Kimia analitik dan kimia organik merupakan mata-mata kuliah penting bagi mahasiswa di Jurusan Perikanan dan Kebaharian (JPK), Politeknik Negeri Nusa Utara (Polnustar). Tergolong sebagai mata-mata kuliah wajib umum di JPK Polnustar, kimia organik dan kimia analitik bertujuan membekali para mahasiswa dengan pengetahuan teori maupun praktek memadai untuk membantu mereka mempelajari mata-mata kuliah lanjutan seperti Biokimia, Biokimia Perikanan maupun Biokimia Ikan maupun praktek kerja lapangan atau praktek kerja akhir terutama praktekpraktek kerja lapangan yang erat kaitannya dengan penerapan ilmu kimia, sebuah tuntutan sangat menantang bagi para dosen pengampu. Selain itu, para dosen pengampu juga harus berhadapan dengan fakta bahwa sebagian mahasiswa yang mengambil mata-mata kuliah ini tidak memiliki pengetahuan kimia dasar memadai. Akibatnya, integrasi kimia dasar menjadi sangat relevan dan sebuah keharusan dalam pengajaran kimia analitik dan kimia organik di Polnustar. Masalahnya, hingga saat ini materi-materi pembelajaran kimia yang mencakup kimia dasar, kimia analitik dan kimia organik yang bias diakses secara langsung oleh para dosen pengampu maupun mahasiswa belum tersedia. Itulah sebabnya, buku ini ditulis dengan salah satu tujuan utamanya menyediakan konsepkonsep dan isu penting menyangkut kimia dasar, kimia organik dan kimia analitik yang tersedia dan bisa diakses dengan mudah secara luring maupun daring oleh para dosen pengampu maupun mahasiswa di Polnustar.
Ketiga senyawa organik ini melimpah di alam dengan beragam manfaat di bidang industri, farmasi maupun aplikasi biologi. Etanol adalah bahan tambahan pada bahan bakar dan pelarut di bidang industri. Fenol tergolong disinfektan sedangkan ...
... Calcite aut / Garam ah Industri Urea RANTAI LINGKUP INDUSTRI KIMIA DASAR ( SANGAT DISEDERHANAKAN ) Pupuk N Resin ... dan farmasi → Pertanian → Industri Angkutan → Rumah Tangga Sektor Ind . Bahan Bangunan , Kontruksi Ind . Dasar ...
Buku ini bisa menjadi panduan bagi para calon tenaga kesehatan ataupun tenaga kesehatan dalam memahami dan menyelami berbagai aspek dasar dalam ilmu komunikasi, karena hampir dalam setiap penjelasannya buku ini menggunakan ilustrasi atau contoh dalam dunia kesehatan. Isi dari buku ini cukup lengkap, dalam membekali para tenaga kesahatan dalam berkomunikasi dengan baik, seperti di Bab 1 banyak mengupas tentang area studi komunikasi kesehatan sampai manfaat kajian kajian tentang komunikasi kesehatan. Bab 2, pembaca diajak untuk memahami pentingnya komunikasi saat ini, selain itu Bab 2 juga dilengkapi berbagai aksioma komunikasi sampai tradisi tradisi dalam ilmu komunikasi Kemudian di Bab 3 pembaca diajak untuk memahami model-model komunikasi, yang juga terdapat ilustrasi kasus dalam dunia kesehatan dalam setiap model, sehingga memudahkan para tenaga kesehatan dalam berkomunikasi dengan pasien, bahkan model-model komunikasi ini bisa menjadi panduan para tenaga kesehatan dalam berhadapan dengan satu pasien, sekelompok pasien, sampai masyarakat dalam jumlah yang banyak. Adapun Bab 4 penulis mengajak pembaca untuk menyelami berbagai teori dalam ilmu komunikasi mulai teori yang terdapat dalam konteks komunikasi interpersonal sampai dalam komunikasi kelompok. Bab 4 ini juga disertai contoh ilustrasi dalam dunia kesehatan yang bertujuan untuk memudahkan pembaca memahami sebuah teori. Buku Persembahan Penerbit PrenadaMediaGroup
Isi dari buku ini cukup lengkap, dalam membekali para tenaga kesahatan dalam berkomunikasi dengan baik, seperti di Bab 1 banyak mengupas tentang area studi komunikasi kesehatan sampai manfaat kajian kajian tentang komunikasi kesehatan.
Penelitian dalam bidang sosial, pendidikan, kebudayaan dan keagamaan memiliki puluhan tawaran metodologis. Namun demikian, tidak dapat dielakkan adanya pengaruh kuat dari pendekatan dalam penelitian kuantitaif atau kualitatif. Dalam penelitian ilmu sosial, pendekatan kuantitatif dan kualitatif sudah berkembang sekitar tahun 1960-an sehingga para pakar tidak lagi mempersoalkannya. Bahkan, terdapat kecenderungan adanya kesesuaian metodologis terhadap topik penelitian meskipun tidak dimungkiri sebagian pakar khususnya di Indonesia masih terpetak-petak dalam kubu kuantitaif dan kubu kualitatif. Sering kali pakar kuantitatif dalam bidang ilmu-ilmu sosial menjadi fanatik dan bertolak belakang dengan kubu kualitatif yang menganggap pendekatan kualitatif sebagai penelitian yang tidak obyektif, subyektif, tidak representatif, dan tidak reliable. Buku yang terdiri atas delapan bab ini akan mengajak pembaca memahami seluk beluk metodologi penelitian kualitatif dalam ranah pendidikan, sosial, kebudyaan dan keagamaan. Buku ini akan lebih jauh mengulas metode penelitian kualitatif sebagai salah satu tipe penelitian yang tidak kalah populer dan kredibel dengan tipe kuantitatif.