Ilmu kesehatan masyarakat dan pelayanan kebidanan
Role of midwives from Islamic perspective in Indonesia.
Profil penulis
514 karya publik ditemukan.
Role of midwives from Islamic perspective in Indonesia.
Buku ini adalah pengenalan profesi perawat bagi anak-anak sekolah dasar. Profesi perawat diceritakan dalam bentuk narasi bergambar dengan cara yang menyenangkan dan mudah dicerna oleh anak-anak. Dalam buku ini diceritakan mengenai jenjang pendidikan apa saja yang harus ditempuh, apa saja spesialiasinya, suka dukanya, dan lain-lain. Buku ini adalah salah satu dari banyak buku seri Aku Ingin Menjadi.
Pengendalian bahaya bisa dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya adalah dengan menggunakan alat pelindung diri (APD). APD merupakan suatu alat yang dipakai untuk melindungi diri atau tubuh terhadap bahaya-bahaya kecelakaan kerja, dimana secara teknis dapat mengurangi tingkat keparahan dari kecelakaan kerja yang terjadi. Peralatan pelindung diri tidak menghilangkan atau mengurangi bahaya yang ada, peralatan ini hanya mengurangi jumlah kontak dengan bahaya dengan cara penempatan penghalang antara tenaga kerja dengan bahaya
Caring merupakan nilai yang yang sangat melekat dalam keprofesional diri seorang perawat kegawatdaruratan, dimana dinamika keperawatan gawat darurat berkembang sangat pesat seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di dunia kesehatan dan keperawatan pada khususnya. Secara keseluruhan buku ini membahas: Bab 1 Caring Behavior Perawat di Area Kegawatdaruratan Bab 2 Caring Perawat Terhadap Klien Dengan Kondisi Kritis di Area Kegawatdaruratan Bab 3 Caring Code di Instalasi Gawat Darurat Bab 4 Caring Perawat di Area Triage Bab 5 Caring Perawat Pada Klien Lansia di Area Kegawatdaruratan Bab 6 Caring Perawat Pada Klien Anak di Area Kegawatdaruratan Bab 7 Caring Perawat Pada Klien Dengan Gangguan Mental Di Area Kegawatdaruratan Bab 8 Caring Scale di Kegawatdaruratan Bab 9 Kepuasan Pasien di Instalasi Gawat Darurat Bab 10 Komunikasi Terapeutik Perawat Gawat Darurat Bab 11 Patient Safety di Ruang Gawat Darurat Bab 12 Prinsip Patient Centered Care (PCC) Dalam Kasus Kegawatdaruratan Bab 13 Response Time Perawat Gawat Darurat Bab 14 Beban Kerja dan Stres Kerja Perawat di Area Kegawatdaruratan
P. A. Siboro dan L. N. Sitorus menikah pada tahun 1963 di Bandung, Jawa Barat. Setelah menikah, mereka terdaftar sebagai Certified Missionary Nurse, General Conference of Seventh-day Adventists, dan bekerja sebagai Missionary Nurse di pedalaman Kalimantan Barat pada tahun 1963-1969, lalu di klinik sendiri di Inderapura, Sumatera Utara, pada tahun 1969-1972. P. A. Siboro kemudian berkarir di PT Caltex Pacific Indonesia di Riau dari tahun 1973, sebagai Senior Nurse, Nurse Prescriber, Hospital Administrator, Chief Nursing Officer dan terakhir sebagai Chief Nursing Expertise. Sejak 1995, P. A. Siboro dan L. N. Sitorus tetap aktif di bidang kesehatan sebagai penggiat pelayanan kesehatan masyarakat, dengan mengadakan ceramah-ceramah kesehatan serta pengobatan cuma-cuma ke berbagai daerah. Pada kesempatan ulang tahun ke-50 pernikahan pada tahun 2013 kami menerbitkan biografi sederhana dari P. A. Siboro dan L. N. Sitorus, dengan harapan agar kiranya bisa mendorong motivasi bagi bukan hanya anak cucunya namun juga orang-orang lain terutama generasi berikut yang ingin membaktikan hidupnya bagi pekerjaan pelayanan masyarakat.
Buku yang berjudul “Buku Ajar Asuhan Kebidanan Patologi bagi Bidan” ini berisikan tentang berbagai pengetahuan asuhan kebidanan dalam berbagai aspek, seperti; konseling dalam asuhan kebidanan patologi dan kegawatdaruratan maternal neonatal, asuhan kebidanan patologi kehamilan, asuhan kebidanan patologi persalinan, asuhan kebidanan patologi bayi baru lahir, dan asuhan kebidanan patologi pada neonatus. Penulis berusaha menggunakan cara berpikir sederhana dan bahasa yang praktis sehingga dapat digunakan sebagai panduan dalam memahami buku ini. Penulis berharap dengan adanya buku ini pembaca dapat mengerti bagaimana mempraktikkan asuhan kebidanan patologi yang dilakukan oleh bidan.
Judul :SELF MANAGEMENT UNTUK MENINGKATKAN KINERJA BIDAN Penulis : Bringiwatty Batbuall Ukuran : 14,5 x 21cm Tebal : 165 Halaman ISBN : 978-623-68729-0-1 SINOPSIS BUKU Buku ini membahas tentang Self Management untuk Meningkatkan Kinerja Bidan. Buku ini penulis kontribusikan untuk dunia kebidanan dan kesehatan di Indonesia. Buku ini terdiri dari lima bab. Bab pertama membahas Konsep tentang Kinerja yang meliputi Pengertian Kinerja, Konsep Kinerja, Dimensi Kinerja, Faktor yang Mempengaruhi Kinerja, Karakteristik Individu (Faktor Demografi, Pengetahuan, Keterampilan), dan Variabel Psikologis. Bab kedua membahas tentang Kinerja Bidan yang terdiri dari Pengertian Bidan, Peran dan Fungsi Bidan, Manajemen Kebidanan, dan Pelayanan Kebidanan. Bab ketiga membahas tentang Puskesmas yang meliputi Pengertian Puskesmas, Tujuan Puskesmas, dan Fungsi Puskesmas. Bab keempat tentang Konsep Self Management /Manajemen Diri yang meliputi Pengertian Self Management /Manajemen Diri, Aspek Manajemen Diri, Strategi Manajemen Diri, Manfaat Manajemen Diri, Peningkatan Kinerja Bidan Menggunakan Pendekatan Self Management, dan Model Siklus Manajemen Tujuh Langkah dengan Pendekatan Self Management. Bab kelima tentang Studi Kasus Self Management untuk Meningkatkan Kinerja Bidan yang meliputi Pendahuluan, Kajian Masalah, Kerangka Operasional Penelitian, Jenis Penelitian, Prosedur Pengumpulan Data, Populasi dan Sampel, Hasil Penelitiaan dan Pembahasan serta Simpulan.
Salah satu program dari STIKES Bogor Husada adalah mengembangkan pendidikan dan pelayanan kesehatan dengan melakukan penilitian yang berkaitan dengan isue terkini dibidang kesehatan. Semoga dengan terbitnya buku ringkasan Prosiding Bogor Husada ini dapat memberikan manfaat.
Buku buku yang pernah diterbitkan : “Buku Ajar Ilmu Kesehatan Masyarakat Untuk Mahasiswa Bidan”, “Promosi Kesehatan untuk mahasiswa Kebidanan”, Praktek Kebidanan Komunitas dengan Pendekatan PKMD”, “ Sosial Budaya Dasar untuk Mahasiswa Kebidanan”, “Ilmu Kesehatan Masyarakat”,”Untaian Penyuluhan KIA: Kesehatan Ibu dan Anak”, “ Himpunan Penyuluhan Kesehatan Masyarakat”, “Organisasi dan Manajemen Pelayanan Kesehatan dalam Kebidanan”, “ Manajemen Mutu Pelayanan Kesehatan untuk Bidan”, Epidemiologi dalam Kebidanan”, dan Buku Kebidanan Komunitas”. Kembali dipersembahkan untuk mahasiswa bidan buku dengan judul “PENGEMBANGAN KEPRIBADIAN DAN PROFESIONALISME BIDAN” berisi tentang : Pengembangan kepribadian, Pengenalan diri (self concept), Keunggulan diri, Kepribadian Sukses, Kecerdasan emosional (soft skill) dalam pengembangan kepribadian, Profesionalisme bidan, Bidan berkarakter, Motivasi berprestasi (achievement motivation), Kerjasama, Membangun etika kerja dan etos kerja, Kualitas Kepemimpinan (Leaderships qualities), Manajemen Waktu, Manajemen konflik, Manajemen stress dan Bidan Profesional dan berkarakter.
Kemajuan dalam pelayanan asuhan keperawatan di era modern dalam melaksanakan tindakan keperawatan terutama dalam lingkup gawatdarurat Perawat harus melaksanakan tindakan keperawatan kegawatdaruratan secara efektif dan efisien dengan tetap memperhatikan perilaku caring dan kenyamanan pasien. Buku keperawatan ini diharapkan dapat menjadi sumber referensi bagi perawat pendidik, klinik, dan mahasiswa keperawatan. Buku Caring dan Comfort Perawat dalam kegawatdaruratan ini berisi tentang Konsep Gawat Darurat, Konsep Keperawatan, Keperawatan Kegawatdaruratan, Perilaku Caring Perawat, Perilaku Comfort Perawat dan Perilaku Caring dan Comfort di Ruang Unit Gawat Darurat.
2022 EKG-6 Plus untuk NERS/PERAWAT Alat ini memang memiliki kemampuan elektrokardioraf 6-Lead yang diperoleh dari 4-sadapan yaitu 2-tangan dan 2-kaki tanpa 6-sadapan dada. Grafik elektrokardiogram 6-lead tersebut adalah I, II, III, avR, avL, dan avF. Pada EKG-12 lead memiliki 6-sadapan dada dan 4-sadapan tangan-kaki menghasilkan grafik elektrokardiogram 12-lead. Grafik elektrokardiogram 12-lead tersebut adalah I, II, III, avR, avL, avF ditambah V1, V2, V3, V4, V5, dan V6. Sinopsis EKG-6 Plus (+) diartikan memiliki kemampuan 3-kemampuan lainnya ialah DM, HRV, mTWA. Kemampuan DM/Dispersi Mikrovoltase/Dispersion Mapping adalah kemampuan menyimpulkan getaran mikro jantung yang dikumpulkan dari EKG 6-lead menjadikan dalam satu ‘potret jantung.’ “Zona merah pada potret jantung/Dispersion Mapping harus diwaspadai kardiolog,” demikian pendapat pribadi Dr.dr. Ismoyo Sunu, SpJP, Presiden PERKI 2016-2019. Mengapa demikian? karena alat ini amat sensitif, tetapi kurang spesifik, artinya pasien akan dikirim ke kardiolog untuk mendapatkan diagnosa yang tepat ketika mendapatkan zona merah pada potret jantungnya. Begitu juga ketika menemukan pijakan zona merah pada HRV/Heart Rate Variabiliti/ Variasi Detak Jantungnya serta zona merah pada jendela aritmia mTWA/Mikroalternasi Gelombang-T nya. Dapat dikatakan bahwa hasil pemeriksaan EKG-6 Plus adalah pradiagnosis/pranosologis. Buku ini semacam buku ajar elektrokardiologi dan bukan elektrokardiogram karena menempatkan EKG-6 Plus sebagai alat untuk kepentingan preventif. Preventif meliputi preventif primer dan sekunder, bahkan primordial dan tertier sekiranya istilah itu memungkinkan dalam arti target populasinya teridentifikasi lebih dulu. Wawasan akademik tentu saja sudah disampaikan untuk mendukung pendapat preventif. Masih tersedia wacana skrining dan ketajaman monitoring. Seri buku ini disiapkan untuk teknisi kardiovaskular (2021; 113 hal.), untuk ners/perawat (2022; 123 hal.), dan untuk dokter (2023; 143 hal.). Ibarat sekuel sebuah film, buku ‘ajar’ untuk dokter tersebut dipublikasikan sebagai buku cetak justru pertama kali sebagai prequel (perkenalan) karena sudah terasa kebutuhannya di lapangan. Selamat membaca, semoga Tuhan Yang Maha Kuasa melalui Utusan-Nya yang abadi menganugerahkan tuntunan, pencerahan dan kekuatan-Nya kepada kita semua, amin.