Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

4 hasil
Subjek: Pelayanan kefarmasian
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

TINGKAT KEPUASAN PASIEN TERHADAP PELAYANAN KEFARMASIAN DI APOTEK BANJARAN TAHUN 2026

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pergeseran paradigma pelayanan kefarmasian menjadi berorientasi pada pasien (patient-oriented) serta semakin ketatnya persaingan usaha apotek di Kecamatan Salem menuntut Apotek Banjaran untuk mempertahankan dan meningkatkan mutu pelayanan kefarmasian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian di Apotek Banjaran Tahun 2026 berdasarkan lima dimensi SERVQUAL, yaitu reliability, responsiveness, assurance, empathy, dan tangible. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 94 responden yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur yang telah melalui uji validitas dan reliabilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kepuasan pasien secara keseluruhan berada pada kategori sangat puas dengan rata-rata indeks kepuasan kumulatif sebesar 85,15%. Berdasarkan lima dimensi SERVQUAL, dimensi reliability (kehandalan) memperoleh indeks kepuasan sebesar 85,31%, dimensi responsiveness (daya tanggap) sebesar 84,74%, dimensi assurance (jaminan) sebesar 87,02%, dimensi empathy (empati) sebesar 84,05%, dan dimensi tangible (bukti langsung) sebesar 83,62%. Dimensi assurance merupakan dimensi dengan tingkat kepuasan tertinggi, sedangkan dimensi tangible merupakan dimensi dengan tingkat kepuasan terendah. Rendahnya kepuasan pada dimensi tangible terutama berkaitan dengan keterbatasan ketersediaan stok obat dan fasilitas fisik yang masih perlu ditingkatkan. Secara keseluruhan, pelayanan kefarmasian di Apotek Banjaran telah memenuhi harapan pasien dengan kategori sangat puas. Namun, peningkatan pengelolaan ketersediaan stok obat serta perbaikan dan pemeliharaan fasilitas fisik perlu dilakukan secara berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan kepuasan pasien.

11 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Evaluasi tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian diapotek Haidar kedungurang tahun 2026

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pelayanan kefarmasian yang baik dapat memengaruhi kepuasan pasien dalam memperoleh pelayanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian di Apotek Haidar Kedungurang berdasarkan lima dimensi, yaitu kehandalan (reliability), ketanggapan (responsiveness), jaminan (assurance), empati (empathy), dan bukti langsung (tangible). Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif dan desain cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 96 responden yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kepuasan pasien secara keseluruhan sebesar 86,32% dengan kategori sangat puas. Tingkat kepuasan pada dimensi kehandalan sebesar 81,25%, ketanggapan 85,62%, jaminan 82,08%, empati 82,91%, dan bukti langsung 99,75%. Dimensi bukti langsung memiliki tingkat kepuasan tertinggi. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa pasien sangat puas terhadap pelayanan kefarmasian di Apotek Haidar Kedungurang.

64 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

TINGKAT KEPUASAN PASIEN PRB TERHADAP PELAYANAN KEFARMASIAN DI APOTEK DITA PUTRA BUKATEJA KABUPATEN PURBALINGGA TAHUN 2025

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pelayanan kefarmasian merupakan aspek penting dalam pelayanan kesehatan termasuk bagi pengguna jaminan kesehatan seperti peserta Program Rujuk Balik (PRB). Kepuasan pasien menjadi indikator utama untuk menilai keberhasilan kualitas pelayanan yang diberikan, sehingga evaluasi secara berkala perlu dilkukan untuk memastikan standar pelayanan tetap terjaga dan sesuai harapan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasan pasien PRB terhadap pelayanan kefarmasian di Apotek Dita Putra Bukateja tahun 2025. Jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian kuantitatif dengan metode cross sectional analisis.Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan accidental sampling dan besar sampel sebanyak 91 responden. Pengambilan data menggunakan kuisioner skala likert. Pengambilan ini dilakukan pada bulan Januari tahun 2026. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara keseluruhan tingkat kepuasan pasien berada dalam kategori sangat puas dengan nilai rata-rata 83,91%. Dimensi bukti langsung memperoleh nilai tertinggi sebesar 86,70%, diikuti dimensi empati 84,40%, dimensi kehandalan 83,96%, dimensi jaminan 83,08%, dan dimensi daya tanggap sebesar 81,43% sebagai nilai terendah namun masih dalam kategori sangat puas. Kesimpulan penelitian ini adalah pelayanan kefarmasian di Apotek Dita Putra Bukateja telah berjalan sangat baik, memenuhi harapan pasien, dan telah menerapkan standar pelayanan sesuai ketentuan yang berlaku, yaitu Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 73 Tahun 2016 tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Apotek.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail