Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

3 hasil
Subjek: Centella asiatica
DaftarKartu
BookOpen AccessMetadata saja

Uji Aktivitas Infusa Daun Pegagan (Centella asiatica (L)Urb) Terhadap Perilaku Mencit Model Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD)

2026•Koleksi Perpustakaan

ADHD merupakan salah satu gangguan neurodevelopmental yang disebabkan oleh ketidakseimbangan dopamin dan norepinephrine, terapi ADHD umumnya menggunakan obat sintesis dengna efek samping mual, sakit perut, dan insomnia, sehingga diperlukan terapi alternatif berbasis tanaman. Daun pegagan bersifat neoroprotektif dan antioksidan yang berpotensi memodulasi aktivitas sistemsaraf pusat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh infusa daun pegagan terhadap aktivitas mencit model ADHD serta menentukan konsentrasi yang optimal. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Farmakologi Universitas Ibnu Sina Ajibarang. Metode penelitian ini menggunakan desain eksperimental in vivo. Mencit diinduksi sukrosa 15% dan dibagi menjadi kontrol positif. kontrol negatif, serta kelompok perlakuan infusa daun pegagan konsentrasi 10%, 50%, dan 90%. Aktivitas lokomotor diamamti menggunakan metode Open Field Test pada zona putih, zona flip, dan zona tengah pada hari ke-0,7,14, dan 28. Penelitian ini dilakukan menggunakan SPSS versi 29.0 melalui uji Paired Sample t-test, Wilcoxon, One-Way ANOVA, dan Post Hoc Tukey. Hasil menunjukan adanya pengaruh signifikan infusa infusa daun pegagan terhadap aktivitas lokomotor, terutama pada zona flip dan zona tengah (p<0,05). Uji Post HOC Tukey menunjukan perbedaan signifikan pada zona flip antara kontrol negatif dengan konsentrasi 50% (p=0,013)dan 90% (p=0,030), sehingga konsentrasi 50% dinilai sebagai konsentrasi paling optimal.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

UJI AKTIVITAS INFUSA DAUN PEGAGAN (Centella asiatica (L) Urb) TERHADAP PERILAKU MENCIT MODEL ATTENTION DEFICIT HYPERACTIVITY DISORDER (ADHD)

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) adalah gangguan neurodevelopmental akibat ketidakseimbangan sistem dopaminergik dan noradrenergik di otak yang muncul sejak masa kanak-kanak dan dapat berlanjut hingga dewasa. Penanganan umumnya menggunakan obat sintetis seperti atomoxetine, namun berisiko menimbulkan efek samping, sehingga diperlukan alternatif terapi berbasis herbal. Daun pegagan (Centella asiatica (L.) Urb) memiliki sifat neuroprotektif dan antioksidan yang berpotensi memodulasi aktivitas sistem saraf pusat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah infusa daun pegagan dapat mempengaruhi aktivitas mencit model ADHD serta menentukan konsentrasi infusa yang paling optimal dalam memodulasi aktivitas tersebut. Metode penelitian ini menggunakan desain eksperimental in vivo dengan mencit yang diinduksi sukrosa 15% sebagai model ADHD. Hewan uji dibagi menjadi kelompok kontrol positif, kontrol negatif, serta kelompok perlakuan infusa daun pegagan dengan konsentrasi 10%, 50%, dan 90%. Aktivitas lokomotor mencit diamati menggunakan OFT pada zona putih, zona flip, dan zona tengah pada hari ke-0, 7, 14, dan 28. Data dianalisis menggunakan uji Paired Sample t-test, uji Wilcoxon, uji One-Way ANOVA, dan uji lanjut Post Hoc Tukey. Hasil penelitian menunjukkan bahwa infusa daun pegagan berpengaruh terhadap aktivitas mencit model ADHD, dan konsentrasi yang paling optimal yaitu pada 50% Kata kunci: ADHD, infusa, pegagan, Centella asiatica, OFT.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

FORMULASI DAN UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN BODY SCRUB EKSTRAK ETANOL DAUN PEGAGANG (CENTELLA ASIATICA (L.) URBAN)

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Paparan radikal bebas dan penumpukan sel kulit mati dapat menurunkan kesehatan kulit, sehingga diperlukan sediaan kosmetik seperti body scrub yang tidak hanya berfungsi sebagai eksfoliator, tetapi juga memiliki aktivitas antioksidan. Daun pegagan (Centella asiatica (L.) Urban) dikenal mengandung senyawa aktif dengan potensi antioksidan tinggi sehingga berpeluang diformulasikan menjadi sediaan body scrub untuk membantu mengangkat sel kulit mati sekaligus melawan radikal bebas. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif eksperimental yang dilakukan di Universitas Jenderal Soedirman untuk uji determinasi dan Laboratorium Farmasetika STIKes Ibnu Sina Ajibarang untuk formulasi serta pengujian. Sediaan body scrub dibuat dengan variasi konsentrasi (F0= 0%; F1= 5%; F2= 10%; F3= 20%), dilakukan uji sifat fisik melalui parameter uji organoleptik, homogenitas, daya sebar, pH, dan iritasi. Analisis data menggunakan SPSS for windows 30. Hasil menunjukkan bahwa keempat formula body scrub dapat diformulasikan dengan baik dan stabil. Aktivitas antioksidan sediaan body scrub ekstrak daun pegagan menghasilkan nilai IC₅₀ berturut-turut sebesar 127,01 ppm (F0), 94,98 ppm (F1), 81,37 ppm (F2), dan 47,54 ppm (F3). Nilai ini lebih tinggi dibandingkan pembanding vitamin C dengan IC₅₀ sebesar 17,71 ppm. Meskipun demikian, sediaan body scrub ekstrak pegagan tetap berpotensi sebagai alternatif produk perawatan kulit alami dengan aktivitas antioksidan yang baik.

5 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail