Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

5 hasil
Subjek: perencanaan
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

EVALUASI SISTEM PERENCANAAN DAN PENGADAAN OBAT DI PUSKESMAS WATUKUMPUL KABUPATEN PEMALANG PERIODE 2024

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

pengelolaan obat yang efektif dan efisien sangat penting untuk menjamin ketersediaan obat dan mencegah kerugian akibat obat kedaluwarsa atau stok berlebih. penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi , kabupaten efektivitas dan efisiensi sistem perencanaan serta pengadaan obat di puskesmas watukumpul, kab. kabupaten pemalang. metode penelitian ini menggunakan deksriptif kuantitatif dengan teknik purposive sampling. data primer diperoleh dari wawancara, sedangkan data sekunder meliputi data keuangan, kartu stok, dan faktur pengiriman obat tahun 2024. hasil penelitian menunjukan bahwa perencanaan obat di puskesmas watukumpul tergolong efektif dengan tingkat kesesuaian item obat pada fornas sebesar 75,97% dan tingkat penyimpangan perencanaan yang rendah 1,9%. pada aspek pengadaan, ketersediaan dana mencapai 86,72% dan alokasi dana sebesar 8,16%. selain itu, frekuensi pengadaan obat tercatat rendah (12x/tahun), tingkat kesalahan faktur sebesar 0%, dan akurasi pembayaran mencapai 100%. berdasarkan indikator ketersediaan dana 86,72%, pengelolaan obat di puskesmas watukumpul dinilai belum efisien karena belum mencapai standar maksimal 100% (Kemenkes RI,2019)

7 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

EVALUASI PERENCANAAN DAN PENGADAAN OBAT MENGGUNAKAN METODE ABC-VEN DAN REORDER POINT (ROP) DI PUSKESMAS BELIK KABUPATEN PEMALANG TAHUN 2023

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) adalah tempat yang digunakan untuk menyelenggarakan upaya pelayanan kesehatan, baik promotif, preventif, kuratif maupun rehabilitatif oleh pemerintah, pemerintah daerah maupun masyarakat. Sistem perencanaan dan pengadaan obat adalah faktor penentu ketersediaan obat dan penentuan anggaran yang dibutuhkan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui proses perencanaan dan pengadaan obat menggunakan metode kombinasi ABC-VEN di Puskesmas Belik Kabupaten Pemalang. Jenis penelitian ini merupakan analisa deskriptif menggunakan rancangan studi kasus retrospektif dengan pengumpulan data bulan Januari-Desember tahun 2023 dan wawancara. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa setelah dianalisa dengan metode kombinasi ABC-VEN diperoleh kelompok obat AV sebanyak 1 item (0,29%) dengan biaya pemakaian Rp. 4.662.000, AE 45 item (12,86%) biaya pemakaian Rp. 271.578.813, AN 7 item (2,00%) biaya pemakaian Rp. 65.272.502, BV 7 item (2,00%) biaya pemakaian Rp. 7.825.526, BE 53 item (15,14%) biaya pemakaian Rp. 70.352.382, BN 11 item (3,14%) dengan pemakaian biaya Rp. 15.283.936, CV 19 item (5,43%) dengan biaya pemakaian Rp. 3.687.488, CE 194 item (55,43%) dengan biaya pemakaian Rp. 42.690.036 dan CN 13 item (3,71%) dengan biaya pemakaian Rp. 2.779.589. Obat pada kelompok AN, BN, CN (kelompok Tambahan) menjadi prioritas utama untuk dikurangi, AE, BE, CE (kelompok Utama) prioritas kedua dan AV, BV, CV (kelompok Prioritas) merupakan kelompok penting dan harus selalu tersedia.

8 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

EVALUASI PERENCANAAN DAN PENGADAAN OBAT MENGGUNAKAN METODE KOMBINASI ABC VEN DI PUSKESMAS PUNGGELAN 1

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Perencanaan dan pengadaan obat merupakan bagian dari kegiatan pengelolaan obat yang mempunyai peran penting dalam pemenuhan kebutuhan obat untuk mencegah terjadinya kelebihan dan kekurangan/kekosongan obat di unit pelayanan kesehatan dasar atau puskesmas. Tujuan dari penelitian ini adalah mengevaluasi perencanaan dan pengadaan obat dengan menggunakan metode kombinasi ABC- VEN di Puskesmas Punggelan 1. Jenis penelitian ini merupakan analisis deskriptif menggunakan rancangan studi kasus retrospektif dengan pengumpulan data dan wawancara. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa setelah dianalisa dengan metode kombinasi ABC-VEN diperoleh kelompok obat AV sebanyak 4 item (2,12%) dengan biaya pemakaian Rp.26.497.669, AE 23 item (12,23%) dengan biaya pemakaian Rp.73.715.845, AN 4 item (2,12%) dengan biaya pemakaian Rp.60.949.443, BV 3 item (1,59%) dengan biaya pemakaian Rp.2.955.043, BE 29 item (15,42%) dengan biaya pemakaian Rp.19.496.799, BN 5 item (2,65%), CV 18 item (9,57%) dengan biaya pemakaian Rp.1.851.202, CE 94 item (50%) dengan biaya pemakaian Rp.4.761.815, dan CN 9 item (4,78%) dengan biaya pemakaian Rp.3.586.940.

6 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

EVALUASI PERENCANAAN DAN PENGADAAN OBAT MENGGUNAKAN METODE KOMBINASI ABC-VEN DI PUSKESMAS RANDUDONGKAL KABUPATEN PEMALANG PERIODE TAHUN 2023

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) adalah suatu tempat yang digunakan untuk menyelenggarakan upaya pelayanan kesehatan, baik promotif, preventif, kuratif maupun rehabilitatif yang dilakukan oleh pemerintah, pemerintah daerah maupun masyarakat. Salah satu faktor yang mempengaruhi mutu pelayanan kesehatan yaitu ketersediaan obat. Sistem perencanaan dan pengadaan obat merupakan faktor penentu ketersediaan obat dan penentuan anggaran yang dibutuhkan.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui proses perencanaan dan pengadaan obat dengan menggunakan metode kombinasi ABC-VEN di Puskesmas Randudongkal Kabupaten Pemalang. Jenis penelitian ini merupakan analisa deskriptif dengan menggunakan rancangan studi kasus retrospektif dengan pengumpulan data periode bulan Januari-Desember tahun 2023 dan wawancara. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa setelah dianalisa dengan metode kombinasi ABC-VEN diperoleh kelompok obat AV sebanyak 1 item (0,328%) dengan biaya pemakaian Rp.176.859.144, AE 20 item (6,578%) biaya pemakaian Rp. 224.846.473, AN 4 item (1,315%) biaya pemakaian Rp. 39.874.273, BV tidak ada item obat yang termasuk, BE 35 item (11,513%) biaya pemakaian Rp.94.065.532, BN 9 item (2,960%) dengan pemakaian biaya Rp. 30.491.548, CV 8 item (2,631%) dengan biaya pemakaian Rp. 289.767, CE 204 item (67,105 %) dengan biaya pemakaian Rp.54.304.057 dan CN 23 item (7,565%) dengan biaya pemakaian Rp.8.411.349 (1,336%). Obat pada kelompok AN, BN, CN (kelompok Tambahan) menjadi prioritas utama untuk dikurangi, AE, BE, CE (kelompok Utama) prioritas kedua dan AV, BV, CV (kelompok Prioritas) merupakan kelompok yang penting dan harus selalu tersedia.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail