2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Krim merupakan sediaan semisolid berupa emulsi kental yang mengandung air tidak lebih dari 60% dan ditujukan untuk pemakaian luar. Sediaan krim memiliki keuntungan yaitu mudah menyebar rata, mudah dibersihkan atau dicuci, praktis dan cara kerjanya berlangsung pada jaringan setempat. Daun buncis mengandung senyawa flavonoid, tannin dan tripenoid yang dapat digunakan sebagai antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ekstrak etanol daun buncis dapat diformulasikan menjadi sediaan krim dan untuk mengetahui apakah terdapat aktivitas antibakteri pada sediaan krim ekstrak etanol daun buncis. Metode penelitian menggunakan metode eksperimental. Kemudian dilakukan uji organoleptik, pemeriksaan Ph, daya sebar, daya lekat, viskositas dan diuji aktivitas antibakteri dengan difusi sumuran. Penelitian ini didapatkan hasil bahwa ekstrak etanol daun buncis dapat diformulasikan menjadi sediaan krim dan memiliki aktivitas antibakteri dengan diameter F1 7,44mm±1,45mm, F2 9,26mm±2,12mm dan F3 7,61±0,05mm yang termasuk dalam kategori sedang.
2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
-
2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
Lip cream merupakan sediaan semi padat yang banyak diminati karena dapat melembapkan dengan warna merata. Pewarna alami yang dapat dijadikan sebagai lip cream adalah kulit melinjo. Tujuan penelitian untuk mengetahui apakah ekstrak etanol kulit melinjo (Gnetum gnemon L.) dapat diformulasikan menjadi sediaan lip cream sebagai pewarna alami dan mengetahui formulasi manakah yang paling baik untuk dijadikan sebagai sediaan lip cream. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental yang dilakukan di Universitas Jenderal Soedirman untuk uji determinasi dan Laboratorium Farmasetika STIKes Ibnu Sina Ajibarang untuk formulasi serta pengujian. Sediaan lip cream dibuat dengan variasi konsentrasi (FO-0%; F15%; F2=10%; F3-15%), dilakukan uji stabilitas cycling test melalui parameter uji organoleptik, homogenitas, daya sebar, daya lekat, pH, daya oles, iritasi, dan kesukaan. Analisis data menggunakan One Way Anova, Dependent T Test, dan Independent T Test. Hasil menunjukkan bahwa ekstrak etanol kulit melinjo dapat diformulasikan menjadi sediaan lip cream sebagai pewarna alami, stabil pada uji daya sebar dan daya lekat dengan nilai signifikansi (p>0.05) namun tidak stabil pada uji pH dengan nilai signifikansi (p<0.05). Semua formulasi memenuhi standar dengan nilai signifikansi (p>0.05). Formulasi sediaan lip cream yang paling baik F1 (5%), didasarkan pada uji kesukaan dengan persentase sangat suka 24% dan suka 68%.
2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Diabetes merupakan penyakit degeneratif yang ditandai dengan
hiperglikemia. Pengobatan DM tipe II biasanya menggunakan obat-obat sintesis
dengan berbagai efek samping. Obat penghambat enzim Dipeptidyl Peptidase IV
(DPP-IV) belum banyak dikaji dan potensial dalam hipoglikemia. Penelitian ini
bertujuan untuk mengkaji senyawa turunan flavonoid dan alkaloid daun pepaya
dalam menghambat enzim DPP-IV melalui molecular docking dan mengetahui
profil ADME-T. Tempat penelitian dilakukan di Laboratorium Kimia STIKes Ibnu
Sina Ajibarang. Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimental deskripif.
Hasil penelitian menunjukan bahwa semua senyawa turunan flavonoid daun pepaya
yaitu epimedin, eupatolitin, methyl ophiopogonone b, bavachin, norcimifugin
dengan nilai ΔG berturut-turut dalam kkal/mol sebesar -129.14; -104.82; -98.5; -
98.92; -95 berpontensi sebagai antidiabetik. Kemudian senyawa turunan alkaloid
daun pepaya yaitu peimisine, 1-carbomethoxy-β-carboline, dicentrine,
codonopsine, carpaine dengan nilai ΔG berturut-turut dalam kkal/mol sebesar -
102.88; -86.67; -85.84; -85.7; -85.1 berpontensi sebagai antidiabetik. Analisis
ADME-T dari senyawa turunan flavonoid dan alkaloid daun pepaya menunjukan
mayoritas senyawa terabsorbsi melalui gastrointestinal, terdistribusi melalui blood
brain barrier, termetabolisme dengan bantuan enzim CYP450, dan dapat
diekskresikan oleh tubuh. Beberapa senyawa bersifat toksik, tidak bersifat
karsinogenik, dan tidak bersifat mutagenik.
2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Antioksidan adalah senyawa yang dapat digunakan untuk menangkal radikal bebas. Daun kakao muda dan daun kakao tua digunakan dalam penelitian perbandingan ini karena pada daun tersebut memiliki kandungan polifenol yang berbeda yaitu pada daun kakao muda memiliki kandungan polifenol sebesar 19,0% dan pada daun kakao tua kandungan polifenolnya sebesar 28,4%. Perbedaan kandungan polifenol tersebut juga berpengaruh pada aktivtas antioksidannya. Tujuan dari dilakukannya penelitian ini yaitu untuk mengetahui apakah antara daun kakao muda dan daun kakao tua memiliki perbedaan aktivitas antioksidan yang signifikan atau tidak serta untuk mengetahui perbedaan nilai IC₅₀ pada daun kakao muda dan daun kakao tua. Metode yang digunakan yaitu metode FRAP (Ferric Reducing Antioxidant). Metode FRAP digunakan untuk menunjukkan reaksi transfer elektron dari antioksidan ke senyawa Feᵌ⁺-TPTZ. Konsentrasi ekstrak daun kakao muda dan daun kakao tua yang digunakan yaitu 20, 40, 60, 80, dan 100 ppm. Pengujian aktivitas antioksidan ini dilakukan dengan menggunakan spektrovotometri Uv-Vis dengan panjang gelombang maksimum yang didapat yaitu 592 nm. Uji aktivitas antioksidan pada ekstrak daun kakao muda dan daun kakao tua menghasilkan nilai IC₅₀ berurutan sebesar 79,415 ppm dan 26,458 ppm dengan kategori kuat dan sangat kuat.
2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Rumah sakit merupakan salah satu fasilitas pelayanan kesehatan secara paripurna yang meliputi pelayanan rawat inap, rawat jalan dan gawat darurat. Kepuasan pasien adalah persepsi pasien bahwa harapannya telah terpenuhi, Tujuan penelitian untuk mengetahui angka kepuasan pasien di Instalasi Farmasi Rawat Jalan Rumah Sakit Islam Purwokerto berdasarkan dimensi Bukti Nyata (Tangibles), Ketanggapan (Responsiveness), Jaminan (Assurance), Empati (Emphaty) dan Kehandalan (Reliability). Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Metode pengambilan sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah accidental sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan responden berjenis kelamin perempuan dengan persentase 65,6%. dengan kategori umur dewasa dengan persentase 49,5%. Riwayat pendidikan SMA dengan persentase 43%, pekerjaan wiraswasta dengan persentase 29,0%. Hasil tingkat kepuasan berdasarkan 5 dimensi yaitu bukti nyata 74,19%, ketanggapan 75,91%, jaminan 75,91%, empati 73,76%, kehandalan 75,27%. Saran penelitian selanjutnya untuk peneliti diharapkan dapat mengembangkan penelitian ini untuk mengetahui hubungan karakteristik responden dengan tingkat kepuasan pasien.
2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pharmaceutical services in hospitals are an inseparable part of the hospital health service system which is oriented towards patient service, providing quality and affordable pharmaceutical preparations, medical devices and consumable medical materials for all levels of society, including pharmaceutical services. One of the most important aspects in pharmaceutical logistics management is the storage function. Good storage of pharmaceutical preparations must meet the requirements in accordance with the Standard regulations of the Republic of Indonesia Minister of Health No. 72 of 2016. The aim of this research is to determine the standards of the drug storage system in the Inpatient Pharmacy Installation at Wiradadi Husada Hospital Banyumas based on the Republic of Indonesia Minister of Health Regulation No. 72 of 2016. This type of research is non-analytic, observational descriptive research with prospective data collection by conducting data collection and interviews through direct observation of the storage system. The samples in this study were all drug items in the Inpatient Pharmacy Installation at Wiradadi Husada Hospital, Banyumas. The results of this study show that 80% of the drug storage standards are in good condition, 100% of the storage component standards are in the appropriate category, 80% of the storage method standards are in the good category, 100% of the drug storage at room temperature is in the appropriate category, cold temperature drug storage 100% is in the appropriate category, 100% of narcotic and psychotropic drug storage is in the appropriate category, 82% of LASA drug storage is in the good category, and 54% of high alert medication storage is in the not in accordance with RI Minister of Health Regulation No. 72 of 2016 concerning Pharmaceutical Service Standards in Hospitals. Keywords: Evaluation, Medicine Storage, Pharmacy Installation, Hospital
2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kajian Peresepan Obat Pada Pasien Rawat Jalan Poli Penyakit Dalam di Rumah Sakit Ananda Purwokerto Periode Januari-Desember 2023. Kajian aspek administrasi, farmasetis dan klinis menggunakan accidental sampling
2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
-
2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Anemia merupakan suatu kondisi dimana saat tubuh mengalami penurunan kadar hemoglobin, jumlah eritrosit, dan kadar hematokrit. Rimpang temu ireng, temulawak, kencur dan jahe, mempunyai kandungan senyawa yang memiliki aktivitas antioksidan dan antiinflamasi yang dapat mencegah dan memperbaiki kerusakan dari terjadinya stress oksidatif didalam tubuh yang menyebabkan anemia. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Farmakologi STIKes Ibnu Sina Ajibarang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dan frekuensi optimal pemberian infusa kombinasi temu ireng, temulawak, kencur, dan jahe terhadap kadar hemoglobin, jumlah eritrosit, dan kadar hematokrit pada tikus putih galur wistar anemia. Metode penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan pre-post test control design. Sebanyak 28 ekor tikus putih betina dibagi menjadi empat kelompok perlakuan secara acak. Kelompok P0 (aquadest), kelompok P1 (frekuensi 1 kali sehari), kelompok P2 (frekuensi 2 kali sehari), kelompok P3 (frekuensi 3 kali sehari). Semua kelompok diaklimatisasi terlebih dahulu selama 7 hari, kemudian diinduksi NaNO2 3mg/200gBB selama 15 hari dan diberikan infusa kombinasi selama 7 hari dengan frekuensi pemberian yang berbeda. Pengambilan darah dilakukan sebanyak tiga kali pada waktu yang berbeda, yaitu setelah aklimatisasi 7 hari, setelah diinduksi NaNO2, dan setelah 7 hari pemberian infusa. Kadar hemoglobin, jumlah eritrosit, dan kadar hematokrit diukur menggunakan alat hemalotogy analyzer. Analsis data dilakukan menggunakan uji One Way ANOVA dan dilanjutkan dengan uji Post-hoc LSD. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan (p=0,000) terhadap pemberian infusa kombinasi yang dapat meningkatkan kadar hemoglobin, jumlah eritrosit, dan kadar hematokrit tikus putih anemia. Sedangkan frekuensi optimal pemberian infusa kombinasi yang dapat meningkatkan kadar hemoglobin, jumlah eritrosit, dan kadar hematokrit tikus putih anemia yaitu pada kelompok P3 dengan frekuensi pemberian 3 kali sehari, yang menunjukkan perbedaan nilai signifikansi dengan kelompok lainnya (p0,05).
2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) adalah suatu tempat yang digunakan untuk menyelenggarakan upaya pelayanan kesehatan, baik promotif, preventif, kuratif maupun rehabilitatif yang dilakukan oleh pemerintah, pemerintah daerah maupun masyarakat. Salah satu faktor yang mempengaruhi mutu pelayanan kesehatan yaitu ketersediaan obat. Sistem perencanaan dan pengadaan obat merupakan faktor penentu ketersediaan obat dan penentuan anggaran yang dibutuhkan.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui proses perencanaan dan pengadaan obat dengan menggunakan metode kombinasi ABC-VEN di Puskesmas Randudongkal Kabupaten Pemalang. Jenis penelitian ini merupakan analisa deskriptif dengan menggunakan rancangan studi kasus retrospektif dengan pengumpulan data periode bulan Januari-Desember tahun 2023 dan wawancara. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa setelah dianalisa dengan metode kombinasi ABC-VEN diperoleh kelompok obat AV sebanyak 1 item (0,328%) dengan biaya pemakaian Rp.176.859.144, AE 20 item (6,578%) biaya pemakaian Rp. 224.846.473, AN 4 item (1,315%) biaya pemakaian Rp. 39.874.273, BV tidak ada item obat yang termasuk, BE 35 item (11,513%) biaya pemakaian Rp.94.065.532, BN 9 item (2,960%) dengan pemakaian biaya Rp. 30.491.548, CV 8 item (2,631%) dengan biaya pemakaian Rp. 289.767, CE 204 item (67,105 %) dengan biaya pemakaian Rp.54.304.057 dan CN 23 item (7,565%) dengan biaya pemakaian Rp.8.411.349 (1,336%). Obat pada kelompok AN, BN, CN (kelompok Tambahan) menjadi prioritas utama untuk dikurangi, AE, BE, CE (kelompok Utama) prioritas kedua dan AV, BV, CV (kelompok Prioritas) merupakan kelompok yang penting dan harus selalu tersedia.
2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kangkung Air (Ipomea aquatica forsk L.) Merupakan salah satu jenis ranaman yang dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia sebagai sayuran. Akar Kangkung Air juga dapat digunakan sebagai Obat Tradisional. Salah satunya seperti obat infeksi pencernaan contohnya diare. Selain itu, akar kangkung air mengandung senyawa antibakteri seperti Flavonid, Alkaloid, Saponin dan Fenolik. Penelitian ini bertujuan untuk mengerahui peningkatan aktivitas antibakteri fraksi etil asetat ekstrak etanol akar kangkung air ( Ipomea aquatica forsk L.) Terhadap Escherichia coli. Sampel yang akan digunakan diekstrak dengan metode maserasi kemudian di fraksinasi etil asetat selanjutnya di uji bakteri dengan konsentrasi 40%, 60%, 80%, dan 100%.
2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
-
2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Hipertensi merupakan salah satu penyakit kardiovaskuler dengan prevelensi tinggi dan tidak menimbulkan gejala sehingga sering di sebut silent killer. Pengobatan hipertensi bertujuan untuk mengelola dan mengendalikan tekanan darah sehingga risiko gangguan kardiovaskuler dan komplikasi lainnya dapat dicegah. Antihipertensi golongan ARB dan CCB merupakan beberapa terapi yang sering digunakan dalam pengobatan hipertensi baik dalam terapi tunggal maupun kombinasi. Banyaknya macam obat pada golongan ARB dan CCB sehingga obat ini sering dijadikan variasi kombinasi terapi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas terapi dan biaya pengobatan kombinasi antihipertensi golongan ARB dengan CCB pada pasien hipertensi rawat jalan RSUD dr. R. Goeteng Taroenadibrata Purbalingga tahun 2023. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik secara obervasional dengan pengambilan data secara retrospektif melalui pencarian data sekunder pada catatan rekam medis Yng memenuhi kriteria inklusi, evaluasi biaya dilakukan dengan sudut pandang rumah sakit. Hasil penelitian ini didapatkan nilai ACER berdasarkan efektivitas penurunan tekanan darah yang paling cost effective adalah kombinasi D (candesartan-amlodipin) sebesar Rp. 63.480, dan ICER sebesar Rp.4.317 untuk kombinasi C (candesartan-herbessser) terhadap kombinasi B (irbesartan-nifedipin). Adapun efektivitas terapi yang dilihat dari rata-rata nilai MAP, hasil perhitungan ACER berdasarkan MAP didapatkan kombinasi D (candesartan-amlodipin) sebesar Rp. 296.240 yang paling cost effective dibandingkan kelompok kombinasi lainnya. Nilai ICER berdasarkan MAP didapatkan kombinasi C (candesartan-herbessser) terhadap kombinasi B (irbesartan-nifedipin) sebesar Rp. 18.989 untuk setiap peningkata 1% efektivitas. Kata Kunci: ARB, CCB, ACER, ICER, Efektivitas Biaya, Hipertensi
2024 · Book · Koleksi Perpustakaan
Pandangan Dunia Barat terhadap obat herbal memiliki nilai strategis yang tinggi, mengingat hal ini akan meningkatkan nilai tambah obat herbal. Apabila komoditas botani ini sudah mendapat rekomendasi dari pihak barat, eksistensi obat herbal akan setaraf dengan obat konvensional (obat sintetis). Dengan memahami buku ini, kita bisa mengevaluasi posisi obat herbal dan memahami munculnya sederetan pekerjaan rumah untuk meningkatkan kualitas obat herbal agar bisa digunakan di klinik dan rumah sakit. masih memandang sebelah mata tentang obat herbal? baca selengkapnya dalam buku BukuFitoterapi sistem organ : pandangan dunia Barat terhadap obat herbal global ini diterbitkan oleh penerbit deepublish dan tersedia juga versi cetaknya. [Penerbit Deepublish, Deepublish, Obat Herbal]
2024 · Book · Koleksi Perpustakaan
Fitoterapi pengobatan dan pencegahan penyakit menggunakan tanaman, bagian tanaman, dan sediaan yang terbuat dari tanaman (tanaman obat/herbal) merupakan bagian penting dalam pengobatan. Dalam menemukan suatu herbal yang berkhasiat sebagai obat, banyak langkah yang harus dilalui. Berawal dari uji kandungan metabolit sekunder, aktivitas herbal baik secara in vitro maupun in vivo, serta kajian toksisitas herbal tersebut. Dalam kajian fitoterapi juga perlu melihat komposisi bahan herbal untuk terapi. Selain itu, interaksi obat dan herbal perlu dikaji untuk mengurangi resiko kegagalan terapi. Buku ini menyajikan informasi mengenai sejarah perkembangan dan potensi rempah sebagai obat herbal, preparasi bahan tanaman obat dan ekstraksi, pemasaran dan pengembangan produk obat herbal, penggolongan tanaman obat berdasarkan kandungan kimia dan khasiatnya, jenis tanaman obat yang berkhasiat untuk hormonal, diabetes, obesitas, infeksi saluran kemih, antikanker, imunomodulator, antioksidan, antiinflamasi, tanaman toksik (halusinogenik, alergenik, teratogenik), mekanisme zat aktif dan interaksinya, rasioanlitas komposisi bahan herbal dan interaksi tanaman herbal dengan obat. Melalui 16 BAB yang disajikan buku Perkembangan Dan Manfaat Obat Herbal Sebagai Fitoterapi ini dapat menjadi gerbang utama dan referensi untuk mengawali siapapun yang akan mempelajari lebih lanjut terkait penggunaan bahan herbal untuk terapi.
2024 · Book · Koleksi Perpustakaan
Atlas Parasitologi Kedokteran merupakan buku kumpulan foto asli preparat parasit dan jamur penyebab penyakit. Setiap foto preparat disajikan dengan menyertakan gambar skematis dan penjelasan gambar yang memudahkan pembaca memahami foto yang dilihat. Buku ini terdiri dari empat bagian, yaitu helmintologi, protozoologi, mikologi, dan entomologi. Dalam setiap bagian, tercantum foto parasit dan jamur (termasuk berbagai bentuk dalam siklus hidupnya) serta gambaran histopatologi dalam jaringan tubuh manusia dengan berbagai pewarnaan. Kami berharap buku ini dapat berguna terutama untuk mahasiswa kedokteran dan ilmu kesehatan terkait sebagai buku penuntun praktikum atau demo parasit dan jamur. Selain itu, buku ini juga dapat berguna bagi dokter spesialis parasitologi klinik, dokter spesialis patologi klinik, dan dokter spesialis mikrobiologi klinik dalam melakukan diagnosis penyakit parasit dan jamur melalui spesimen klinik.