ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Acne vulgaris (Jerawat) adalah gangguan inflamasi pada unit polisebasea, yang berlangsung secara kronis dan dapat sembuh sendiri. Biasanya acne vulgaris terjadi pada masa remaja karena meningkatnya produksi sebum dan aktivitas bakteri Propionibacterium acne. Pada umumnya pengobatan jerawat menggunakan bahan kimia, namun dapat menyebabkan beberapa efek samping. Oleh karena itu diperlukan pengobatan dari bahan alami salah satunya daun mahoni. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui apakah fraksi etil asetat daun mahoni (Swietenia mahagoni (L). Jacq.) memiliki aktivitas antibakteri terhadap Propionibacterium acne dan mengetahui berapakah konsentrasi yang optimal fraksi etil asetat daun mahoni (Swietenia mahagoni (L). Jacq.) yang mampu menghambat pertumbuhan bakteri Propionibacterium acne. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Farmakognosi dan Laboratorium Mikrobiologi STIKes Ibnu Sina Ajibarang. Jenis penelitian ini termasuk dalam penelitian deskriptif eksperimental dengan menggunakan metode maserasi untuk ekstraksi, fraksinasi secara ECC untuk mendapatkan fraksi etil asetat, dan uji aktivitas antibakteri menggunakan metode sumuran dengan 3 perlakuan (A1;20%, A2;30%, A; 40%, K(+) Clindamycin 300 mg dan K(-) aquadest steril). Analisis data menggunakan program SPSS 25 dengan uji One-Way Anova. Hasil dari penelitian ini fraksi etil asetat daun mahoni memiliki aktivitas antibakteri. Hal ini dapat dilihat dari munculnya zona hambat pada semua perlakuan A1 (12,86 mm ± 1,58 mm) ; A2 (17,06 mm ± 1,83 mm) ; A3 (23,7 mm ± 0,60 mm) ; dan K+ (34,23 ± 2,04 mm). Kesimpulan dari penelitian ini adalah fraksi etil asetat mempunyai aktivitas antibakteri terhadap Propionibacterium acne pada semua konsentrasi (A1; A2; A3) yang ditandai dengan terbentuknya zona bening di sekitar sumuran. Konsentrasi fraksi etil asetat daun mahoni (Swietenia Mahagoni (L) Jacq.) yang paling optimal dalam menghambat pertumbuhan Propionibacterium acne yaitu pada konsentrasi A3 dengan kategori zona hambat sangat kuat, disusul A2 dan A1 dengan kategori zona hambat kuat.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Antioksidan adalah senyawa yang dapat menghambat atau menangkal aktivitas radikal bebas. Daun mahoni digunakan dalam pembuatan sediaan serum wajah karena memiliki aktivitas antioksidan. serum adalah sediaan kosmetik yang mengandung konsentrasi zat yang tinggi dengan viskositas rendah dan lebih efektif mengatasi kulit wajah. Konsentrasi ekstrak daun mahoni yang digunakan pada pembuatan sediaan serum ini yaitu sebesar 6%, 10% dan 14%. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antioksidan ekstrak daun mahoni dengan menggunakan metode 2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl (DPPH). Metode DPPH digunakan untuk menunjukan kemampuan senyawa antioksidan pada sampel dalam mendonorkan elektronnya. Evaluasi sediaan yang dilakukan diantaranya uji organoleptis, uji homogenitas, uji daya sebar, pengukuran pH, dan viskositas. Selanjutnya dilakukan pengujian aktivitas antioksidn dengan menggunakan alat spektrofotometer UV-Vis. Hasil menunjukan ketiga formulasi serum ekstrak daun mahoni telah memenuhi persyaratan pada setiap uji evaluasi. Uji aktivitas antioksidan sediaan serum ekstrak daun mahoni formula I, II, dan III menghasilkan nilai IC₅₀ berturut-turut sebesar 64,15 ppm; 19,13 ppm; dan 5,70 ppm dengan kategori kuat dan sangat kuat.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Acne vulgaris (Jerawat) adalah gangguan inflamasi pada unit polisebasea, yang berlangsung secara kronis dan dapat sembuh sendiri. Biasanya acne vulgaris terjadi pada masa remaja karena meningkatnya produksi sebum dan aktivitas bakteri Propionibacterium acne. Pada umumnya pengobatan jerawat menggunakan bahan kimia, namun dapat menyebabkan beberapa efek samping. Oleh karena itu diperlukan pengobatan dari bahan alami salah satunya daun mahoni. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui apakah fraksi etil asetat daun mahoni (Swietenia mahagoni (L). Jacq.) memiliki aktivitas antibakteri terhadap Propionibacterium acne dan mengetahui berapakah konsentrasi yang optimal fraksi etil asetat daun mahoni (Swietenia mahagoni (L). Jacq.) yang mampu menghambat pertumbuhan bakteri Propionibacterium acne. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Farmakognosi dan Laboratorium Mikrobiologi STIKes Ibnu Sina Ajibarang. Jenis penelitian ini termasuk dalam penelitian deskriptif eksperimental dengan menggunakan metode maserasi untuk ekstraksi, fraksinasi secara ECC untuk mendapatkan fraksi etil asetat, dan uji aktivitas antibakteri menggunakan metode sumuran dengan 3 perlakuan (A1;20%, A2;30%, A; 40%, K(+) Clindamycin 300 mg dan K(-) aquadest steril). Analisis data menggunakan program SPSS 25 dengan uji One-Way Anova. Hasil dari penelitian ini fraksi etil asetat daun mahoni memiliki aktivitas antibakteri. Hal ini dapat dilihat dari munculnya zona hambat pada semua perlakuan A1 (12,86 mm ± 1,58 mm) ; A2 (17,06 mm ± 1,83 mm) ; A3 (23,7 mm ± 0,60 mm) ; dan K+ (34,23 ± 2,04 mm). Kesimpulan dari penelitian ini adalah fraksi etil asetat mempunyai aktivitas antibakteri terhadap Propionibacterium acne pada semua konsentrasi (A1; A2; A3) yang ditandai dengan terbentuknya zona bening di sekitar sumuran. Konsentrasi fraksi etil asetat daun mahoni (Swietenia Mahagoni (L) Jacq.) yang paling optimal dalam menghambat pertumbuhan Propionibacterium acne yaitu pada konsentrasi A3 dengan kategori zona hambat sangat kuat, disusul A2 dan A1 dengan kategori zona hambat kuat.