Profil penulis
C
289 karya publik ditemukan.
Cardiovascular Pharmacology: Chapter 8
Kamus Indonesia-Inggris
Volumetro & Gravimetri
Teori Dan Praktek Farmasi Industri 3
Teori Dan Praktek Farmasi Industri 2
Teori Dan Praktek Farmasi Industri 1
Toefl Cliffs
Komunikasi Apoteker Pasien
Bioremidiasi Limbah Biomedik Cair
Dasar-Dasar Radiofarmasi
Kelor Tanaman Ajaib Untuk Kehidupan Yang Lebih Sehat
Panduan Teknik Pengolahan Dan Pengawetan Pangan
Teori Dan Praktek Farmasi Industri (3) Edisi 3
Teori Dan Praktek Farmasi Industri (2) Edisi 3
Teori Dan Praktek Farmasi Industri (1) Edisi 3
Edukasi Kesehatan Reproduksi Remaja
Buku ini bertujuan untuk membantu pembaca memahami kesehatan reproduksi remaja secara menyeluruh dan mudah dipahami. Masa remaja merupakan masa pubertas sehingga remaja akan mengalami perubahan yang cukup signifikan baik fisik, psikis, maupun sosial. Remaja memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, suka terhadap tantangan, ingin mencoba berbagai hal baru, dan tindakan khas lainnya untuk mencari jati diri. Oleh karena itu, remaja juga perlu difasilitasi dengan adanya berbagai sumber bacaan terkait kesehatan reproduksi. Remaja memiliki hak-hak reproduksi dan menerima pelayanan kesehatan reproduksi semaksimal mungkin dimulai dari menerima informasi yang benar secara lisan maupun tulisan. Buku ini bertujuan untuk mewujudkan remaja Indonesia yang sehat reproduksinya sehingga menjadi Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas serta siap membangun bangsa dan negara yang lebih baik. Sasaran penulisan buku ini adalah seluruh elemen masyarakat terutama remaja, orang tua, tenaga kesehatan, dan tenaga pendidik.
Ilmu Kesehatan Masyarakat
Ilmu Kesehatan Masyarakat sebagai terjemahan dari Public Health pendekatannya berbeda dengan Kedokteran Klinik (Medical Clinic). Pada Kedokteran Klinik individu-individu yang datang sudah dalam keadaan sakit. Keadaan berbeda terjadi pada Kesehatan Masyarakat, di mana individuindividu tersebut berada dalam suatu komunitas tertentu (community), namun bisa juga pada masyarakat yang lebih luas dan umum (public). Pada masyarakat yang luas kita menangani yang sakit maupun tidak sakit dan masih dalam status sehat.
Penguatan Upaya Kesehatan Masyarakat Dan Pemberdayaan Masyarakat Bidang Kesehatan Di Indonesia
Sistem Kesehatan Nasional dewasa ini menetapkan bahwa upaya kesehatan dan pemberdayaan masyarakat pada hakikatnya merupakan fokus dari pembangunan kesehatan. Upaya kesehatan tersebut pada pokoknya terdiri atas upaya kesehatan masyarakat dan upaya kesehatan perorangan. Program Jaminan Kesehatan Nasional sangat mendukung penguatan upaya kesehatan perorangan termaksud. Penguatan upaya kesehatan masyarakat merupakan penguatan setiap kegiatan dan/atau serangkaian kegiatan untuk memelihara dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dalam bentuk peningkatan kesehatan dan pencegahan penyakit oleh pemerintah dan/atau masyarakat. Pemberdayaan masyarakat bidang kesehatan merupakan suatu proses pembangunan manusia atau masyarakat melalui pengembangan kemampuan masyarakat, perubahan perilaku, dan pengorganisasian masyarakat bidang kesehatan. Tantangan penguatan upaya kesehatan masyarakat, yaitu masih terbatasnya pemerataan pembangunan kesehatan, pelayanan kesehatan perorangan yang masih terbatas mutunya, upaya kesehatan masyarakat yang masih kurang berfungsi, kemampuan pengelolaan atau manajemen pembangunan kesehatan yang belum kuat, dan peran masyarakat dalam pembangunan kesehatan yang belum optimal. Tantangan pemberdayaan masyarakat, yaitu belum optimalnya penggerakan masyarakat, pengorganisasian masyarakat dalam pemberdayaan, advokasi, kemitraan, dan peningkatan sumber daya masih terbatas. Masalah penguatan upaya kesehatan masyarakat dan pemberdayaan masyarakat pada hakikatnya meliputi: 1) kurangnya penggunaan pendekatan proses penguatan yang lebih terarah, menyeluruh, dan saling terkait serta realistis, dan 2) terbatasnya sumber daya pendukung terutama sumber daya manusia, informasi, dan pembiayaan. Strategi penguatan upaya kesehatan masyarakat dan pemberdayaan masyarakat bidang kesehatan meliputi: 1. Strategi penguatan upaya kesehatan masyarakat: analisis, pengendalian, dan penilaian; pengembangan kebijakan; dan pelaksanaan dan dukungan. 2. Strategi pemberdayaan masyarakat: Pemberdayaan masyarakat bidang kesehatan dilakukan melalui kelompok masyarakat, organisasi masyarakat, dunia usaha dan pihak lain pada tingkat nasional, provinsi, dan kabupaten/ kota. Langkah-langkah pokok pelaksanaan strategi penguatan upaya kesehatan masyarakat dan pemberdayaan masyarakat, antara lain: Dalam peningkatan pembangunan kesehatan yang memberi pengutamaan pada penguatan kesehatan masyarakat memerlukan perubahan mindset atau paradigma bagi semua pihak terkait.Perlu ditetapkan dan dilaksanakan strategi penguatan upaya kesehatan masyarakat dan pemberdayaan masyarakat dalam bidang kesehatan yang bersifat menyeluruh.Penguatan tersebut perlu menggunakan pendekatan proses yang lebih terarah, menyeluruh, dan saling terkait serta realistis dan didukung sumber daya yang memadai.Alokasi pembiayaan kesehatan diutamakan untuk penguatan kegiatan upaya kesehatan masyarakat dan mendukung pemberdayaan masyarakat bidang kesehatan.Pengembangan dan pemberdayaan SDM Kesehatan perlu makin diperkuat di tingkat pusat dan daerah.Penguatan upaya kesehatan masyarakat dan pemberdayaan masyarakat hanya dapat dilaksanakan bila didukung oleh sistem informasi kesehatan yang tangguh, baik dalam penyelenggaraan maupun penggunaannya.Pembinaan dan pengawasan upaya kesehatan masyarakat dan pemberdayaan masyarakat perlu berpedoman terutama pada ketentuan-ketentuan yang telah ditetapkan dan dilaksanakan dengan saksama. Penguatan upaya kesehatan masyarakat dan pemberdayaan masyarakat bidang kesehatan diharapkan bersama dengan pelaksanaan Jaminan Kesehatan Nasional dapat mendukung percepatan pembangunan kesehatan sehingga dapat meningkatkan akselerasi, pemerataan, dan mutu pembangunan kesehatan. [UGM Press, UGM, Gadjah Mada University Press]