BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Swamedikasi obat analgesik untuk mengatasi pegal linu pada lansia berisiko memicu efek samping jika tidak didasari pengetahuan yang memadai. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan lansia mengenai swamedikasi pegal linu dalam penggunaan obat analgesik di Desa Klapagading, Kecamatan Wangon. Sampel berjumlah 96 lansia diperoleh melalui teknik proportionate stratified sampling di 12 RW. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner tervalidasi dan dianalisis secara univariat. Karakteristik responden didominasi oleh laki-laki (52%), bekerja sebagai petani (89%), dan berpendidikan dasar/SD (81%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas lansia memiliki tingkat pengetahuan kategori baik yaitu 77% (74 responden), kategori cukup 22% (21 responden), dan kategori kurang 1% (1 responden). Pemahaman tinggi ditunjukkan pada indikator definisi nyeri, aturan pakai, dan penyimpanan obat (84%–99%). Namun, pemahaman terkait risiko efek samping obat terhadap saluran pencernaan masih tergolong rendah (44%). Secara umum disimpulkan bahwa tingkat pengetahuan lansia di Desa Klapagading mengenai swamedikasi pegal linu tergolong baik, meskipun edukasi terkait risiko efek samping obat masih perlu ditingkatkan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pengobatan pada pasien poli gigi di Puskesmas Purwokerto Utara 2 Tahun 2024 sangat penting untuk memastikan penggunaan obat analgesik dan antibiotik yang sesuai dengan prinsip 5T, yaitu tepat diagnosa, tepat pasien, tepat obat, tepat dosis, dan tepat lama pemberian sesuai dengan pedoman Kemenkes RI Tahun 2019. Infeksi dan nyeri pada gigi merupakan kondisi yang sering terjadi dan memerlukan pengobatan yang rasional untuk meningkatkan efektivitas terapi, mencegah resistensi antibiotik, dan meminimalkan efek samping yang merugikan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi profil penggunaan obat analgesik dan antibiotik serta kesesuaiannya dengan ketentuan 5T pada pasien poli gigi di Puskesmas Purwokerto Utara 2 tahun 2024. Penelitian ini merupakan studi observasional deskriptif dengan pendekatan retrospektif yang melibatkan 94 pasien. Data diperoleh dari rekam medis pasien dan dianalisis berdasarkan parameter tepat diagnosa, tepat pasien, tepat obat, tepat dosis, dan tepat lama pemberian. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan antibiotik dan analgesik sudah tepat pada aspek diagnosa, pasien, obat, dan dosis dengan persentase 100%. Namun, lama pemberian antibiotik kurang tepat pada 80,85% pasien karena durasi terapi lebih singkat dari anjuran literatur, sedangkan lama pemberian analgesik sesuai dengan pedoman 100%. Penelitian ini menegaskan pentingnya pengawasan durasi terapi antibiotik untuk mencegah risiko resistensi dan kegagalan terapi. Kesimpulannya, penggunaan obat analgesik dan antibiotik pada pasien poli gigi di Puskesmas Purwokerto Utara 2 Tahun 2024 sudah berjalan dengan rasional pada aspek diagnosis, pasien, obat, dan dosis, tetapi perlu peningkatan dalam pemantauan lama pemberian antibiotik agar sesuai dengan standar yang berlaku demi mengoptimalkan hasil terapi dan mencegah efek samping serta resistensi antibiotik.
Kata kunci: Rasionalitas, antibiotik, analgesik, poli gigi, Puskesmas