ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Attention Deficit Hyperactivity Disorder merupakan salah satu gangguan neurodevelopmental yang disebabkan oleh ketidakseimbangan sistem dopaminergik dan noradrenergik di otak yang biasanya muncul di masa kanak-kanak dan dapat berlanjut hingga usia dewasa, pengobatan gangguan ini biasanya menggunakan obat-obatan sintestis seperti atomoxetine dengan efek samping mual, sakit perut, kelelahan, pusing, dan insomnia, sehingga diperlukan terapi konvensional yang berasal dari tanaman. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan menemukan senyawa turunan triterpenoid daun pegagan (Centella asiatica (L.) Urban) dalam melindungi dan menghambat NET dan profil ADME-T. Metode penelitian yang digunakan adalah in silico moleculer docking menggunakan software PyRx 0.8, Biovia 2025, ChemDraw Pro 16.0, Toxtree v3.1.0, dan website PDB, PubChem, PreADMET 2.0. Hasil penelitian menunjukan bahwa senyawa yang paling berprotensi berupa centellasaponin C dan centellasaponin D dengan nilai energi ikatan yaitu -10,7 serta nilai Ki sebesar 0,0101 µM, sedangkan senyawa yang paling berpotensi berdasarkan kemiripan residu asam amino adalah senyawa madasiatic acid berupa Ala477. Analisis ADME-T dari senyawa turunan triterpenoid daun pegagan menunjukan senyawa terabsorbsi melalui gastrointestinal, terdistribusi melalui blood brain barrier, menghambat metabolisme enzim CYP2C9 dan CYP3A4 dan dapat diekskresikan melalui kulit. Beberapa senyawa bersifat toksik, tidak bersifat karsinogenik, dan tidak bersifat mutagenik.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Attention Deficit Hyperactivity Disorder merupakan salah satu gangguan neurodevelopmental yang disebabkan oleh ketidakseimbangan sistem dopaminergik dan noradrenergik di otak yang biasanya muncul di masa kanak-kanak dan dapat berlanjut hingga usia dewasa, pengobatan gangguan ini biasanya menggunakan obat-obatan sintestis seperti atomoxetine dengan efek samping mual, sakit perut, kelelahan, pusing, dan insomnia, sehingga diperlukan terapi konvensional yang berasal dari tanaman. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan menemukan senyawa turunan triterpenoid daun pegagan (Centella asiatica (L.) Urban) dalam melindungi dan menghambat NET dan profil ADME-T. Metode penelitian yang digunakan adalah in silico moleculer docking menggunakan software PyRx 0.8, Biovia 2025, ChemDraw Pro 16.0, Toxtree v3.1.0, dan website PDB, PubChem, PreADMET 2.0. Hasil penelitian menunjukan bahwa senyawa yang paling berprotensi berupa centellasaponin C dan centellasaponin D dengan nilai energi ikatan yaitu -10,7 serta nilai Ki sebesar 0,0101 µM, sedangkan senyawa yang paling berpotensi berdasarkan kemiripan residu asam amino adalah senyawa madasiatic acid berupa Ala477. Analisis ADME-T dari senyawa turunan triterpenoid daun pegagan menunjukan senyawa terabsorbsi melalui gastrointestinal, terdistribusi melalui blood brain barrier, menghambat metabolisme enzim CYP2C9 dan CYP3A4 dan dapat diekskresikan melalui kulit. Beberapa senyawa bersifat toksik, tidak bersifat karsinogenik, dan tidak bersifat mutagenik.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Diabetes merupakan penyakit degeneratif yang ditandai dengan
hiperglikemia. Pengobatan DM tipe II biasanya menggunakan obat-obat sintesis
dengan berbagai efek samping. Obat penghambat enzim Dipeptidyl Peptidase IV
(DPP-IV) belum banyak dikaji dan potensial dalam hipoglikemia. Penelitian ini
bertujuan untuk mengkaji senyawa turunan flavonoid dan alkaloid daun pepaya
dalam menghambat enzim DPP-IV melalui molecular docking dan mengetahui
profil ADME-T. Tempat penelitian dilakukan di Laboratorium Kimia STIKes Ibnu
Sina Ajibarang. Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimental deskripif.
Hasil penelitian menunjukan bahwa semua senyawa turunan flavonoid daun pepaya
yaitu epimedin, eupatolitin, methyl ophiopogonone b, bavachin, norcimifugin
dengan nilai ΔG berturut-turut dalam kkal/mol sebesar -129.14; -104.82; -98.5; -
98.92; -95 berpontensi sebagai antidiabetik. Kemudian senyawa turunan alkaloid
daun pepaya yaitu peimisine, 1-carbomethoxy-β-carboline, dicentrine,
codonopsine, carpaine dengan nilai ΔG berturut-turut dalam kkal/mol sebesar -
102.88; -86.67; -85.84; -85.7; -85.1 berpontensi sebagai antidiabetik. Analisis
ADME-T dari senyawa turunan flavonoid dan alkaloid daun pepaya menunjukan
mayoritas senyawa terabsorbsi melalui gastrointestinal, terdistribusi melalui blood
brain barrier, termetabolisme dengan bantuan enzim CYP450, dan dapat
diekskresikan oleh tubuh. Beberapa senyawa bersifat toksik, tidak bersifat
karsinogenik, dan tidak bersifat mutagenik.