Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

MA

597 karya publik ditemukan.

2026: 472025: 902024: 202023: 1272022: 1182021: 190

STUDI MOLECULAR DOCKING DAN ADME-T TURUNAN FLAVONOID SERTA ALKALOID DAUN PEPAYA (Carica papaya L.) TERHADAP RESEPTOR DPP-IV SEBAGAI ANTIDIABETIK

2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Diabetes merupakan penyakit degeneratif yang ditandai dengan hiperglikemia. Pengobatan DM tipe 2 biasanya menggunakan obat-obat sintesis yang memiliki efek samping. Obat penghambat enzim Dipeptidyl Peptidase IV (DPP-IV) belum banyak dikaji dan potensial dalam hipoglikemia. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji isolat senyawa turunan flavonoid dan alkaloid daun pepaya dalam menghambat enzim DPP-IV. Metode in silico melalui molecular docking menjadi metode yang paling relevan dalam upaya penemuan obat baru. Molecular docking dilakukan melalui beberapa tahap diantaranya pemodelan dan optimasi struktur senyawa, preparasi protein target dan ligan, validasi docking, proses docking, dan visualisasi interaksi serta analisis ADME-T. Hasil penelitian menunjukan bahwa semua senyawa turunan flavonoid daun pepaya yaitu epimedin, eupatolitin, methyl ophiopogonone b, bavachin, norcimifugin dengan nilai ΔG berturut-turut sebesar -129.14 kkal/mol; -104.82 kkal/mol; -98.5 kkal/mol; -98.92 kkal/mol; -95.71 kkal/mol dan 5 senyawa turunan alkaloid daun pepaya yaitu peimisine, 1- carbomethoxy-β-carboline, dicentrine, codonopsine, carpaine dengan nilai ΔG berturut-turut sebesar -102.88 kkal/mol; -86.67 kkal/mol; -85.84 kkal/mol; -85.7 kkal/mol; -85.1 kkal/mol, berpontensi sebagai antidiabetik. Analisis ADME-T dari senyawa turunan daun pepaya menunjukan bahwa, mayoritas senyawa terabsobsi melalui gastrointestinal, terdistribusi, dan metabolisme dengan bantuan enzim CYP450 serta beberapa senyawa bersifat toksik, tidak bersifat karsinogenik, dan tidak bersifat mutagenik. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa senyawa tersebut dapat menghambat enzim DPP-IV dan harus dilakukan perbaikan struktur agar senyawa tidak bersifat toksik, karsinogenik, dan mutagenik agar dapat dijadikan sebagai kandidat obat antidiabetik.

Formulasi Dan Uji Stabilitas Fisik Sediaan Lip Cream Ekstrak Etanol Kulit Melinjo (Gnetum gnemon L.) Sebagai Pewarna Alami

2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Lip cream merupakan sediaan semi padat yang banyak diminati karena dapat melembapkan dengan warna merata pada bibir. Pewarna alami yang dapat dijadikan sebagai lip cream adalah kulit melinjo. Tujuan penelitian untuk mengetahui apakah ekstrak etanol kulit melinjo (Gnetum gnemon L.) dapat diformulasikan menjadi sediaan lip cream sebagai pewarna alami dan mengetahui formulasi manakah yang paling baik untuk dijadikan sebagai sediaan lip cream. Penelitian dilakukan di Laboratorium Lingkungan Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman untuk uji determinasi dan Laboratorium Farmasetika STIKes Ibnu Sina Ajibarang untuk formulasi dan pengujian. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan (F0 = 0%; F1 = 5%; F2 = 10%; F3 = 15%) dan metode maserasi untuk pembuatan ekstrak. Dilakukan cycling test untuk uji stabilitas melalui parameter uji organoleptik, homogenitas, daya sebar, daya lekat, pH, daya oles, iritasi, dan kesukaan. Analisis data menggunakan SPSS 26 dengan uji One Way Anova, Dependent T Test, dan Independent T Test. Hasil penelitian menunjukkan semua formulasi ekstrak etanol kulit melinjo (Gnetum gnemon L.) dapat diformulasikan menjadi sediaan lip cream, dibuktikan dengan nilai uji One Way Anova 0.05, namun hasil tidak stabil dengan nilai Dependent T Test 0.05. Semua uji memenuhi standar dengan nilai Independen T test > 0.05. Formulasi sediaan lip cream yang paling baik F1 (5%), didasarkan uji kesukaan dengan persentase sangat suka 24% dan suka 68%.