Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

J

388 karya publik ditemukan.

2026: 322025: 812024: 102023: 702022: 792021: 116

Microsoft Windows 95 sistem Operasi bagi Semua Orang

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Tentang mengenal windows 95, dasar=dasar pengoperasian microsoft windows 95, pengelolaan file dan folder, setting konfigurasi sistem MS Windows 95, fasilitas tambahan dengan program accecories, menolah gambar dengan microsoft paint, mengolah naskah dengan wordpad, komunikasi proses

Formulasi Serum Antibakteri Ekstrak Etanol Daun Sambang Darah (Excoecaria codainchinensis) Terhadap Bakteri Propionibacterium acnes

2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

FORMULASI SERUM ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAUN SAMBANG DARAH (Excoecaria codainchinensis) TERHADAP BAKTERI Propionibacterium acnes KHORIAHSA DWI RENJANI ABSTRAK Jerawat atau yang biasa disebut Acne vulgaris merupakan penyakit kulit kronis yang melibatkan peradangan pada salah satu penyebabnya bakteri Propionibacterium acnes. Pengobatan jerawat dapat dicegah menggunakan antibakteri dapat dilakukan pemberian antibiotik. Daun sambang darah mengandung senyawa yang bersifat antibakteri seperti flavonoid, saponin dan tanin. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui ekstrak etanol daun sambang darah (Excoecaria codainchinensis) dapat diformulasikan menjadi sediaan serum dan mengetahui sediaan serum ekstrak etanol daun sambang darah (Excoecaria codainchinensis) mempunyai aktivitas antibakteri terhadap pertumbuhan bakteri Propionibacterium acnes. Penelitian ini dilakukan di laboratorium STIKes Ibnu Sina Ajibarang pada bulan april sampai juli 2025. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimental menggunakan metode difusi sumuran. Analisis data menggunakan uji ANOVA dengan program SPPS 26. Konsentrasi ekstrak yang digunakan yaitu F1 3%, F2 5%, dan F3 7% dengan pembanding kontrol negatif = F0. Evaluasi fisik sediaan serum ekstrak etanol daun sambang darah terdiri daru uji homongenitas, uji organoleptik, uji daya sebar, uji viskositas, dan uji pH. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa sediaan serum ekstrak etanol daun sambang darah sesuai dengan persyaratan. Selanjutnya uji aktivitas antibakteri sediaan serum pada formulasi (F1,F2 dan F3) memiliki zona hambat pada kategori sedang terhadap bakteri Propionibacterium acnes dengan daya hambat terbesar yaitu F3 = 40,9 mm. Pada penelitian ini kontrol negatif mengmbat pertumbuhan bakteri Propionibaterium acnes.

PERBANDINGAN CEMARAN BAKTERI PADA VARIASI METODE PENGAWETAN PRODUK PERIKANAN DI BPMHP SEMARANG

2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Produk perikanan merupakan sumber pangan bergizi tinggi, namun mudah rusak akibat kontaminasi mikroorganisme. Cemaran bakteri seperti Escherichia coli dan Salmonella sp. dapat menurunkan mutu serta menimbulkan risiko kesehatan, sehingga diperlukan pengujian mikrobiologi untuk menjamin keamanan pangan. Penelitian ini bertujuan membandingkan tingkat cemaran E. coli dan Salmonella sp. pada produk perikanan dengan metode pengawetan berbeda (beku,segar, kering, dan kaleng) di BPMHP Semarang, serta mengetahui perbedaan tingkat cemaran yang dihasilkan. Penelitian dilakukan secara eksperimen dengan uji Angka Lempeng Total (ALT) serta deteksi E. coli dan Salmonella sp. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan cemaran mikrobiologi pada tiap metode pengawetan. Rajungan kaleng menunjukkan mutu terbaik dengan ALT 10 kol/g serta negatif E. coli dan Salmonella sp. Udang kering juga masih memenuhi standar karena ALT rendah (100 kol/g) dan negatif E. coli. Udang segar memiliki ALT tertinggi (17.000 kol/g), sedangkan gurita beku mengandung E. coli 9, 2 APM/g meski ALT masih di bawah batas SNI. Kesimpulannya, metode pengawetan berpengaruh terhadap mutu mikrobiologi produk perikanan. Pengawetan kaleng dan kering lebih efektif menjaga keamanan pangan dibandingkan metode segar dan beku.

PERBANDINGAN CEMARAN BAKTERI PADA VARIASI METODE PENGAWETAN PRODUK PERIKANAN DI BPMHP SEMARANG

2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Produk perikanan merupakan sumber pangan bergizi tinggi, namun mudah rusak akibat kontaminasi mikroorganisme. Cemaran bakteri seperti Escherichia coli dan Salmonella sp. dapat menurunkan mutu serta menimbulkan risiko kesehatan, sehingga diperlukan pengujian mikrobiologi untuk menjamin keamanan pangan. Penelitian ini bertujuan membandingkan tingkat cemaran E. coli dan Salmonella sp. pada produk perikanan dengan metode pengawetan berbeda (beku,segar, kering, dan kaleng) di BPMHP Semarang, serta mengetahui perbedaan tingkat cemaran yang dihasilkan. Penelitian dilakukan secara eksperimen dengan uji Angka Lempeng Total (ALT) serta deteksi E. coli dan Salmonella sp. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan cemaran mikrobiologi pada tiap metode pengawetan. Rajungan kaleng menunjukkan mutu terbaik dengan ALT 10 kol/g serta negatif E. coli dan Salmonella sp. Udang kering juga masih memenuhi standar karena ALT rendah (100 kol/g) dan negatif E. coli. Udang segar memiliki ALT tertinggi (17.000 kol/g), sedangkan gurita beku mengandung E. coli 9, 2 APM/g meski ALT masih di bawah batas SNI. Kesimpulannya, metode pengawetan berpengaruh terhadap mutu mikrobiologi produk perikanan. Pengawetan kaleng dan kering lebih efektif menjaga keamanan pangan dibandingkan metode segar dan beku.

Formulasi sediaan acne patch berbahan Dasar Ekstrak etanol 95% Daun Kersen (Muntingia calabura) terhadap bakteri Propionibacterium acnes.

2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

FORMULASI SEDIAAN ACNE PATCH EKSTRAK ETANOL DAUN KERSEN (Muntingia calabura L.) Terhadap Propionibacterium acnes UJIANA ASYFA SABRY ABSTRAK Acne vulgaris atau jerawat adalah suatu kondisi pada kulit yang mempengaruhi kelenjar sebacuous di dasar folikel rambut, salah satu penyebabnya adalah Propionibacterium acnes. Pengobatan pada jerawat dapat dilakukan dengan menghambat pertumbuhan bakteri propionibacterium acnes dengan menggunakan antibiotik. Daun kersen mengandung senyawa antibakteri yaitu seperti flavanoid, tanin dan saponin. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui formulasi acne patch ekstrak etanol daun kersen (Muntingia calabura L.) mempunyai aktivitas antibakteri terhadap Propionibacterium acnes. Penelitian ini dilakukan di laboratorium STIKes Ibnu Sina Ajibarang pada bulan Maret sampai Juni 2024. Jenis penelitia ini adalah eksperimental dengan menggunakan metode difusi sumuran dengan perbedaan konsentrasi ekstrak. Konsentrasi ekstrak yang digunakan adalah pada F1 = 3% ; F2 = 6% ; F3= 9% dengan perbandingan kontrol negatif = F0 dan kontrol Positif = Oxy antibacterium. Evaluasi fisik sediaan acne patch ekstrak etanol daun kersen meliputi uji organoleptik, uji keseragaman bobot, uji daya serap kelembapan, uji ketebalan dan uji pH. Hasil penelitian ini menunjukkan pada evaluasi fisik sediaan acne patch ekstrak etanol daun kersen menujukkan ketidaksesuaian pada uji ketahanan patch yaitu dengan hasil F0 7 lipatan, F1, F2, dan F3 dengan jumlah lipatan 10. Dimana hal tersebut faktor yang mempengaruhi ketahanan elastisitas sediaan acne patch adalah dari bahan formulasi yang digunakan terlalu sedikit yaitu pada propilenglikol yang berfungsi sebagai plasticizer. Selanjutnya pada pengujian aktivitas antibakteri formulasi acne patch ekstrak etanol daun kersen (F1 ; F2 ; dan F3) Menunjukkan adanya zona hambat kuat terhadap bakteri Propionibacterium acnes dengan rata-rata zona hambat terbesar yaitu F3 = 12,8 mm.

FORMULASI DAN AKTIVITAS ANTIBAKTERI PASTA GIGI KOMBINASI EKSTRAK BUAH STROBERI (Fragaria vesca L.) DAN KUBIS (Brassica oleracea L.) TERHADAP Staphylococcus aureus

2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Karies gigi merupakan penyakit jaringan gigi yang ditandai dengan kerusakan pada jaringan, salah satu bakteri yang menyebabkan karies gigi adalah Staphylococcus aureus. Buah stroberi dan kubis mengandung senyawa metabolit seperti tanin, flavonoid, alkaloid, dan saponin. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sediaan pasta gigi kombinasi ekstrak buah stroberi (Fragaria vesca L.) dan kubis (Brassica oleracea L.) mempunyai aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus. Penelitian ini dilakukan di laboratorium STIKes Ibnu Sina Ajibarang pada bulan Januari sampai Juni 2024. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimental menggunakan metode difusi sumuran dengan perbedaan konsentrasi. Konsentrasi ekstrak yang digunakan yaitu F1 = 20% dan 0% , F2 = 0% dan 20%, F3 = 10% dan 10%, F4 = 15% dan 5%, F5 = 5% dan 15% dengan pembanding kontrol negatif = F0 dan kontrol positif = Pepsodent Herbal. Evaluasi fisik sediaan pasta gigi kombinasi buah stroberi dan kubis terdiri dari uji organoleptis, uji homogenitas, uji pH, uji daya sebar, dan uji daya busa. Hasil dari penelitian ini menunjukkan pada evaluasi fisik sediaan pasta gigi kombinasi ekstrak buah stroberi dan kubis stabil secara fisik karena memenuhi persyaratan fisik pasta gigi. Selanjutnya, pada pengujian aktivitas antibakteri sediaan pasta gigi kombinasi ekstrak buah stroberi dan kubis pada F1dan F3 memiliki zona hambat sedang, sedangkan pada F2; 4; dan F5 memiliki zona hambat lemah terhadap Staphylococcus aureus dengan rata-rata zona hambat terbesar yaitu F3 = 6,7mm.

Hubungan kepatuhan konsumsi iron chelator dengan kadar feritin pada pasien talasemia beta mayor anak di instalasi talasemia termadu RSUD Banyumas

2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Talasemia beta mayor merupakan penyakit anemia hemolitik akibat produksi rantai globin beta terganggu sehingga terjadi penurunan produksi hemoglobin yang menyebabkan penderita memerlukan transfusi sel darah merah secara reguler dengan konsekuensi terjadi kelebihan kadar serum feritin. Penderita perlu patuh dalam mengonsumsi iron chelator agar kadar serum feritin tetap pada nilai yang disarankan. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan kepatuhan konsumsi iron chelator dengan kadar feritin pada pasien talasemia beta mayor anak di Instalasi Thalasemia Terpadu RSUD Banyumas. Penelitian ini menggunakan metode analisis observasional dengan pendekatan cross-secsional. Sebanyak 90 pasien anak dengan talasemia beta mayor yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan kepatuhan konsumsi iron chelator dengan kadar feritin (p = 0,000; OR = 10,323). Kesimpulan yang didapatkan adalah pasien yang patuh terhadap konsumsi iron chelator berpeluang 10,323 kali memiliki kadar feritin yang rendah daripada pasien yang tidak patuh terhadap konsumsi iron chelator

UJI STABILITAS FISIK FORMULASI SEDIAAN PATCH ANTIACNE EKSTRAK ETANOL DAUN SIRIH CINA (Peperomia pellucida L.)

2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Permasalahan yang umum terjadi pada sebagian besar masyarakat di Indonesia adalah permasalah kulit, salah satunya berupa jerawat. Jerawat bukan merupakan penyakit yang mengancam jiwa, namun dengan timbulnya jerawat pada kulit memberikan efek psikologis bagi penderita yang menyebabkan kurangnya rasa percaya diri. Patch merupakan bentuk sediaan transdermal penghantaran obat secara topikal yang dapat memberikan efek sistemik yang terkontrol melalui kulit menuju aliran darah. Dengan diciptakannya patch antiacne dengan berbagai macam kelebihannya menjadikan masyarakat sangat menggemari cara pengobatan ini. Salah satu bahan alam yang dapat dimanfaatkan dalam teknologi sediaan acne patch adalah daun sirih cina. Kandungan kimia pada daun sirih cina (Peperomia pellucida L.) yaitu alkaloid, flavonoid, terpenoid, tanin, dan minyak atsiri. Sebagaimana diketahui bahwa alkaloid, flavonoid dan tanin dapat berfungsi sebagai antibakteri. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian kualitatif dengan model desain penelitian eksperimental. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ekstrak etanol daun sirih cina dapat diformulasikan sebagai sediaan patch dan untuk engetahui stabilitas fisik sediaan patch antiacne ekstrak etanol daun sirih cina.

Fitoterapi Sistem Organ: Pandangan Dunia Barat terhadap Obat Herbal Global

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

Pandangan Dunia Barat terhadap obat herbal memiliki nilai strategis yang tinggi, mengingat hal ini akan meningkatkan nilai tambah obat herbal. Apabila komoditas botani ini sudah mendapat rekomendasi dari pihak barat, eksistensi obat herbal akan setaraf dengan obat konvensional (obat sintetis). Dengan memahami buku ini, kita bisa mengevaluasi posisi obat herbal dan memahami munculnya sederetan pekerjaan rumah untuk meningkatkan kualitas obat herbal agar bisa digunakan di klinik dan rumah sakit. masih memandang sebelah mata tentang obat herbal? baca selengkapnya dalam buku BukuFitoterapi sistem organ : pandangan dunia Barat terhadap obat herbal global ini diterbitkan oleh penerbit deepublish dan tersedia juga versi cetaknya. [Penerbit Deepublish, Deepublish, Obat Herbal]