Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

11 hasil
Subjek: Puskesmas
DaftarKartu
BookOpen AccessMetadata saja

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN TERHADAP SIKAP PASIEN PENYAKIT DERMATITIS DI PUSKESMAS SERAYU LARANGAN KECAMATAN MREBET KABUPATEN PURBALINGGA TAHUN 2026

2026•Koleksi Perpustakaan

ABSTRAK Dermatitis merupakan peradangan pada kulit (epidermis dan dermis) sebagai respons terhadap berbagai faktor internal yang menyebabkan perubahan klinis berupa lesi kulit polimorfik seperti kemerahan, pembengkakan, papula, vesikel, sisik, penebalan kulit, serta rasa gatal. Pengetahuan bukan hanya sekadar informasi yang dimiliki seseorang, tetapi juga menjadi dasar dalam pengambilan keputusan dan pembentukan sikap. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dengan sikap pasien terhadap pencegahan dan penanganan penyakit dermatitis. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional yang melibatkan pasien dermatitis sesuai kriteria inklusi di Puskesmas Serayu Larangan Kecamatan Mrebet Kabupaten Purbalingga. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner pilihan ganda untuk mengukur tingkat pengetahuan dan skala Likert untuk mengukur sikap. Analisis data menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan baik sebanyak 47 responden (61,0%) dan sikap positif sebanyak 66 responden (85,7%). Berdasarkan hasil analisis statistik diperoleh adanya hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dengan sikap pasien terhadap pencegahan dan penanganan penyakit dermatitis sig. 2-tailed 0,05 (0,000) dengan koefisien korelasi sebesar 0,525 yang menunjukkan kekuatan hubungan cukup kuat dan arah positif.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

EVALUASI SISTEM PERENCANAAN DAN PENGADAAN OBAT DI PUSKESMAS WATUKUMPUL KABUPATEN PEMALANG PERIODE 2024

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

pengelolaan obat yang efektif dan efisien sangat penting untuk menjamin ketersediaan obat dan mencegah kerugian akibat obat kedaluwarsa atau stok berlebih. penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi , kabupaten efektivitas dan efisiensi sistem perencanaan serta pengadaan obat di puskesmas watukumpul, kab. kabupaten pemalang. metode penelitian ini menggunakan deksriptif kuantitatif dengan teknik purposive sampling. data primer diperoleh dari wawancara, sedangkan data sekunder meliputi data keuangan, kartu stok, dan faktur pengiriman obat tahun 2024. hasil penelitian menunjukan bahwa perencanaan obat di puskesmas watukumpul tergolong efektif dengan tingkat kesesuaian item obat pada fornas sebesar 75,97% dan tingkat penyimpangan perencanaan yang rendah 1,9%. pada aspek pengadaan, ketersediaan dana mencapai 86,72% dan alokasi dana sebesar 8,16%. selain itu, frekuensi pengadaan obat tercatat rendah (12x/tahun), tingkat kesalahan faktur sebesar 0%, dan akurasi pembayaran mencapai 100%. berdasarkan indikator ketersediaan dana 86,72%, pengelolaan obat di puskesmas watukumpul dinilai belum efisien karena belum mencapai standar maksimal 100% (Kemenkes RI,2019)

7 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN TERHADAP SIKAP PASIEN PENYAKIT DERMATITIS DI PUSKESMAS SERAYU LARANGAN KECAMATAN MREBET KABUPATEN PURBALINGGA TAHUN 2026

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Dermatitis merupakan peradangan pada kulit (epidermis dan dermis) sebagai respons terhadap berbagai faktor internal yang menyebabkan perubahan klinis berupa lesi kulit polimorfik seperti kemerahan, pembengkakan, papula, vesikel, sisik, penebalan kulit, serta rasa gatal. Pengetahuan bukan hanya sekadar informasi yang dimiliki seseorang, tetapi juga menjadi dasar dalam pengambilan keputusan dan pembentukan sikap. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dengan sikap pasien terhadap pencegahan dan penanganan penyakit dermatitis. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional yang melibatkan pasien dermatitis sesuai kriteria inklusi di Puskesmas Serayu Larangan Kecamatan Mrebet Kabupaten Purbalingga. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner pilihan ganda untuk mengukur tingkat pengetahuan dan skala Likert untuk mengukur sikap. Analisis data menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan baik sebanyak 47 responden (61,0%) dan sikap positif sebanyak 66 responden (85,7%). Berdasarkan hasil analisis statistik diperoleh adanya hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dengan sikap pasien terhadap pencegahan dan penanganan penyakit dermatitis sig. 2-tailed 0,05 (0,000) dengan koefisien korelasi sebesar 0,525 yang menunjukkan kekuatan hubungan cukup kuat dan arah positif.

10 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

EVALUASI RASIONALITAS PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PASIEN INFEKSI SALURAN PERNAFASAN AKUT (ISPA) DI PUSKESMAS PURWOKERTO UTARA II TAHUN 2024

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

EVALUASI RASIONALITAS PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PASIEN INFEKSI SALURAN PERNAFASAN AKUT (ISPA) DI PUSKESMAS PURWOKERTO UTARA II TAHUN 2024 Lulu Mukaromah ABSTRAK Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) adalah infeksi akut yang menyerang organ saluran pernafasan bagian atas dan saluran pernafasan bagian bawah. Berdasarkan Data Dinas Kesehatan Jawa Tengah, kasus ISPA mengalami peningkatan yang konsisten yaitu dari 53,3% menjadi 67,7%. Di Indonesia, sebanyak 60% penderita penderita infeksi saluran pernafasan akut ( ISPA) mengkonsumsi antibiotik dengan tidak tepat. Tujuan yaitu mengetahui profil penggunaan antibiotik dan Mengetahui rasionalitas penggunaan antibiotik yang digunakan pasien ISPA ditinjau dari aspek tepat diagnosis, tepat pasien, tepat obat, tepat dosis, dan tepat lama pemberian sesuai dengan Kemenkes Tahun 2019. Jenis penelitian yang dilakukan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian observasional deskriptif. Pengambilan data dilakukan secara retrospektif dengan mengumpulkan data berupa rekam medis pasien ISPA yang di berikan terapi antibiotik. Berdasarkan hasil penelitian sebanyak 97 pasien ISPA di Puskesmas Purwokerto Utara II tahun 2024 yaitu paling banyak antibiotik yang digunakan pada golongan penicillin dengan jenis amoxicillin sebanyak 53 pasien (54,64%). Rasionalitas penggunaan antibiotik menurut Kemenkes 2019 mendapatkan hasil tepat pasien 100%, tepat diagnosa 100%, tepat obat 69,07%, tepat dosis 83, 51%, dan tepat lama pemberian sebesar 7, 22%. Kata Kunci : Evaluasi Rasionalitas, ISPA, Antibiotik, Puskesmas

6 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

EVALUASI RASIONALITAS PENGOBATAN POLI GIGI DI PUSKESMAS PURWOKERTO UTARA 2 TAHUN 2024

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pengobatan pada pasien poli gigi di Puskesmas Purwokerto Utara 2 Tahun 2024 sangat penting untuk memastikan penggunaan obat analgesik dan antibiotik yang sesuai dengan prinsip 5T, yaitu tepat diagnosa, tepat pasien, tepat obat, tepat dosis, dan tepat lama pemberian sesuai dengan pedoman Kemenkes RI Tahun 2019. Infeksi dan nyeri pada gigi merupakan kondisi yang sering terjadi dan memerlukan pengobatan yang rasional untuk meningkatkan efektivitas terapi, mencegah resistensi antibiotik, dan meminimalkan efek samping yang merugikan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi profil penggunaan obat analgesik dan antibiotik serta kesesuaiannya dengan ketentuan 5T pada pasien poli gigi di Puskesmas Purwokerto Utara 2 tahun 2024. Penelitian ini merupakan studi observasional deskriptif dengan pendekatan retrospektif yang melibatkan 94 pasien. Data diperoleh dari rekam medis pasien dan dianalisis berdasarkan parameter tepat diagnosa, tepat pasien, tepat obat, tepat dosis, dan tepat lama pemberian. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan antibiotik dan analgesik sudah tepat pada aspek diagnosa, pasien, obat, dan dosis dengan persentase 100%. Namun, lama pemberian antibiotik kurang tepat pada 80,85% pasien karena durasi terapi lebih singkat dari anjuran literatur, sedangkan lama pemberian analgesik sesuai dengan pedoman 100%. Penelitian ini menegaskan pentingnya pengawasan durasi terapi antibiotik untuk mencegah risiko resistensi dan kegagalan terapi. Kesimpulannya, penggunaan obat analgesik dan antibiotik pada pasien poli gigi di Puskesmas Purwokerto Utara 2 Tahun 2024 sudah berjalan dengan rasional pada aspek diagnosis, pasien, obat, dan dosis, tetapi perlu peningkatan dalam pemantauan lama pemberian antibiotik agar sesuai dengan standar yang berlaku demi mengoptimalkan hasil terapi dan mencegah efek samping serta resistensi antibiotik. Kata kunci: Rasionalitas, antibiotik, analgesik, poli gigi, Puskesmas

7 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

EVALUASI RASIONALITAS PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PASIEN INFEKSI SALURAN PERNAFASAN AKUT (ISPA) DI PUSKESMAS PURWOKERTO UTARA II TAHUN 2024

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) adalah infeksi akut yang menyerang organ saluran pernafasan bagian atas dan saluran pernafasan bagian bawah. Berdasarkan Data Dinas Kesehatan Jawa Tengah, kasus ISPA mengalami peningkatan yang konsisten yaitu dari 53,3% menjadi 67,7%. Di Indonesia, sebanyak 60% penderita penderita infeksi saluran pernafasan akut (ISPA) mengkonsumsi antibiotik dengan tidak tepat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui profil penggunaan antibiotik dan Mengetahui rasionalitas penggunaan antibiotik yang digunakan pasien ISPA ditinjau dari aspek tepat diagnosis, tepat pasien, tepat obat, tepat dosis, dan tepat lama pemberian sesuai dengan Kemenkes Tahun 2019. Jenis penelitian yang dilakukan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian observasional deskriptif. Pengambilan data dilakukan secara retrospektif dengan mengumpulkan data berupa rekam medis pasien ISPA yang di berikan terapi antibiotik. Berdasarkan hasil penelitian sebanyak 97 pasien ISPA di Puskesmas Purwokerto Utara II tahun 2024 yaitu paling banyak antibiotik yang digunakan pada golongan penicillin dengan jenis amoxicillin sebanyak 53 pasien (54,64%). Rasionalitas penggunaan antibiotik menurut Kemenkes 2019 mendapatkan hasil tepat pasien 100%, tepat diagnosa 100%, tepat obat 69,07%, tepat dosis 83, 51%, dan tepat lama pemberian sebesar 7, 22%. Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu masih terdapat ketidakrasionalan dalam penggunaan antibiotik dalam tepat obat sebesar 30,93%, tidak tepat dosis sebesar 7,22% dan tidak tepat lama pemberian sebesar 92,78%.

5 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

EVALUASI PERENCANAAN DAN PENGADAAN OBAT MENGGUNAKAN METODE ABC-VEN DAN REORDER POINT (ROP) DI PUSKESMAS BELIK KABUPATEN PEMALANG TAHUN 2023

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) adalah tempat yang digunakan untuk menyelenggarakan upaya pelayanan kesehatan, baik promotif, preventif, kuratif maupun rehabilitatif oleh pemerintah, pemerintah daerah maupun masyarakat. Sistem perencanaan dan pengadaan obat adalah faktor penentu ketersediaan obat dan penentuan anggaran yang dibutuhkan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui proses perencanaan dan pengadaan obat menggunakan metode kombinasi ABC-VEN di Puskesmas Belik Kabupaten Pemalang. Jenis penelitian ini merupakan analisa deskriptif menggunakan rancangan studi kasus retrospektif dengan pengumpulan data bulan Januari-Desember tahun 2023 dan wawancara. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa setelah dianalisa dengan metode kombinasi ABC-VEN diperoleh kelompok obat AV sebanyak 1 item (0,29%) dengan biaya pemakaian Rp. 4.662.000, AE 45 item (12,86%) biaya pemakaian Rp. 271.578.813, AN 7 item (2,00%) biaya pemakaian Rp. 65.272.502, BV 7 item (2,00%) biaya pemakaian Rp. 7.825.526, BE 53 item (15,14%) biaya pemakaian Rp. 70.352.382, BN 11 item (3,14%) dengan pemakaian biaya Rp. 15.283.936, CV 19 item (5,43%) dengan biaya pemakaian Rp. 3.687.488, CE 194 item (55,43%) dengan biaya pemakaian Rp. 42.690.036 dan CN 13 item (3,71%) dengan biaya pemakaian Rp. 2.779.589. Obat pada kelompok AN, BN, CN (kelompok Tambahan) menjadi prioritas utama untuk dikurangi, AE, BE, CE (kelompok Utama) prioritas kedua dan AV, BV, CV (kelompok Prioritas) merupakan kelompok penting dan harus selalu tersedia.

8 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian di instalasi farmasi rawat jalan puskesmas karangmoncol tahun 2024

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) merupakan suatu pelayanan Kesehatan yang di lakukan dengan Upaya Kesehatan Masyarakat dan Upaya Kesehatan individu tingkat pertama yang mengutamakan peningkatan Kesehatan (promotif), dan pencegahan penyakit (preventif) tanpa melupakan upaya penyembuhan penyakit (kuratif) dan pemulihan Kesehatan (rehabilitatif) untuk mencapai derajat kesehatan yang lebih tinggi lagi. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui tingkat kepuasan pasien Rawat Jalan terhadap pelayanan Farmasi di instalasi farmasi puskesmas karangmoncol tahun 2024. Tingkat kepuasan pasien diukur berdasarkan 5 dimensi yaitu kehandalan (reliability), ketanggapan (responsiveness), jaminan (assurance), empati (epathy), berwujud/ bukti nyata (tangible). Jenis Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif observasional dengan menggunakan metode cross-sectional. Hasil yang diperoleh dari ke 5 dimensi adalah sebagai berikut : bukti nyata 63,18%, ketanggapan 77,05%, jaminan 81,36%, empati 83,18%, kehandalan 86,59%. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa 5 dimensi yaitu rata-rata keseluruhan tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian berada pada kategori puas dengan persentase 76,95%.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

EVALUASI PERENCANAAN DAN PENGADAAN OBAT MENGGUNAKAN METODE KOMBINASI ABC VEN DI PUSKESMAS PUNGGELAN 1

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Perencanaan dan pengadaan obat merupakan bagian dari kegiatan pengelolaan obat yang mempunyai peran penting dalam pemenuhan kebutuhan obat untuk mencegah terjadinya kelebihan dan kekurangan/kekosongan obat di unit pelayanan kesehatan dasar atau puskesmas. Tujuan dari penelitian ini adalah mengevaluasi perencanaan dan pengadaan obat dengan menggunakan metode kombinasi ABC- VEN di Puskesmas Punggelan 1. Jenis penelitian ini merupakan analisis deskriptif menggunakan rancangan studi kasus retrospektif dengan pengumpulan data dan wawancara. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa setelah dianalisa dengan metode kombinasi ABC-VEN diperoleh kelompok obat AV sebanyak 4 item (2,12%) dengan biaya pemakaian Rp.26.497.669, AE 23 item (12,23%) dengan biaya pemakaian Rp.73.715.845, AN 4 item (2,12%) dengan biaya pemakaian Rp.60.949.443, BV 3 item (1,59%) dengan biaya pemakaian Rp.2.955.043, BE 29 item (15,42%) dengan biaya pemakaian Rp.19.496.799, BN 5 item (2,65%), CV 18 item (9,57%) dengan biaya pemakaian Rp.1.851.202, CE 94 item (50%) dengan biaya pemakaian Rp.4.761.815, dan CN 9 item (4,78%) dengan biaya pemakaian Rp.3.586.940.

6 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

EVALUASI PERENCANAAN DAN PENGADAAN OBAT MENGGUNAKAN METODE KOMBINASI ABC-VEN DI PUSKESMAS RANDUDONGKAL KABUPATEN PEMALANG PERIODE TAHUN 2023

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) adalah suatu tempat yang digunakan untuk menyelenggarakan upaya pelayanan kesehatan, baik promotif, preventif, kuratif maupun rehabilitatif yang dilakukan oleh pemerintah, pemerintah daerah maupun masyarakat. Salah satu faktor yang mempengaruhi mutu pelayanan kesehatan yaitu ketersediaan obat. Sistem perencanaan dan pengadaan obat merupakan faktor penentu ketersediaan obat dan penentuan anggaran yang dibutuhkan.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui proses perencanaan dan pengadaan obat dengan menggunakan metode kombinasi ABC-VEN di Puskesmas Randudongkal Kabupaten Pemalang. Jenis penelitian ini merupakan analisa deskriptif dengan menggunakan rancangan studi kasus retrospektif dengan pengumpulan data periode bulan Januari-Desember tahun 2023 dan wawancara. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa setelah dianalisa dengan metode kombinasi ABC-VEN diperoleh kelompok obat AV sebanyak 1 item (0,328%) dengan biaya pemakaian Rp.176.859.144, AE 20 item (6,578%) biaya pemakaian Rp. 224.846.473, AN 4 item (1,315%) biaya pemakaian Rp. 39.874.273, BV tidak ada item obat yang termasuk, BE 35 item (11,513%) biaya pemakaian Rp.94.065.532, BN 9 item (2,960%) dengan pemakaian biaya Rp. 30.491.548, CV 8 item (2,631%) dengan biaya pemakaian Rp. 289.767, CE 204 item (67,105 %) dengan biaya pemakaian Rp.54.304.057 dan CN 23 item (7,565%) dengan biaya pemakaian Rp.8.411.349 (1,336%). Obat pada kelompok AN, BN, CN (kelompok Tambahan) menjadi prioritas utama untuk dikurangi, AE, BE, CE (kelompok Utama) prioritas kedua dan AV, BV, CV (kelompok Prioritas) merupakan kelompok yang penting dan harus selalu tersedia.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail