Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

8 hasil
Subjek: Law
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

FORMULASI DAN UJI FISIK SEDIAAN LIP CREAM EKSTRAK ETANOL DAUN INAI (Lawsonia inermis L.) SEBAGAI PEWARNA ALAMI

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Lip cream merupakan sediaan lipstik berbentuk cair yang banyak diminati oleh konsumen karena dapat melembabkan bibir dalam waktu yang lama, lip cream juga menghasilkan efek warna yang lebih merata pada bibir. Salah satu pewarna alami yang potensial untuk dikembangkan adalah daun inai yang menghasilkan molekul berwarna kuning kemerahan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ekstrak daun inai (Lawsonia inermis L.) dapat diformulasikan dalam sediaan lip cream dan mengetahui formulasi manakah yang paling bagus untuk dijadikan sediaan lip cream ekstrak etanol daun inai (Lawsonia inermis L.). Jenis penelitian ini merupakan penelitian eksperimental yang dilakukan di Laboratorium Farmasi SMK Muhammadiyah 3 Purbalingga dengan menggunakan metode maserasi dan membuat variasi konsentrasi (F0) ekstrak 0%, (F1) 4%, (F2) 5%, (F3) 6%. Evaluasi sediaan lip cream meliputi uji organoleptis, homogenitas, pH, daya sebar dan uji kesukaan. Hasil evaluasi sediaan lip cream menunjukkan semua formula memenuhi persyaratan serta uji kesukaan yang dilakukan pada 30 panelis siswi SMK Muhammadiyah 3 Purbalingga memilih F2 (5%) yang banyak digemari dengan memperoleh 12 sangat suka dan 18 suka.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Formulasi dan Uji Sediaan Lip cream Ekstrak Etanol Temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) Sebagai Pewarna Alami

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Lip cream adalah suatu sediaan pewarna bibir yang memiliki tekstur semi padat dan memiliki kemampuan melembabkan bibir lebih lama karena mengandung minyak dalam jumlah tinggi untuk membantu mencegah bibir kering dan mudah pecah-pecah. Temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) merupakan salah satu tumbuhan obat keluarga Zingiberaceae yang mengandung zat kuning kurkuminoid sebagai pewarna alami. Tujuan penelitian ini adalah memformulasikan dan menguji sediaan lip cream ekstrak etanol temulawak. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental formulasi sediaan lip cream ekstrak etanol temulawak 0%, 4%, 5% dan 6%. Evaluasi sediaan meliputi uji organoleptis, homogenitas, pH, daya sebar dan uji kesukaan. Hasil dari penelitian ini adalah ekstrak etanol temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) dapat diformulasikan dalam sediaan lip cream dan dapat mempengaruhi perubahan warna pada sediaan. Hasil evaluasi menunjukan semua formula memenuhi syarat serta uji kesukaan menunjukan bahwa panelis lebih suka untuk formulasi F3 karena memiliki warna yang lebih gelap. Kata kunci: Lip cream, Temulawak, kurkuminoid, Pewarna alami

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

FORMULASI DAN UJI FISIK SEDIAAN BLUSH ON CREAM EKSTRAK DAUN INAI (Lawsonia inermis L.) SEBAGAI PEWARNA ALAMI

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kosmetik merupakan sediaan yang digunakan pada bagian luar tubuh manusia. Kosmetik dapat mengubah penampilan dan mempercantik diri. Hal ini terbukti dengan munculnya berbagai macam kosmetik salah satunya blush on. Blush on merupakan sediaan kosmetik yang digunakan untuk mewarnai pipi dengan memberikan sentuhan artistik. Blush on memiliki berbagai warna seperti merah, merah muda, jingga dan kecoklatan. Pewarna pada blush on umumnya menggunakan pewarna sintesis dimana jika digunakan dalam jangka panjang menimbulkan iritasi pada kulit, sehingga perlu adanya penggunaan pewarna alami. Salah satu tanaman penghasil pwearna alami adalah daun inai (Lawsonia inermis L.). Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui apakah esktrak daun inai (Lawsonia inermis L.) dapat diformulasikan dalam sediaan blush on dan untuk mengetahui formulasi manakah yang paling bagus untuk dijadikan sediaan blush on. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Farmasi SMK Muhammadiyah 03 Purbalingga. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimental. Variable bebas dalam penelitian ini adalah variasi konsentrasi ekstrak daun inai (F0 = 0% ; F1 = 1% ; F2 = 3% ; F3 = 5%). Metode yang digunakan yaitu maserasi. Berdasarkan hasil penelitian ekstrak daun inai dapat diformulasikan pada formulasi F1, F2 dan F3. Hal ini ditunjukan hasil uji organoleptis memiliki perbedaan warna pada setiap konsentrasi, memiliki bentuk semi padat dan bau yang khas. Uji homogenitas menunjukan hasil yang homogen. Uji daya sebar menunjukan hasil yang baik dengan nilai 5,4 – 5,9. Uji pH memenuhi persyaratan dengan nilai pH 5,23 – 5,46. Uji tipe krim menunjukan hasil tipe minyak dalam air. Uji hedonik menunjukan kesukaan panelis pada F2 dan F3. Dari hasil tersebut formulasi yang bagus untuk dijadikan sediaan blush on adalah F3 dan F2. Hal ini dikarenakan dari hasil uji hedonik presentase kesukaan paling tinggi pertama pada F3 kemudian tertinggi ke dua pada F2. Analisis data pada penilitian ini menggunakan Microsoft Exel.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Efek Pemberian Infusa Kombinasi Temu Ireng, Temulawak, Kencur dan Jahe Terhadap Berat Mencit Galur Swiss-Webster

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tanda-tanda bahwa anak mengalami susah makan dan kemudian akan memicu terjadinya gizi buruk adalah sangat terbatasnya asupan nutrisi dan nafsu makan yang berkurang. Rimpang temu ireng,temulawak, kencur dan jahe memiliki kandungan minyak atsiri, kurkumin, xanthorizol, gingerol dan flavonoid pada tiap tanaman yang dapat meningkatkan berat badan serta nafsu makan. Penelitian dilakukan di Laboratorium Farmakologi STIKes Ibnu Sina Ajibarang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dan frekuensi optimal dalam pemberian infusa kombinasi terhadap berat badan dan konsumsi pakan mencit. Jenis penelitian ini adalah true experimental dengan metode Pre-Post test control design. Sebanyak 28 ekor mencit jantan terbagi menjadi empat kelompok. Kelompok P0 (aquadest), kelompok P1 (pemberian ½ x dosis), kelompok P2 (pemberian 1x dosis) dan kelompok P3 (pemberian 1 ½ x dosis). Seluruh kelompok perlakuan diaklimatisasi selama 7 hari, kemudian diberi perlakuan sesuai dosis yang telah ditentukan, lalu dilakukan pengamatan kenaikan berat badan dan konsumsi pakan selama 28 hari. Analisis data dilakukan menggunakan uji t-test berpasangan, uji One Way ANOVA, dilanjutkan dengan uji Post-hoc LSD. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh terhadap kenaikan berat badan yang signifikan pada kelompok P2 (p=0.000) dan konsumsi pakan pada seluruh kelompok pada minggu pertama, ketiga dan keempat. (p0,05).

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail