Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

4 hasil
Subjek: Klinik
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

EVALUASI RASIONALITAS PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA PENYAKIT NECROSIS PULPA DI KLINIK dr. SHALAM PURBALINGGA TAHUN 2025

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Necrosis pulpa merupakan kondisi kematian jaringan pulpa akibat infeksi bakteri atau trauma yang menjadi salah satu kasus terbanyak di layanan kesehatan gigi. Penggunaan antibiotik yang tidak rasional pada kondisi ini berisiko menimbulkan resistensi antimikroba. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi rasionalitas penggunaan antibiotik pada pasien necrosis pulpa di Klinik dr. Shalam Purbalingga tahun 2025. Metode yang digunakan adalah deskriptif non-eksperimental dengan pendekatan retrospektif melalui kajian rekam medis terhadap 100 pasien. Rasionalitas dievaluasi berdasarkan lima parameter WHO, yaitu tepat pasien, tepat indikasi, tepat obat, tepat dosis, dan tepat cara pemberian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien didominasi perempuan (64%) dan kelompok usia dewasa 26–45 tahun (38%). Antibiotik yang paling banyak diresepkan adalah amoksisilin (88%), diikuti cefixime (8%), clindamycin (3%), dan metronidazole (1%). Evaluasi terhadap kelima parameter rasionalitas seluruhnya mencapai 100%, meliputi tepat pasien, tepat indikasi, tepat dosis, tepat obat, dan tepat cara pemberian. Disimpulkan bahwa penggunaan antibiotik pada pasien necrosis pulpa di Klinik dr. Shalam Purbalingga tahun 2025 telah memenuhi standar rasionalitas sesuai kriteria WHO, Formularium Nasional, dan pedoman ADA, serta mencerminkan penerapan prinsip antibiotic stewardship yang baik.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

GAMBARAN WAKTU TUNGGU PELAYANAN RESEP RAWAT JALAN DI KLINIK PRATAMA BINA HUSADA 1 CILACAP TAHUN 2025

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Waktu pelayanan adalah salah satu faktor penilaian efektifitas organisasi yang meliputi ketepatan waktu dan kecepatan waktu. Suatu pelayanan farmasi dianggap baik jika waktu yang dibutuhkan dari penyerahan resep oleh pasien hingga pasien menerima obat dan informasi tentang obat tersebut diukur dengan waktu dan kegiatan kefarmasian dilakukan sesuai prosedur tetap yang telah ditetapkan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran Waktu Tunggu Pelayanan Resep Di Klinik Pratama Bina Husada berdasarkan Bukti Nyata Ketanggapan (Responsivesess), Jaminan (Assurance), Empati (Emphaty) dan Kehandalan (Realibility). Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. jumlah presentase resep non racikan sebesar 30% dari 15 resep dan presentase resep non racikan yang tidak sesuai sebesar 70% dari 35 resep. Sedangkan untuk semua resep racikan yang sesuai 28% dari 56 resep dan yang tidak sesuai 44% dari 22%. Metode pengambilan sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah purpossive sampling. Hasil penelitian ini menunjukan populasi penelitian sampel resep yang diambil pada bulan Januari-Juni Tahun 2025 sebanyak 19.059 dengan sampel yang dibutuhkan adalah 100 dari jumlah resep antara resep racikan dan non racikan.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

GAMBARAN WAKTU TUNGGU PELAYANAN RESEP RAWAT JALAN DI KLINIK PRATAMA BINA HUSADA 1 CILACAP TAHUN 2025

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Waktu pelayanan adalah salah satu faktor penilaian efektifitas organisasi yang meliputi ketepatan waktu dan kecepatan waktu. Suatu pelayanan farmasi dianggap baik jika waktu yang dibutuhkan dari penyerahan resep oleh pasien hingga pasien menerima obat dan informasi tentang obat tersebut diukur dengan waktu dan kegiatan kefarmasian dilakukan sesuai prosedur tetap yang telah ditetapkan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran Waktu Tunggu Pelayanan Resep Di Klinik Pratama Bina Husada berdasarkan Bukti Nyata Ketanggapan (Responsivesess), Jaminan (Assurance), Empati (Emphaty) dan Kehandalan (Realibility). Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. jumlah presentase resep non racikan sebesar 30% dari 15 resep dan presentase resep non racikan yang tidak sesuai sebesar 70% dari 35 resep. Sedangkan untuk semua resep racikan yang sesuai 28% dari 56 resep dan yang tidak sesuai 44% dari 22%. Metode pengambilan sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah purpossive sampling. Hasil penelitian ini menunjukan populasi penelitian sampel resep yang diambil pada bulan Januari-Juni Tahun 2025 sebanyak 19.059 dengan sampel yang dibutuhkan adalah 100 dari jumlah resep antara resep racikan dan non racikan.

6 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail