Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

6 hasil
Subjek: kepatuhan
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU HAMIL TERHADAP KEPATUHAN KONSUMSI TABLET MMS (MULTIPLE MICRONUTRIENT SUPPLEMENT) DESA CIKEMBULAN KECAMATAN PEKUNCEN KABUPATEN BANYUMAS

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pemenuhan kebutuhan zat gizi mikro penting selama masa kehamilan. Pemerintah kini mulai mentransisikan pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) menjadi suplemen Multiple Micronutrient Supplement (MMS) yang mengandung 15 jenis vitamin dan mineral esensial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan dengan kepatuhan konsumsi tablet MMS pada ibu hamil di Desa Cikembulan, Kecamatan Pekuncen, Banyumas. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 31 ibu hamil yang diambil menggunakan Teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner tingkat pengetahuan tablet MMS dan lembar kontrol kepatuhan konsumsi. Hasil analisis univariat menunjukkan mayoritas responden berada pada kategori usia reproduksi sehat (80,6%), berstatus tidak bekerja (93,5%), pendidikan SMA (54,8%), berstatus primipara (38,7%), dan kunjungan ANC yang ideal (80,6%). Tingkat pengetahuan didominasi kategori sedang (51,6%) dan tingkat kepatuhan konsumsi berada pada kategori patuh tinggi (71,0%). Hasil uji menggunakan Fisher’s Exact Test menunjukkan nilai p-value sebesar 0,002. Kesimpulannya, terdapat hubungan yang signifikan secara statistik antara tingkat pengetahuan dengan kepatuhan konsumsi tablet MMS pada ibu hamil di Desa Cikembulan, Kecamatan Pekuncen, Banyumas. Kata Kunci: Ibu Hamil, Kepatuhan Konsumsi, Pengetahuan, Tablet MMS

67 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH KEPATUHAN KONSUMSI TABLET TAMBAH DARAH TERHADAP PENINGKATAN NILAI HB SISWI SMK YPE SAMPANG

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Anemia pada remaja putri masih menjadi masalah kesehatan yang dapat berdampak pada penurunan konsentrasi belajar, kebugaran fisik, serta kesehatan reproduksi di masa mendatang. Salah satu upaya pencegahan anemia adalah melalui pemberian Tablet Tambah Darah (TTD), namun tingkat kepatuhan konsumsi TTD pada remaja putri masih belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kepatuhan konsumsi tablet tambah darah terhadap peningkatan kadar hemoglobin (Hb) pada siswi SMK YPE Sampang. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan analitik observasional menggunakan desain one group pretest–posttest dengan pendekatan retrospektif. Sampel penelitian berjumlah 48 siswi kelas X SMK YPE Sampang yang mengalami anemia dan memenuhi kriteria inklusi. Data kepatuhan konsumsi tablet tambah darah diperoleh dari buku pemantauan konsumsi TTD, sedangkan data kadar hemoglobin diperoleh dari hasil pemeriksaan Hb sebelum dan sesudah pemberian tablet tambah darah. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kadar Hb responden sebelum konsumsi tablet tambah darah sebesar 10,7 g/dL dan meningkat menjadi 11,9 g/dL setelah konsumsi tablet tambah darah. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai p-value sebesar 0,000 (p 0,05), yang berarti terdapat pengaruh signifikan kepatuhan konsumsi tablet tambah darah terhadap peningkatan kadar hemoglobin pada siswi SMK YPE Sampang.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Hubungan Pengetahuan dan Sikap Ibu Hamil Dengan Kepatuhan Konsumsi Tablet Fe dan Asam Folat Desa Cikembulan Kecamatan Pekuncen Kabupaten

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Anemia pada ibu hamil masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia dan sebagian besar disebabkan oleh defisiensi zat besi. Pemerintah telah melaksanakan program pemberian tablet Fe dan asam folat kepada seluruh ibu hamil sebagai upaya pencegahan anemia. Namun, tingginya cakupan distribusi tablet Fe dan asam folat belum sepenuhnya diikuti dengan kepatuhan konsumsi oleh ibu hamil. Rendahnya kepatuhan tersebut diduga dipengaruhi oleh faktor pengetahuan dan sikap ibu hamil terhadap konsumsi tablet Fe dan asam folat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap ibu hamil dengan kepatuhan konsumsi tablet Fe dan asam folat di Desa Cikembulan, Kecamatan Pekuncen, Kabupaten Banyumas. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain cross sectional. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil di Desa Cikembulan yang berjumlah 30 orang, dengan teknik pengambilan sampel total sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner pengetahuan, sikap, dan kepatuhan konsumsi tablet Fe dan asam folat. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan 0,05. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan antara pengetahuan ibu hamil dengan kepatuhan konsumsi tablet Fe dan asam folat serta adanya hubungan antara sikap ibu hamil dengan kepatuhan konsumsi tablet Fe dan asam folat. Ibu hamil dengan pengetahuan yang baik dan sikap yang positif cenderung memiliki tingkat kepatuhan yang lebih tinggi dalam mengonsumsi tablet Fe dan asam folat. Dapat disimpulkan bahwa pengetahuan dan sikap ibu hamil berhubungan dengan kepatuhan konsumsi tablet Fe dan asam folat. Oleh karena itu, diperlukan upaya peningkatan edukasi dan konseling oleh tenaga kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan dan membentuk sikap positif ibu hamil guna meningkatkan kepatuhan konsumsi tablet Fe dan asam folat sebagai upaya pencegahan anemia.

5 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh kepatuhan konsumsi tablet tambah darah terhadap peningkatan nilai HB pada siswi SMK YPE SAMPANG

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Anemia pada remaja putri masih menjadi masalah kesehatan yang dapat berdampak pada penurunan konsentrasi belajar, kebugaran fisik, serta kesehatan reproduksi di masa mendatang. Salah satu upaya pencegahan anemia adalah melalui pemberian Tablet Tambah Darah (TTD), namun tingkat kepatuhan konsumsi TTD pada remaja putri masih belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kepatuhan konsumsi tablet tambah darah terhadap peningkatan kadar hemoglobin (Hb) pada siswi SMK YPE Sampang. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan analitik observasional menggunakan desain one group pretest–posttest dengan pendekatan retrospektif. Sampel penelitian berjumlah 48 siswi kelas X SMK YPE Sampang yang mengalami anemia dan memenuhi kriteria inklusi. Data kepatuhan konsumsi tablet tambah darah diperoleh dari buku pemantauan konsumsi TTD, sedangkan data kadar hemoglobin diperoleh dari hasil pemeriksaan Hb sebelum dan sesudah pemberian tablet tambah darah. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kadar Hb responden sebelum konsumsi tablet tambah darah sebesar 10,7 g/dL dan meningkat menjadi 11,9 g/dL setelah konsumsi tablet tambah darah. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai p-value sebesar 0,000 (p 0,05), yang berarti terdapat pengaruh signifikan kepatuhan konsumsi tablet tambah darah terhadap peningkatan kadar hemoglobin pada siswi SMK YPE Sampang.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

HUBUNGAN TINGKAT KEPATUHAN PENGGUNAAN OBAT ANTIHIPERTENSI DENGAN KUALITAS HIDUP PASIEN PROLANIS DI PUSKESMAS JATILAWANG TAHUN 2025

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Hipertensi merupakan faktor risiko utama kejadian kardiovaskular dan kematian pada lansia. Komplikasi yang diakibatkan oleh hipertensi dapat merujuk pada penyakit serius seperti penyakit jantung, stroke, atau kerusakan organ lainnya jika tidak dikendalikan dengan baik. Kepatuhan memegang peranan penting dalam pengobatan serta dalam mempengaruhi keberhasilan suatu terapi dan kualitas hidup pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kepatuhan minum obat terhadap kualitas hidup pasien hipertensi baik dengan komorbiditas atau tidak yang diukur dengan metode penelitian (cross sectional) yang melibatkan pasien hipertensi sesuai kriteria inklusi di Puskesmas Jatilawang. Kuisioner yang digunakan adalah MMAS-8 (kepatuhan) dan EQ-5D-5L (kualitas hidup). Analisis data pada penelitian ini menggunakan spearman correlation. Jumlah responden tertinggi dengan tingkat kepatuhan sedang sebanyak 59 pasien (60,2%) dan kualitas hidup rata-rata 0,83±0,14 dengan nilai rata-rata 79,6±14,9. Dari hasil Analisa statistik didapatkan adanya hubungan yang signifikan antara kepatuhan minum obat dan kualitas hidup pasien hipertensi dengan nilai p-value0,05 EQ-5D5L (0,002) dan EQ-VAS (0,00) dengan koefisien relasi (0,310) dan (0,403) menggambarkan kekuatan hubungan yang cukup

11 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Hubungan kepatuhan konsumsi iron chelator dengan kadar feritin pada pasien talasemia beta mayor anak di instalasi talasemia termadu RSUD Banyumas

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Talasemia beta mayor merupakan penyakit anemia hemolitik akibat produksi rantai globin beta terganggu sehingga terjadi penurunan produksi hemoglobin yang menyebabkan penderita memerlukan transfusi sel darah merah secara reguler dengan konsekuensi terjadi kelebihan kadar serum feritin. Penderita perlu patuh dalam mengonsumsi iron chelator agar kadar serum feritin tetap pada nilai yang disarankan. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan kepatuhan konsumsi iron chelator dengan kadar feritin pada pasien talasemia beta mayor anak di Instalasi Thalasemia Terpadu RSUD Banyumas. Penelitian ini menggunakan metode analisis observasional dengan pendekatan cross-secsional. Sebanyak 90 pasien anak dengan talasemia beta mayor yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan kepatuhan konsumsi iron chelator dengan kadar feritin (p = 0,000; OR = 10,323). Kesimpulan yang didapatkan adalah pasien yang patuh terhadap konsumsi iron chelator berpeluang 10,323 kali memiliki kadar feritin yang rendah daripada pasien yang tidak patuh terhadap konsumsi iron chelator

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail