Lewati ke konten utama
Beranda / Koleksi

COLLECTION

Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Koleksi otomatis dari Skripsi/Tugas Akhir

261 item publik

Publikasi

Halaman 9 dari 14

Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol 70% dan 96% Daun Buncis (phselous vulgaris L.) Terhadap Staphylococcus Aureus

FERAMIATI
2024 · Thesis · Open Access

Infeksi dapat disebabkan oleh berbagai mikroorganisme seperti virus, bakteri, dan parasit. Persentase infeksi nosokomial di Indonesia yang disebabkan oleh Staphylococcus aureus sebesar 21,7%. Penemuan senyawa antibiotik baru dari bahan alam seperti daun buncis (Phaseolus vulgaris L.) menjadi salah satu alternatif pengobatan yang dapat digunakan sebagai terapi tambahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ekstrak etanol 70% dan 96% daun buncis (Phaseolus vulgaris L.) memiliki aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus dan memiliki perbedaan yang signifikan. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Farmakognosi dan Mikrobiologi Stikes Ibnu Sina Ajibarang. Jenis penelitian ini adalah deskriptif eksperimental, menggunakan metode sumuran untuk uji aktivitas antibakteri dengan perbedaan pelarut (F0=kontrol negatif (DMSO 10%); F1=ekstrak etanol 70%; F2=ekstrak etanol 96%, dan F3=kontrol positif). Analis data menggunakan uji One Way ANOVA, uji non parametrik Kruskal wallis dan Maan Whitney. Hasil pengujian aktivitas antibakteri ekstrak etanol 70% dan 96% daun buncis menunjukkan zona hambat secara berturut-turut adalah 6.59 mm dan 7.07 mm dengan kategori sedang terhadap Staphylococcus aureus. Hasil analisis menunjukkan ekstrak etanol 70% dan 96% tidak memiliki perbedaan yang signifikan terhadap aktivitas antibakteri dengan nilai signifikan 0.827 (p>0.05). Ekstrak etanol 70% dan 96% daun buncis memiliki aktivitas antibakteri namun tidak memiliki perbedaan yang signifikan.

STUDI MOLECULAR DOCKING DAN ADME-T TURUNAN FLAVONOID SERTA ALKALOID DAUN PEPAYA (Carica papaya L.) TERHADAP RESEPTOR DPP-IV SEBAGAI ANTIDIABETIK

MAULIANA KHOERUN NISA
2024 · Thesis · Open Access

Diabetes merupakan penyakit degeneratif yang ditandai dengan hiperglikemia. Pengobatan DM tipe II biasanya menggunakan obat-obat sintesis dengan berbagai efek samping. Obat penghambat enzim Dipeptidyl Peptidase IV (DPP-IV) belum banyak dikaji dan potensial dalam hipoglikemia. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji senyawa turunan flavonoid dan alkaloid daun pepaya dalam menghambat enzim DPP-IV melalui molecular docking dan mengetahui profil ADME-T. Tempat penelitian dilakukan di Laboratorium Kimia STIKes Ibnu Sina Ajibarang. Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimental deskripif. Hasil penelitian menunjukan bahwa semua senyawa turunan flavonoid daun pepaya yaitu epimedin, eupatolitin, methyl ophiopogonone b, bavachin, norcimifugin dengan nilai ΔG berturut-turut dalam kkal/mol sebesar -129.14; -104.82; -98.5; - 98.92; -95 berpontensi sebagai antidiabetik. Kemudian senyawa turunan alkaloid daun pepaya yaitu peimisine, 1-carbomethoxy-β-carboline, dicentrine, codonopsine, carpaine dengan nilai ΔG berturut-turut dalam kkal/mol sebesar - 102.88; -86.67; -85.84; -85.7; -85.1 berpontensi sebagai antidiabetik. Analisis ADME-T dari senyawa turunan flavonoid dan alkaloid daun pepaya menunjukan mayoritas senyawa terabsorbsi melalui gastrointestinal, terdistribusi melalui blood brain barrier, termetabolisme dengan bantuan enzim CYP450, dan dapat diekskresikan oleh tubuh. Beberapa senyawa bersifat toksik, tidak bersifat karsinogenik, dan tidak bersifat mutagenik.

PERBANDINGAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAUN KAKAO MUDA DAN KAKAO TUA (Theobroma Cacao L.) DENGAN METODE FRAP (Ferric Reducing Antioxidant Power)

Novita Ramadhan
2024 · Thesis · Open Access

Antioksidan adalah senyawa yang dapat digunakan untuk menangkal radikal bebas. Daun kakao muda dan daun kakao tua digunakan dalam penelitian perbandingan ini karena pada daun tersebut memiliki kandungan polifenol yang berbeda yaitu pada daun kakao muda memiliki kandungan polifenol sebesar 19,0% dan pada daun kakao tua kandungan polifenolnya sebesar 28,4%. Perbedaan kandungan polifenol tersebut juga berpengaruh pada aktivtas antioksidannya. Tujuan dari dilakukannya penelitian ini yaitu untuk mengetahui apakah antara daun kakao muda dan daun kakao tua memiliki perbedaan aktivitas antioksidan yang signifikan atau tidak serta untuk mengetahui perbedaan nilai IC₅₀ pada daun kakao muda dan daun kakao tua. Metode yang digunakan yaitu metode FRAP (Ferric Reducing Antioxidant). Metode FRAP digunakan untuk menunjukkan reaksi transfer elektron dari antioksidan ke senyawa Feᵌ⁺-TPTZ. Konsentrasi ekstrak daun kakao muda dan daun kakao tua yang digunakan yaitu 20, 40, 60, 80, dan 100 ppm. Pengujian aktivitas antioksidan ini dilakukan dengan menggunakan spektrovotometri Uv-Vis dengan panjang gelombang maksimum yang didapat yaitu 592 nm. Uji aktivitas antioksidan pada ekstrak daun kakao muda dan daun kakao tua menghasilkan nilai IC₅₀ berurutan sebesar 79,415 ppm dan 26,458 ppm dengan kategori kuat dan sangat kuat.

FORMULASI DAN UJI KRIM SPF TABIR SURYA FRAKSI BUTANOL EKSTRAK ETANOL DAUN GAMAL (Gliricidia sepium (Jacq.) Kunth)

Ade Chandra
2024 · Thesis · Open Access

Tabir surya adalah suatu sediaan yang terdapat senyawa kimia didalamnya yang dapat menyerap atau memantulkan sinar UV yang mengenai kulit sehingga bisa digunakan untuk melindungi fungsi dan struktur kulit manusia dari dampak negatif sinar UV. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui fraksi butanol dari ekstrak etanol daun gamal dapat diformulasikan sebagai krim dan mengetahui aktifitas krim tabir surya fraksi butanol ekstrak etanol daun gamal. Penelitian ini dilakukan di laboratorium STIKes Ibnu Sina Ajibarang pada bulan Juni sampai Juli 2024. Jenis penelitian ini yaitu eksperimental dengan variasi konsentrasi fraksi butanol ekstrak etanol daun gamal (F1=0gram; F2=0,05gram; F3=0,10gram; F4=0,15gram). Parameter yang diamati meliputi uji sifat fisik krim dan uji nilai SPF. Pada ujii organoleptik, uji homogenitas, uji pH, uji daya sebar dan uji daya lekat menunjukkan hasil yang sesuai persyaratan. Hasil pada uji nilai SPF menunjukkan bahwa F4 memperoleh nilai SPF sebesar 10,68 yang berarti memiliki proteksi paling tinggi yaitu maksimum pada penelitian ini. Kemudian analisis data menggunakan One Way ANOVA, dengan menguji normalitas dan homogenitas sebagai prasyarat dalam uji ini dengan hasil menunjukkan adanya perbedaan signifikan antar kelompok uji (p value 0,05).

Formulasi Sediaan Serum Nanopartikel Ekstrak Etanol Kulit Pisang Kepok (Musa balbisiana Colla) Sebagai Antioksidan

Qonita Nawal Ifada
2024 · Thesis · Open Access

Radikal bebas merupakan senyawa molekul elektron yang tidak memiliki pasangan, dimana antioksidan adalah senyawa yang dapat menangkal radikal bebas. Sediaan serum merupakan sediaan yang memiliki konsentrasi yang tinggi sehingga dapat menembus lapisan kulit. dibuat dalam sediaan serum nanopartikel dapat meningkatkan konsentrasi atau efek dari antioksidan. Jenis penelitian ini adalah deskriptif eksperimental. hasil yang didapat dari penelitian ini yaitu nilai IC50 yang terlalu tinggi sehingga termasuk kedalam antioksidan yang sangat lemah. Dimana masing-masing nilai IC50 yang didapat yaitu nila rata-rata IC50 F0 sebesar 229,697 ppm, FI sebesar 401,108 ppm, FII sebesar 237,870, dan FIII sebesar 443,968.

Analisis Kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian di instalasi farmasi rawat jalan puskesmas karangmoncol tahun 2024

Annisa Pungki Rahayu
2024 · Thesis · Open Access

Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) merupakan suatu pelayanan Kesehatan yang di lakukan dengan Upaya Kesehatan Masyarakat dan Upaya Kesehatan individu tingkat pertama yang mengutamakan peningkatan Kesehatan (promotif), dan pencegahan penyakit (preventif) tanpa melupakan upaya penyembuhan penyakit (kuratif) dan pemulihan Kesehatan (rehabilitatif) untuk mencapai derajat kesehatan yang lebih tinggi lagi. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui tingkat kepuasan pasien Rawat Jalan terhadap pelayanan Farmasi di instalasi farmasi puskesmas karangmoncol tahun 2024. Tingkat kepuasan pasien diukur berdasarkan 5 dimensi yaitu kehandalan (reliability), ketanggapan (responsiveness), jaminan (assurance), empati (epathy), berwujud/ bukti nyata (tangible). Jenis Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif observasional dengan menggunakan metode cross-sectional. Hasil yang diperoleh dari ke 5 dimensi adalah sebagai berikut : bukti nyata 63,18%, ketanggapan 77,05%, jaminan 81,36%, empati 83,18%, kehandalan 86,59%. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa 5 dimensi yaitu rata-rata keseluruhan tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian berada pada kategori puas dengan persentase 76,95%.

Formulasi Plester Patch Ekstrak Etanol Daun Talas (Colocasia Estulenta L.) untuk Penyembuhan Luka Sayat

Eka Purwaningsih Pipit Wilianti
2024 · Thesis · Open Access

Luka adalah keadaan rusaknya sebagian jaringan tubuh yang disebabkan oleh trauma benda tajam atau tumpul, perubahan suhu, zat kimia, ledakan, sengatan listrik atau gigitan hewan. Penggunaan obat luka pada kulit umumnya menggunakan sediaan berupa krim, gel, salep atau larutan baik dari bahan sintesis maupun alami. Penggunaan obat sintesis dalam jangka waktu lama dapat menimbulkan efek samping, sehingga diperlukan alternatif pengobatan lain dengan memanfaatkan bahan alam. Daun Talas (Colocasia esculenta L. Schott) memiliki kandungan senyawa berupa alkaloid, flavonoid, dan saponin yang memiliki peran dalam penyembuhan luka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ekstrak etanol daun talas (Colocasia esculenta L. Schott) dapat diformulasikan sebagai plester patch dan menguji efektivitas plester patch dalam menyembuhkan luka sayat. Tempat penelitian dilakukan di Laboratorium STIKes Ibnu Sina Ajibarang. Jenis penelitian yaitu eksperimental dengan variasi konsentrasi ekstrak etanol daun talas (F0=0%; F1=2,5%; F2=5%) serta pengujian penyembuhan luka sayat dengan pemberian patch dan pengamatan penyembuhan luka dilakukan selama 14 hari. Parameter yang diamati meliputi uji fisik plester patch, panjang dan persentase penyembuhan luka sayat. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan SPSS 25 dengan uji Paired Sample T-Test dan Post Hoc Least Significant Difference (LSD). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan F1 dan F2 pada uji organoleptik memiliki warna, bau dan bentuk yang sama (warna hijau tua, bentuk transdermal, dan bau khas daun); untuk uji pH, uji keseragaman bobot, uji ketebalan dan uji ketahanan lipat memenuhi persyaratan, dari hasil tersebut disimpulkan ekstrak etanol daun talas dapat dibuat sediaan patch. Hasil penelitian menunjukkan panjang luka sayat kelompok F0, F1 dan F2 berbeda signifikan pada hari ke-3, 6, 9, 12, dan 14 (p0,05). Hasil analisis data penyembuhan luka sayat pada hari terakhir pengamatan (hari ke-14) menunjukkan perbedaan signifikan antara F0, F1 dan F2 (p value 0,05).

FORMULASI DAN UJI AKTIVITAS SHAMPO ANTIKETOMBE EKSTRAK ETHANOL DAUN GAMBIR (Uncaria gambir (W.Hunter) Roxb.) TERHADAP JAMUR (Malassezia furfur)

Afiana Nur Khofifah
2024 · Thesis · Open Access

Ketombe adalah penyakit yang disebabkan karena adanya mikroorganisme pada kulit kepala Salah satu penyebab ketombe adalah jamur yang disebut Malassezia restricata dan Malassezia Globbosa atau Malassezia furfur ini merupakan jamur dengan nama Pityrrosporum Ovale yang merupakan ragi dan dapat menyebabkan infeksi pada bagian kulit kepala dan sering menyebabkan rasa gatal pada kulit. Daun gambir (Uncaria gambir (W.Hunter) Roxb.) memiliki senyawa polifenol yaitu katekin yang berperan sebagai senyawa atimikroba dan antioksidan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui apakah daun gambir dapat diformulasikan sebagai shampo dan untuk mengetahui apakah sediaan shampo ekstrak daun gambir pada konsentrasi FO (0%); FI (1%); FII (2%); FIII (2,5%) memiliki aktivitas antijamur terhadap jamur Malassezia furfur. Penelitian ini adalah penelitian eksperimental menggunakan metode paper disc / Cakram dengan variasi konsentrasi ekstrak ethanol daun gambir (F0/; FI; FII; FIII). Data yang diperoleh Data yang diperoleh dianalisis menggunakan metode One way ANOVA dengan taraf signifikan (α = 0,05) dilanjutkan dengan uji post hoc tukey HSD. Hasil pengujian aktivitas antifungi ekstrak ethanol daun gambir menunjukan adanya aktifitas antifungi terhadap Malassezia furfur. Hasil zona hambat ada konsentrasi F0=0%; FI =1%; FII=2%; FIII=2,5% secara berturut-turut adalah 12,2 mm, 13,9 mm, 14,6 mm, dan 17,6 mm. ekstrak daun gambir yang memiliki zona hambat paling efektif adalah pada FIII konsentrasi 2,5% dengan kategori daya hambat kuat. Kata kunci : Antijamur, Daun Gambir, Ekstrak, Formulasi, Malassezia furfur

IDENTIFIKASI DRUG RELATED PROBLEMS (DRPs) PADA PASIEN SKIZOFRENIA DENGAN PENYAKIT PENYERTA DI INSTALASI RAWAT INAP RUMAH SAKIT UMUM DAERAH BANYUMAS PERIODE TAHUN 2023

Shabrina Tsabbatani
2024 · Thesis · Open Access

Skizofrenia adalah gangguan mental yang parah dan berjangka panjang yang sering didiagnosis pada masa remaja akhir atau dewasa muda. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi Drug Related Problems pada pasien skizofrenia dengan penyakit penyerta di RSUD Banyumas. Drug Related Problems (DRPs) adalah kejadian buruk yang terjadi pada pasien selama terapi obat dan dapat mempengaruhi hasil pengobatan. Jenis penelitian ini merupakan analisis deskriptif menggunakan rancangan studi kasus retrospektif dengan pengumpulan data sekunder berupa data rekam medik pasien. Total jumlah sampel yang dianalisis sebanyak 105 rekam medik pasien menunjukkan bahwa pasien skizofenia dengan penyakit penyerta di RSUD Banyumas berjenis kelamin laki-laki (60%) dengan rentang usia 25-44 tahun (41,90%), kejadian DRPs pada interaksi obat (86,07%) dengan tingkat keparahan kategori moderat (86%).

Evaluasi Tingkat Kepuasan Pasien Terhadap Pelayanan Kefarmasian Di Instalasi Farmasi Rawat Jalan Rumah Sakit Islam Purwokerto Tahun 2024

Putu Maratus Solikhah
2024 · Thesis · Open Access

Rumah sakit merupakan salah satu fasilitas pelayanan kesehatan secara paripurna yang meliputi pelayanan rawat inap, rawat jalan dan gawat darurat. Kepuasan pasien adalah persepsi pasien bahwa harapannya telah terpenuhi, Tujuan penelitian untuk mengetahui angka kepuasan pasien di Instalasi Farmasi Rawat Jalan Rumah Sakit Islam Purwokerto berdasarkan dimensi Bukti Nyata (Tangibles), Ketanggapan (Responsiveness), Jaminan (Assurance), Empati (Emphaty) dan Kehandalan (Reliability). Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Metode pengambilan sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah accidental sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan responden berjenis kelamin perempuan dengan persentase 65,6%. dengan kategori umur dewasa dengan persentase 49,5%. Riwayat pendidikan SMA dengan persentase 43%, pekerjaan wiraswasta dengan persentase 29,0%. Hasil tingkat kepuasan berdasarkan 5 dimensi yaitu bukti nyata 74,19%, ketanggapan 75,91%, jaminan 75,91%, empati 73,76%, kehandalan 75,27%. Saran penelitian selanjutnya untuk peneliti diharapkan dapat mengembangkan penelitian ini untuk mengetahui hubungan karakteristik responden dengan tingkat kepuasan pasien.

Evaluasi Rasionalitas Penggunaan Antibiotik pada Pasien Gigi di Klinik Utama PMI Kabupaten Banyumas Periode Januari-Desember 2023

Dwi Rindiani
2024 · Thesis · Open Access

Gigi merupakan salah satu organ dalam rongga mulut yang terdiri dari gigi rahang atas dan bawah yang secara tidak langsung berpengaruh terhadap kondisi kesehatan seseorang. Berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018 prevalensi masalah kesehatan gigi di Jawa Tengah sebesar 43,45%. Penggunaan antibiotik harus rasional karena merupakan terapi utama dalam penanganan masalah gigi yang disebabkan oleh bakteri penyebab infeksi gigi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui rasionalitas penggunaan antibiotik pada pasien gigi berdasarkan tepat pasien, tepat obat, tepat dosis dan tepat lama pemberian. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu observasional deksriptif Non eksperimental bersifat retrospektif berupa catatan 390 data rekam medis pasien gigi di Klinik Utama PMI Kabupaten Banyumas tahun 2023. Hasil penelitian menujukan klasifikasi jenis kelamin perempuan sebanyak 222 pasien sedangkan pasien laki-laki sebanyak 168 pasien dengan rentan usia terbanyak yaitu 46-65 tahun sebesar 38%. Berdasarkan klasifikasi kerasionalan parameter ketepatan yaitu tepat pasien (100%), tepat obat (99%), tepat dosis (64%), tepat lama pemberian sebanyak (94%).

Formulasi sediaan acne patch berbahan Dasar Ekstrak etanol 95% Daun Kersen (Muntingia calabura) terhadap bakteri Propionibacterium acnes.

Ujiana Asyfa Sabry
2024 · Thesis · Open Access

FORMULASI SEDIAAN ACNE PATCH EKSTRAK ETANOL DAUN KERSEN (Muntingia calabura L.) Terhadap Propionibacterium acnes UJIANA ASYFA SABRY ABSTRAK Acne vulgaris atau jerawat adalah suatu kondisi pada kulit yang mempengaruhi kelenjar sebacuous di dasar folikel rambut, salah satu penyebabnya adalah Propionibacterium acnes. Pengobatan pada jerawat dapat dilakukan dengan menghambat pertumbuhan bakteri propionibacterium acnes dengan menggunakan antibiotik. Daun kersen mengandung senyawa antibakteri yaitu seperti flavanoid, tanin dan saponin. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui formulasi acne patch ekstrak etanol daun kersen (Muntingia calabura L.) mempunyai aktivitas antibakteri terhadap Propionibacterium acnes. Penelitian ini dilakukan di laboratorium STIKes Ibnu Sina Ajibarang pada bulan Maret sampai Juni 2024. Jenis penelitia ini adalah eksperimental dengan menggunakan metode difusi sumuran dengan perbedaan konsentrasi ekstrak. Konsentrasi ekstrak yang digunakan adalah pada F1 = 3% ; F2 = 6% ; F3= 9% dengan perbandingan kontrol negatif = F0 dan kontrol Positif = Oxy antibacterium. Evaluasi fisik sediaan acne patch ekstrak etanol daun kersen meliputi uji organoleptik, uji keseragaman bobot, uji daya serap kelembapan, uji ketebalan dan uji pH. Hasil penelitian ini menunjukkan pada evaluasi fisik sediaan acne patch ekstrak etanol daun kersen menujukkan ketidaksesuaian pada uji ketahanan patch yaitu dengan hasil F0 7 lipatan, F1, F2, dan F3 dengan jumlah lipatan 10. Dimana hal tersebut faktor yang mempengaruhi ketahanan elastisitas sediaan acne patch adalah dari bahan formulasi yang digunakan terlalu sedikit yaitu pada propilenglikol yang berfungsi sebagai plasticizer. Selanjutnya pada pengujian aktivitas antibakteri formulasi acne patch ekstrak etanol daun kersen (F1 ; F2 ; dan F3) Menunjukkan adanya zona hambat kuat terhadap bakteri Propionibacterium acnes dengan rata-rata zona hambat terbesar yaitu F3 = 12,8 mm.