ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Etnobotani merupakan cabang ilmu yang mempelajari hubungan antara manusia dan tumbuhan, khususnya pemanfaatan sumber daya tanaman dalam kehidupan masyarakat. Tanaman berkhasiat obat adalah tumbuhan yang digunakan sebagai bahan pengobatan, baik yang dibudidayakan maupun yang tumbuh liar, berdasarkan pengetahuan yang diwariskan secara turun-temurun. Bagian tanaman yang dimanfaatkan meliputi akar, batang, biji, buah, bunga, daun, kulit batang, rimpang, umbi, serabut, serta seluruh bagian tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis, khasiat, dan cara pengolahan tanaman berkhasiat obat yang digunakan dalam pengobatan tradisional oleh masyarakat Desa Serayu Larangan, Kecamatan Mrebet, Kabupaten Purbalingga. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 75 jenis tanaman berkhasiat obat yang dimanfaatkan masyarakat. Jahe merupakan tanaman yang paling banyak digunakan dengan persentase 26%. Jenis penyakit yang umum diobati meliputi batuk, asam lambung, diare, pegal-pegal, hipertensi, kolesterol, asam urat, gangguan buang air kecil, dan sakit perut, dengan persentase tertinggi yaitu pegal-pegal dengan prsentase 20%. Cara pengolahan dilakukan dengan berbagai metode seperti direbus, digeprek, diseduh, diparut, ditumbuk, dimakan langsung, diblender, dikeringkan, diperas, dioles, dan digunakan langsung. Metode yang paling sering digunakan adalah direbus dengan prsentase 58%.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Etnobotani merupakan ilmu yang mempelajari tentang tanaman dan interaksi antara manusia dan sumber daya tanaman yang digunakan oleh manusia. Tanaman berkhasiat obat merupakan tanaman yang digunakan untuk obat, baik yang ditanam secara langsung maupun secara liar berdasarkan pengalaman dengan bagian-bagian tanaman yang dapat digunakan antara lain akar, batang, biji, buah, bunga, daun, kulit, rimpang, seluruh bagian, dan umbi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui jumlah dari tanaman yang digunakan, khasiat dari tanaman, dan cara pengolahan tanaman berkhasiat obat oleh masyarakat Desa Pekuncen Kecamatan Jatilawang Kabupaten Banyumas. Metode yang digunakan adalah metode Observasi dan wawancara dengan mendiskripsikan hasil pengamatan tentang pemanfaatan tanaman berkhasiat obat. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 101 jenis tanaman berkhasiat obat yang digunakan oleh masyarakat. Bagian tanaman yang sering digunakan adalah rimpang 36,28%. Jenis penyakit banyak dijumpai oleh masyarakat diantaranya batuk, maag, menghangatkan badan, demam, diare, pegal-pegal, hipertensi. Pengolahan tanaman yang sering dilakukan adalah direbus 56,64%.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Studi Etnobotani Tanaman Berkhasiat Obat Untuk Pengobatan Tradisional di Desa Pekuncen Kecamatan Jatilawang Kabupaten Banyumas
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
BookOpen AccessMetadata saja
2021•Koleksi Perpustakaan
BookOpen AccessMetadata saja
2021•Koleksi Perpustakaan
Seiring dengan kemajuan zaman, pengetahuan tentang pengobatan tradisional mulai terkikis karena kurangnya minat dari generasi penerusnya sehingga dikhawatirkan lambat laun akan hilang. Oleh karena itu perlu diupayakan untuk menelaah dan mendokumentasikan pengetahuan pengobatan dari setiap suku bangsa yang ada.
Pada buku ini didokumentasikan penggunaan obat dan cara pengobatan yang dilakukan oleh masyarakat Desa Air Selimang, di mana ruang lingkupnya meliputi obat serta cara pengobatan menggunakan bahan alam dilengkapi dengan pembuktian ilmiah yang telah dilakukan. Semoga buku ini dapat bermanfaat, terutama memberikan wawasan tentang etnofarmakognosi suku bangsa yang ada di Indonesia.