ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Skizofrenia paranoid merupakan jenis skizofrenia yang paling umum terjadi, di mana beberapa gejala utamanya adalah delusi dan halusinasi terhadap ketakutan tertentu. Gejala skizofrenia dikelompokkan menjadi gejala positif dan gejala negatif. Terapi utama yang diberikan kepada pasien skizofrenia adalah antipsikotik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan obat pada pasien Skizofrenia Paranoid di Rawat Inap RSI Banjarnegara sudah sesuai dengan ketetapan 5T yaitu tepat diagnosis, tepat pasien, tepat obat, tepat dosis, dan tepat lama pemberian sesuai dengan Kemenkes Tahun 2019 terhadap 75 pasien yang telah memenuhi kriteria inklusi. Jenis penelitian ini menggunakan metode observasional deskriptif. Pengambilan data dilakukan secara retrospektif dengan mengumpulkan data berupa rekam medis pasien Skizofrenia Paranoid di Rawat Inap RSI Banjarnegara Periode Januari-Desember 2024. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini jenis kelamin laki-laki lebih banyak dari pada perempuan, dengan kelompok usia lebih banyak berada di kelompok usia 26-45 tahun yaitu 59% atau sebanyak 44 pasien, kelompok usia 46-65 yaitu 20% dengan jumlah 15 pasien. Profil penggunaan obat pada pasien Skizofrenia Paranoid adalah Risperidone 2 mg sebanyak 31 pasien (41,3%), dan kemudian di ikuti dengan penggunaan Clozapine 25 mg sebanyak 20 pasien (26,7%) dan obat kombinasi yang banyak digunakan adalah kombinasi Risperidone 2 mg dan Clozapine 25 mg sebanyak 7 pasien (9,3%). Evaluasi penggunaan obat pada pasien skizofrenia paranoid yaitu 100% tepat diagnosis, 100% tepat pasien, 98,7% tepat obat, 100% tepat dosis, dan 100% tepat lama pemberian.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Skizofrenia paranoid merupakan jenis skizofrenia yang paling umum terjadi, di mana beberapa gejala utamanya adalah delusi dan halusinasi terhadap ketakutan tertentu. Terapi utama yang diberikan kepada pasien skizofrenia adalah antipsikotik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan obat pada pasien Skizofrenia Paranoid di Rawat Inap RSI Banjarnegara dengan ketetapan 5T yaitu tepat diagnosis, tepat pasien, tepat obat, tepat dosis, dan tepat lama pemberian terhadap 75 pasien. Jenis penelitian ini menggunakan metode observasional deskriptif. Pengambilan data dilakukan secara retrospektif dengan mengumpulkan data berupa rekam medis pasien Skizofrenia Paranoid di Rawat Inap RSI Banjarnegara Tahun 2024. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini, penggunaan obat pada pasien Skizofrenia Paranoid adalah Risperidone 2 mg sebanyak 31 pasien (41,3%), dan kemudian di ikuti dengan penggunaan Clozapine 25 mg sebanyak 20 pasien (26,7%) dan obat kombinasi yang banyak digunakan adalah kombinasi Risperidone 2 mg dan Clozapine 25 mg sebanyak 7 pasien (9,3%). Evaluasi penggunaan obat pada pasien skizofrenia paranoid yaitu 100% tepat diagnosis, 100% tepat pasien, 100% tepat obat, 100% tepat dosis, dan 100% tepat lama pemberian.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Skizofrenia adalah gangguan mental yang parah dan berjangka panjang yang sering didiagnosis pada masa remaja akhir atau dewasa muda. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi Drug Related Problems pada pasien skizofrenia dengan penyakit penyerta di RSUD Banyumas. Drug Related Problems (DRPs) adalah kejadian buruk yang terjadi pada pasien selama terapi obat dan dapat mempengaruhi hasil pengobatan. Jenis penelitian ini merupakan analisis deskriptif menggunakan rancangan studi kasus retrospektif dengan pengumpulan data sekunder berupa data rekam medik pasien. Total jumlah sampel yang dianalisis sebanyak 105 rekam medik pasien menunjukkan bahwa pasien skizofenia dengan penyakit penyerta di RSUD Banyumas berjenis kelamin laki-laki (60%) dengan rentang usia 25-44 tahun (41,90%), kejadian DRPs pada interaksi obat (86,07%) dengan tingkat keparahan kategori moderat (86%).
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Identifikasi Drugs Related Problems (DRPs) pada Pasien Skizofrenia dengan Penyakit Penyerta di Instalasi Rawat Inap Rimah Sakit Umum Daerah Banyumas Periode Tahun 2022