Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

16 hasil
Subjek: evaluasi
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

EVALUASI PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA KASUS DEMAM TIFOID PASIEN PEDIATRIK DI INSTALASI RAWAT INAP RSU HARAPAN IBU PURBALINGGA TAHUN 2022

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Demam tifoid adalah infeksi sistemik yang terjadi khususnya pada anak- anak karena rentannya sistem imun serta organ masih berkembang dan belum sempurna. Demam tifoid menduduki urutan ke 4 dari 20 besar penyakit sub spesialis anak tahun 2022 dan ditemukannya penggunaan antibiotik yang melebihi dosis (overdose) di RSU Harapan Ibu Purbalingga. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi terapi penggunaan antibiotik yang digunakan pada pasien pediatrik serta mengevaluasi penggunaan antibiotik yang digunakan pada pasien demam tifoid ditinjau dari aspek tepat diagnosis, tepat pasien, tepat jenis antibiotik, tepat regimen dosis dan tepat lama pemberian (5T). Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Pengambilan data menggunakan data retrospektif (Rekam Medis) pasien pediatrik rawat inap RSU Harapan Ibu Purbalingga dengan 100 sampel. Hasil penelitian ini menunjukkan klasifikasi jenis kelamin pasien laki-laki berjumlah 55 pasien sedangkan pasien perempuan berjumlah 45 pasien. Klasifikasi rentang umur 1-5 tahun memiliki jumlah paling banyak dengan persentase 41%. Antibiotik yang sering digunakan adalah golongan sefalosforin (72%) sedangkan untuk golongan antibiotik lain yang digunakan untuk demam tifoid pediatrik adalah golongan penicilin (28%). Berdasarkan analisis kerasionalan obat didapatkan bahwa persentase tepat diagnosis sebesar 100%, tepat pasien sebesar 100%, tepat jenis antibiotik sebesar 100%, tepat regimen dosis sebesar 84%, tepat lama pemberian sebesar 100%.

79 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

TINGKAT KEPUASAN PASIEN TERHADAP PELAYANAN KEFARMASIAN DI APOTEK DESTA FARMA BELIK TAHUN 2025/2026

2026•Koleksi Perpustakaan

TINGKAT KEPUASAN PASIEN TERHADAP PELAYANAN KEFARMASIAN DI APOTEK DESTA FARMA BELIK TAHUN 2025 IQLIMA OVI AMELIA ABSTRAK Apotek merupakan layanan medis yang banyak dikunjungi sebagai fasilitas pelayanan kesehatan, tidak hanya berfungsi sebagai tempat untuk memperoleh obat, tetapi juga sebagai tempat informasi dan edukasi kesehatan terkait penggunaan obat yang tepat, aman, dan efektif. Tujuan penelitian untuk mengetahui tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian di Apotek Desta Farma Belik berdasarkan 5 dimensi yaitu kehandalan (reliability), ketanggapan (responsiveness), jaminan (assurance), empati (emphaty) dan bukti langsung (tangible). Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah accidental sampling. Hasil penelitian menunjukkan karakteristik responden berjenis kelamin perempuan sebanyak 67,0% dengan kategori umur 31-50 tahun sebanyak 72,0%. Riwayat pendidikan SMA 41,0%, pekerjaan wiraswasta 34,0%. Hasil tingkat kepuasan berdasarkan 5 dimensi yaitu kehandalan 92,4%, ketanggapan 92,4%, jaminan 98,8%, empati 90,8%, bukti langsung 90,0%, dengan rata-rata sebesar 92,48% dikaterogikan sangat puas. Dapat disimpulkan bahwa tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian di Apotek Desta Farma Belik sebesar 92,48% yang dikategorikan sangat puas.

7 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Evaluasi tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian diapotek Haidar kedungurang tahun 2026

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pelayanan kefarmasian yang baik dapat memengaruhi kepuasan pasien dalam memperoleh pelayanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian di Apotek Haidar Kedungurang berdasarkan lima dimensi, yaitu kehandalan (reliability), ketanggapan (responsiveness), jaminan (assurance), empati (empathy), dan bukti langsung (tangible). Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif dan desain cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 96 responden yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kepuasan pasien secara keseluruhan sebesar 86,32% dengan kategori sangat puas. Tingkat kepuasan pada dimensi kehandalan sebesar 81,25%, ketanggapan 85,62%, jaminan 82,08%, empati 82,91%, dan bukti langsung 99,75%. Dimensi bukti langsung memiliki tingkat kepuasan tertinggi. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa pasien sangat puas terhadap pelayanan kefarmasian di Apotek Haidar Kedungurang.

64 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

TINGKAT KEPUASAN PASIEN TERHADAP PELAYANAN KEFARMASIAN DI APOTEK DESTA FARMA BELIK TAHUN 2025/2026

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

TINGKAT KEPUASAN PASIEN TERHADAP PELAYANAN KEFARMASIAN DI APOTEK DESTA FARMA BELIK TAHUN 2025 IQLIMA OVI AMELIA ABSTRAK Apotek merupakan layanan medis yang banyak dikunjungi sebagai fasilitas pelayanan kesehatan, tidak hanya berfungsi sebagai tempat untuk memperoleh obat, tetapi juga sebagai tempat informasi dan edukasi kesehatan terkait penggunaan obat yang tepat, aman, dan efektif. Tujuan penelitian untuk mengetahui tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian di Apotek Desta Farma Belik berdasarkan 5 dimensi yaitu kehandalan (reliability), ketanggapan (responsiveness), jaminan (assurance), empati (emphaty) dan bukti langsung (tangible). Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah accidental sampling. Hasil penelitian menunjukkan karakteristik responden berjenis kelamin perempuan sebanyak 67,0% dengan kategori umur 31-50 tahun sebanyak 72,0%. Riwayat pendidikan SMA 41,0%, pekerjaan wiraswasta 34,0%. Hasil tingkat kepuasan berdasarkan 5 dimensi yaitu kehandalan 92,4%, ketanggapan 92,4%, jaminan 98,8%, empati 90,8%, bukti langsung 90,0%, dengan rata-rata sebesar 92,48% dikaterogikan sangat puas. Dapat disimpulkan bahwa tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian di Apotek Desta Farma Belik sebesar 92,48% yang dikategorikan sangat puas.

5 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

EVALUASI RASIONALITAS PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA PENYAKIT NECROSIS PULPA DI KLINIK dr. SHALAM PURBALINGGA TAHUN 2025

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Necrosis pulpa merupakan kondisi kematian jaringan pulpa akibat infeksi bakteri atau trauma yang menjadi salah satu kasus terbanyak di layanan kesehatan gigi. Penggunaan antibiotik yang tidak rasional pada kondisi ini berisiko menimbulkan resistensi antimikroba. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi rasionalitas penggunaan antibiotik pada pasien necrosis pulpa di Klinik dr. Shalam Purbalingga tahun 2025. Metode yang digunakan adalah deskriptif non-eksperimental dengan pendekatan retrospektif melalui kajian rekam medis terhadap 100 pasien. Rasionalitas dievaluasi berdasarkan lima parameter WHO, yaitu tepat pasien, tepat indikasi, tepat obat, tepat dosis, dan tepat cara pemberian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien didominasi perempuan (64%) dan kelompok usia dewasa 26–45 tahun (38%). Antibiotik yang paling banyak diresepkan adalah amoksisilin (88%), diikuti cefixime (8%), clindamycin (3%), dan metronidazole (1%). Evaluasi terhadap kelima parameter rasionalitas seluruhnya mencapai 100%, meliputi tepat pasien, tepat indikasi, tepat dosis, tepat obat, dan tepat cara pemberian. Disimpulkan bahwa penggunaan antibiotik pada pasien necrosis pulpa di Klinik dr. Shalam Purbalingga tahun 2025 telah memenuhi standar rasionalitas sesuai kriteria WHO, Formularium Nasional, dan pedoman ADA, serta mencerminkan penerapan prinsip antibiotic stewardship yang baik.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

EVALUASI RASIONALITAS PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PASIEN INFEKSI SALURAN PERNAFASAN AKUT (ISPA) DI PUSKESMAS PURWOKERTO UTARA II TAHUN 2024

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

EVALUASI RASIONALITAS PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PASIEN INFEKSI SALURAN PERNAFASAN AKUT (ISPA) DI PUSKESMAS PURWOKERTO UTARA II TAHUN 2024 Lulu Mukaromah ABSTRAK Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) adalah infeksi akut yang menyerang organ saluran pernafasan bagian atas dan saluran pernafasan bagian bawah. Berdasarkan Data Dinas Kesehatan Jawa Tengah, kasus ISPA mengalami peningkatan yang konsisten yaitu dari 53,3% menjadi 67,7%. Di Indonesia, sebanyak 60% penderita penderita infeksi saluran pernafasan akut ( ISPA) mengkonsumsi antibiotik dengan tidak tepat. Tujuan yaitu mengetahui profil penggunaan antibiotik dan Mengetahui rasionalitas penggunaan antibiotik yang digunakan pasien ISPA ditinjau dari aspek tepat diagnosis, tepat pasien, tepat obat, tepat dosis, dan tepat lama pemberian sesuai dengan Kemenkes Tahun 2019. Jenis penelitian yang dilakukan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian observasional deskriptif. Pengambilan data dilakukan secara retrospektif dengan mengumpulkan data berupa rekam medis pasien ISPA yang di berikan terapi antibiotik. Berdasarkan hasil penelitian sebanyak 97 pasien ISPA di Puskesmas Purwokerto Utara II tahun 2024 yaitu paling banyak antibiotik yang digunakan pada golongan penicillin dengan jenis amoxicillin sebanyak 53 pasien (54,64%). Rasionalitas penggunaan antibiotik menurut Kemenkes 2019 mendapatkan hasil tepat pasien 100%, tepat diagnosa 100%, tepat obat 69,07%, tepat dosis 83, 51%, dan tepat lama pemberian sebesar 7, 22%. Kata Kunci : Evaluasi Rasionalitas, ISPA, Antibiotik, Puskesmas

6 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

EVALUASI TINGKAT KEPUASAN PASIEN TERHADAP PELAYANAN KEFARMASIAN DI APOTEK AVICENA KALISARI TAHUN 2025

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Apotek merupakan layanan medis yang banyak dikunjugi sebagai fasilitas pelayanan kesehatan, tidak hanya berfungsi sebagai tempat untuk memperoleh obat, tetapi juga sebagai tempat informasi dan edukasi kesehatan terkait penggunaan obat yang tepat, aman, dan efektif. Tujuan penelitian untuk mengetahui angka kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian di Apotek Avicena Kalisari berdasarkan dimensi kehandalan (reliability), ketanggapan (responsiveness), jaminan (assurance), empati (emphaty) dan bukti langsung (tangible). Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Metode pengambilan sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah accidental sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan responden berjenis kelamin perempuan dengan persentase 67,0% dengan kategori umur dewasa dengan presentase 46,8%. Riwayat pendidikan SMA dengan presentase 46,8%, pekerjaan ibu rumah tangga dengan presentase 27,7%. Hasil tingkat kepuasan berdasarkan 5 dimensi yaitu kehandalan 85,10%, ketanggapan 88,08%, jaminan 87,65%, empati 87,65%, bukti langsung 84,89%. Saran penelitian selanjutnya untuk peneliti diharapkan dapat mengembangkan penelitian ini untuk mengetahui hubungan karakteristik responden dengan tingkat kepuasan pasien.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

EVALUASI RASIONALITAS PENGGUNAAN OBAT ANTIHIPERTENSI PADA PASIEN HIPERTENSI DENGAN KOMPLIKASI GAGAL GINJAL KRONIK DI RAWAT INAP RSI BANJARNEGARA TAHUN 2024

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Hipertensi menurut Joint National Committee on Detection, Evaluation and Treatment of High Blood Pressure, JNC VIII, adalah suatu kondisi dimana tekanan darah lebih dari atau sama dengan 140/90 mmHg. Hipertensi juga memiliki kaitan erat dengan kesehatan ginjal. Hipertensi merupakan faktor pemicu utama terjadi gagal ginjal. Sebaliknya, saat fungsi ginjal mengalami gangguan maka tekanan darah pun akan meningkat dan dapat menimbulkan hipertensi. Hubungan yang kuat antara penyakit ginjal dengan tekanan darah tinggi atau hipertensi, masing-masing dapat menyebabkan atau memperburuk kondisi satu dengan yang lainya, sehingga tujuan dari penggunaan antihipertensi adalah untuk mengontrol tekanan darah sehingga perkembangan penyakit gagal ginjal bisa diperlambat dan mencegah timbulnya penyakit komplikasi baru. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penggunaan antihipertensi dan kesesuaian penggunaan antihipertensi dengan Panduan Praktik Klinis RSI Banjarnegara Tahun 2024. Penelitian ini merupakan penelitian observasional deskriptif dengan pengambilan data masa lampau tahun 2024.Sampel dalam penelitian ini sebanyak 30 pasien yang sesuai dengan kriteria inklusi. Data penggunaan antihipertensi dan data kunjungan rawat inap diperoleh dari Instalasi Rekam Medik. Semua data tersebut kemudian dianalisis dengan membandingkan penggunaan antihipertensi pada pasien rawat inap dengan Panduan Praktik Klinis FORMULARIUM RSI Banjarnegara dan guidline PERNEFRI, KDIGO, sebagai referensi. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan antihipetensi pada pasien hipertensi dengan komplikasi gagal ginjal kronik berdasarkan metode 5 T adalah tepat diagnosis 100%, tepat pasien 100%,tepat obat 100%, tepat dosis 100%, tepat interval waktu pemberian 100%.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

EVALUASI PENGGUNAAN OBAT PADA PASIEN SKIZOFRENIA PARANOID DI RAWAT INAP RSI BANJARNEGARA TAHUN 2024

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Skizofrenia paranoid merupakan jenis skizofrenia yang paling umum terjadi, di mana beberapa gejala utamanya adalah delusi dan halusinasi terhadap ketakutan tertentu. Gejala skizofrenia dikelompokkan menjadi gejala positif dan gejala negatif. Terapi utama yang diberikan kepada pasien skizofrenia adalah antipsikotik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan obat pada pasien Skizofrenia Paranoid di Rawat Inap RSI Banjarnegara sudah sesuai dengan ketetapan 5T yaitu tepat diagnosis, tepat pasien, tepat obat, tepat dosis, dan tepat lama pemberian sesuai dengan Kemenkes Tahun 2019 terhadap 75 pasien yang telah memenuhi kriteria inklusi. Jenis penelitian ini menggunakan metode observasional deskriptif. Pengambilan data dilakukan secara retrospektif dengan mengumpulkan data berupa rekam medis pasien Skizofrenia Paranoid di Rawat Inap RSI Banjarnegara Periode Januari-Desember 2024. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini jenis kelamin laki-laki lebih banyak dari pada perempuan, dengan kelompok usia lebih banyak berada di kelompok usia 26-45 tahun yaitu 59% atau sebanyak 44 pasien, kelompok usia 46-65 yaitu 20% dengan jumlah 15 pasien. Profil penggunaan obat pada pasien Skizofrenia Paranoid adalah Risperidone 2 mg sebanyak 31 pasien (41,3%), dan kemudian di ikuti dengan penggunaan Clozapine 25 mg sebanyak 20 pasien (26,7%) dan obat kombinasi yang banyak digunakan adalah kombinasi Risperidone 2 mg dan Clozapine 25 mg sebanyak 7 pasien (9,3%). Evaluasi penggunaan obat pada pasien skizofrenia paranoid yaitu 100% tepat diagnosis, 100% tepat pasien, 98,7% tepat obat, 100% tepat dosis, dan 100% tepat lama pemberian.

5 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Evaluasi Penggunaan Obat Pada Pasien Skizofrenia Paranoid Di Rawat Inap RSI Banjarnegara Tahun 2024

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Skizofrenia paranoid merupakan jenis skizofrenia yang paling umum terjadi, di mana beberapa gejala utamanya adalah delusi dan halusinasi terhadap ketakutan tertentu. Terapi utama yang diberikan kepada pasien skizofrenia adalah antipsikotik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan obat pada pasien Skizofrenia Paranoid di Rawat Inap RSI Banjarnegara dengan ketetapan 5T yaitu tepat diagnosis, tepat pasien, tepat obat, tepat dosis, dan tepat lama pemberian terhadap 75 pasien. Jenis penelitian ini menggunakan metode observasional deskriptif. Pengambilan data dilakukan secara retrospektif dengan mengumpulkan data berupa rekam medis pasien Skizofrenia Paranoid di Rawat Inap RSI Banjarnegara Tahun 2024. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini, penggunaan obat pada pasien Skizofrenia Paranoid adalah Risperidone 2 mg sebanyak 31 pasien (41,3%), dan kemudian di ikuti dengan penggunaan Clozapine 25 mg sebanyak 20 pasien (26,7%) dan obat kombinasi yang banyak digunakan adalah kombinasi Risperidone 2 mg dan Clozapine 25 mg sebanyak 7 pasien (9,3%). Evaluasi penggunaan obat pada pasien skizofrenia paranoid yaitu 100% tepat diagnosis, 100% tepat pasien, 100% tepat obat, 100% tepat dosis, dan 100% tepat lama pemberian.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

EVALUASI RASIONALITAS PENGGUNAAN OBAT ANTIHIPERTENSI PADA PASIEN HIPERTENSI DENGAN KOMPLIKASI GAGAL GINJAL KRONIK DI RAWAT INAP RSI BANJARNEGARA TAHUN 2024

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Hipertensi menurut Joint National Committee on Detection, Evaluation and Treatment of High Blood Pressure, JNC VIII, adalah suatu kondisi dimana tekanan darah lebih dari atau sama dengan 140/90 mmHg. Hipertensi juga memiliki kaitan erat dengan kesehatan ginjal. Hipertensi merupakan faktor pemicu utama terjadi gagal ginjal. Sebaliknya, saat fungsi ginjal mengalami gangguan maka tekanan darah pun akan meningkat dan dapat menimbulkan hipertensi. Hubungan yang kuat antara penyakit ginjal dengan tekanan darah tinggi atau hipertensi, masing-masing dapat menyebabkan atau memperburuk kondisi satu dengan yang lainya, sehingga tujuan dari penggunaan antihipertensi adalah untuk mengontrol tekanan darah sehingga perkembangan penyakit gagal ginjal bisa diperlambat dan mencegah timbulnya penyakit komplikasi baru. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penggunaan antihipertensi dan kesesuaian penggunaan antihipertensi dengan Panduan Praktik Klinis RSI Banjarnegara Tahun 2024. Penelitian ini merupakan penelitian observasional deskriptif dengan pengambilan data masa lampau tahun 2024.Sampel dalam penelitian ini sebanyak 30 pasien yang sesuai dengan kriteria inklusi. Data penggunaan antihipertensi dan data kunjungan rawat inap diperoleh dari Instalasi Rekam Medik. Semua data tersebut kemudian dianalisis dengan membandingkan penggunaan antihipertensi pada pasien rawat inap dengan Panduan Praktik Klinis FORMULARIUM RSI Banjarnegara dan guidline PERNEFRI, KDIGO, sebagai referensi. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan antihipetensi pada pasien hipertensi dengan komplikasi gagal ginjal kronik berdasarkan metode 5 T adalah tepat diagnosis 100%, tepat pasien 100%,tepat obat 100%, tepat dosis 100%, tepat interval waktu pemberian 100%.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Evaluasi Tingkat Kepuasan Pasien Terhadap Pelayanan Kefarmasian Di Instalasi Farmasi Rawat Jalan Rumah Sakit Islam Purwokerto Tahun 2024

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Rumah sakit merupakan salah satu fasilitas pelayanan kesehatan secara paripurna yang meliputi pelayanan rawat inap, rawat jalan dan gawat darurat. Kepuasan pasien adalah persepsi pasien bahwa harapannya telah terpenuhi, Tujuan penelitian untuk mengetahui angka kepuasan pasien di Instalasi Farmasi Rawat Jalan Rumah Sakit Islam Purwokerto berdasarkan dimensi Bukti Nyata (Tangibles), Ketanggapan (Responsiveness), Jaminan (Assurance), Empati (Emphaty) dan Kehandalan (Reliability). Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Metode pengambilan sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah accidental sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan responden berjenis kelamin perempuan dengan persentase 65,6%. dengan kategori umur dewasa dengan persentase 49,5%. Riwayat pendidikan SMA dengan persentase 43%, pekerjaan wiraswasta dengan persentase 29,0%. Hasil tingkat kepuasan berdasarkan 5 dimensi yaitu bukti nyata 74,19%, ketanggapan 75,91%, jaminan 75,91%, empati 73,76%, kehandalan 75,27%. Saran penelitian selanjutnya untuk peneliti diharapkan dapat mengembangkan penelitian ini untuk mengetahui hubungan karakteristik responden dengan tingkat kepuasan pasien.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Evaluasi Penyimpanan Obat di Instalasi Farmasi Rawat Inap RSU Wiradadi Husada Banyumas

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pharmaceutical services in hospitals are an inseparable part of the hospital health service system which is oriented towards patient service, providing quality and affordable pharmaceutical preparations, medical devices and consumable medical materials for all levels of society, including pharmaceutical services. One of the most important aspects in pharmaceutical logistics management is the storage function. Good storage of pharmaceutical preparations must meet the requirements in accordance with the Standard regulations of the Republic of Indonesia Minister of Health No. 72 of 2016. The aim of this research is to determine the standards of the drug storage system in the Inpatient Pharmacy Installation at Wiradadi Husada Hospital Banyumas based on the Republic of Indonesia Minister of Health Regulation No. 72 of 2016. This type of research is non-analytic, observational descriptive research with prospective data collection by conducting data collection and interviews through direct observation of the storage system. The samples in this study were all drug items in the Inpatient Pharmacy Installation at Wiradadi Husada Hospital, Banyumas. The results of this study show that 80% of the drug storage standards are in good condition, 100% of the storage component standards are in the appropriate category, 80% of the storage method standards are in the good category, 100% of the drug storage at room temperature is in the appropriate category, cold temperature drug storage 100% is in the appropriate category, 100% of narcotic and psychotropic drug storage is in the appropriate category, 82% of LASA drug storage is in the good category, and 54% of high alert medication storage is in the not in accordance with RI Minister of Health Regulation No. 72 of 2016 concerning Pharmaceutical Service Standards in Hospitals. Keywords: Evaluation, Medicine Storage, Pharmacy Installation, Hospital

6 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Evaluasi Penyimpanan Obat di Apotek Rawaheng Sehat Kabupaten Banyumas

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

penyimpanan merupakan suatu kegiatan dan memelihara dengan cara menempatkan obat-obatan yang diterima pada tempat yang dinilai aman dari pencurian serta gangguan fisik yang dapat merusak mutu obat (permenkes 73 tahun 2016). Salah satu faktor yang mempengaruhi kualitas pada penyimpanan obat adalah bagaimana obat-obatan dapat dikelola dengan baik. Pada penyimpanan obat sangatlah penting dan harus memperhatikan kondisi, sanitasi, temperatur sinar/cahaya, kelembaban, ventilasi, pemisahan untuk menjamin mutu produk dan keamanan petugas. Keamanan penyimpanan obat juga merupakan faktor penting. Penyimpanan yang tidak tepat dan tidak efisien dapat membuat obat cepat rusak dan tidak terdeteksinya obat yang kadaluwarsa sehingga akan berdampak negatif pada apotek juga pada pasien. Dengan demikian, pada penentuan penyimpanan obat yang harus ditetapkan serta diselaraskan dengan keadaan yang sesungguhnya agar pelayanan obat dapat dilakukan dengan tepat guna serta hasil guna

5 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Evaluasi Penggunaan Antibiotik Pada Pasien Pneumonia Di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Islam Banjarnegara Dengan Metode ACT/DDD Periode Januari - Juni 2023

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

EVALUASI PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA PASIEN PNEUMONIA DI INSTALASI RAWAT INAP RUMAH SAKIT ISLAM BANJARNEGARA DENGAN METODE ATC/DDD PERIODE JANUARI-JUNI 2023 SAGUH PAMBUDI ABSTRAK Pneumonia merupakan infeksi yang menyebabkan terjadinya peradangan pada jaringan paru yang bisa dikaitkan dengan jamur, bakteri, parasit, virus, sehingga kantung paru berisi infeksius. Tingginya pemakaian antibiotik yang tidak tepat akan meningkatkan kejadian resistensi antibiotik, sehingga perlu dilakukan evaluasi untuk mengurangi angka resistensi pada pasien pneumonia. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui profil penggunaan antibiotik serta evaluasi penggunaan antibiotik pada pasien pneumonia di RSI Banjarnegara dihitung dengan metode ATC/DDD dan DU 90% periode Januari-Juni 2023. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan desain cross sectional yang dilakukan secara retrospektif menggunakan data rekam medis pasien pneumonia yang menjalani rawat inap di RSI Banjarnegara. Didapatkan 63 sampel rekam medis yang kemudian dianalisis secara kuantitatif menggunakan metode ATC/DDD. Hasil penelitian yang diperoleh terdapat 8 jenis antibiotik yang digunakan sebagai terapi pneumonia yaitu Ceftriaxone (37,65%), kemudian Levofloksasin (31,76%), Merophenem (21,17%), Azithromycin (4,70%), Ceftazidime (1,18%), Moxifloxacin (1,18%), Cefotaxime (1,18%), dan Ciprofloxacin (1,18). Diperoleh nilai total DDD/100 hari rawat inap sebesar 125,93. Antibiotik yang memiliki nilai DDD/100 hari rawat inap tertinggi yaitu Ceftriaxone sebesar 47,81 dan antibiotik yang masuk dalam segmen 90% yaitu Ceftriaxone (37,96%), Levofloksasin (32,08%) dan Merophenem (21,39%).

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail