Siti Latifah
2024 · Thesis · Open Access
penyimpanan merupakan suatu kegiatan dan memelihara dengan cara menempatkan obat-obatan yang diterima pada tempat yang dinilai aman dari pencurian serta gangguan fisik yang dapat merusak mutu obat (permenkes 73 tahun 2016). Salah satu faktor yang mempengaruhi kualitas pada penyimpanan obat adalah bagaimana obat-obatan dapat dikelola dengan baik. Pada penyimpanan obat sangatlah penting dan harus memperhatikan kondisi, sanitasi, temperatur sinar/cahaya, kelembaban, ventilasi, pemisahan untuk menjamin mutu produk dan keamanan petugas. Keamanan penyimpanan obat juga merupakan faktor penting. Penyimpanan yang tidak tepat dan tidak efisien dapat membuat obat cepat rusak dan tidak terdeteksinya obat yang kadaluwarsa sehingga akan berdampak negatif pada apotek juga pada pasien. Dengan demikian, pada penentuan penyimpanan obat yang harus ditetapkan serta diselaraskan dengan keadaan yang sesungguhnya agar pelayanan obat dapat dilakukan dengan tepat guna serta hasil guna
Himmatur Rofingah
2024 · Thesis · Open Access
INDANA ZULFAH
2024 · Thesis · Open Access
Evie Pujawati
2024 · Thesis · Open Access
Talasemia beta mayor merupakan penyakit anemia hemolitik akibat produksi rantai globin beta terganggu sehingga terjadi penurunan produksi hemoglobin yang menyebabkan penderita memerlukan transfusi sel darah merah secara reguler dengan konsekuensi terjadi kelebihan kadar serum feritin. Penderita perlu patuh dalam mengonsumsi iron chelator agar kadar serum feritin tetap pada nilai yang disarankan. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan kepatuhan konsumsi iron chelator dengan kadar feritin pada pasien talasemia beta mayor anak di Instalasi Thalasemia Terpadu RSUD Banyumas. Penelitian ini menggunakan metode analisis observasional dengan pendekatan cross-secsional. Sebanyak 90 pasien anak dengan talasemia beta mayor yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan kepatuhan konsumsi iron chelator dengan kadar feritin (p = 0,000; OR = 10,323). Kesimpulan yang didapatkan adalah pasien yang patuh terhadap konsumsi iron chelator berpeluang 10,323 kali memiliki kadar feritin yang rendah daripada pasien yang tidak patuh terhadap konsumsi iron chelator
Ika Nurhayani
2024 · Thesis · Open Access
Imunisasi ialah siasat pencegahan yang amat efektif guna meminimalisir risiko penyakit menular serta mengurangi angka kematian serta kesakitan anak. Namun, pada hakikatnya, masih ada balita di Desa Jingkang yang belum memperoleh imunisasi dasar lengkap. Riset ini ditujukan guna mengetahui kaitan antara taraf pendidikan serta pengetahuan orang tua dengan kelengkapan imunisasi dasar balita. Metode riset yang diimplementasikan ialah deskriptif melalui pendekatan potong lintang. Populasi riset ialah semua ibu yang mempunyai anak usia 0-59 bulan di Desa Jingkang yang sejumlah 402 orang. Sampel riset sejumlah 80 responden yang dipilih secara accidental sampling. Instrumen riset berupa kuesioner serta buku KIA. Analisis data dijalankan melalui uji Chi-square. Temuan riset memperlihatkan bahwa sebagian besar responden berpendidikan SMA (43,8%) serta berpengetahuan baik (57,5%). Sebanyak 77,5 % balita mendapat imunisasi dasar lengkap. Uji Chi - square mengindikasikan tak termuat korelasi yang berarti antara taraf pendidikan ibu serta tingkat pengetahuan balita. Pendidikan dan kelengkapan imunisasi (p=0,477), sementara pengetahuan ibu berhubungan dengan kelengkapan imunisasi (p=0,000). Kesimpulan riset ini ialah pengetahuan ibu berperan lebih besar terhadap kelengkapan imunisasi bayi dibandingkan taraf pendidikan. Oleh sebab itu, tenaga kesehatan diharapkan meningkatkan edukasi dan pemantauan imunisasi bayi.
Fikri Nur Aziz
2024 · Thesis · Open Access
-
Dihta Marwati
2024 · Thesis · Open Access
Kajian Peresepan Obat Pada Pasien Rawat Jalan Poli Penyakit Dalam di Rumah Sakit Ananda Purwokerto Periode Januari-Desember 2023. Kajian aspek administrasi, farmasetis dan klinis menggunakan accidental sampling
Saguh Pambudi
2024 · Thesis · Open Access
EVALUASI PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA PASIEN PNEUMONIA DI INSTALASI RAWAT INAP RUMAH SAKIT ISLAM BANJARNEGARA DENGAN METODE ATC/DDD PERIODE JANUARI-JUNI 2023 SAGUH PAMBUDI ABSTRAK Pneumonia merupakan infeksi yang menyebabkan terjadinya peradangan pada jaringan paru yang bisa dikaitkan dengan jamur, bakteri, parasit, virus, sehingga kantung paru berisi infeksius. Tingginya pemakaian antibiotik yang tidak tepat akan meningkatkan kejadian resistensi antibiotik, sehingga perlu dilakukan evaluasi untuk mengurangi angka resistensi pada pasien pneumonia. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui profil penggunaan antibiotik serta evaluasi penggunaan antibiotik pada pasien pneumonia di RSI Banjarnegara dihitung dengan metode ATC/DDD dan DU 90% periode Januari-Juni 2023. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan desain cross sectional yang dilakukan secara retrospektif menggunakan data rekam medis pasien pneumonia yang menjalani rawat inap di RSI Banjarnegara. Didapatkan 63 sampel rekam medis yang kemudian dianalisis secara kuantitatif menggunakan metode ATC/DDD. Hasil penelitian yang diperoleh terdapat 8 jenis antibiotik yang digunakan sebagai terapi pneumonia yaitu Ceftriaxone (37,65%), kemudian Levofloksasin (31,76%), Merophenem (21,17%), Azithromycin (4,70%), Ceftazidime (1,18%), Moxifloxacin (1,18%), Cefotaxime (1,18%), dan Ciprofloxacin (1,18). Diperoleh nilai total DDD/100 hari rawat inap sebesar 125,93. Antibiotik yang memiliki nilai DDD/100 hari rawat inap tertinggi yaitu Ceftriaxone sebesar 47,81 dan antibiotik yang masuk dalam segmen 90% yaitu Ceftriaxone (37,96%), Levofloksasin (32,08%) dan Merophenem (21,39%).
Ika Yulianti
2024 · Thesis · Open Access
-
Novita Ramadhan
2024 · Thesis · Open Access
-
Ade Chandra
2024 · Thesis · Open Access
Berdasarkan studi pra penelitian yang sudah dilakukan di Desa Karang Salam, Kec. Kemranjen, Kab, Banyumas bahwa daun gamal hanya digunakan sebagai pakan ternak dan belum dimanfaatkan dalam kosmetik seperti tabir surya. Selain itu, menurut (Pelealu et al., 2023) hasil pengujian aktivitas antioksidan daun gamal menunjukkan Nilai Sun Protection Factor (SPF) tertinggi ditunjukkan pada fraksi butanol konsentrasi 300 µg/mL sebesar 25,02 dengan kategori proteksi Ultra. Berdasarkan uraian di atas, daun gamal memiliki potensi untuk dijadikan sebagai tabir surya dan belum ada penelitian mengenai ekstrak daun gamal yang digunakan sebagai tabir surya dalam sedian krim, maka penelitian ini perlu dilakukan.
Sri Anti
2024 · Thesis · Open Access
Etnobotani merupakan ilmu yang mempelajari tentang tanaman dan interaksi antara manusia dan sumber daya tanaman yang digunakan oleh manusia. Tanaman berkhasiat obat merupakan tanaman yang digunakan untuk obat, baik yang ditanam secara langsung maupun secara liar berdasarkan pengalaman dengan bagian-bagian tanaman yang dapat digunakan antara lain akar, batang, biji, buah, bunga, daun, kulit, rimpang, seluruh bagian, dan umbi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui jumlah dari tanaman yang digunakan, khasiat dari tanaman, dan cara pengolahan tanaman berkhasiat obat oleh masyarakat Desa Pekuncen Kecamatan Jatilawang Kabupaten Banyumas. Metode yang digunakan adalah metode Observasi dan wawancara dengan mendiskripsikan hasil pengamatan tentang pemanfaatan tanaman berkhasiat obat. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 101 jenis tanaman berkhasiat obat yang digunakan oleh masyarakat. Bagian tanaman yang sering digunakan adalah rimpang 36,28%. Jenis penyakit banyak dijumpai oleh masyarakat diantaranya batuk, maag, menghangatkan badan, demam, diare, pegal-pegal, hipertensi. Pengolahan tanaman yang sering dilakukan adalah direbus 56,64%.
Windy Risa Maghfira
2024 · Thesis · Open Access
Anemia merupakan suatu kondisi dimana saat tubuh mengalami penurunan kadar hemoglobin, jumlah eritrosit, dan kadar hematokrit. Rimpang temu ireng, temulawak, kencur dan jahe, mempunyai kandungan senyawa yang memiliki aktivitas antioksidan dan antiinflamasi yang dapat mencegah dan memperbaiki kerusakan dari terjadinya stress oksidatif didalam tubuh yang menyebabkan anemia. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Farmakologi STIKes Ibnu Sina Ajibarang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dan frekuensi optimal pemberian infusa kombinasi temu ireng, temulawak, kencur, dan jahe terhadap kadar hemoglobin, jumlah eritrosit, dan kadar hematokrit pada tikus putih galur wistar anemia. Metode penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan pre-post test control design. Sebanyak 28 ekor tikus putih betina dibagi menjadi empat kelompok perlakuan secara acak. Kelompok P0 (aquadest), kelompok P1 (frekuensi 1 kali sehari), kelompok P2 (frekuensi 2 kali sehari), kelompok P3 (frekuensi 3 kali sehari). Semua kelompok diaklimatisasi terlebih dahulu selama 7 hari, kemudian diinduksi NaNO2 3mg/200gBB selama 15 hari dan diberikan infusa kombinasi selama 7 hari dengan frekuensi pemberian yang berbeda. Pengambilan darah dilakukan sebanyak tiga kali pada waktu yang berbeda, yaitu setelah aklimatisasi 7 hari, setelah diinduksi NaNO2, dan setelah 7 hari pemberian infusa. Kadar hemoglobin, jumlah eritrosit, dan kadar hematokrit diukur menggunakan alat hemalotogy analyzer. Analsis data dilakukan menggunakan uji One Way ANOVA dan dilanjutkan dengan uji Post-hoc LSD. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan (p=0,000) terhadap pemberian infusa kombinasi yang dapat meningkatkan kadar hemoglobin, jumlah eritrosit, dan kadar hematokrit tikus putih anemia. Sedangkan frekuensi optimal pemberian infusa kombinasi yang dapat meningkatkan kadar hemoglobin, jumlah eritrosit, dan kadar hematokrit tikus putih anemia yaitu pada kelompok P3 dengan frekuensi pemberian 3 kali sehari, yang menunjukkan perbedaan nilai signifikansi dengan kelompok lainnya (p0,05).
Adnan Hidayatullah
2024 · Thesis · Open Access
Diare adalah suatu keadaan pengeluaran tinja yang tidak normal atau tidak seperti biasanya. Perubahan yang terjadi berupa perubahan peningkatan volume, keenceran, dan frekuensi dengan atau tanpa lendir darah, seperti lebih dari 3 kali/hari dan pada neonatus lebih dari 4 kali/hari. Penggunaan antibiotik yang tidak rasional pada pasien anak penderita masih banyak terjadi di berbagai belahan dunia. Sebanyak 40-60% peresepan antibiotik di Indonesia tidak tepat indikasi, dimana pasien sebenarnya tidak mengalami infeksi akibat bakteri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penggunaan antibiotik kasus pasien anak penderita diare di Rumah Sakit Islam Banjarnegara periode 2022. Metode penelitian ini bersifat deskriptif observasional dengan pendekatan restrospektif. Pengambilan sampel menggunakan metode total sampling dan pengumpulan data menggunakan rekam medis pasien. Hasil penelitian ini menunjukan pasien yang paling banyak menderita diare adalah berjenis kelamin laki-laki 53 orang (64,6%), penggunaan antibiotik yang paling banyak digunakan adalah Bactesyn (57,3%). Kerasionalan penggunaan antibiotik pada pasien anak dengan diare berdasarkan kriteria tepat diagnosis (100%), tepat pasien (100%), tepat obat (100%), tepat dosis (87,32%) dan tepat lama pemberian (97,18%).
Lismardiana
2024 · Thesis · Open Access
Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) adalah suatu tempat yang digunakan untuk menyelenggarakan upaya pelayanan kesehatan, baik promotif, preventif, kuratif maupun rehabilitatif yang dilakukan oleh pemerintah, pemerintah daerah maupun masyarakat. Salah satu faktor yang mempengaruhi mutu pelayanan kesehatan yaitu ketersediaan obat. Sistem perencanaan dan pengadaan obat merupakan faktor penentu ketersediaan obat dan penentuan anggaran yang dibutuhkan.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui proses perencanaan dan pengadaan obat dengan menggunakan metode kombinasi ABC-VEN di Puskesmas Randudongkal Kabupaten Pemalang. Jenis penelitian ini merupakan analisa deskriptif dengan menggunakan rancangan studi kasus retrospektif dengan pengumpulan data periode bulan Januari-Desember tahun 2023 dan wawancara. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa setelah dianalisa dengan metode kombinasi ABC-VEN diperoleh kelompok obat AV sebanyak 1 item (0,328%) dengan biaya pemakaian Rp.176.859.144, AE 20 item (6,578%) biaya pemakaian Rp. 224.846.473, AN 4 item (1,315%) biaya pemakaian Rp. 39.874.273, BV tidak ada item obat yang termasuk, BE 35 item (11,513%) biaya pemakaian Rp.94.065.532, BN 9 item (2,960%) dengan pemakaian biaya Rp. 30.491.548, CV 8 item (2,631%) dengan biaya pemakaian Rp. 289.767, CE 204 item (67,105 %) dengan biaya pemakaian Rp.54.304.057 dan CN 23 item (7,565%) dengan biaya pemakaian Rp.8.411.349 (1,336%). Obat pada kelompok AN, BN, CN (kelompok Tambahan) menjadi prioritas utama untuk dikurangi, AE, BE, CE (kelompok Utama) prioritas kedua dan AV, BV, CV (kelompok Prioritas) merupakan kelompok yang penting dan harus selalu tersedia.
Komala Endang Priyatin
2024 · Thesis · Open Access
Kangkung Air (Ipomea aquatica forsk L.) Merupakan salah satu jenis ranaman yang dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia sebagai sayuran. Akar Kangkung Air juga dapat digunakan sebagai Obat Tradisional. Salah satunya seperti obat infeksi pencernaan contohnya diare. Selain itu, akar kangkung air mengandung senyawa antibakteri seperti Flavonid, Alkaloid, Saponin dan Fenolik. Penelitian ini bertujuan untuk mengerahui peningkatan aktivitas antibakteri fraksi etil asetat ekstrak etanol akar kangkung air ( Ipomea aquatica forsk L.) Terhadap Escherichia coli. Sampel yang akan digunakan diekstrak dengan metode maserasi kemudian di fraksinasi etil asetat selanjutnya di uji bakteri dengan konsentrasi 40%, 60%, 80%, dan 100%.
Krisdianingsih
2024 · Thesis · Open Access
Formulasi dan Uji Aktivitas Antioksidan Sediaan Lotion Ekstrak Etanol Daun Kapuk Randu (Ceiba petandra (L.) Geartn) dengan Metode DPPH
Qonita Nawal Ifada
2024 · Thesis · Open Access
Radikal bebas merupakan suatu molekul yang memiliki sifat reaktif dan tidak stabil, dikarenakan memiliki satu atau lebih elektron yang tidak berpasangan yang dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan kulit seperti penuaan dini, keriput, kulit kering dan timbulnya noda-noda gelap pada kulit. radikal bebas dapat dicegah oleh senyawa yang disebut antioksidan. Antioksidan adalah suatu senyawa yang memiliki kemampuan untuk menunda atau menghambat oksidasi suatu molekul. Antioksidan dibagi menjadi 2 yaitu, antioksidan sintetik dan alami. Antioksidan sintetik memiliki sejumlah efek samping yang membahayakan bagi kulit sehingga penggunaan antioksidan alami menjadi salah satu solusi yang baik. Salah satu antioksidan alami dapat diperoleh dari kulit pisang kepok yang memiliki kandungan senyawa flafonoid yaitu katekin, gallokatekin dan epikatekin. Berdasarkan penelitian sebelumnya ekstrak kulit pisang kepok memiliki nilai IC50 yang sangat kuat yaitu 9,702 ppm. Salah satu sediaan kosmetik yang memberikan efek nyaman dan mudah diserap kulit adalah serum. Dengan dibuatnya nanopartikel maka daya antioksidannya menjadi lebih kecil atau daya efektivitasnya sebagai antioksidan menjadi lebih baik. Peneliti mencoba untuk membuat Formulasi Sediaan Serum Nanopartikel Ekstrak Etanol Kulit Pisang Kepok (Musa paradisiaca L.) Sebagai antioksidan dengan formulasi F0, FI 5%, FII 15%, dan FIII 25%.
Heri Kuswanto
2024 · Thesis · Open Access
Infeksi Saluran Kemih (ISK) merupakan infeksi yang sering terjadi hampir diseluruh negara, terutama di negara berkembang, Di Indonesia angka kejadian ISK mencapai 90-100 dari 100.000 penduduk per tahunnya. Antibiotik merupakan terapi utama ISK. ISK ini adalah salah satu kontributor resistensi antibiotik di dunia karena nilai proporsinya yang tinggi. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui jenis antibiotik dan ketepatan penggunaan antibiotik pada pasien ISK. Metode penelitian ini secara observasional dan bersifat deskriptif. Pengambilan data dilakukan secara retrospektif dari data rekam medis pasien ISK di rawat inap RSI Banjarnegara periode Januari - Juni 2023 sebanyak 70 data. Rasionalitas ketepatan penggunaan antibiotik dilakukan secara kualitatif. Dari hasil penelitian menunjukkan pasien ISK lebih banyak terjadi pada perempuan dibandingkan dengan laki-laki yaitu sebanyak 50 pasien (71,4%) dan lebih banyak terjadi pada rentang usia 46-65 tahun sebanyak 34 pasien (48,6%). Terapi antibiotik yang sering diberikan yaitu Ceftriaxone iv 46 pasien (65,7%), Broadced iv 8 pasien (11,5%), Cefixime 200 6 pasien (8,5%) dan Ciprofloxacin 10 pasien (14,3%). Rasionalitas ketepatan penggunaan antibiotik terdapat tepat diagnosis (100%), tepat pasien (100%), tepat obat (100%), tepat regimen dosis (90%), dan tepat lama pemberian (97,14%).
Iin Nur Khasanah
2024 · Thesis · Open Access
ACC pak Adi dan Bu Iva selaku pembimbing