Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

9 hasil
Subjek: Hipertensi
DaftarKartu
ResearchOpen AccessMetadata saja

PENATALAKSANAAN PENYAKIT HIPERTENSI

•Hasil Penelitian dan Pengabdian

<div> Kegiatan Pengabdian ini akan fokus pada 2 sub-kegiatan GERMAS, yaitu mengkonsumsi makanan yang bergizi dan Melakukan aktifitas fisik. Kegiatan ini akan dilakukan melalui mobilisasi masyarakat untuk ikut terlibat mulai dari perencanaan hingga evaluasi kegiatan. Sehingga dapat diharapkan agar program ini akan terus berlanjut secara swadaya oleh masyarakat meskipun kegiatan pengabdian telah selesai.&nbsp;</div>

66 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Identifikasi Drug Related Problems (DRPs) Pada Peresapan Obat Jantung Hipertensi Di Rumah Sakit Umum Ananda Tahun 2025

2026•Koleksi Perpustakaan

Penyakit jantung hipertensi atau Hypertensive Heart Disease (HHD) memerlukan terapi farmakologis kompleks yang berisiko menimbulkan Drug Related Problems (DRPs). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keberadaan DRPs pada penggunaan obat antihipertensi pasien rawat jalan, mengetahui karakteristiknya berdasarkan klasifikasi American Society of Hospital Pharmacists (ASHP), mengidentifikasi kasus DRPs yang paling dominan. Penelitian ini merupakan studi non-eksperimental dengan pengambilan data secara retrospektif terhadap 82 rekam medis pada bulan Januari-Oktober 2025 menggunakan metode simple random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh temuan kasus DRPs yang teridentifikasi merupakan interaksi obat yang mencakup 60,98% dari total keseluruhan sampel pasien (50 kasus dari 82 pasien). Interaksi yang paling sering muncul adalah kombinasi golongan CCB dan beta-bloker. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa pengawasan klinis ketat terhadap interaksi obat sangat diperlukan untuk menjaga keselamatan pasien.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

IDENTIFIKASI DRUG RELATED PROBLEMS (DRPs) PADA PERESEPAN OBAT JANTUNG HIPERTENSI DI RUMAH SAKIT UMUM ANANDA TAHUN 2025

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penyakit jantung hipertensi atau Hypertensive Heart Desease (HHD) memerlukan terapi farmakologis kompelks yang berisiko menimbulkan Drug Related Problems (DRPs). Penelitian ini bertujuan mengetahui karakteristik DRPs berdasarkan klasifikasi American Society of Hospital Pharmacist (ASHP), mengetahui keberadaan DRPs pada penggunaan obat antihipertensi pasien rawat jalan, dan mengetahui kasus DRPs yang dominan terjadi di RSU Ananda tahun 2025. Metode penelitian ini bersifat deskriptif deskriptif non-eksperimental dengan pengambilan data secara retrospektif melalui 82 rekam medis pada bulan Januari-Oktober 2025 menggunakan metode simple random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik DRPs pada kategori indikasi yang tidak diobati, pemilihan obat yang tidak tepat, dosis subterapeutik, gagal menerima dosis, overdosis, reaksi obat yang merugikan, dan obat tanpa indikasi tidak ditemukan (0%). Keberadaan DRPs teridentifikasi sebanyak 50 kasus dari total sampel. Kasus DRPs yang banyak terjadi adalah interaksi obat sebanyak 50 kasus (60,98%), dengan temuan paling sering pada kombinasi golongan CCB dan beta-bloker. Berdasarkan hasil tersebut, dapat simpulkan bahwa pengawasan klinis ketat terhadap interaksi obat sangat diperlukan untuk menjaga keselamatan pasien

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

EVALUASI RASIONALITAS PENGGUNAAN OBAT ANTIHIPERTENSI PADA PASIEN HIPERTENSI DENGAN KOMPLIKASI GAGAL GINJAL KRONIK DI RAWAT INAP RSI BANJARNEGARA TAHUN 2024

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Hipertensi menurut Joint National Committee on Detection, Evaluation and Treatment of High Blood Pressure, JNC VIII, adalah suatu kondisi dimana tekanan darah lebih dari atau sama dengan 140/90 mmHg. Hipertensi juga memiliki kaitan erat dengan kesehatan ginjal. Hipertensi merupakan faktor pemicu utama terjadi gagal ginjal. Sebaliknya, saat fungsi ginjal mengalami gangguan maka tekanan darah pun akan meningkat dan dapat menimbulkan hipertensi. Hubungan yang kuat antara penyakit ginjal dengan tekanan darah tinggi atau hipertensi, masing-masing dapat menyebabkan atau memperburuk kondisi satu dengan yang lainya, sehingga tujuan dari penggunaan antihipertensi adalah untuk mengontrol tekanan darah sehingga perkembangan penyakit gagal ginjal bisa diperlambat dan mencegah timbulnya penyakit komplikasi baru. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penggunaan antihipertensi dan kesesuaian penggunaan antihipertensi dengan Panduan Praktik Klinis RSI Banjarnegara Tahun 2024. Penelitian ini merupakan penelitian observasional deskriptif dengan pengambilan data masa lampau tahun 2024.Sampel dalam penelitian ini sebanyak 30 pasien yang sesuai dengan kriteria inklusi. Data penggunaan antihipertensi dan data kunjungan rawat inap diperoleh dari Instalasi Rekam Medik. Semua data tersebut kemudian dianalisis dengan membandingkan penggunaan antihipertensi pada pasien rawat inap dengan Panduan Praktik Klinis FORMULARIUM RSI Banjarnegara dan guidline PERNEFRI, KDIGO, sebagai referensi. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan antihipetensi pada pasien hipertensi dengan komplikasi gagal ginjal kronik berdasarkan metode 5 T adalah tepat diagnosis 100%, tepat pasien 100%,tepat obat 100%, tepat dosis 100%, tepat interval waktu pemberian 100%.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

HUBUNGAN TINGKAT KEPATUHAN PENGGUNAAN OBAT ANTIHIPERTENSI DENGAN KUALITAS HIDUP PASIEN PROLANIS DI PUSKESMAS JATILAWANG TAHUN 2025

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Hipertensi merupakan faktor risiko utama kejadian kardiovaskular dan kematian pada lansia. Komplikasi yang diakibatkan oleh hipertensi dapat merujuk pada penyakit serius seperti penyakit jantung, stroke, atau kerusakan organ lainnya jika tidak dikendalikan dengan baik. Kepatuhan memegang peranan penting dalam pengobatan serta dalam mempengaruhi keberhasilan suatu terapi dan kualitas hidup pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kepatuhan minum obat terhadap kualitas hidup pasien hipertensi baik dengan komorbiditas atau tidak yang diukur dengan metode penelitian (cross sectional) yang melibatkan pasien hipertensi sesuai kriteria inklusi di Puskesmas Jatilawang. Kuisioner yang digunakan adalah MMAS-8 (kepatuhan) dan EQ-5D-5L (kualitas hidup). Analisis data pada penelitian ini menggunakan spearman correlation. Jumlah responden tertinggi dengan tingkat kepatuhan sedang sebanyak 59 pasien (60,2%) dan kualitas hidup rata-rata 0,83±0,14 dengan nilai rata-rata 79,6±14,9. Dari hasil Analisa statistik didapatkan adanya hubungan yang signifikan antara kepatuhan minum obat dan kualitas hidup pasien hipertensi dengan nilai p-value0,05 EQ-5D5L (0,002) dan EQ-VAS (0,00) dengan koefisien relasi (0,310) dan (0,403) menggambarkan kekuatan hubungan yang cukup

11 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

EVALUASI RASIONALITAS PENGGUNAAN OBAT ANTIHIPERTENSI PADA PASIEN HIPERTENSI DENGAN KOMPLIKASI GAGAL GINJAL KRONIK DI RAWAT INAP RSI BANJARNEGARA TAHUN 2024

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Hipertensi menurut Joint National Committee on Detection, Evaluation and Treatment of High Blood Pressure, JNC VIII, adalah suatu kondisi dimana tekanan darah lebih dari atau sama dengan 140/90 mmHg. Hipertensi juga memiliki kaitan erat dengan kesehatan ginjal. Hipertensi merupakan faktor pemicu utama terjadi gagal ginjal. Sebaliknya, saat fungsi ginjal mengalami gangguan maka tekanan darah pun akan meningkat dan dapat menimbulkan hipertensi. Hubungan yang kuat antara penyakit ginjal dengan tekanan darah tinggi atau hipertensi, masing-masing dapat menyebabkan atau memperburuk kondisi satu dengan yang lainya, sehingga tujuan dari penggunaan antihipertensi adalah untuk mengontrol tekanan darah sehingga perkembangan penyakit gagal ginjal bisa diperlambat dan mencegah timbulnya penyakit komplikasi baru. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penggunaan antihipertensi dan kesesuaian penggunaan antihipertensi dengan Panduan Praktik Klinis RSI Banjarnegara Tahun 2024. Penelitian ini merupakan penelitian observasional deskriptif dengan pengambilan data masa lampau tahun 2024.Sampel dalam penelitian ini sebanyak 30 pasien yang sesuai dengan kriteria inklusi. Data penggunaan antihipertensi dan data kunjungan rawat inap diperoleh dari Instalasi Rekam Medik. Semua data tersebut kemudian dianalisis dengan membandingkan penggunaan antihipertensi pada pasien rawat inap dengan Panduan Praktik Klinis FORMULARIUM RSI Banjarnegara dan guidline PERNEFRI, KDIGO, sebagai referensi. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan antihipetensi pada pasien hipertensi dengan komplikasi gagal ginjal kronik berdasarkan metode 5 T adalah tepat diagnosis 100%, tepat pasien 100%,tepat obat 100%, tepat dosis 100%, tepat interval waktu pemberian 100%.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Efektivitas biaya Pengobatan kombinasi antihipertensi golongan ARB dengan CCB pada pasien Rawat jalan RSUD dr. R Goeteng Taroenadibrata Purbalingga

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Hipertensi merupakan salah satu penyakit kardiovaskuler dengan prevelensi tinggi dan tidak menimbulkan gejala sehingga sering di sebut silent killer. Pengobatan hipertensi bertujuan untuk mengelola dan mengendalikan tekanan darah sehingga risiko gangguan kardiovaskuler dan komplikasi lainnya dapat dicegah. Antihipertensi golongan ARB dan CCB merupakan beberapa terapi yang sering digunakan dalam pengobatan hipertensi baik dalam terapi tunggal maupun kombinasi. Banyaknya macam obat pada golongan ARB dan CCB sehingga obat ini sering dijadikan variasi kombinasi terapi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas terapi dan biaya pengobatan kombinasi antihipertensi golongan ARB dengan CCB pada pasien hipertensi rawat jalan RSUD dr. R. Goeteng Taroenadibrata Purbalingga tahun 2023. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik secara obervasional dengan pengambilan data secara retrospektif melalui pencarian data sekunder pada catatan rekam medis Yng memenuhi kriteria inklusi, evaluasi biaya dilakukan dengan sudut pandang rumah sakit. Hasil penelitian ini didapatkan nilai ACER berdasarkan efektivitas penurunan tekanan darah yang paling cost effective adalah kombinasi D (candesartan-amlodipin) sebesar Rp. 63.480, dan ICER sebesar Rp.4.317 untuk kombinasi C (candesartan-herbessser) terhadap kombinasi B (irbesartan-nifedipin). Adapun efektivitas terapi yang dilihat dari rata-rata nilai MAP, hasil perhitungan ACER berdasarkan MAP didapatkan kombinasi D (candesartan-amlodipin) sebesar Rp. 296.240 yang paling cost effective dibandingkan kelompok kombinasi lainnya. Nilai ICER berdasarkan MAP didapatkan kombinasi C (candesartan-herbessser) terhadap kombinasi B (irbesartan-nifedipin) sebesar Rp. 18.989 untuk setiap peningkata 1% efektivitas. Kata Kunci: ARB, CCB, ACER, ICER, Efektivitas Biaya, Hipertensi

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Efektivitas Biaya Pengobatan Kombinasi Antihipertensi Golongan ARB dengan CCB Pada Pasien Rawat Jalan RSUD dr. R Goeteng Taroenadibrata Purbalingga

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Hipertensi merupakan salah satu penyakit kardiovaskuler dengan prevelensi tinggi dan tidak menimbulkan gejala sehingga sering di sebut silent killer. Pengobatan hipertensi bertujuan untuk mengelola dan mengendalikan tekanan darah sehingga risiko gangguan kardiovaskuler dan komplikasi lainnya dapat dicegah. Antihipertensi golongan ARB dan CCB merupakan beberapa terapi yang sering digunakan dalam pengobatan hipertensi baik dalam terapi tunggal maupun kombinasi. Banyaknya macam obat pada golongan ARB dan CCB sehingga obat ini sering dijadikan variasi kombinasi terapi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas terapi dan biaya pengobatan kombinasi antihipertensi golongan ARB dengan CCB pada pasien hipertensi rawat jalan RSUD dr. R. Goeteng Taroenadibrata Purbalingga tahun 2023. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik secara obervasional dengan pengambilan data secara retrospektif melalui pencarian data sekunder pada catatan rekam medis Yng memenuhi kriteria inklusi, evaluasi biaya dilakukan dengan sudut pandang rumah sakit. Hasil penelitian ini didapatkan nilai ACER berdasarkan efektivitas penurunan tekanan darah yang paling cost effective adalah kombinasi D (candesartan-amlodipin) sebesar Rp. 63.480, dan ICER sebesar Rp.4.317 untuk kombinasi C (candesartan-herbessser) terhadap kombinasi B (irbesartan-nifedipin). Adapun efektivitas terapi yang dilihat dari rata-rata nilai MAP, hasil perhitungan ACER berdasarkan MAP didapatkan kombinasi D (candesartan-amlodipin) sebesar Rp. 296.240 yang paling cost effective dibandingkan kelompok kombinasi lainnya. Nilai ICER berdasarkan MAP didapatkan kombinasi C (candesartan-herbessser) terhadap kombinasi B (irbesartan-nifedipin) sebesar Rp. 18.989 untuk setiap peningkata 1% efektivitas. Kata Kunci: ARB, CCB, ACER, ICER, Efektivitas Biaya, Hipertensi

5 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail