Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

Yulia

21 karya publik ditemukan.

2025: 62024: 32023: 42022: 42021: 3

ANALISIS KADAR SAKARIN SEBAGAI PEMANIS BUATAN DALAM MINUMAN ES DAWET YANG DIJUAL DI JALAN RAYA JATILAWANG - RAWALO

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ANALISIS KADAR SAKARIN SEBAGAI PEMANIS BUATAN DALAM MINUMAN ES DAWET YANG DIJUAL DI JALAN RAYA JATILAWANG - RAWALO Dewi, Maudi Yuliana Sintia1*, Novita Endang Fitriyani1 D3 Analis Farmasi dan Makanan, STIKes Ibnu Sina Ajibarang E-mail: [email protected] ABSTRAK Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui adanya kandungan dan kadar sakarin dalam minuman es dawet (minuman berupa campuran air gula, santan, dan cendol biasanya dicampur dengan es sehingga berubah warna menjadi coklat) yang dijual di Jalan Raya Jatilawang-Rawalo. Metode pengambilan sampel dengan menggunakan Total Sampling, yaitu mengambil semua sampel dari populasi yang ada.Berdasarkan pengambilan sampel terdapat 25 sampel yang diteliti, kemudian dilakukan uji kualitatif dengan menggunakan pereaksi FeCl3 dan uji kuantitatif dengan metode titrasi alkalimetri. Uji kualitatif dari semua sampel tersebut diperoleh hasil 18 sampel mengandung sakarin, yang menunjukkan adanya perubahan warna/endapan coklat menjadi ungu. Kadar sakarin dalam sampel berkisar antara 0,36-11,05 mg/kg. Kadar sakarin tertinggi yaitu 11,05 mg/kg pada sampel 22 dan kadar sakarin terendah yaitu 0,36 dari sampel 2. Menurut Peraturan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2014 kadar maksimal sakarin dalam minuman yang diperbolehkan untuk dikonsumsi yaitu 300 mg/kg. Kadar sakarin dalam sampel yang diperoleh masih di bawah batas yang telah ditetapkan. Kata Kunci: Sakarin, Minuman Es Dawet, Titrasi

PENGARUH BASIS (PARAFIN CAIR DAN VASELIN ALBUM) TERHADAP SIFAT FISIK DAN STABILITAS SEDIAAN LIP BALM EKSTRAK BAYAM MERAH (Amaranthus tricolor L)

2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Lip balm merupakan suatu sediaan yang diaplikasikan pada bibir guna mencegah terjadinya pengeringan bibir dan melindungi dari pengaruh lingkungan. Tujuan penelitian untuk mengetahui apakah ekstrak daun bayam merah dapat diformulasikan menjadi sediaan lip balm dan mengatahui apakah basis parafin cair dan vaselin album dapat berpengaruh pada uji sifat fisik dan stabilitas sediaan lip balm. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental yang dilakukan di Universitas Jendral Soedirman untuk uji determinasi dan Laboratorium Farmasetika STIkes Ibnu Sina Ajibarang untuk formulasi serta pengujian. Sediaan lip balm dibuat dengan variasi basis parafin cair (F1= 30%) dan vaseliin album (F2= 30%), dilakukan uji stabilitas cycling test melalui parameter uji organoleptis, homogenitas, uji pH, uji daya sebar, uji daya lekat dan uji hedonik. Analisi data menggunakamn Dependent T Test dan Independent T Test. Hasil menunjukan bahwa ekstrak daun bayam merah dapat diformulasikan menjadi sediaan lip balm, setiap formulasi berbentuk semi padat dan homogen, tatapi F2 replikasi 2 dan 3 masih terdapat pertikel kasar, sediaan F1 dan F2 berwarna hijau kecoklatan, dan hasil uji pH, uji daya sebar dan uji daya lekat tidak mengalami perubahan signifikan setelah cycling test. Uji kesukaan menunjukan bahwa panelis lebih suka pada F1 (basis parafin cair) dengan persentase suka 25%.

Analisis kualitatif dan kuantitatif Bahan Kimia Obat (BKO) Paracetamol dan Antalgin Pada Jamu Pegal Linu Yang Beredar di Toko Online Shopee dengan Metode spektrofotometri Uv-Vis

2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Jamu masih menjadi pilihan utama masyarakat Indonesia dalam menjaga kesehatan. Namun demikian, tidak sedikit produsen jamu yang tidak bertanggung jawab dengan menambahkan Bahan Kimia Obat (BKO) seperti paracetamol dan antalgin ke dalam produk jamu pegal linu untuk memberikan efek yang lebih cepat dirasakan oleh konsumen. Padahal, penambahan BKO dalam jamu dilarang karena dapat membahayakan kesehatan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui ada atau tidaknya kandungan paracetamol dan antalgin pada jamu pegal linu yang dijual di platform toko online Shopee, serta untuk mengetahui kadar dari masing-masing BKO tersebut. Metode yang digunakan meliputi analisis kualitatif berupa uji reaksi warna dan Kromatografi Lapis Tipis (KLT), serta analisis kuantitatif menggunakan Spektrofotometri UV-Vis. Sampel jamu pegal linu yang digunakan yaitu jamu dengan penjualan terlaris di Shopee. Berdasarkan hasil uji reaksi warna dan KLT, dua dari tiga sampel menunjukkan positif mengandung paracetamol dan antalgin. Hasil analisis kuantitatif menunjukkan bahwa kadar paracetamol. Masing-masing sampel berturut-turut sebesar 0,29% ; 0,276% dan 0,665%. Sedangkan kadar antalgin berturut-turut sebesar 0,97% ; 0,56% dan 1,176%. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa masih terdapat sampel pegal linu yang mengandung BKO paracetamol dan antalgin.

ANALISIS BAHAN KIMIA OBAT (BKO) PARACETAMOL DAN ANTALGIN PADA JAMU PEGAL LINU YANG BEREDAR DI TOKO ONLINE DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI UV - VIS

2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Jamu masih menjadi pilihan utama masyarakat Indonesia dalam menjaga kesehatan. Namun demikian, tidak sedikit produsen jamu yang tidak bertanggung jawab dengan menambahkan Bahan Kimia Obat (BKO) seperti paracetamol dan antalgin ke dalam produk jamu pegal linu untuk memberikan efek yang lebih cepat dirasakan oleh konsumen. Padahal, penambahan BKO dalam jamu dilarang karena dapat membahayakan kesehatan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui ada atau tidaknya kandungan paracetamol dan antalgin pada jamu pegal linu yang dijual di platform toko online Shopee, serta untuk mengetahui kadar dari masing-masing BKO tersebut. Metode yang digunakan meliputi analisis kualitatif berupa uji reaksi warna dan Kromatografi Lapis Tipis (KLT), serta analisis kuantitatif menggunakan Spektrofotometri UV-Vis. Sampel jamu pegal linu yang digunakan yaitu jamu dengan penjualan terlaris di Shopee. Berdasarkan hasil uji reaksi warna dan KLT, dua dari tiga sampel menunjukkan positif mengandung paracetamol dan antalgin. Hasil analisis kuantitatif menunjukkan bahwa kadar paracetamol. Masing-masing sampel berturut-turut sebesar 0,29% ; 0,276% dan 0,665%. Sedangkan kadar antalgin berturut-turut sebesar 0,97% ; 0,56% dan 1,176%. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa masih terdapat sampel pegal linu yang mengandung BKO paracetamol dan antalgin.

Perkembangan Dan Manfaat Obat Herbal Sebagai Fitoterapi

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

Fitoterapi pengobatan dan pencegahan penyakit menggunakan tanaman, bagian tanaman, dan sediaan yang terbuat dari tanaman (tanaman obat/herbal) merupakan bagian penting dalam pengobatan. Dalam menemukan suatu herbal yang berkhasiat sebagai obat, banyak langkah yang harus dilalui. Berawal dari uji kandungan metabolit sekunder, aktivitas herbal baik secara in vitro maupun in vivo, serta kajian toksisitas herbal tersebut. Dalam kajian fitoterapi juga perlu melihat komposisi bahan herbal untuk terapi. Selain itu, interaksi obat dan herbal perlu dikaji untuk mengurangi resiko kegagalan terapi. Buku ini menyajikan informasi mengenai sejarah perkembangan dan potensi rempah sebagai obat herbal, preparasi bahan tanaman obat dan ekstraksi, pemasaran dan pengembangan produk obat herbal, penggolongan tanaman obat berdasarkan kandungan kimia dan khasiatnya, jenis tanaman obat yang berkhasiat untuk hormonal, diabetes, obesitas, infeksi saluran kemih, antikanker, imunomodulator, antioksidan, antiinflamasi, tanaman toksik (halusinogenik, alergenik, teratogenik), mekanisme zat aktif dan interaksinya, rasioanlitas komposisi bahan herbal dan interaksi tanaman herbal dengan obat. Melalui 16 BAB yang disajikan buku Perkembangan Dan Manfaat Obat Herbal Sebagai Fitoterapi ini dapat menjadi gerbang utama dan referensi untuk mengawali siapapun yang akan mempelajari lebih lanjut terkait penggunaan bahan herbal untuk terapi.

Bunga Rampai ISU-ISU KRUSIAL TENTANG PENDIDIKAN ANTIKORUPSI

2022 · Book · Koleksi Perpustakaan

Book Chapter ini berisikan tulisan-tulisan yang telah dibuat oleh Mahasiswa dan Dosen Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan, Fakultas Hukum dan Ilmu Sosial, Universitas Pendidikan Ganesha. Dengan di terbitkannya book chapter ini, diharapkan dapat memberikan informasi maupun referensi di bidang ilmu hukum khususnya mengenai Pendidikan Anti Korupsi.

Ilmu Kesehatan Masyarakat

2021 · Book · Koleksi Perpustakaan

Ilmu kesehatan masyarakat merupakan ilmu yang multi disipliner, karena memang pada dasarnya masalah kesehatan masyarakat bersifat multikausal, maka pemecahanya harus secara multidisiplin. Oleh karena itu, kesehatan masyarakat sebagai seni atau praktIknya mempunyai bentangan yang luas. Semua kegiatan baik langsung maupun tidak untuk mencegah penyakit (preventif), meningkatkan kesehatan (promotif), terapi (terapi fisik, mental, dan sosial) atau kuratif, maupun pemulihan (rehabilitatif) kesehatan (fisik, mental, sosial) adalah upaya kesehatan masyarakat Kondisi umum kesehatan Indonesia dipengaruhi oleh faktor lingkungan, perilaku, dan pelayanan kesehatan. Sementara itu pelayanan kesehatan terdiri dari beberapa komponen antara lain ketersediaan dan mutu fasilitas pelayanan kesehatan, obat dan perbekalan kesehatan, tenaga kesehatan, pembiayaan dan manajemen kesehatan. Dalam buku ini membahas tentang Sejarah Perkembangan Ilmu Kesehatan Masyarakat Kesehatan Masyarakat Epidemiologi Statistik Kesehatan Perilaku Sehat dan Pendidikan Kesehatan Pendidikan Kesehatan dengan Masyarakat Penyampaian pesan Kesehatan: Metode dan Media Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kesehatan Kebersihan dan Kesehatan Pribadi Patologi Lingkungan dan Penyakit Lingkungan Bahaya dan Akibat Narkotika, Psiko-tropika, dan Zat Adiktif Lainnya Penanganan Ketagihan Obat dan Alkohol dalam Masyarakat Kesehatan Kerja dan Higiene Perusahaan Gizi Seimbang untuk Kesehatan Masyarakat

E-Learning Keselamatan dan Kesehatan Kerja

2021 · Book · Koleksi Perpustakaan

Perkembangan pembangunan saat ini menuju industrialisasi dimana persaingan pasar semakin ketat, sehingga diperlukan tenaga kerja yang sehat dan produktif. Upaya kesehatan kerja ditujukan untuk melindungi pekerja agar hidup sehat dan terbebas dari gangguan kesehatan serta pengaruh buruk diakibatkan oleh pekerjaan dalam rangka mewujudkan produktifitas kerja optimal. Berdasarkan hal tersebut, dilaksanakan upaya kesehatan kerja melibatkan seluruh komponen masyarakat khususnya pekerja.