ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) adalah tempat yang digunakan untuk menyelenggarakan upaya pelayanan kesehatan, baik promotif, preventif, kuratif maupun rehabilitatif oleh pemerintah, pemerintah daerah maupun masyarakat. Sistem perencanaan dan pengadaan obat adalah faktor penentu ketersediaan obat dan penentuan anggaran yang dibutuhkan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui proses perencanaan dan pengadaan obat menggunakan metode kombinasi ABC-VEN di Puskesmas Belik Kabupaten Pemalang. Jenis penelitian ini merupakan analisa deskriptif menggunakan rancangan studi kasus retrospektif dengan pengumpulan data bulan Januari-Desember tahun 2023 dan wawancara. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa setelah dianalisa dengan metode kombinasi ABC-VEN diperoleh kelompok obat AV sebanyak 1 item (0,29%) dengan biaya pemakaian Rp. 4.662.000, AE 45 item (12,86%) biaya pemakaian Rp. 271.578.813, AN 7 item (2,00%) biaya pemakaian Rp. 65.272.502, BV 7 item (2,00%) biaya pemakaian Rp. 7.825.526, BE 53 item (15,14%) biaya pemakaian Rp. 70.352.382, BN 11 item (3,14%) dengan pemakaian biaya Rp. 15.283.936, CV 19 item (5,43%) dengan biaya pemakaian Rp. 3.687.488, CE 194 item (55,43%) dengan biaya pemakaian Rp. 42.690.036 dan CN 13 item (3,71%) dengan biaya pemakaian Rp. 2.779.589. Obat pada kelompok AN, BN, CN (kelompok Tambahan) menjadi prioritas utama untuk dikurangi, AE, BE, CE (kelompok Utama) prioritas kedua dan AV, BV, CV (kelompok Prioritas) merupakan kelompok penting dan harus selalu tersedia.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Perencanaan dan pengadaan obat merupakan bagian dari kegiatan pengelolaan obat yang mempunyai peran penting dalam pemenuhan kebutuhan obat untuk mencegah terjadinya kelebihan dan kekurangan/kekosongan obat di unit pelayanan kesehatan dasar atau puskesmas. Tujuan dari penelitian ini adalah mengevaluasi perencanaan dan pengadaan obat dengan menggunakan metode kombinasi ABC- VEN di Puskesmas Punggelan 1. Jenis penelitian ini merupakan analisis deskriptif menggunakan rancangan studi kasus retrospektif dengan pengumpulan data dan wawancara. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa setelah dianalisa dengan metode kombinasi ABC-VEN diperoleh kelompok obat AV sebanyak 4 item (2,12%) dengan biaya pemakaian Rp.26.497.669, AE 23 item (12,23%) dengan biaya pemakaian Rp.73.715.845, AN 4 item (2,12%) dengan biaya pemakaian Rp.60.949.443, BV 3 item (1,59%) dengan biaya pemakaian Rp.2.955.043, BE 29 item (15,42%) dengan biaya pemakaian Rp.19.496.799, BN 5 item (2,65%), CV 18 item (9,57%) dengan biaya pemakaian Rp.1.851.202, CE 94 item (50%) dengan biaya pemakaian Rp.4.761.815, dan CN 9 item (4,78%) dengan biaya pemakaian Rp.3.586.940.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) adalah suatu tempat yang digunakan untuk menyelenggarakan upaya pelayanan kesehatan, baik promotif, preventif, kuratif maupun rehabilitatif yang dilakukan oleh pemerintah, pemerintah daerah maupun masyarakat. Salah satu faktor yang mempengaruhi mutu pelayanan kesehatan yaitu ketersediaan obat. Sistem perencanaan dan pengadaan obat merupakan faktor penentu ketersediaan obat dan penentuan anggaran yang dibutuhkan.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui proses perencanaan dan pengadaan obat dengan menggunakan metode kombinasi ABC-VEN di Puskesmas Randudongkal Kabupaten Pemalang. Jenis penelitian ini merupakan analisa deskriptif dengan menggunakan rancangan studi kasus retrospektif dengan pengumpulan data periode bulan Januari-Desember tahun 2023 dan wawancara. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa setelah dianalisa dengan metode kombinasi ABC-VEN diperoleh kelompok obat AV sebanyak 1 item (0,328%) dengan biaya pemakaian Rp.176.859.144, AE 20 item (6,578%) biaya pemakaian Rp. 224.846.473, AN 4 item (1,315%) biaya pemakaian Rp. 39.874.273, BV tidak ada item obat yang termasuk, BE 35 item (11,513%) biaya pemakaian Rp.94.065.532, BN 9 item (2,960%) dengan pemakaian biaya Rp. 30.491.548, CV 8 item (2,631%) dengan biaya pemakaian Rp. 289.767, CE 204 item (67,105 %) dengan biaya pemakaian Rp.54.304.057 dan CN 23 item (7,565%) dengan biaya pemakaian Rp.8.411.349 (1,336%). Obat pada kelompok AN, BN, CN (kelompok Tambahan) menjadi prioritas utama untuk dikurangi, AE, BE, CE (kelompok Utama) prioritas kedua dan AV, BV, CV (kelompok Prioritas) merupakan kelompok yang penting dan harus selalu tersedia.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
-