Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

5 hasil
Subjek: Antioksidan
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

FORMULASI DAN UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN BODY SCRUB EKSTRAK ETANOL DAUN PEGAGANG (CENTELLA ASIATICA (L.) URBAN)

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Paparan radikal bebas dan penumpukan sel kulit mati dapat menurunkan kesehatan kulit, sehingga diperlukan sediaan kosmetik seperti body scrub yang tidak hanya berfungsi sebagai eksfoliator, tetapi juga memiliki aktivitas antioksidan. Daun pegagan (Centella asiatica (L.) Urban) dikenal mengandung senyawa aktif dengan potensi antioksidan tinggi sehingga berpeluang diformulasikan menjadi sediaan body scrub untuk membantu mengangkat sel kulit mati sekaligus melawan radikal bebas. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif eksperimental yang dilakukan di Universitas Jenderal Soedirman untuk uji determinasi dan Laboratorium Farmasetika STIKes Ibnu Sina Ajibarang untuk formulasi serta pengujian. Sediaan body scrub dibuat dengan variasi konsentrasi (F0= 0%; F1= 5%; F2= 10%; F3= 20%), dilakukan uji sifat fisik melalui parameter uji organoleptik, homogenitas, daya sebar, pH, dan iritasi. Analisis data menggunakan SPSS for windows 30. Hasil menunjukkan bahwa keempat formula body scrub dapat diformulasikan dengan baik dan stabil. Aktivitas antioksidan sediaan body scrub ekstrak daun pegagan menghasilkan nilai IC₅₀ berturut-turut sebesar 127,01 ppm (F0), 94,98 ppm (F1), 81,37 ppm (F2), dan 47,54 ppm (F3). Nilai ini lebih tinggi dibandingkan pembanding vitamin C dengan IC₅₀ sebesar 17,71 ppm. Meskipun demikian, sediaan body scrub ekstrak pegagan tetap berpotensi sebagai alternatif produk perawatan kulit alami dengan aktivitas antioksidan yang baik.

5 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERBANDINGAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAUN KAKAO MUDA DAN KAKAO TUA (Theobroma Cacao L.) DENGAN METODE FRAP (Ferric Reducing Antioxidant Power)

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Antioksidan adalah senyawa yang dapat digunakan untuk menangkal radikal bebas. Daun kakao muda dan daun kakao tua digunakan dalam penelitian perbandingan ini karena pada daun tersebut memiliki kandungan polifenol yang berbeda yaitu pada daun kakao muda memiliki kandungan polifenol sebesar 19,0% dan pada daun kakao tua kandungan polifenolnya sebesar 28,4%. Perbedaan kandungan polifenol tersebut juga berpengaruh pada aktivtas antioksidannya. Tujuan dari dilakukannya penelitian ini yaitu untuk mengetahui apakah antara daun kakao muda dan daun kakao tua memiliki perbedaan aktivitas antioksidan yang signifikan atau tidak serta untuk mengetahui perbedaan nilai IC₅₀ pada daun kakao muda dan daun kakao tua. Metode yang digunakan yaitu metode FRAP (Ferric Reducing Antioxidant). Metode FRAP digunakan untuk menunjukkan reaksi transfer elektron dari antioksidan ke senyawa Feᵌ⁺-TPTZ. Konsentrasi ekstrak daun kakao muda dan daun kakao tua yang digunakan yaitu 20, 40, 60, 80, dan 100 ppm. Pengujian aktivitas antioksidan ini dilakukan dengan menggunakan spektrovotometri Uv-Vis dengan panjang gelombang maksimum yang didapat yaitu 592 nm. Uji aktivitas antioksidan pada ekstrak daun kakao muda dan daun kakao tua menghasilkan nilai IC₅₀ berurutan sebesar 79,415 ppm dan 26,458 ppm dengan kategori kuat dan sangat kuat.

6 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Formulasi Sediaan Serum Nanopartikel Ekstrak Etanol Kulit Pisang Kepok (Musa balbisiana Colla) Sebagai Antioksidan

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Radikal bebas merupakan senyawa molekul elektron yang tidak memiliki pasangan, dimana antioksidan adalah senyawa yang dapat menangkal radikal bebas. Sediaan serum merupakan sediaan yang memiliki konsentrasi yang tinggi sehingga dapat menembus lapisan kulit. dibuat dalam sediaan serum nanopartikel dapat meningkatkan konsentrasi atau efek dari antioksidan. Jenis penelitian ini adalah deskriptif eksperimental. hasil yang didapat dari penelitian ini yaitu nilai IC50 yang terlalu tinggi sehingga termasuk kedalam antioksidan yang sangat lemah. Dimana masing-masing nilai IC50 yang didapat yaitu nila rata-rata IC50 F0 sebesar 229,697 ppm, FI sebesar 401,108 ppm, FII sebesar 237,870, dan FIII sebesar 443,968.

5 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Formulasi dan Uji Aktivitas Antioksidan Sediaan Lotion Ekstrak Etanol Daun Kapuk Randu (Ceiba petandra (L.) Gaertn) dengan Metode DPPH

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kerusakan kulit disebabkan karena adanya interaksi atau paparan langsung dengan radikal bebas pada lapisan kulit. Oleh karenanya, tubuh membutuhkan suatu antioksidan yang dapat meringankan perlindungan tubuh dari serangan radikal bebas berbahaya. Tanaman yang memiliki potensi sebagai antioksidan yaitu daun kapuk randu (Ceiba Petandra (L.) Gaertn) yang digunakan dalam pembuatan sediaan lotion pelembab. Konsentrasi ekstrak daun kapuk randu yang digunakan pada pembuatan sediaan lotion ini yaitu sebesar 0,004%, 0,008% dan 0,012%. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui ekstrak etanol daun kapuk randu dapat diformulasikan menjadi sediaan lotion dan nilai konsentrasi optimal ekstrak etanol daun kapuk randu dapat memberikan aktivitas antioksidan. Metode yang digunakan untuk menentukan aktivitas antioksian adalah metode 2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl (DPPH). Evaluasi sediaan yang dilakukan diantaranya uji organoleptis, pH, homogenitas, daya sebar, viskositas dan uji tipe emulsi. Selanjutnya dilakukan pengujian aktivitas antioksidan dengan menggunakan alat spektrofotometer UV-Vis. Hasil menunjukan ketiga formulasi lotion ekstrak etanol daun kapuk randu telah memenuhi persyaratan pada setiap uji evaluasi sediaan. Sediaan lotion ekstrak etanol daun kapuk randu formula I, II, dan III menghasilkan nilai IC₅₀ berturut-turut sebesar 114,19 ppm; 56,73 ppm; dan 28,64 ppm dengan kategori aktivitas antioksidan sedang, kuat dan sangat kuat. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa sediaan lotion paling optimal adalah pada konsentrasi 0,008% (formula II).

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Formulasi Serum Ekstrak Etanol Daun Mahoni (Swietenia mahagoni (L.) Jacq) Sebagai Antioksidan

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Antioksidan adalah senyawa yang dapat menghambat atau menangkal aktivitas radikal bebas. Daun mahoni digunakan dalam pembuatan sediaan serum wajah karena memiliki aktivitas antioksidan. serum adalah sediaan kosmetik yang mengandung konsentrasi zat yang tinggi dengan viskositas rendah dan lebih efektif mengatasi kulit wajah. Konsentrasi ekstrak daun mahoni yang digunakan pada pembuatan sediaan serum ini yaitu sebesar 6%, 10% dan 14%. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antioksidan ekstrak daun mahoni dengan menggunakan metode 2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl (DPPH). Metode DPPH digunakan untuk menunjukan kemampuan senyawa antioksidan pada sampel dalam mendonorkan elektronnya. Evaluasi sediaan yang dilakukan diantaranya uji organoleptis, uji homogenitas, uji daya sebar, pengukuran pH, dan viskositas. Selanjutnya dilakukan pengujian aktivitas antioksidn dengan menggunakan alat spektrofotometer UV-Vis. Hasil menunjukan ketiga formulasi serum ekstrak daun mahoni telah memenuhi persyaratan pada setiap uji evaluasi. Uji aktivitas antioksidan sediaan serum ekstrak daun mahoni formula I, II, dan III menghasilkan nilai IC₅₀ berturut-turut sebesar 64,15 ppm; 19,13 ppm; dan 5,70 ppm dengan kategori kuat dan sangat kuat.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail