ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kanker payudara merupakan salah satu penyakit dengan angka kematian tinggi pada wanita. Salah satu penyebabnya adalah gangguan mekanisme apoptosis akibat peningkatan ekspresi protein B Cell Lymphoma 2 yang berperan sebagai protein antiapoptosis. Daun pepaya (Carica papaya L.) diketahui mengandung senyawa flavonoid dan alkaloid yang berpotensi sebagai agen antikanker. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi senyawa turunan flavonoid dan alkaloid daun pepaya sebagai modulator protein BCL-2 pada kanker payudara secara in silico. Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimental deskripif. Metode penelitian dilakukan menggunakan molecular docking, prediksi profil farmakokinetik dan toksisitas (ADME-T). Doxorubicin digunakan sebagai kontrol positif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa senyawa flavonoid dan alkaloid memiliki energi ikatan yang stabil dan mampu berinteraksi dengan residu asam amino penting pada protein BCL-2. Prediksi ADME-T menunjukkan sebagian besar senyawa memiliki profil farmakokinetik yang baik dan tingkat toksisitas yang lebih rendah dibandingkan doxorubicin. Senyawa turunan flavonoid dan alkaloid daun pepaya berpotensi dikembangkan sebagai kandidat obat antikanker payudara melalui modulasi protein BCL-2.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Diabetes merupakan penyakit degeneratif yang ditandai dengan
hiperglikemia. Pengobatan DM tipe II biasanya menggunakan obat-obat sintesis
dengan berbagai efek samping. Obat penghambat enzim Dipeptidyl Peptidase IV
(DPP-IV) belum banyak dikaji dan potensial dalam hipoglikemia. Penelitian ini
bertujuan untuk mengkaji senyawa turunan flavonoid dan alkaloid daun pepaya
dalam menghambat enzim DPP-IV melalui molecular docking dan mengetahui
profil ADME-T. Tempat penelitian dilakukan di Laboratorium Kimia STIKes Ibnu
Sina Ajibarang. Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimental deskripif.
Hasil penelitian menunjukan bahwa semua senyawa turunan flavonoid daun pepaya
yaitu epimedin, eupatolitin, methyl ophiopogonone b, bavachin, norcimifugin
dengan nilai ΔG berturut-turut dalam kkal/mol sebesar -129.14; -104.82; -98.5; -
98.92; -95 berpontensi sebagai antidiabetik. Kemudian senyawa turunan alkaloid
daun pepaya yaitu peimisine, 1-carbomethoxy-β-carboline, dicentrine,
codonopsine, carpaine dengan nilai ΔG berturut-turut dalam kkal/mol sebesar -
102.88; -86.67; -85.84; -85.7; -85.1 berpontensi sebagai antidiabetik. Analisis
ADME-T dari senyawa turunan flavonoid dan alkaloid daun pepaya menunjukan
mayoritas senyawa terabsorbsi melalui gastrointestinal, terdistribusi melalui blood
brain barrier, termetabolisme dengan bantuan enzim CYP450, dan dapat
diekskresikan oleh tubuh. Beberapa senyawa bersifat toksik, tidak bersifat
karsinogenik, dan tidak bersifat mutagenik.