SECARA IN VIVO

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Peningkatan prevalensi hiperkolesterolemia mendorong pencarian alternatif pengobatan berbahan alam dengan efek samping lebih rendah dibandingkan obat sintetik. Salah satu tanaman yang berpotensi adalah daun pakis sayur (Diplazium esculentum (Retz.) Swartz). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ekstrak etanol daun pakis sayur memiliki efek terhadap kadar kolesterol total dan dosis berapa yang paling baik dalam menurunkan kadar kolesterol total pada mencit jantan. Penelitian eksperimental ini dilakukan di Laboratorium Farmakologi Universitas Ibnu Sina Ajibarang menggunakan 25 ekor mencit jantan yang dibagi menjadi lima kelompok, yaitu kontrol negatif (Na-CMC), kontrol positif (simvastatin), serta tiga kelompok perlakuan ekstrak etanol daun pakis sayur dosis 14 mg, 28 mg, dan 56 mg. Hiperkolesterolemia diinduksi dengan propiltiourasil (PTU) dan kuning telur puyuh. Kadar kolesterol total diukur pada hari ke-0, ke-14, ke-21, dan ke-28, dan dianalisis dengan One-Way ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua dosis ekstrak etanol daun pakis sayur menurunkan kadar kolesterol total. Dosis ekstrak etanol pakis sayur 56 mg (F4) merupakan dosis paling baik menurunkan kadar kolesterol total hingga 24,0% dengan rerata 122,2 mg/dL, meskipun uji ANOVA menunjukkan tidak terdapat perbedaan bermakna antar kelompok.

67 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

UJI AKTIVITAS ANTIKOLESTEROL EKSTRAK ETANOL DAUN PAKIS SAYUR (Diplazium esculentum (Retz.) Swartz) PADA MENCIT JANTAN (Mus musculus) SECARA IN VIVO

2026•Koleksi Perpustakaan

Peningkatan prevalensi hiperkolesterolemia mendorong pencarian alternatif pengobatan berbahan alam dengan efek samping lebih rendah dibandingkan obat sintetik. Salah satu tanaman yang berpotensi adalah daun pakis sayur (Diplazium esculentum (Retz.) Swartz). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ekstrak etanol daun pakis sayur memiliki efek terhadap kadar kolesterol total dan dosis berapa yang paling baik dalam menurunkan kadar kolesterol total pada mencit jantan. Penelitian eksperimental ini dilakukan di Laboratorium Farmakologi Universitas Ibnu Sina Ajibarang menggunakan 25 ekor mencit jantan yang dibagi menjadi lima kelompok, yaitu kontrol negatif (Na-CMC), kontrol positif (simvastatin), serta tiga kelompok perlakuan ekstrak etanol daun pakis sayur dosis 14 mg, 28 mg, dan 56 mg. Hiperkolesterolemia diinduksi dengan propiltiourasil (PTU) dan kuning telur puyuh. Kadar kolesterol total diukur pada hari ke-0, ke-14, ke-21, dan ke-28, dan dianalisis dengan One-Way ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua dosis ekstrak etanol daun pakis sayur menurunkan kadar kolesterol total. Dosis ekstrak etanol pakis sayur 56 mg (F4) merupakan dosis paling baik menurunkan kadar kolesterol total hingga 24,0% dengan rerata 122,2 mg/dL, meskipun uji ANOVA menunjukkan tidak terdapat perbedaan bermakna antar kelompok.

6 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail